2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36808

Soal Petugas Partai, Berpotensi Melahirkan Politik Transaksional

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik Muhammad Aras menilai anggapan masyarakat bahwa politisi hanya mementingkan golongannya seperti pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal ‘petugas partai’ berpotensi melahirkan politik transaksional.
“Pola pikir yang berkembang di masyarakat yang ada selama ini bahwa politisi hanya mementingkan golongan dan ditegaskan kembali oleh pernyataan ibu Megawati akan mengakibatkan masyarakat berpikir secara transaksional dalam berpolitik,” kata Aras di Jakarta, Senin (13/4).
Dia menjelaskan, dengan anggapan masyarakat bahwa pejabat hanya bekerja untuk kepentingan golongannya itu pada proses demokrasi seperti Pemilu misalnya akan ada saling memanfaatkan di antara kedua pihak.
“Nantinya akan ada peningkatan sangat tajam untuk jual beli suara antara yang dipilih dan konstituen karena masyarakat memandang politisi pasti akan lupa pada janjinya,” ujarnya.
Lebih lanjut Aras mengatakan, yang paling parah akan terjadi dari anggapan politisi tidak bekerja untuk rakyat ketika semua masyarakat tidak memiliki lagi kepercayaan pada partai politik.
“Yang saya khawatirkan nanti TPS akan sepi dari konstituen karena tingkat kepercayaan masyarakat hilang pada partai. Apapun dikatakan untuk rakyat namun ketika jabatan sudah enak lupa,” ujarnya.
Untuk menghindari hal tersebut, kata Aras, para pejabat termasuk Presiden Jokowi harus bersikap tegas dengan berkarya untuk keadilan dan kepentingan rakyat dan menanggalkan jabatannya di partai, demi mematahkan anggapan mereka sebagai petugas yang hanya bekerja untuk kepentingan partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Terorisme Alasan Airin Usulkan Tangsel Miliki Polres Sendiri

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyambangi Mabes Polri, Senin (13/4) petang. Kedatangan Airin kali ini untuk membahas kelanjutan pembangunan Mapolres di wilayah yang dipimpinnya saat ini.
Istri dari tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012 itu, mengakui kesulitan menyelesaikan masalah keamanan seperti kriminalitas dan kelompok radikal ISIS.
“Kalau ada sendiri kan enak komunikasinya, personilnya banyak. Kita tahu beberapa hal persoalan kriminalitas, ISIS, teroris banyak di Tangerang Selatan. Ini bukan hanya keinginan Pemkot tapi warga Tangsel,” katanya didampingi Ketua DPRD Tangsel, Muhammad Ramli.
Dijelaskan Airin saat ini Kota Tangsel tidak punya Polres. Tujuh wilayah kecamatan itu sambungnya dibawah kendali Polres Jakarta Selatan dan Polres Kota Tangerang. “Tiga kecamatan, Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur masuk wilayah Polres Jaksel. Sisanya Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara masuk Polres Kota Tangerang,” kata Airin.
Usai pertemuan dengan Asisten Perencanaan (Asrena) Mabes Polri, Irjen Tito Karnavian selama sejam dari pukul 17.30 WIB kata Airin, Polri akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Selain itu juga akan dibicarakan dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk membentuk lembaga polres itu sendiri.
Sementara, Ramli mengatakan Kota Tangerang Selatan mempunyai luas wilayah 147 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Tangsel juga akan menghibahkan tanah di BSD, Serpong untuk pembangunan Mapolres. Menurutnya aparat kepolisian sudah cukup bekerja keras. “Kalau punya Polres sendiri enak semua masalah dapat cepat diatasi,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sumut Akan Gelar Pemilihan Putra-Putri Melayu 2015 Pada Agustus Mendatang

Medan, Aktual.co — Untuk melestarikan kebudayaan Melayu, akan dilaksanakan pemilihan Putra Putri Melayu 2015 yang akan dihelat Agustus mendatang.

Rencana itu terungkap dalam pertemuan antara Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dengan panitia Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 di rumah dinas, Jalan Teuku Daud Medan, Senin (13/4) yang dihadiri Penanggungjawab Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 Ilmi Abdullah, Sekretaris Tengku Yohanita, Wakil Sekretaris Muhammad Abrar, Divisi Penjurian Mahriyuni, Humas Akhwanul Akmal dan Perwakilan Rumah Film Indonesia (RuFI) Ivan Nobori.

Sekretaris Panitia Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015, Tengku Yohanita mengatakan, tujuan dari pemilihan tersebut adalah untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki pribadi cemerlang, cerdas, kreatif, beriman, bertaqwa dan berbudaya.

“Generasi muda harus menjadi insan cerdas, pintar, berbakat, tangguh dan berbudaya. Ini akan membangun karakter bangsa yang tangguh dan memiliki rasa nasionalisme kuat,” jelas Yohanita usai pertemuan, Senin (13/4).
 
Dikatakannya, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 sebagai suatu aksi dan reaksi dalam mengaktualisasikan deklarasi UNESCO yaitu menjaga warisan Kebudayaan Rumpun bangsa di dunia.

“Masyarakat harus memiliki dalam perkembangan zaman, namun tidak melupakan budaya sebagai akar peradabab bangsa-bangsa di dunia,” tambah Yohanita.

Yohanita juga mengatakan, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 merupakan cikal bakal dibentuknya Yayasan Putera Puteri Melayu sebagai wadah kegiatan seni budaya, pendidikan dan keterampilan luar sekolah untuk remaja pemuda dan pemudi Indonesia khususnya di Sumatera Utara sebagai aksi pelestarian warisan Kebudayaan Rumpun bangsa Melayu.
 
“Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung tiap tahun. Operasional yayasan nantinya akan diperoleh dari iuran anggota, donator, sponsor dan pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah,” ucap Yohanita.

Sementara itu, Wagub Sumut yang menerima kunjungan mengapresiasi dilaksanakannya perhelatan itu. Menurutnya, pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 merupakan kegiatan positif bagi generasi muda dalam upaya melestarikan budaya nasional, khususnya resam dan kearifan local budaya Melayu.
 
“Dengan adanya kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015, budaya bangsa akan tetap lestari. Event ini juga sangat baik dalam merangsang tingkat kunjungan wisatawan, terutama dari beberapa Negara serumpun,” sebut Erry.  

Erry berpesan, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015  harus menjunjung tinggi adab berpakaian, lenggok, budaya keramahan dan tetap mengedepankan kebersamaan.
 
“Melayu mengedepankan kepribadian cemerlang, beriman, taqwa dan berbudi pekerti. Budaya ini jangan sampai terabaikan,” pesan Erry.
 
Tidak lupa, Erry mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015. Karena, tambahnya, Melayu tidak hanya suku, tetapi resam yang melingkupi seluruh masyarakat, tidak hanya di pesisir pantai timur Sumatera, namun juga kesekuruh penjuru tanah air hingga kesejumlah Negara tetangga.
 
“Melayu kini menjadi resam dan sebuah kearifan lokal yang tidak dapat dipisahkan oleh suku. Melayu juga sebagai nedia pemersatu bangsa, melalui bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. Melayu juga tidak milik sekelompok orang, tetapi kini telah menjadi milik nasional,” katanya.

Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 sendiri akan berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap pertama yakni registrasi, akan dimulai pada 1 Agustus 2015 mendatang. Kemudian peserta akan mendapatkan pembekalan ilmu pengetahuan dan wawasan kebudayaan rumpun Melayu, kompetisi bakat dan Grand Final akan digelar akhir November 2015.

Selain pengumuman para pemenang dan pemberian hadiah, dalam acara grand final, juga akan dimeriahkan dengan pemutaran film kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 dan hiburan.

Bagi anda yang tertarik ikut, dapat mendaftarkan diri di Perpustakaan Tengku Lukman Sinar Jalan Abdullah Lubis N0. 42/47 Medan, Rumah Film Independent (RuFI) Jalan Luku 1 No.23 – Komp Golden Palace, Simpang Pos Medan, Kontak Person: Telp. Kantor 0614573330 Yul Andana  hp 08126089983 Ely  hp  081361729167 – Abrar (081370336559).

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Sabu 6,5 KG

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Nugroho menuntut hukuman mati kepada EK, salah satu dari dua terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 6,5 kg karena terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 undang-undang narkotika.
“Menuntut terdakwa dengan pidana mati,” kata jaksa Eko Nugroho saat membacakan surat tuntutannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/4).
Di persidangan terpisah, AK, terdakwa lain dalam kasus ini dituntut berbeda dengan rekannya EK yakni tuntutan hukuman 19 tahun penjara.
“Terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp2 milliar dengan subsider 6 bulan kurungan penjara,” katanya usai persidangan.
Usai persidangan, Eko menerangkan tuntutan berbeda tersebut disesuaikan dengan peranan masing-masing terdakwa.
“Karena peranan yang berbeda, tuntutan pun kami bedakan,” kata jaksa Kejari Tanjung Perak ini.
Atas tuntutan tersebut, pengacara kedua terdakwa yakni Yuliana Heriyatiningsih akan mengajukan pembelaan yang akan dibacakan pada persidangan pekan depan “Kami akan mempelajari tuntutannya dan pekan depan kami akan melakukan pembelaan karena barang tersebut memang bukan milik terdakwa,” katanya.
Sebelumnya, kedua terdakwa ini ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 14 Agustus 2014 lalu.
Penangkapan itu dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan dalam waktu yang cukup lama dan terdakwa dapat dibekuk saat berada di ekspedisi beserta barang bukti.
Di antara 50 tas yang dikirim melalui jasa ekspedisi, petugas menemukan 14 tas yang berisi sabu-sabu dengan berat 6,5 kg. Nilai barang haram itu ditaksir lebih dari Rp8,5 milliar.
Untuk menghindari kecurigaan, AK membungkus sabu-sabu tersebut dengan 14 tas ransel. Setiap tas berisi sabu-sabu dengan bobot yang berbeda-beda.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Iran: Serangan Pimpinan Saudi Akan Berakhir dengan Kegagalan

Jakarta, Aktual.co — Komandan senior Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan, memperingatkan serangan pimpinan Arab Saudi di Yaman akan berakhir dalam kegagalan.

“Militer Arab Saudi memainkan peran militer perwalian dan para penyerang yang telah melancarkan serangan terhadap warga Yaman pasti akan kalah,” kata Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan, dikutip Xinhua, Senin (13/4).

“Saya menyarankan militer Arab Saudi menghentikan agresi ini, sebab militer itu akan menderita kekalahan besar,” tambah Pourdastan.

Pada Kamis (9/4), Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melakukan “kekeliruan” besar dengan membom Yaman.

Pemimpin Spiritual Iran itu membandingkan serangan pimpinan Arab Saudi ke Yaman dengan serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada masa lalu. Ia mengatakan tindakan tersebut adalah “kejahatan dan pemusnahan suku, yang pelakunya bisa dihukum oleh masyarakat internasional”.

Hubungan antara Iran dan Arab Saudi telah menjadi buruk belum lama ini, setelah serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi di Yaman. Kelompok gerilyawan Yaman itu telah membuat kemajuan besar dengan menguasai kota besar utama di negeri tersebut belum lama ini.

Militer Arab Saudi dan sekutunya di Wilayah Teluk telah menuduh Republik Islam Iran mempersenjatai dan mendanai anggota Al-Houthi, tapi Pemerintah Teheran telah membantah tuduhan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Aparat Amankan Residivis Spesialis Pencurian Mobil Mewah

Jakarta, Aktual.co — Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menangkap residivis pencuri mobil mewah yang melakukan tindak kejahatan di sejumlah daerah di kawasan wilayah “Tapal Kuda” dari Pasuruan hingga Banyuwangi.
“Setelah sempat menjadi buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dua anggota sindikat pencuri dengan sasaran mobil mewah yang beraksi di Banyuwangi beberapa waktu lalu berhasil ditangkap Tim Resmob Polres Jember,” kata Kepala Bagian Operasi Reskrim Polres Jember Iptu Prayitno di Kabupaten Jember, Senin (13/4).
Menurut dia, kedua tersangka, yakni Subhkan (35) dan Ulung (25), warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, itu ditangkap di tempat indekosnya di Kabupaten Blitar.
“Sebelumnya, satu tersangka bernama Suheri ditembak aparat Polsek Sempolan karena melarikan diri dari kejaran polisi Banyuwangi dan Jember, bahkan mereka menabrak mobil polisi. Pelaku meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Silo,” tuturnya.
Saat diperiksa penyidik, lanjut dia, kedua tersangka bersembunyi di Kabupaten Bondowoso selama beberapa hari, setelah mengetahui temannya meninggal dunia.
“Kedua pelaku pencurian kendaraan mewah itu kemudian melarikan diri ke Kabupaten Blitar, setelah situasi dirasa aman. Namun, kami sudah mendapatkan informasi pelaku ke Blitar, sehingga tim Resmob Polres Jember bergerak ke sana dan melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka,” paparnya.
Selain mencuri mobil mewah mobil Honda Jazz bernomor polisi B-1254-UYD di wilayah Kecamatan Kalibaru-Banyuwangi, kedua pelaku bersama komplotannya mengaku pernah mencuri beberapa mobil Pajero, Toyota Yaris, dan Fortuner di empat lokasi di Jember.
“Para pelaku tersebut merupakan residivis yang pernah dipenjara karena kasus serupa yakni pencurian mobil. Komplotan Suheri itu melakukan tindak kejahatannya di kawasan Tapal Kuda, termasuk di Jember,” katanya.
Prayitno mengatakan penyidik masih mengembangkan lagi kasus penangkapan dua residivis pencuri mobil mewah untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan roda empat tersebut.
“Kami juga mencari barang bukti tindak kejahatan para pelaku yang kabarnya masih di penadah dan belum dijual kepada orang lain. Polisi juga menejar salah seorang sindikat pencuri mobil mewah berinisial KC yang hingga kini masih buron,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain