16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36864

Jabatan Staf Kepresidenan Wujud Bagi Kekuasaan

Jakarta, Aktual.co — Pakar komunikasi politik Muhammad Aras menilai keputusan Presiden Jokowi membentuk jabatan Staf Kepresidenan merupakan wujud bagi-bagi kekuasaan yang tidak diketahui pasti urgensinya.
“Posisi staf kepresidenan ini kepentingan politik. Ini benar-benar merupakan bagi-bagi kekuasaan, karena mungkin jabatan yang ada tidak cukup (dibagi). Padahal jabatan ini tidak penting,” kata Aras di Jakarta, Senin (13/4).
Aras mempertanyakan manfaat dan fungsi Staf Kepresidenan dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, apakah akan memberikan kontribusi positif bagi rakyat.
“Ini ‘overlapping’ (tumpang tindih), untuk apa sekarang ada Staf Kepresidenan, berapa anggaran negara yang habis,” kata dia.
Menurut Aras, pemerintah seolah terus mempertontonkan pembagian kue kekuasaan. Hal ini tercermin dengan pembentukan Staf Kepresidenan yang dikepalai oleh Luhut Binsar Pandjaitan, serta alokasi segelintir pendukung Jokowi di struktur komisaris perusahaan BUMN.
“Presiden memang sepertinya belum berhenti bagi-bagi kekuasaan. Staf Kepresidenan ini dari segi fungsi dan kewenangannya kalau dilihat tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk rakyat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Panpel Pertandingan Minta Suporter Persipura Tak Anarkis

Jakarta, Aktual.co — Panitia pelaksana pertandingan Persipura Jayapura meminta para suporter klub, tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan tim kesayangan warga Papua itu ketika bertanding melawan Maziya SR di Lapangan Mandala, Papua, Selasa (14/4).

Ketua panitia pelaksanaan Persipura Jayapura Fachruddin Pasolo, mengemukakan kebiasaan buruk para suporter yakni melempar botol dan benda lainnya yang bisa mengganggu pertandingan jika ada pelanggaran di lapangan.

Ia mengaku, pelemparan batu atau perbuatan anarkis oleh penonton dan suporter itu pernah menyebabkan manajemen Persipura harus membayar denda sebesar Rp130 juta kepada AFC.

“Saya berharap kita jangan ada sanksi, sehingga kita bisa memberikan kontribusi keuangan kepada tim. Kita sudah tidak ada penonton, kemudian kita membayar sanksi besar,” ujarnya di Jayapura, Senin (13/4).

Menurut dia, jika hal itu terulang di lapangan, kemungkinan sanksi yang akan diberikan lebih berat dan bisa saja berujung pada tidak ada lagi pertandingan AFC di Lapangan Mandala Jayapura.

Dia meminta, beberapa hal yang harus dihindari oleh para suporter saat pertandingan adalah dilarang pelemparan batu dan botol minuman ke lapangan.

Selain itu, lanjut dia, dilarang pula menggunakan bahasa yang menyinggung pemain atau membakar petasan dan kembang api.

Pasolo menambahkan, harga karcis masuk terjangkau sehingga memudahkan penonton dan suporter.

Persipura Jayapura akan menjamu Maziya SR di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (14/4).

Artikel ini ditulis oleh:

Menlu: 90 WNI Berhasil Dievakuasi dari Kota Aden

Jakarta, Aktual.co — Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan sebanyak 90 warga negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Kota Aden, Yaman.
“Warga negara kita yang berada di Aden tadi pagi pukul 07.34 waktu setempat sudah berhasil dievakuasi menuju Djibaouti dengan menggunakan kapal,” kata Retno, di Kantor Presiden Jakarta, Senin (13/4).
Selain mengevakuasi, pihaknya juga membantu 67 warga negara Malaysia dan tiga warga negara Thailand yang terjebak dalam zona pertempuran antara Koalisi Arab Saudi dengan pemberontak Houthi.
Retno menyatakan bersyukur berhasil mengevakuasi 90 WNI di Aden, setelah beberapa kali gagal karena situasi keamanan yang tidak kondusif.
Dia mnegungkapkan, sudah dua pekan pihaknya mencoba untuk melakukan evakuasi di Kota Eden dan baru berhasil pada Senin pagi.
Jumlah WNI yang sudah keluar dari Yaman mencapai 1.684 orang dengan rincian 1.002 orang sudah sampai di Tanah Air dan 682 orang sudah keluar Yaman tapi belum diterbangkan ke Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Soal Petugas Partai, Berpotensi Melahirkan Politik Transaksional

Jakarta, Aktual.co — Pakar Komunikasi Politik Muhammad Aras menilai anggapan masyarakat bahwa politisi hanya mementingkan golongannya seperti pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal ‘petugas partai’ berpotensi melahirkan politik transaksional.
“Pola pikir yang berkembang di masyarakat yang ada selama ini bahwa politisi hanya mementingkan golongan dan ditegaskan kembali oleh pernyataan ibu Megawati akan mengakibatkan masyarakat berpikir secara transaksional dalam berpolitik,” kata Aras di Jakarta, Senin (13/4).
Dia menjelaskan, dengan anggapan masyarakat bahwa pejabat hanya bekerja untuk kepentingan golongannya itu pada proses demokrasi seperti Pemilu misalnya akan ada saling memanfaatkan di antara kedua pihak.
“Nantinya akan ada peningkatan sangat tajam untuk jual beli suara antara yang dipilih dan konstituen karena masyarakat memandang politisi pasti akan lupa pada janjinya,” ujarnya.
Lebih lanjut Aras mengatakan, yang paling parah akan terjadi dari anggapan politisi tidak bekerja untuk rakyat ketika semua masyarakat tidak memiliki lagi kepercayaan pada partai politik.
“Yang saya khawatirkan nanti TPS akan sepi dari konstituen karena tingkat kepercayaan masyarakat hilang pada partai. Apapun dikatakan untuk rakyat namun ketika jabatan sudah enak lupa,” ujarnya.
Untuk menghindari hal tersebut, kata Aras, para pejabat termasuk Presiden Jokowi harus bersikap tegas dengan berkarya untuk keadilan dan kepentingan rakyat dan menanggalkan jabatannya di partai, demi mematahkan anggapan mereka sebagai petugas yang hanya bekerja untuk kepentingan partai.

Artikel ini ditulis oleh:

Terorisme Alasan Airin Usulkan Tangsel Miliki Polres Sendiri

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyambangi Mabes Polri, Senin (13/4) petang. Kedatangan Airin kali ini untuk membahas kelanjutan pembangunan Mapolres di wilayah yang dipimpinnya saat ini.
Istri dari tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012 itu, mengakui kesulitan menyelesaikan masalah keamanan seperti kriminalitas dan kelompok radikal ISIS.
“Kalau ada sendiri kan enak komunikasinya, personilnya banyak. Kita tahu beberapa hal persoalan kriminalitas, ISIS, teroris banyak di Tangerang Selatan. Ini bukan hanya keinginan Pemkot tapi warga Tangsel,” katanya didampingi Ketua DPRD Tangsel, Muhammad Ramli.
Dijelaskan Airin saat ini Kota Tangsel tidak punya Polres. Tujuh wilayah kecamatan itu sambungnya dibawah kendali Polres Jakarta Selatan dan Polres Kota Tangerang. “Tiga kecamatan, Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur masuk wilayah Polres Jaksel. Sisanya Pondok Aren, Setu, Serpong dan Serpong Utara masuk Polres Kota Tangerang,” kata Airin.
Usai pertemuan dengan Asisten Perencanaan (Asrena) Mabes Polri, Irjen Tito Karnavian selama sejam dari pukul 17.30 WIB kata Airin, Polri akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Selain itu juga akan dibicarakan dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk membentuk lembaga polres itu sendiri.
Sementara, Ramli mengatakan Kota Tangerang Selatan mempunyai luas wilayah 147 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Tangsel juga akan menghibahkan tanah di BSD, Serpong untuk pembangunan Mapolres. Menurutnya aparat kepolisian sudah cukup bekerja keras. “Kalau punya Polres sendiri enak semua masalah dapat cepat diatasi,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sumut Akan Gelar Pemilihan Putra-Putri Melayu 2015 Pada Agustus Mendatang

Medan, Aktual.co — Untuk melestarikan kebudayaan Melayu, akan dilaksanakan pemilihan Putra Putri Melayu 2015 yang akan dihelat Agustus mendatang.

Rencana itu terungkap dalam pertemuan antara Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dengan panitia Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 di rumah dinas, Jalan Teuku Daud Medan, Senin (13/4) yang dihadiri Penanggungjawab Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 Ilmi Abdullah, Sekretaris Tengku Yohanita, Wakil Sekretaris Muhammad Abrar, Divisi Penjurian Mahriyuni, Humas Akhwanul Akmal dan Perwakilan Rumah Film Indonesia (RuFI) Ivan Nobori.

Sekretaris Panitia Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015, Tengku Yohanita mengatakan, tujuan dari pemilihan tersebut adalah untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki pribadi cemerlang, cerdas, kreatif, beriman, bertaqwa dan berbudaya.

“Generasi muda harus menjadi insan cerdas, pintar, berbakat, tangguh dan berbudaya. Ini akan membangun karakter bangsa yang tangguh dan memiliki rasa nasionalisme kuat,” jelas Yohanita usai pertemuan, Senin (13/4).
 
Dikatakannya, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 sebagai suatu aksi dan reaksi dalam mengaktualisasikan deklarasi UNESCO yaitu menjaga warisan Kebudayaan Rumpun bangsa di dunia.

“Masyarakat harus memiliki dalam perkembangan zaman, namun tidak melupakan budaya sebagai akar peradabab bangsa-bangsa di dunia,” tambah Yohanita.

Yohanita juga mengatakan, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 merupakan cikal bakal dibentuknya Yayasan Putera Puteri Melayu sebagai wadah kegiatan seni budaya, pendidikan dan keterampilan luar sekolah untuk remaja pemuda dan pemudi Indonesia khususnya di Sumatera Utara sebagai aksi pelestarian warisan Kebudayaan Rumpun bangsa Melayu.
 
“Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung tiap tahun. Operasional yayasan nantinya akan diperoleh dari iuran anggota, donator, sponsor dan pihak terkait, termasuk Pemerintah Daerah,” ucap Yohanita.

Sementara itu, Wagub Sumut yang menerima kunjungan mengapresiasi dilaksanakannya perhelatan itu. Menurutnya, pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 merupakan kegiatan positif bagi generasi muda dalam upaya melestarikan budaya nasional, khususnya resam dan kearifan local budaya Melayu.
 
“Dengan adanya kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015, budaya bangsa akan tetap lestari. Event ini juga sangat baik dalam merangsang tingkat kunjungan wisatawan, terutama dari beberapa Negara serumpun,” sebut Erry.  

Erry berpesan, Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015  harus menjunjung tinggi adab berpakaian, lenggok, budaya keramahan dan tetap mengedepankan kebersamaan.
 
“Melayu mengedepankan kepribadian cemerlang, beriman, taqwa dan berbudi pekerti. Budaya ini jangan sampai terabaikan,” pesan Erry.
 
Tidak lupa, Erry mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015. Karena, tambahnya, Melayu tidak hanya suku, tetapi resam yang melingkupi seluruh masyarakat, tidak hanya di pesisir pantai timur Sumatera, namun juga kesekuruh penjuru tanah air hingga kesejumlah Negara tetangga.
 
“Melayu kini menjadi resam dan sebuah kearifan lokal yang tidak dapat dipisahkan oleh suku. Melayu juga sebagai nedia pemersatu bangsa, melalui bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. Melayu juga tidak milik sekelompok orang, tetapi kini telah menjadi milik nasional,” katanya.

Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 sendiri akan berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap pertama yakni registrasi, akan dimulai pada 1 Agustus 2015 mendatang. Kemudian peserta akan mendapatkan pembekalan ilmu pengetahuan dan wawasan kebudayaan rumpun Melayu, kompetisi bakat dan Grand Final akan digelar akhir November 2015.

Selain pengumuman para pemenang dan pemberian hadiah, dalam acara grand final, juga akan dimeriahkan dengan pemutaran film kegiatan Pemilihan Putera Puteri Melayu 2015 dan hiburan.

Bagi anda yang tertarik ikut, dapat mendaftarkan diri di Perpustakaan Tengku Lukman Sinar Jalan Abdullah Lubis N0. 42/47 Medan, Rumah Film Independent (RuFI) Jalan Luku 1 No.23 – Komp Golden Palace, Simpang Pos Medan, Kontak Person: Telp. Kantor 0614573330 Yul Andana  hp 08126089983 Ely  hp  081361729167 – Abrar (081370336559).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain