17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 36882

Jika Ada Unsur Kesengajaan, Bareskrim Akan Tindak Pimpinan dan Penyidik KPK

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri akan memproses penyidik dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus Komjen Polisi Budi Gunawan (BG), karena menyalahgunakan wewenang.
“Kalau kesengajaan ya tentu itu bisa saja dikenakan. Masih dalam proses penelitian,” kata Wakapolri Komjen Badrodin Haiti di Mabes Polri, Senin (13/4).
Dia mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penelitian terhadap berkas-berkas yang dilimpahkan dari Kejaksaan Agung. “Kan itu masih dalam proses penelitian, belum tentu ada pelanggaran hukumnya di situ. Kan bisa saja penyidik itu salah karena ketidakmampuan, bisa juga karena kesengajaan.”
Dia pun tak mau berandai-andai. Dia mempersilahkan agar mengikuti gelar perkara berkasa milik Komjen Budi Gunawan itu “Di mana letaknya nanti kan bisa dilihat, kalau ketidakmampuan kan karena kompetensi itu barang kali kan atau salah menilai suatu alat bukti kan bisa saja terjadi.”
Sementara itu, Dirtipid Eksus Brigjen Victor Edi Simanjuntak mengaku, akan melakukan gelar perkara dugaan kasus yang menjerat Budi Gunawan, Selasa (14/4) besok.
“Besok akan digelar perkara kasus Komjen BG, nanti akan dipaparkan secara terbuka dan dinilai bagaimana layak tidaknya diteruskan,” kata dia di Bareskrim.
Victor mengatakan, beberapa ahli akan dilibatkan dalam menilai dokumen yang diserahkan KPK ke Kejagung dan bermuara ke Bareskrim Polri tersebut. Selain juga beberapa pihak dari media ikut dilibatkan untuk menyaksikan langsung kesimpulan gelar perkara tersebut.
Ahli yang akan diundang itu antara lain, Guru Besar Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita dan Chairul Huda dan Yenti Garnasih. Saksi-saksi tersebut ada beberapa yang merupakan saksi ahli yang dibawa Polri ke sidang Praperadilan Komjen BG. 
Victor tidak khawatir dengan publik yang menilai miring kehadiran mereka di penilaian berkas Komjen BG. “Kita akan melihat para ahli itu dengan integritasnya, jadi tidak perlu khawatir dengan penilaian publik soal itu,” ujar Victor.
Selama ini pegiat antikorupsi kerap mengkritisi kasus Komjen BG, kenapa mereka tidak diundang? “Ah, mereka tidak perlu dikasih panggung,” kata Victor.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Alat Canggih Ini Deteksi Mata Uang Asing Asli atau Palsu dengan Sempurna

Jakarta, Aktual.co — Hanya dengan modal 10 juta Yen pada awalnya, perusahaan Yoshihide Matsumura Engineering Co.Ltd yang didirikan pada September 1988 memang bukanlah termasuk perusahan besar.

Akan tetapi, dengan temuan barunya tersebut, sebagai perusahaan yang menciptakan alat detektor keaslian untuk mata uang Dolar AS, Euro dan Yen ini akhirnya mampu membuat nama perusahaan asal ‘Negeri Sakura’ ini semakin terkenal di dunia.

“Saya membuat detektor uang palsu ini untuk kebenaran agar masyarakat tidak dirugikan oleh uang palsu. Jadi bukan untuk cari uang saja,” urai Yoshihide Matsumura, CEO Matsumura Engineering Co.Ltd.

Sementara itu, dengan alat Detektor Super-S, tipe EXC-5700A yang diciptakan oleh Yoshihide Matsumura ini, banyak perusahaan lain mengajaknya bergabung dengan alasan ingin membesarkan perusahaannya.

Namun sayang, baik tawaran dari beberapa perusahaan besar tersebut ditolaknya. Ia beralasan alat super detektor canggih yang diciptakannya ini memiliki tingkat kerahasiaan yang menyangkut keamanan nasional.

Meskipun modal setor usahanya tidak terlalu besar, kini dengan kepopuleran serta penemuan teknologi terbarunya mendeteksi uang 100 dolar AS terbaru bisa membedakan asli atau palsu, membuat penjualan detektornya mencapai 10 ribu unit setiap tahunnya.

Sementara itu, untuk satu unit harga alat detektor canggih ini, Yoshihide Matsumura  menjualnya sekitar Rp18 juta.  Menariknya, mesin deteksi canggih asal ‘Negeri Matahari Terbit’ ini secara otomatis dapat mendeteksi dan menghitung waktu uang kertas, serta otomatis menganalisanya.

Menurutnya, melalui ujicoba yang dilakukan berkali-kali dan semua berhasil dengan baik, alat detektor canggih ini bisa membedakan uang asli atau palsu meskipun sudah terlipat, lecek, kotor serta bau.

Artikel ini ditulis oleh:

Mabes Kaji Usulan DPR Wacana Polisi Parlemen

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri akan mengkaji konsep Polisi Parlemen yang digulirkan DPR RI untuk memperketat sistem pengamanan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan, pihaknya akan mencermati dan merumuskan langkah-langkah terkait pembahasan wacana tersebut.
“Inikan usulan dari DPR, pasti setiap usulan akan kita cermati. Kita rumuskan bersama apa untungnya apa ruginya, efektif atau tidak,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/4).
Bila usulan tersebut resmi disampaikan oleh DPR, kata Anton, maka Baharkam dan Polda Metro akan segera menggelar rapat secara khusus.
“Akan kami rapatkan, apa untungnya, apa ruginya. Semua orang boleh saja mengusulkan, namun nanti tergantung pimpinan dan hasil rapat, termasuk masukan-masukan dari masyarakat. Kira-kira tepat atau tidak,” ucap Anton. 
Dengan melibatkan Baharkam Polri, lanjut Anton, karena lembaga yang dikomadoi Komjen Putut Bayu Seno itu membawahi Direktorat Sabhara dan Direktorat objek vital (Obvit). “Kalau betul secara resmi tersurat, akan kita tindak lanjuti,” imbuhnya.
Sebanyak 1194 personel dibutuhkan untuk menjaga komplek parlemen di Senayan, Jakarta. Pengamanan selama ini berada di bawah kendali Direktorat Objek Vital, dan pengamanan dalam DPR, dimana pengendali di lapangan adalah seorang Kanit berpangkat Kompol, dibantu dua Panit berpangkat AKP dan 30 personel Bintara. Bila terbentuk, Polisi Parlemen diwacanakan dipimpin Direktur Polisi Parlemen dengan pangkat Brigjen.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ahok Tetap ‘Akali’ Anggaran DKI 73 Triliun, Ini Caranya..

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI tetap berusaha ‘mengakali’ agar pagu anggaran APBD-Perubahan tahun anggaran 2014 sebesar Rp 73 triliun,  tetap bisa terealisasi.
Meskipun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hari ini diketahui menyepakati anggaran DKI hanya sebesar Rp 69, 286 triliun di APBD 2015. Meningkat dari Jumat lalu yang hanya sebesar Rp 63 triliun.
Wakil Gubernur DKI  Djarot Saiful Hidayat, yang diutus Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke untuk finalisasi APBD 2015 di Kemendagri, mengatakan jika DKI tetap ingin pakai pagu anggaran APBD-Perubahan 2014, bisa dilakukan lewat Perubahan APBD.
“Apabila kita mau pakai Pagu APBD 2015 kita akan pakai Perubahan. Dan hari ini kita akan selesaikan,” ujar Djarot, di Balai Kota DKI, Senin (13/4).
Sedangkan perubahan APBD baru bisa dilakukan setelah tiga bulan berjalan. Mendengar hasil yang dibawa wakilnya itu, Ahok pun sumringah. Jika sebelumnya dia ‘ramai’ mengeluh dan protes lewat media massa, kini dia diam.
“Nggak (protes), Mendagri juga akan melihat bagaimana kerja kita selama tiga bulan ini. Kalau semua penerimaan bisa sesuai maka akan kita sesuaikan dengan Pagu APBD tahun lalu,” kata Ahok berharap. Untuk rencana melakukan APBD-Perubahan, Ahok mengaku akan mulai bahas Juli mendatang.
Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengingatkan Ahok agar jangan melakukan ‘manuver’ saja dengan mengeluarkan opini-opini.
Pernyataan keras disampaikan Tjahjo menanggapi sikap Ahok yang kesal lantaran anggaran DKI 2015 dipangkas  Kemendagri. “Gubernur DKI Ahok harus realistis, jangan hanya bermanuver opini saja,” ujar Tjahjo lewat pesan singkat Aktual.co, hari ini.
Kata Tjahjo, tidak mungkin besar anggaran APBD 2015 melalui Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) di tahun anggaran 2015 bisa sama besarnya dengan Rancangan Peraturan Daerah 2014 seperti yang diinginkan Ahok sebesar Rp 72 triliun. “Pasti berbeda antara Pergub dan Perda,” ucap politisi senior PDI-P itu.
Pemberlakuan Pagu anggaran APBD-P 2014, ujar Tjahjo, harusnya dimaknai dengan magnitude/substansi kegiatannya sesuai Pasal 314 ayat 8 tentang Pemerintahan Daerah. Jadi tidak bisa sama anggaran Tahun Anggaran 2015 dengan Tahun Anggaran 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Ekonom: Investor Asing Masih “Wait & See,” Beli Obligasi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Joubert Maramis mengatakan investor di Indonesia masih “wait and see” atau menunggu dan melihat kondisi untuk membeli maupun melepas obligasi karena ekspektasi suku bunga dan inflasi yang meningkat tajam.

“Permasalahan saat ini adalah pasar atau investor masih “wait and see” untuk membeli atau melepas obligasi negara atau SUN karena adanya kecendrungan suku bunga dimasa depan yg diekspektasikan meningkat karena saat ini inflasi nasional dan daerah ada kecendrungan meningkat tajam,” kata Joubert, di Manado, Senin (13/4).

SUN dan obligasi pemerintah adalah instrumen obligasi investasi jangka menengah dan jangka panjang serta low risk. Biasanya investasi riskless jangka panjang ini tidak terlalu dipengaruhi oleh volalitas pasar modal jangka pendek.

Karakteristiknya memang berbeda dengan saham yang relatif volality, satu-satunya yang mempengaruhi kupon rate adalah suku bunga atau SBI.

Hal ini, katanya, dapat dilihat dari mulai merangkak naiknya harga barang dan jasa dipasar belakangan ini. Beberapa tarif dasar mulai naik.

Nah, Joubert mengatakan kalau inflasi naik, maka suku bunga akan naik, maka ada dua kemungkinan bagi investor di SUN dan obligasi negara akan bertindak yaitu pertama dalam jangka pendek ia akan melepas portofolio SUN dan obligasi karena tidak menguntungkan lagi karena kupon rate lebih rendah dari SBI.

“Ini bisa picu jatuhnya nilai obligasi negara dibawah atau nilai nominalnya,” jelasnya.

Kedua, katanya, jika ekapektasi investor bahwa fluktuasi ini hanya jangka pendek dan stabil dimasa depan maka ia akan terus menahan obligasi dan SUN.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mahasiswa Indonesia di Yaman Minta Dikembalikan Lagi Usai Konflik

Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal Zaini menerima beberapa mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah di Yaman saat bertemu Fraksi PKB, DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2015). Kedatangan mereka untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah atas pemulangan mereka ke tanah air, juga meminta pemerinta bisa menjamin mengembalikan ke Yaman untuk melanjutkan kuliah setelah konflik berakhir atau pemerintah dapat memindakhan kuliahnya di negara timur tengah lainnya. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain