16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36865

Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Sabu 6,5 KG

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Nugroho menuntut hukuman mati kepada EK, salah satu dari dua terdakwa kasus narkoba jenis sabu seberat 6,5 kg karena terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 undang-undang narkotika.
“Menuntut terdakwa dengan pidana mati,” kata jaksa Eko Nugroho saat membacakan surat tuntutannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (13/4).
Di persidangan terpisah, AK, terdakwa lain dalam kasus ini dituntut berbeda dengan rekannya EK yakni tuntutan hukuman 19 tahun penjara.
“Terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp2 milliar dengan subsider 6 bulan kurungan penjara,” katanya usai persidangan.
Usai persidangan, Eko menerangkan tuntutan berbeda tersebut disesuaikan dengan peranan masing-masing terdakwa.
“Karena peranan yang berbeda, tuntutan pun kami bedakan,” kata jaksa Kejari Tanjung Perak ini.
Atas tuntutan tersebut, pengacara kedua terdakwa yakni Yuliana Heriyatiningsih akan mengajukan pembelaan yang akan dibacakan pada persidangan pekan depan “Kami akan mempelajari tuntutannya dan pekan depan kami akan melakukan pembelaan karena barang tersebut memang bukan milik terdakwa,” katanya.
Sebelumnya, kedua terdakwa ini ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 14 Agustus 2014 lalu.
Penangkapan itu dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan dalam waktu yang cukup lama dan terdakwa dapat dibekuk saat berada di ekspedisi beserta barang bukti.
Di antara 50 tas yang dikirim melalui jasa ekspedisi, petugas menemukan 14 tas yang berisi sabu-sabu dengan berat 6,5 kg. Nilai barang haram itu ditaksir lebih dari Rp8,5 milliar.
Untuk menghindari kecurigaan, AK membungkus sabu-sabu tersebut dengan 14 tas ransel. Setiap tas berisi sabu-sabu dengan bobot yang berbeda-beda.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Iran: Serangan Pimpinan Saudi Akan Berakhir dengan Kegagalan

Jakarta, Aktual.co — Komandan senior Iran, Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan, memperingatkan serangan pimpinan Arab Saudi di Yaman akan berakhir dalam kegagalan.

“Militer Arab Saudi memainkan peran militer perwalian dan para penyerang yang telah melancarkan serangan terhadap warga Yaman pasti akan kalah,” kata Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan, dikutip Xinhua, Senin (13/4).

“Saya menyarankan militer Arab Saudi menghentikan agresi ini, sebab militer itu akan menderita kekalahan besar,” tambah Pourdastan.

Pada Kamis (9/4), Pemimpin Spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melakukan “kekeliruan” besar dengan membom Yaman.

Pemimpin Spiritual Iran itu membandingkan serangan pimpinan Arab Saudi ke Yaman dengan serangan Israel terhadap Jalur Gaza pada masa lalu. Ia mengatakan tindakan tersebut adalah “kejahatan dan pemusnahan suku, yang pelakunya bisa dihukum oleh masyarakat internasional”.

Hubungan antara Iran dan Arab Saudi telah menjadi buruk belum lama ini, setelah serangan udara oleh koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap gerilyawan Syiah Al-Houthi di Yaman. Kelompok gerilyawan Yaman itu telah membuat kemajuan besar dengan menguasai kota besar utama di negeri tersebut belum lama ini.

Militer Arab Saudi dan sekutunya di Wilayah Teluk telah menuduh Republik Islam Iran mempersenjatai dan mendanai anggota Al-Houthi, tapi Pemerintah Teheran telah membantah tuduhan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Aparat Amankan Residivis Spesialis Pencurian Mobil Mewah

Jakarta, Aktual.co — Aparat Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menangkap residivis pencuri mobil mewah yang melakukan tindak kejahatan di sejumlah daerah di kawasan wilayah “Tapal Kuda” dari Pasuruan hingga Banyuwangi.
“Setelah sempat menjadi buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), dua anggota sindikat pencuri dengan sasaran mobil mewah yang beraksi di Banyuwangi beberapa waktu lalu berhasil ditangkap Tim Resmob Polres Jember,” kata Kepala Bagian Operasi Reskrim Polres Jember Iptu Prayitno di Kabupaten Jember, Senin (13/4).
Menurut dia, kedua tersangka, yakni Subhkan (35) dan Ulung (25), warga Desa Karang Bendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, itu ditangkap di tempat indekosnya di Kabupaten Blitar.
“Sebelumnya, satu tersangka bernama Suheri ditembak aparat Polsek Sempolan karena melarikan diri dari kejaran polisi Banyuwangi dan Jember, bahkan mereka menabrak mobil polisi. Pelaku meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Silo,” tuturnya.
Saat diperiksa penyidik, lanjut dia, kedua tersangka bersembunyi di Kabupaten Bondowoso selama beberapa hari, setelah mengetahui temannya meninggal dunia.
“Kedua pelaku pencurian kendaraan mewah itu kemudian melarikan diri ke Kabupaten Blitar, setelah situasi dirasa aman. Namun, kami sudah mendapatkan informasi pelaku ke Blitar, sehingga tim Resmob Polres Jember bergerak ke sana dan melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka,” paparnya.
Selain mencuri mobil mewah mobil Honda Jazz bernomor polisi B-1254-UYD di wilayah Kecamatan Kalibaru-Banyuwangi, kedua pelaku bersama komplotannya mengaku pernah mencuri beberapa mobil Pajero, Toyota Yaris, dan Fortuner di empat lokasi di Jember.
“Para pelaku tersebut merupakan residivis yang pernah dipenjara karena kasus serupa yakni pencurian mobil. Komplotan Suheri itu melakukan tindak kejahatannya di kawasan Tapal Kuda, termasuk di Jember,” katanya.
Prayitno mengatakan penyidik masih mengembangkan lagi kasus penangkapan dua residivis pencuri mobil mewah untuk mengungkap jaringan pencurian kendaraan roda empat tersebut.
“Kami juga mencari barang bukti tindak kejahatan para pelaku yang kabarnya masih di penadah dan belum dijual kepada orang lain. Polisi juga menejar salah seorang sindikat pencuri mobil mewah berinisial KC yang hingga kini masih buron,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ketum ATI: BOPI Terlalu Jauh Jalankan Tugas dan Fungsinya

