16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37161

Tontowi/Liliyana Melaju ke Delapan Besar Malaysia Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Ganda campuran andalan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, lolos ke putaran delapan besar turnamen Malaysia Terbuka 2015 setelah mengalahkan pasangan Jepang, Keigo Sonoda/Naoko Fukuman, Kamis (2/4).

“Lawan sebenarnya tidak terlalu sulit. Tapi, saya banyak melakukan kesalahan sendiri karena terlalu terburu-buru di lapangan,” kata Owi, dilansir dari laman resmi PBSI, Kamis.

Owi-Butet mampu menyingkirkan Sonoda/Fukuman dalam waktu 33 menit dengan skor 21-18 dan 21-11.

“Beberapa poin yang mereka dapat juga dari kesalahan kami. Tapi, untungnya saya bisa mengatasi hal itu dan menang,” kata Owi.

Pada game pertama, persaingan Owi/Butet dengan Sonoda/Fukuman berlangsung ketat dengan perolehan skor 2-5, 9-9, 12-10, 14-15, 18-18 hingga 21-18.

Namun pada game kedua, perolehan skor Owi/Butet melesat setelah imbang 1-1. Ganda campuran peringkat pertama Indonesia itu meraih skor 13-4, 17-11, hingga 21-11.

Pada putaran delapan besar, Owi/Butet masih menunggu lawan dari hasil pertandingan antara Edi Subaktiar-Gloria Emanuelle Widjaja dan Chris Adcock-Gabrielle Adcock.

Pada putaran kedua, Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet gagal melanjutkan ke putaran perempat final setelah dikalahkan pasangan Tiongkok Liu Cheng-Bao Yixin.

Kido-Pia kalah dengan skor 21-23 dan 16-21 dalam pertandingan selama 33 menit.

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Keluarga Tewas Keracunan Gas Genset

Jakarta, Aktual.co — Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif mengatakan penyebab meninggalnya satu keluarga di Desa Candijati, Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena keracunan gas karbondioksida dari genset.
“Setelah mendapatkan hasil laboratorium forensik Polda Jatim dan berdasarkan olah tempat kejadian perkara, kami berani memastikan bahwa ketiga orang dalam satu keluarga tersebut meninggal karena menghirup karbondioksida (CO2) dari mesin genset yang berada di dalam rumahnya,” kata Sabilul di markas kepolisian resor (Mapolres) Jember, Kamis (2/4).
Satu keluarga yang tewas adalah Wasis (48), istrinya Saibah (42) dan anaknya bernama Ratih (9). Mereka warga di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember yang ditemukan tewas dalam kondisi lemas di rumahnya, Selasa (10/3).
“Hasil laboratorium forensik menyatakan terdapat kandungan CO2 dalam darah ketiga korban dan zat asam arang itu dipastikan berasal dari mesin genset, sehingga mereka lemas karena keracunan karbondioksida,” paparnya.
Menurut dia, berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi menyatakan di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik beberapa hari lalu, sehingga sebagian warga terpaksa menyalakan genset untuk menerangi rumah mereka.
“Mesin genset yang dinyalakan dengan kondisi pintu dan jendela tertutup mengakibatkan sirkulasi udara di dalam rumah tidak lancar, sehingga gas karbondioksida dari genset terhirup oleh satu keluarga itu,” ungkapnya.
Mantan Kapolres Bondowoso itu menegaskan, meninggalnya satu keluarga itu bukan karena pembunuhan karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh ketiga jenazah itu.
“Mereka bukan korban pembunuhan, dan hasil laboratorium juga menegaskan hal itu, sehingga sudah terkuak penyebab meninggalnya satu keluarga di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Warga Negara Malaysia Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan mengatakan akan menjerat Warga Negara Malaysia berinisial NHK, yang menjadi tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 46,5 kilogram di Riau, dengan hukuman mati.
“Kita akan berikan hukuman seberat-beratnya kepada tersangka NHK. Jika memang hukuman mati dapat menyelamatkan bangsa ini maka akan kita jerat dengan hukuman mati,” kata Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan di Pekanbaru, Kamis (2/4).
Sebelumnya Polda Riau menangkap NHK di sebuah hotel di Pekanbaru pada Kamis (2/4) sekitar pukul 16.00 WIB, dengan barang bukti 93 paket besar sabu seberat 46,5 kilogram yang diperkirakan senilai Rp180 miliar. Selain menangkap seorang warga Malaysia,polisi juga meringkus dua warga Indonesia, masing-masing berinisial Y (30) dan YSN (30) tahun. Keduanya diduga adalah kaki tangan NHK yang membantu penyelundupan narkoba di Kota Dumai.
Dolly mengatakan bahwa penangkapan ini merupakan penangkapan sabu terbesar yang pernah diungkap Polda Riau.
Hukuman mati yang disebutkan tersebut menurutnya adalah upaya penyelamatan bangsa dari maraknya peredaran sabu, terlebih lagi, wilayah pesisir Riau merupakan wilayah yang sangat rawan dalam penyelundupan sabu.
Dolly menambahkan dari berhasilnya pengungkapan kasus ini, Polda Riau akan terus mewaspadai daerah pesisir Riau, seperti Bengkalis dan Dumai, karena daerah tersebut kerap menjadi pintu masuk sabu asal negeri jiran.
“Dari pengungkapan ini, kita akan terus meningkatkan pengamanan di daerah pesisir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Brigen Dolly mengatakan jika dirinya tidak menampik bahwa tiga tersangka yang berhasil diamankan ini adalah jaringan yang sudah lama beropreasi di Riau. Hal ini dibuktikan dengan adanya kaki tangan NHK yang merupakan warga Indonesia turut berperan dalam mengedarkan sabu di Indonesia.
“Bisa saja ini adalah jaringan lama, mengingat mereka sudah memiliki “kaki” di Indonesia,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan barang haram tersebut.
Sementara itu, ketiga tersangka tersebut saat ini terus menjalani pemeriksaan di Polda Riau.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

AABS Bakal Bahas Pembentukan Dewan Bisnis Asia-Afrika

Jakarta, Aktual.co —  Pertemuan Bisnis Asia-Afrika (Asia Africa Business Summit/AABS), yang merupakan bagian dari rangkaian acara Konferensi Asia-Afrika, akan membahas pembentukan Dewan Bisnis Asia-Afrika.

Ketua Pelaksana AABS Noke Kiroyan di Jakarta, Kamis (2/4) mengatakan, tujuan pembentukan “Asia Africa Business Council” (Dewan Bisnis Asia-Afrika) itu adalah untuk membentuk suatu media yang dapat meningkatkan hubungan bisnis di antara negara-negara Asia dan Afrika.

“Tujuan dibentuknya ‘Asia Africa Business Council’ ini karena mengacu pada AABS pertama, dimana disepakati tiap dua tahun sekali untuk melakukan konferensi bisnis antara negara-negara Asia Afrika, dan itu pun belum terlaksana,” kata dia.

“Jadi, kami mengharapkan melalui ‘council’ ini ada pertemuan bisnis setahun sekali,” lanjut dia.

Noke, yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyebutkan bahwa Dewan Bisnis Asia-Afrika itu nantinya akan fokus pada dua hal, yaitu perdagangan dan Usaha Kecil Masyarakat (UKM).

Dia mengatakan perdagangan sangat penting untuk menjadi salah satu prioritas dalam Dewan Bisnis Asia Afrika itu karena ada peluang besar untuk meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Afrika.

Dia menyebutkan volume perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Afrika hanya mencapai 11 miliar dolar AS per tahun.

“Itu angka yang rendah tetapi suatu peluang yang besar juga bagi Indonesia dan negara Afrika. Jadi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dan negara Afrika,” tutur dia.

Terkait fokus terhadap UKM dalam Dewan Bisnis Asia Afrika, menurut Noke, seluruh negara Asia Afrika yang terlibat harus terlebih dahulu menyamakan persepsi tentang UKM sebelum menggiatkan kerja sama di bidang itu.

“Satu hal yang harus diselesaikan dulu adalah sebuah ‘common ground’ (kesamaan) tentang apa sebenarnya yang dianggap sebagai UKM di masing-masing negara. Kadang-kadang halnya sama tetapi sisi pandangnya berbeda, maka dalam hal ini kita harus samakan persepsi,” kata dia.

Namun demikian, Noke mengatakan pembentukan Dewan Bisnis Asia Afrika itu masih akan dibahas, tidak hanya pada AABS, tetapi juga selama enam bulan ke depan. Pembahasan itu untuk menentukan bentuk struktur dari dewan bisnis tersebut.

“Dalam enam bulan pertama akan diputuskan bentuk ‘council’ ini. Indonesia tentu tidak mau seolah-olah memonopoli, maka kita belum mau dulu menyusun terlalu ketat,” ujar dia.

Pertemuan Bisnis Asia Afrika akan dilaksanakan di Jakarta pada 21-22 April 2015. Pertemuan itu dilaksanakan atas kerja sama antara Kementerian Luar Negeri RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Menurut Noke, pertemuan bisnis tersebut akan dihadiri 400 peserta yang terdiri dari 200 peserta asal Indonesia dan 200 peserta dari negara-negara Asia dan Afrika.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mantan Sekretaris Komisi E Ogah Terseret Kasus UPS

Jakarta, Aktual.co —Mantan Sekretaris Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014, Sarianta Tarigan gusar. Lantaran namanya disebut oleh Fahmi Zulfikar Hasibuan sebagai salah satu pimpinan Komisi E DPRD DKI periode 2009-2014 yang mengetahui asal muasal masuknya mata anggaran pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di APBD-P DKI 2014.
Tak mau ikut terseret dalam kasus yang tengah ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri itu, Tarigan  memastikan dirinya tak terlibat. Meski di periode itu dia menjabat sebagai sekretaris, mantan politisi Hanura tersebut mengaku tidak intens ikut rapat pembahasan RAPBD-P 2014 hasil pembahasan Komisi E dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov DKI. 
“Jadi saya tidak tahu soal pengadaan UPS. Apalagi saya bukan anggota Banggar (Badan Anggaran),” ucap dia, saat dihubungi, Kamis (2/4).
Tarigan yang saat ini sudah loncat ke partai besutan Hari Tanoe, Persatuan Indonesia (Perindo) ini, mengaku hanya melewati saja dokumen-dokumen hasil pembahasan satuan tiga di rapat komisi. “Tanda tangan juga enggak, saya lewatin saja,” dalih dia.
Alasannya, hasil pembahasan RAPBD-P 2014 dianggap tidak sesuai permintaannya. Dimana dia mengaku mengusulkan jangan ada lagi pengajuan proyek di atas Rp 200 juta, mengingat penyerapan anggaran DKI Jakarta rendah. “Tapi saya enggak tahu, ini kok tiba-tiba muncul UPS, aneh kan,” ujar dia balik bertanya.
Kendati demikian dia mengaku maklum bila pimpinan Komisi E saat ini santer disebut-sebut terlibat dalam kasus yang sudah menjerat dua pejabat Pemprov DKI sebagai tersangka itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski belakang membantah pernyataannya sendiri, Fahmi awalnya menyebut seluruh pimpinan Komisi E tahu persis pengadaan UPS yang masuk di APBD-Perubahan DKI 2014.  “Soal UPS itu periode lalu, pemimpin komisi bukan saya. Saya masih anggota. Prosesnya yang lebih tahu itu pimpinan,” ucap Fahmi, Rabu (1/4) kemarin. 
Serupa seperti Tarigan, Fahmi pun mengaku tidak tahu detil mata anggaran yang dibahas Komisi E. Kata dia, Ketua Komisi E saat itu adalah Firmansyah, Wakil Ketua Komisi Igo Ilham dan Sekretaris Komisi Sarianta Tarigan. “Semua mereka tahu,” ujar dia. 
Ketiga pimpinan Komisi E periode 2009-2014 itu kini sudah tidak lagi duduk sebagai anggota dewan. Secara umum, Fahmi mengatakan anggaran UPS masuk melalui usulan eksekutif. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dorr..Pelaku Pencurian Antarprovinsi Ditembak Aparat

Jakarta, Aktual.co —  Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, menembak enam pelaku kejahatan yang merupakan sindikat antarprovinsi karena diduga terlibat dalam tindak pencurian.
“Mereka spesialis pencurian dengan pemberatan, spesilis membobol rumah kosong,” kata Wakil Kepala Polres Kediri Kota Kompol Hendriyana ditemui saat gelar perkara kasus itu di kantor setempat, Kamis (2/4).
Ia mengatakan, ada enam pelaku yang berhasil ditangkap, yaitu IND (41) asal Sorean, Bandung, ST (34) dan MN (34), keduanya warga Surabaya, FB (34) asal Makassar, AR (30) asal Sulawesi Selatan, dan ABP (26) asal NTB.
Komplotan itu dipimpin IND. Dalam aksinya, mereka bekerja berkelompok dan sudah mempunyai tugas masing-masing, di antaranya ada yang mengendarai sepeda motor, eksekutor, serta sebagai pemantau.
Modus yang digunakan, lanjut dia, dengan menyamar menjadi petugas PLN. Mereka datang ke rumah yang diperkirakan kosong lalu menggunakan seragam petugas PLN. Mereka berpura-pura melakukan pendataan ataupun penghitungan listrik, namun aslinya memastikan kondisi rumah yang kosong. Mereka juga membawa berbagai alat untuk mengecek listrik, guna menghindari kecurigaan.
Kompol Hendriyana mengatakan, pelaku diketahui melakukan aksinya di wilayah Kota Kediri. Dari pengakuan sementara, ada empat lokasi yang dibobol pelaku, terakhir di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri, rumah salah seorang pengusaha bengkel.
Ia juga mengatakan, anggota langsung bergerak dan sempat membuntuti pelaku, mulai dari Kediri, Jombang, Surabaya, Malang, dan terakhir Blitar. Mereka akhirnya ditangkap saat menginap di salah satu hotel di Kabupaten Blitar.
Pihaknya juga mengatakan, pelaku terpaksa ditembak petugas karena hendak melarikan diri. Mereka juga dibawa ke rumah sakit terlebih dahulu guna mengeluarkan proyektil.
Polisi saat ini juga terus mengembangkan kasus ini, sebab dimungkinkan masih ada pelaku lain yang terlibat dan belum tertangkap. Petugas terus koordinasi dengan polres dari jajaran lain ataupun dari Polda Jatim.
Selain menahan enam pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti sepeda motor, belasan telepon seluler, pakaian PLN, uang tunai baik rupiah ataupun dalam bentuk dollar, serta sejumlah barang lainnya. Saat ini, barang-barang itu masih diamankan polisi guna penyelidikan lebih lanjut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain