13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36842

Terkait RUU JPSK, Pemerintah: Draft Akan Diserahkan Sebelum DPR Reses

Jakarta, Aktual.co —   Pemerintah hari ini mengadakan rapat forum koordinasi stabilitas sistem keuangan (FKSSK) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad yang membahas mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Menurut Agus, RUU JPSK tersebut dalam tahap akhir dan akan diserahkan ke DPR sebelum tanggal 22 April 2015 sudah disetujui Presiden Joko Widodo.

“Ini yang sudah kita prioritaskan dari tiga tahun yang lalu, jadi ini RUU JPSK merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk ajukan. Sedangkan yang lainnya tentu UU yang terkait dengan negara,” ujar Agus di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (14/4).

Mengenai prioritas yang akan dimuat dalam RUU JPSK tersebut, Agus belum memberikan keterangannya secara detil. “Saya ngga bisa bicarakan sekarang ya, nanti kalau sudah bicara dengan Pak Presiden, sudah di-endorse, baru dibicarakan.”

Sementara itu, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro juga belum mengatakan prioritas dalam RUU JPSK tersebut. “Ya ada lah, pokoknya yang penting semua pihak sepakat.”

Lebih lanjut dikatakan dia, pemerintah akan menyerahkan draft tersebut sebelum masa reses DPR. “Kita usahanya sebelum masa sidang DPR berakhir sudah masuk draftnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapi level tertingginya diindikasikan bahwa Indonesia kembali mengalami krisis ekonomi. Meskipun pemerintah dengan tegas mengatakan bahwa depresiasi Rupiah kali ini berbeda dengan krisis pada tahun 1998 dan 2008, namun sejumlah pihak nampaknya masih diselimuti kekhawatiran akan hal tersebut.

Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) dinilai sebagai salah satu cara penghilang kekhawatiran adanya krisis ekonomi di masyarakat. Dengan adanya UU JPSK, stabilitas sistem keuangan akan lebih terjamin, pasalnya UU JPSK sendiri memiliki payung hukum dan antisipasi yang kuat bila krisis ekonomi terjadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Gelar Perkara Terbuka Kasus Komjen BG Batal

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri batal menggelar perkara terbuka berkas kasus Komjen Pol Budi Gunawan, Selasa (14/4). 
“Untuk giat gelar perkara yang semula dilaksanakan hari ini ditunda dan akan diinfokan lebih lanjut,” kata Kepala Biro Penerangan Umum Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Jakarta.
Namun, Agus tak membeberkan alasan pembatalan gelar perkara tersebut. Agus mengatakan, saat ini kepolisian banyak kegiatan yang dilakukan Bareskrim sehingga agenda tersebut dibatalkan. “Alasannya hari ini banyak giat.”
Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Victor Edi Simanjuntak mengatakan, Bareskrim Polri menggelar perkara terbuka berkas Komjen Budi Gunawan, Selasa (14/4) besok. 
Gelar perkara terbuka itu dilaksanakan di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri dengan mengundang sejumlah pihak seperti PPATK, Kejagung, awak media, ahli hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Besok sore jam 3 kita akan paparan terbuka kasus BG,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Victor Edi Simanjuntak di Bareskrim Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Peringati KAA, Polisi Beri Pengamanan Khusus untuk Delagasi Korut

Jakarta, Aktual.co — Polda Jawa Barat akan memberlakukan pengaman khusus untuk delagasi Korea Utara (Korut) yang akan hadir pada Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60, di Kota Bandung, 24 April 2015.
“Delagasi Korea Utara, yakni Presiden atau Ketua Presidiumnya akan datang ke Indonesia. Tentu itu ada (pengaman khusus), Termasuk untuk delagasi China,” kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Mochammad Iriawan di sela-sela Apel Gelar Pasukan Operasi Caraka Lodaya 2015, di Lapangan Gasibu Bandung, Selasa (14/4).
Dia menuturkan, pengaman khusus untuk delagasi Korea Utara dan Tiongkok tersebut salah satunya ialah dengan cara menempelkan petugas khusus dari Polda Jawa Barat terhadap delagasi tersebut.
“Kita tentu lakukan penempelan kepada delagasi Korea, kemudian yang jelas melakukan ekstra pengamanan ketat kepada mereka,” kata dia.
Kedatangan delagasi dari Korea Utara dan Tiongkok tersebut pada Peringatan KAA ke-60, lanjut dia, hal tersebut menandakan bahwa mereka percaya dengan keamanan di Indonesia.
“Beliau itu kan ibaratnya jarang sekali keluar dari ‘sarangnya’. Berarti berkenan dengan keadaan di wilayah Indonesia, di Kota Bandung, di Jawa Barat,” ujarnya.
Dia menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan di Kota Bandung selaku tuan rumah pelaksanaan Peringatan KAA Ke-60.
“Saya berkomitmen dengan masyarakat, TNI untuk mengamankan jalannya KAA Ke-60. Ini perlu kita banggakan karena tidak ada konferensi tingkat dunia yang diperingati setiap 10 tahun sekali, kecuali di Indonesia,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mendagri: Ahok Jangan Jadikan Telatnya APBD Sebagai Alasan

Jakarta, Aktual.co —Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ingatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) agar tak jadikan telatnya pengesahan APBD 2015 sebagai alasan mandeknya pembangunan di Ibu Kota DKI Jakarta.
Kalau pun di tengah berjalannya anggaran 2015 nanti, yakni sekitar bulan Juli perlu dilakukan perubahan, kata Tjahjo itu harus dilakukan sesuai mekanisme Undang-Undang yang berlaku. 
Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan fungsi pengawasan penggunaan anggaran agar berjalan. “Saya kira ini yang ingin kita tekankan dari musrenbang,” ujar politisi PDI-P itu saat hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi DKI di Balai Kota, Selasa (14/4). 
Diketahui, Kemendagri memangkas anggaran DKI 2015. Alasannya, masa berlaku anggaran sudah terpotong 4 bulan.
Kata dia, anggaran APBD Tahun Anggaran 2015 tidak bisa sama dengan APBD-Perubahan tahun anggaran 2014. Ahok, ujar dia, harusnya memahami Pagu anggaran APBD-P 2014 dengan magnitude/substansi kegiatannya sesuai Pasal 314 ayat 8 tentang Pemerintahan Daerah.
“Karena anggaran itu untuk membiayai gaji 12 bulan. Sedangkan sisa kebutuhan di tahun ini sudah hilang empat bulan, jadi tersisa 8 bulan lagi,” ujar dia, melalui pesan singkat kepada Aktual.co, Senin (13/4) kemarin.
Dibeberkan Tjahjo, penjumlahan anggaran DKI 2015 adalah: Anggaran Belanja Rp 63,65T (APBD-Perubahan 2014) ditambah Pengeluaran Pembiayaan yang committed. Yakni proyek transportasi, seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan TransJakarta, sebesar Rp 5,636 triliun.
“Sehingga anggaran berjumlah Rp 69,286 triliun. Jadi tidak bisa Rp 72 triliun sebagaimana dalam asumsi Gubernur Ahok. Sudah hilang 4 bulan, dan daya serap DKI  tidak rasional kalau Kemendagri menyetujui Rp 72 triliun,” kata Tjahjo.
Dengan adanya penambahan Rp 5,6 triliun untuk transportasi, kata Tjahjo, menunjukkan kalau Kemendagri ‘commit’ mendukung pembangunan di DKI. Lagipula, ujar dia, angka anggaran sebesar Rp 69,286 ini justru lebih tinggi dari Rp 67,269 yang diproyeksikan Ahok di anggaran belanja 2015. 

Artikel ini ditulis oleh:

Antisipasi Teroris, Polri Siagakan Penembak Jitu di Acara KAA

Jakarta, Aktual.co — Guna mengsukseskan perhelatan Konferensi Asia Afrika (KAA), Polri mengerahkan tim penembak jitu ‎Brimob untuk pengamanan para kepala negara dan tamu undangan KAA di Jakarta dan Bandung, tanggal 19-25 April 2015.
Kepala Bagian Operasional Korp Brimob Polri Kombes Leo Bona Lubis menuturkan, pihaknya akan melibatkan tim penembak jitu untuk mengamankan jalannya KAA.
Dimana sebanyak 500 diantaranya dikerahkan untuk membantu pengamanan KAA di Polda Metro Jaya. Sementara 2500 lainnya disiagakan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
“Detail sniper tidak bisa disebutkan, itu rahasia. Yang jelas mereka akan ditempatkan di titik-titik tertentu,” kata Leo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (14/4).
Nantinya, lanjut Leo, penempatan penembak jitu Brimob Mabes Polri akan berkoordinasi dengan pihak TNI. ‎Khusus untuk anggota Brimob, Leo menambahkan pengamanan di Bandung, Polda Jabar mengerahkan 1015 personel Brimob Polda Jabar. Sedangkan di Polda Metro, dikerahkan 400 personel Brimob Polda Metro.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Aneh, Jokowi Tunjuk Luhut Panjaitan Jadi Ketua Panitia KAA

Jakarta, Aktual.co — Penunjukan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan sebagai Kepala Penanggungjawab (Panitia Nasional) Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika ke-60 Tahun 2015 menuai kritik. Sebab, umumnya penyelenggaraan hajat besar yang menghadirkan banyak negara dipegang oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Ini semua serba tertutup, seharusnya SC (Steering Comitte) atau panitia nasional dipegang Menlu Bu Retno Marsudi. Nah Walikota daerah (Ridwal Kamil) sebagai OC,” tegas Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit di Jakarta, Senin (13/4) kemarin.

Penunjukan Luhut diketahui dilakukan pemerintahan Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2015 tentang Panitia Nasional Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika. Sesuai Keppres yang ditetapkan pada 5 Februari tersebut, keberadaan Kemenlu dalam KTT Asia Afrika ‘hanya’ diberikan porsi sebagai Ketua Bidang Substansi.

Menurut Hendrajit, susunan kepanitiaan itu menimbulkan berbagai pertanyaan publik karena tidak umum. Apalagi, hingga kini pemerintah tidak pernah terbuka mengenai apa saja persiapan penyelenggaraan KAA. Dari hal-hal kecil seperti penggunaan logo hingga menyangkut pendanaan KAA.

Ia mengingatkan mengenai hal ini, sebab KAA merupakan ajang besar sekaligus pertaruhan kepemimpinan Presiden Jokowi. Bila diawali dengan penunjukan demikian, ia khawatir anggapan publik mendapatkan pembenaran dari Istana. Bahwa Jokowi disetir oleh pihak-pihak dilingkungan Istana.

Di sisi lain, KAA juga bisa menjadi ajang pembuktian pemerintahan Jokowi kepada rakyat Indonesia. Apakah mantan Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan antek atau kepanjangan tangan kepentingan asing di Indonesia. KAA menjadi sarana masuknya kepentingan asing secara lebih masif.

“Kalau Presiden sadari, semestinya kepanitiaan tidak seperti ini. Ingat, Konferensi Asia Afrika juga ajang pembuktian bahwa Jokowi bukan komparador asing,” demikian Hendrajit.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain