16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36866

Glenn Fredly Helat Konser di Ambon pada 16 Mei 2015

Jakarta, Aktual.co — Musisi Glenn Fredly akan menggelar konser 20 tahun berkarya di dunia musik Indonesia di Kota Ambon, Maluku pada 16 Mei 2015.

“Hasil koordinasi dengan Manajemen Glenn Fredly dinyatakan konser akan dilakukan di Ambon pada 16 Mei mendatang, dimajukan dari agenda semula minggu ke empat Mei 2015,” kata kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Ambon Henry Sopacua, di Ambon, Senin (13/4).

Ia mengatakan Konser 20 tahun Glenn Fredly diagendakan di 20 kota Indonesia dan Ambon merupakan kota pembuka.

“Kita patut berbangga karena Kota Ambon nenjadi tempat pembuka,” ujarnya.

Menurut Henry, manajeman Glenn Fredly sementara mempersiapkan hal terkait pelaksanaan konser sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Kota untuk kerja sama.

“Pembicaraan yang kita lakukan telah sampai pada tahap persiapan yakni bagaimana kita bisa membantu dari sisi perizinannya supaya mereka tidak kesulitan untuk hal tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga berupaya agar musisi lokal Maluku turut dilibatkan dalam konser tersebut.

Musisi lokal seperti band atau kolaborasi budaya Maluku sementara dibicarakan dengan tim manajemen, karena Glenn Fredly memiliki standar konser.

“Saat ini kita masih bicarakan materi, apakah ada lagu Glenn yang bisa dikolaborasi. Target kita musisi lokal kita dorong untuk bisa tampil satu panggung dengan musisi ternama,” tandasnya.

Henry menambahkan, konser tersebut merupakan rangkaian kegiatan Mangente (datang dan kunjungi) Ambon tahun 2015.

Kegiatan lain di antaranya pertemuan Asosiasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia (Apeksi), Indonesia City Expo, pagelaran seni budaya nusantara dan karnaval budaya yang dilakukan pada Mei 2015, pertunjukan musik dan budaya, dan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Nasional.

Selain itu, karnaval budaya multi etnik, festival pukul sapu, perahu manggurebe, kuliner khas Ambon, pagelaran musik sound of pasific dan gerak jalan Ambon.

Artikel ini ditulis oleh:

Asik ‘Nyabu’ Dua Pemuda Asal Solo Dicokok Polisi

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Surakarta berhasil menangkap dua warga yang sedang mengonsumsi sabu di dua tempat berbeda di kawasan Banjarsari, Solo.
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi mengatakan, S 38 tahun dan Aow 22 tahun saat ini sedang diperiksa oleh penyidik Satuan Narkoba.
Dia mengatakan, petugas berhasil menangkap tersangka S di rumahnya, pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 20.10 WIB, dan bersama barang bukti antara lain satu paket kecil sabu sebuah pipa kaca terdapat sisa sabu (bong) dan satu handphone merek Samsung warna hitam.
Petugas juga menemukan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka Aow, antara lain satu paket kecil sabu-sabu, alat bong, satu celena jean warna cokelat, satu unit blackberry warna putih yang diduga untuk transaksi.
“Tersangka Aow ini, ditangkap oleh petugas Satuan Narkoba, di rumahnya, pada Kamis (9/4), sekitar pukul 01.15 WIB,” kata Ahmad Luthfi di Solo, Senin (13/4).
Menurut Kasat Narkoba Kompol Kristiyono, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu, sehingga identitas tersangka belum bisa dibuka.
Kristiyono menjelaskan dari ahsil pemeriksaan tersangka S mengaku mendapatkan barang haram dibeli dari seorang bernama J dengan harag Rp200 ribu per paket kecil. Namun, J yang diduga pengedar itu, hingga kini masih menjadi buron polisi.
Tersangka lainnya, Aow mengaku mendapatkan barang haram tersebit dari hasil membeli dari seorang bernama TC dengan cara mentransfer uang ke nomor rekening BCA seharga Rp1,1 juta per paketnya. Barang pesanan kemudian diletakan di suatu tempat di kawasan Banjarsari untuk diambil oleh tersangka.
“Kami masih melakukan penyelidikan pelaku TC ini, tetapi hingga kini masih menjadi buron,” kata Kasat Narkoba.
Atas perbuatan kedua tersangka tersebut dapat dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan atau 112 ayar (1) dan atau 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI Nomor 35/2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal maksimal 12 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

KPAI dan BPOM Sidak Jajanan Tiga SD di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sidak jajanan di tiga sekolah dasar di Jakarta.
Sidak dilakukan di SDN Rawamangun 13, SDN Rawamangun 14, dan SDN Rawamangun 15.
Komisioner KPAI Susanto, sidak dilakukan sebagai bentuk kendali untuk perbaikan kebijakan yang lebih luas. “Untuk memastikan kualitas jajanan,” kata , Senin (13/4).
Diakui dia, hampir tidak ada sekolah yang absen dari jajanan. Siswa hampir tiap hari jajan di sekolah baik dari kantin dalam sekolah atau pedagang di luar sekolah.
Hal yang cukup membahagiakan adalah sidak tidak menemukan jajanan yang mengandung zat berbahaya. Dia mengklaim ini sebagai hasil kongkret sidak dan edukasi tiga tahun sebelumnya.
Kantin sekolah, kata Susanto, kadang-kadang seperti sederhana tetapi menyimpan masalah jika pengelolaannya tidak memberikan jaminan kesehatan.
“Bagaimana mungkin kita memiliki anak cerdas dan berkarakter jika mereka makan dari makanan yang mengandung zat berbahaya,” kata dia.
Susanto mengatakan terdapat tiga kategori kantin. Pertama, kantin dikelola dengan baik sesuai standar kesehatan dan mutu pangan. Kedua, kantin yang dikelola apa adanya, tanpa kontrol kualitasnya. Ketiga, kantin yang dikelola hanya mengikuti selera siswa tapi kurang memiliki sensitifitas terhadap kesehatan.
Menurut PP No 28 tahun 2004, pemerintah daerah bertanggungjawab dan tidak boleh abai terhadap kensali mutu jajanan di sekolah.
“Pengawasan harus dilakukan secara reguler agar jajanan sekolah tak mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks dan zat pemanis berbahaya,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

UN Basis Komputer di DKI Berjalan Lancar

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) berbasis komputer atau “computer based test” (CBT) di 30 sekolah tingkat SMA dan sederajat di wilayah ibukota berjalan lancar.
“Sebanyak 30 sekolah yang menggelar UN dengan sistem CBT itu sudah memenuhi persyaratan dan mendapat izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga, kita pastikan lancar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemprov DKI Arie Budhiman di Jakarta, Senin (13/4).
Dia mengklaim pelaksanaan UN CBT di 30 sekolah telah dipersiapkan sebaik mungkin. Dari segala segi, baik siswa maupun sarana pendukungnya. “Selain siswa-siswi peserta ujian, kami pun mempersiapkan berbagai sarana pendukung pelaksanaan UN CBT, di antaranya sistem, jaringan internet serta pasokan listrik,” ujar Arie.
Sejauh ini, dia menuturkan pihaknya belum menerima keluhan mengenai pelaksanaan UN CBT pada hari pertama. Dia mengatakan sistem CBT justru mendapatkan sambutan baik dari pihak sekolah. “Sistem CBT ini dianggap lebih efisien, terutama dalam hal pengiriman naskah soal ke tempat-tempat terpencil yang biasanya membutuhkan waktu dan biaya lebih banyak,” tutur Arie.
UN untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat digelar secara serentak mulai 13 hingga 15 April 2015.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, tercatat sebanyak 121.457 siswa yang berasal dari 1.159 sekolah di wilayah ibukota melaksanakan UN SMA dan sederajat pada tahun ini. Jumlah tersebut terdiri dari 51.294 siswa di 461 SMA, 64.314 siswa di 596 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 5.780 siswa di 91 Madrasah Aliyah (MA) dan 69 siswa di 11 SMA Luar Biasa (SMA LB).

Artikel ini ditulis oleh:

Peredaran Uang Palsu Ganggu Kebijakan dan Target Makro

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan peredaran uang palsu akan mengganggu semua kebijakan dan target makro. 
Pasalnya, telah terungkap penyitaan uang palsu berbagai negara oleh Mabes Polri senilai Rp16 triliun.
“Kalau kita bicara peredaran uang akan mengganggu semuanya, baik kebijakan maupun terget makro,” ujar Hendri, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4).
Menurutnya, isu uang palsu sudah muncul sejak lama namun tidak pernah ada sanksi yang bisa timbulkan efek jera.
“Kalau uang palsu sudah muncul bertahun-tahun tapi sanksinya kan tidak ada efek jera dari situ, kalau korupsi mulai dari mesinnya ya sudah. Saya kurang tahu, siapa yang main saya nggak ngerti,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

KOPNI Minta Presiden Reshuffle Menpora

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Olahraga Profesional Nasional Indonesia (KOPNI), berencana menyurati Presiden Joko Widodo, terkait perkembangan olahraga di Indonesia.

Dalam salah satu pernyataan, KOPNI meminta kepada presiden untuk mereshuffle, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, karena dianggap tidak memperhatikan seluruh cabang olahraga Tanah Air.

“Kita akan kirim hari Rabu (15/4) besok. Surat juga kita cc-kan ke Ketua DPR, Kapolri, Komisi X DPR. Kita ingin Menpora dari kalangan olahragawan. Ini hal yang harus diperhatikan Presiden dalam upaya membangun kembali prestasi olahraga Indonesia,” kata salah satu perwakilan KOPNI, Togar Manahan Nero di Jakarta, Senin (13/4).

Seperti diketahui Menpora, Imam Nahrawi dinilai kurang memperhatikan prestasi di setiap cabang olahraga. Malah yang paling menyita perhatian adalah ikut merecoki kompetisi sepakbola nasional, dengan ikut-ikut memverifikasi klub-klub QNB League yang notabene domainnya PSSI selaku Federasi tertinggi sepakbola Indonesia.

“Kita terus berjuang untuk membuka mata hati Presiden Jokowi. Daripada olahraga jadi rusak, minimal presiden melihat isi surat ini,” tegas Togar.

KOPNI adalah wadah bagi berkumpulnya para insan olahraga profesional.

Komunitas ini terbentuk dari keprihatinan terhadap sikap Menpora dan prestasi olahraga Tanah Air.

Dalam surat yang akan ditujukan ke Presiden Jokowi itu, KOPMI menilai, pemerintah tidak sungguh-sungguh menempatkan menterinya di Kemenpora, sehingga perkembangan dan kemajuan Olahraga di Indonesia sangat lamban dan memprihatinkan. “Yang terjadi justru, Menpora yang ada kerap melakukan politisasi di bidang olahraga,” tulis KOPMI dalam suratnya.

“Puncaknya adalah di Kabinet Kerja, menpora Imam Nahrawi yang tidak memiliki visi dan misi serta tindakan yang  tidak jelas melalui kebijakan dan keputusannya dalam menjalankan tugasnya, nyata-nyata hanya mengedepankan kekuasaan dan menjadi beban bagi dunia olahraga,” tambah kutipasn surat tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain