Hendrajit: Uang Palsu Kejahatan Transnasional
Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi politik Hendrajit menyatakan perederan uang palsu merupakan kejahatan transnasional yang menimbulkan kekacauan ekonomi.
Kejahatan transnasional tersebut diwacanakan juga akan dibahas dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April mendatang.
“Saya kira bukan sekedar mainan orang-orang disini, ada upaya destabilitas di perekonomian kita, sehingga jadi kacau balau itu kan juga termasuk transnasional crime, itu mesti disikapi juga oleh KAA,” ujar Hendrajit di kantor GFI, Jakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, ini bukan lagi kejahatan kriminal, melainkan babak baru kejahatan politik.
“Sekarang kan lagi sensitif dalam nilai mata uang rupiah saya kira ini bukan lagi kejahatan kriminal tapi kejahatan politik yang melibatkan jaringan siluman negara besar,” katanya.
Hendrajit menuturkan, bisa jadi uang palsu masih banyak beredar selain Rp16 triliun yang disita untuk mengacaukan ekonomi dan politik negara.
“Akai sebelumnya tahun 98 dari cina dibawa keluar sehingga ambrol ekonomi kita tapi tetatp orang yang main di ekspor impor pake dollar itu jelas untuk mengacaukan perekonomian bahkan politik,”
“Jumlah itu pasti diakomodir oleh kelompok yang punya dana tak terbatas dan tekhnologi yang berkembang dengan percetakan uang yang mudah, ini mesti dirumuskan di KAA dalam bentuk output Dasasila Bandung,” tambahnya.
Nantinya, lanjut dia, dalam rumusan KAA juga selain soal KAA damai tanpa kekerasan, juga akan menyikapi kejahatan transnasional.
“Salah satunya peredaran uang palsu ini, kita harus mendalami cara pikir kejahatan ini, karena sekarang Intelijen kita lemah.”
Artikel ini ditulis oleh:
