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Asosiasi Tinju Indonesia (ATI), Manahan Situmorang menyebut, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sudah terlalu jauh dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Apalagi, BOPI mencampuri masalah pajak, pemain asing dan penentuan klub yang berlaga di QNB League 2015.

“Urusan pajak itu tugas Departemen Pajak dan urusan tenaga kerja asing itu wewenang Imigrasi dan Depnaker. Begitu juga peserta kompetisi yang sudah jelas wewenang PSSI,” kata Manahan yang juga mantan Kepala Pajak Jakarta Selatan sembari menyebutkan di tinju profesional menentukan petinju merupakan wewenang penata tanding dengan melihat ketentuan yang diberlakukan dalam organisasi tinju, Senin (13/4).

“Tidak sembarangan petinju bisa naik ring. Itu akan berakibat fatal. Mereka juga harus melalui jenjang seperti yang ditetapkan PSSI. Contohnya, kalau di sepakbola klub yang masuk ISL harus menapak dari bawah mulai Divisi II, I, dan Divisi Utama. Sedangkan petinju harus melalui tahapan beberapa ronde dan yang ingin merebut gelar juara harus terdaftar dalam peringkat ATI ataupun KTI, KTPI dan FTI,” tambahnya.

Dia juga menyayangkan pengurus BOPI tidak memahami olahraga profesional. “Bagaimana mungkin pengurus BOPI bisa membuat keputusan tanpa melibatkan induk organisasi. Makanya, saya bingung ketika Kusnaeni yang mengaku pengurus BOPI memanggil semua anggota BOPI tetapi berbicara masalah sepakbola. Itu kan sudah tidak nyambung. Makanya, saya meninggalkan pertemuan itu,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Survei: Kredit 2015 Tumbuh 17,1 Persen

Jakarta, Aktual.co — Survei perbankan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan, secara keseluruhan tahun 2015, optimistis responden terhadap pertumbuhan kredit semakin meningkat mencapai 17,1 persen.

Pada Triwulan I-2015, responden survei merevisi ke atas target pertumbuhan kredit 2015 menjadi sebesar 17,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya sebesar 15,7 persen (yoy).

“Perkiraan membaiknya pertumbuhan ekonomi tahun 2015, menurunnya tekanan kenaikan suku bunga kredit dan semakin membaiknya kondisi kecukupan modal responden menjadi pendorong utama semakin optimisnya pertumbuhan kredit tahun 2015,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Senin (13/4).

Pada Triwulan II-2015, responden survei memperkirakan menguatnya pertumbuhan kredit baru.

Sementara itu, rata-rata suku bunga kredit diperkirakan masih meningkat pada Triwulan II-2015, namun dengan kenaikan yang cukup rendah.

Rata-rata suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi masing-masing diperkirakan naik sebesar 2 bps, 2 bps, dan 5 bps.

Meskipun responden optimis terhadap pertumbuhan kredit baru di Triwulan II-2015 dan keseluruhan 2015, responden survei mengindikasikan melambatnya pertumbuhan kredit baru pada Triwulan I-2015.

“Permintaan pembiayaan yang masih rendah pada awal tahun dan kebijakan perbankan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit baru menjadi penyebab utama perlambatan pertumbuhan kredit,” ujar Tirta.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mantan Ketua BOPI Nilai Menpora Tak Mengerti Olahraga

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto mengatakan, jika olahrga Indonesia mau maju, menteri yang membidanginya juga harus menguasai olahraga.

Pernyataan Haryo ini, terkait dengan tidak becusnya Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengurus seluruh cabang olahraga di Tanah Air, untuk bisa maju dalam prestasi.

“Kita ingin mendukung program kerja presiden, di antaranya membuat prestasi olahraga maju dan berprestasi namun juga harus mendapat dukungan dari pemerintah,” jelasnya ketika membacakan surat pernyataan kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin (13/4).

Haryo yang tergabung dalam Komunitas Olahraga Profesional Nasional Indonesia (KOPNI), akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi, Rabu (14/4), meminta untuk mereshuffle Menpora Imam Nahrawi, yang dianggap kurang memperhatikan seluruh cabang olahraga yang ada di Indonesia.

“Intinya kami ingin agar semua olahraga menjadi lebih baik dan bagus. Karena saat ini kondisi prestasi olahraga menurun dan butuh perhatian serius,” ungkapnya.

KOPMI menilai, menpora saat ini, hanya memberikan seluruh perhatiannya terhadap sepakbola Indonesia. Sedangkan cabang olahraga lainnya, tidak diperhatikan. Padahal, Indonesia akan mengikuti kejuaraan SEA Games 2015 Singapura.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain