16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36871

Penumpang Gelap Jadi Masinis di Pemerintahan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif Global Future Institut (GFI) Hendrajit, menduga Kepala Staff Kepresidenan Luhut Panjaitan sebagai penumpang gelap yang dimaksud Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di kongres PDIP beberapa waktu lalu. 
Pasalnya, meskipun Megawati tak menjabarkan, penumpang gelap yang berada di gerbong justru jadi masinis atau  pengendali lokomotif pemerintahan Jokowi-JK.
“Mega sebut penumpang gelap, tapi sayangnya dia tidak jabarkan penumpang gelap ini sekedar ikut di gerbongnya atau justru mengendalikan lokomotif dari pemerintahan Jokowi-JK. Bacaan saya ke Luhut sebagai kepala staf kepresidenan,” ujar Hendrajit di Kantor GFI, Jakarta, Senin (13/4).
Hendrajit menuturkan, Megawati menyerang Jokowi tapi tidak kepada tingkat yang substansial soal permen sesneg. “Permen itu kan awalnya kontroversi dan dicabut tapi itu yang jebol, kan sesneg ini baru pertama kali, artinya ada yang salah disini, ada satu gerakan terencana sehingga Pratikno yang jebol,” katanya.
Dia menambahkan, kewenangan Menteri Luar Negeri juga seperti diambil alih Luhut dalam penyelenggaraan KAA, selain itu juga isu BUMN yang akan dilepas ke pasar.
“Ada bagian integral dari rencana besar ini, ini berarti bisa menggagalkan KAA. Kalo urusan Pertamina episentrumnya di Luhut Panjaitan, apalagi yang saya dengar koneksi dia dengan jaringan-jaringannya kuat, artinya dia jadi pemain mata rantai dari jaringan koneksi Amerika,” kata Hendrajit.
Ada pertaruhan besar di balik KAA kalau ketua pelaksananya adalah Luhut. Selain itu, banyak agenda tersembunyi yang dimainkan.
“Makanya kemarin menlu ditunggu wartawan yang sampai dikunci hanya untuk meminta menlu yang akan konpers, itu aja ada agenda yang disembunyikan. Bicara migas itu juga akan jadi agenda, ironisnya Jokowi-JK makin mengerucut ke skema itu.”
Buktinya, lanjut Hendrajit, presiden seperti tak percaya pada menteri luar negeri dan seperti diisolasi Luhut yang jadi ‘Event Organizer’ pelaksanaan KAA.

Artikel ini ditulis oleh:

Korupsi Rp 3,9 Miliar, Kejati Periksa Dirut RSUD Chasan Boesoerie

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara memeriksa bekas Dirut RSUD Chasan Boesoerie Marhaeni dalam kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan ruang VIP RSUD senilai Rp 3,9 miliar.
“Penyidik telah memanggil bekas Dirut RSUD Chasan Boesorie, Marhaeni dan dua orang staf lainnya juga terkait dugaan korupsi pungutan biaya nginap di ruangan VIP Pavilum tahun 2009-2011,” kata Kasi Penkum Kejati Malut, Idham Timin di Ternate, Senin (3/4).
Tak hanya bekas Dirut RSUD Chasan, penyidik juga memanggil dua orang bndahara untuk dimintai keterangan di ruangan Kasi Penyidikan Pidsus Kejati Malut. Pemeriksaan lanjutan ini tak lain adalah terkait dengan masalah pungutan di Ruangan Inap Pavilium RSUD Chasan Boesoeri Ternate. Dimana selain Marhaeni masih terdapat empat orang saksi lainnya yang juga telah dimintai keterangan.
“Memang mereka dipanggil untuk dimintai keterangan soal kasus pavilium dan untuk saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan sehingga, dirinya masih belum bisa terlalu jauh memberikan keterangan terkait hal tesebut. Sebab, masih ada pengembangan kasus-kasus yang lainnya bukan saja pada masalah Pavilium.”
Kasus dugaan tindak pidana korupsi Anggaran dari Pungutan biaya inap di ruangan VIP Pavilum RSUD Chasan Boesorie ini, berdasarkan pada SK dari Dirut.
Pada tahun 2009 total biaya inap pasien dari seluruh kamar di Ruangan Pavilium sebesar Rp 1,3 miliar. Sementara untuk tahun 2010 sebesar Rp 1,5 miliar dan tahun 2011 sebesar Rp1,1 miliar yang ditotalkan secara menjadi Rp 3,9 miliar.
Dimana, diduga anggaran tersebut tidak disetor ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), akan tetapi, digunakan oleh pihak rumah sakit dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BNN Ungkap Kue Cokelat Rasa Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis pengungkapan bisnis kue dan coklat mengandung narkoba jenis ganja di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (13/04/2015). Narkoba dalam bentuk kue itu dipasarkan melalui dunia maya dengan sasaran mahasiswa. Selain menagkap lima orang tersangka, petugas BNN juga mengamankan dapur tempat memproduksi ‘kue’ narkoba. Kandungan dari kue berbahaya itu adalah tetrahydrocanabinol (THC). AKTUAL/MUNZIR

Besok Bareskrim Gelar Perkara BG Secara Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan melakukan gelar perkara atas penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kepemilikan rekening ‘gendut’. Rencananya, ekspos tersebut akan dilakukan secara terbuka dengan mengundang sejumlah pihak terkait, pada Selasa (14/4) besok.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Victor Edi Simanjuntak mengatakan, pihaknya akan menghadirkan sejumlah ahli hukum pidana dan perwakilan dari lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan.
“Akan kita tunjukan kira-kira berkas itu berkas apa. Apa berkas yang layak untuk dilidik, kita liat berkasnya main main atau tidak. Wartawan juga kita undang biar publik tahu,” kata Victor dikantornya, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Victor mengaku, pihaknya sudah mengirimkan undangan secara resmi terhadap pihak-pihak terkait, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dilibatkan secara langsung dalam gelaran tersebut. “KPK juga kita undang kok, pakar hukum dan lain-lain kita undang semua,” tambahnya.
Menurut Victor, sejumlah ahli yang akan dilibatkan antara lain, pakar hukum pidana asal Univ Padjajaran Prof Romli Atmasasmita, kemudian Dr Chairul Huda pakar hukum pidana asal Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan pakar TPPU Yenti Ganarsih. “Ada Chairul Huda. Siapa yang gak kenal sama Prof Romli dengan integritasnya, siapa yang gak mengakui?,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KBUMN Bakal Lelang Jabatan Eselon I dan II

Jakarta, Aktual.co — Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan melakukan lelang jabatan struktural untuk Eselon I dan Eselon II.

“Lelang jabatan ini untuk memenuhi kebutuhan Kementerian BUMN, kedeputian yang membawahi BUMN itu ada tiga, padahal perusahaannya ada 119 dengan aset sekitar Rp4.500 triliun, hal itu sangat banyak untuk diurusi oleh tiga orang. Dengan adanya penambahan akan dapat meningkatkan pengawasan,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno pada saat acara ulang tahun Kementerian BUMN ke-17 di Jakarta, Senin (13/4).

Dia mengatakan lelang jabatan tersebut akan disiapkan bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Prosedur lelang itu akan mengikuti prosedur kementerian lain yang telah melakukan lelang itu.

“Peraturan Presiden sudah keluar, mungkin minggu ini kami sudah mengiklankan ke media massa” kata dia.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu mengatakan, kuota untuk Eselon I sebanyak tiga orang dan Eselon II sebanyak enam orang, lelang ini dapat diikuti oleh pegawai negeri sipil dan swasta.

Dia mengatakan pihaknya akan membahas detail pelelangan tersebut dengan para profesional yang mempunyai dedikasi tinggi untuk membangun negeri ini.

Rini juga mengatakan Kementerian BUMN menjadi agen pembangunan di Indonesia.

“Dalam membina dan pengawasan sudah tercapai sejak berdirinya kementerian ini, namun pencapaian paling tinggi adalah bagaimana perusahaan BUMN berada di hati masyarakat Indonesia,” kata dia.

Ia berharap dengan penambahan tersebut dapat memperkuat Kementerian BUMN untuk membangun negeri bersama perusahaan BUMN.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Patra Niaga Turunkan Susut Terminal BBM Pertamina

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina Patra Niaga menurunkan susut pengelolaan bahan bakar minyak di terminal Ujung Berung, Jawa Barat, yang dioperasikan PT Pertamina (Persero). Susut atau “losses” terminal tersebut turun dari sebelumnya 0,2 persen menjadi di bawah 0,05 persen.

“Penurunan ‘losses’ di terminal Ujung Berung ini dikarenakan mulai diberlakukannya sistem penyaluran BBM memakai teknologi informasi secara penuh,” ujar Dirut Pertamina Patra Niaga Ferdy Novianto di Jakarta, Senin (13/4).

Pada Senin ini, Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang meluncurkan sistem distribusi termodern dengan memakai teknologi “terminal automation new gantry system” di terminal Ujung Berung yang dibangun anak perusahaan, Pertamina Patra Niaga.

Terminal Ujung Berung merupakan fasilitas pertama Pertamina yang dibangun dengan sistem teknologi informasi (TI) secara terintegrasi.

Dengan sistem tersebut, maka pengiriman BBM dengan mobil tangki ke SPBU dapat tepat waktu, tujuan, dan jumlah.

“Penerapan sistem ini akan menurunkan ‘losses’ dan menciptakan efisiensi bagi perusahaan,” kata Ferdy.

Menurut dia, selaku anak perusahaan Pertamina, Patra Niaga membangun instalasi sistem penyaluran memakai TI di terminal Ujung Berung dari sebelumnya secara manual.

Patra Niaga, lanjutnya, mendapat “fee” atau ongkos dari Pertamina sebesar Rp16 per liter yang disalurkan melalui terminal Ujung Berung selama tahun pertama hingga keenam setelah operasi.

Selanjutnya, pada tahun ketujuh hingga ke-11, Patra Niaga dibayar Rp13,2 per liter.

“Setelah 11 tahun, sistem diserahkan ke Pertamina,” ujarnya.

Ferdy menambahkan, selain Ujung Berung, pihaknya akan membangun sistem TI serupa di tujuh terminal BBM milik Pertamina lainnya yakni Kertapati (Palembang), Tanjung Gerem (Merak), Rewulu (Yogyakarta), Medan (Sumut), Panjang (Lampung), Pengapon (Semarang), dan Balongan (Jabar).

“Kami targetkan dalam periode 2015-2016, pemasangan sistem TI di tujuh terminal BBM lainnya selesai,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga merupakan anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang perdagangan BBM dan manajemen logistik BBM dengan perbandingan 80:20.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain