15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37184

Jelang Pilkada Serentak, Muslimat NU Jatim Galang Kekuatan

Surabaya, Aktual.co — Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Jawa Timur mulai menggalang kekuatan anggotanya  demi mencapai kemenangan pada setiap daerah di Jawa Timur
Salah satunya adalah dengan membentuk Kader ‎Perempuan Penggerak Partai.
“Jadi mulai hari ini, kemampuan mereka harus kita genjot demi mencapai kemenangan pada pilkada nanti. Misalkan melakukan pemantapan dan konsolidasi” terang Ketua DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur, Annisa Syakur, saat menggelar Koordinasi DPW Perempuan Bangsa Jawa Timur di Wisma Sejahtera, Surabaya, Rabu (1/4).
Dalam kesempatan tersebut, Anisa menjelaskan, bahwa para kader tidak boleh cukup dengan merasa  optimis saja bisa menggalang kekuatan. Tetapi harus benar-benar dilakukan dengan kerja keras demi memenangi pilkada di daerahnya.
Oleh sebab itu, dibutuhkan kekuatan dan konsolidasi antar anggota mengingat untuk kepentingan pilkada, jumlah Muslimat NU  cukup banyak. Karena,  jika sampai tidak ada konsolidasi yang cukup kuat dan tidak solid, dikawatirkan  suara  Muslimat NU akan dijual ke partai lain.
Ada beberapa daerah yang harus unggul dengan kekuatan Perempuan Bangsa di Jawa Timur,  diantaranya Kabupaten Blitar, Lamongan, Situbondo, Trenggalek, Pasuruan, Mojokerto, Sumenep, Banyuwangi, dan Tuban.
“Paling tidak di wilayah tersebut Bupati atau wakil bupatinya harus unggul karena banyak muslimat NU,” lanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Puskepi Klaim Kenaikan Harga Elpiji Tidak Salahi Aturan

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria menilai kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram sebesar Rp8.000 per tabung mulai 1 April 2015 tidak menyalahi aturan.

“Elpiji umum atau elpiji 12 kg bukanlah barang bersubsidi sehingga harga jualnya tetap merupakan kewenangan badan usaha niaga elpiji yaitu Pertamina,” kata Sofyano melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (2/4).

Ketentuan itu berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2009, di mana elpiji 12 kg ditetapkan sebagai elpiji umum yang tidak disubsidi pemerintah. Dengan demikian, penetapan harga elpiji nonsubsidi akan sama dengan harga minyak goreng, gula atau beras yang harganya mengacu ke harga pasar.

Lantaran mengacu pada harga pasar, menurut Sofyano, penaikan harganya juga tidak memerlukan sosialisasi dari pelakunya. “Pertamina hanya wajib melaporkan saja ke pemerintah jika akan menetapkan harga jual, tidak perlu meminta izin atau meminta persetujuan pemerintah,” katanya.

Menurut Sofyano, selama ini dalam menjual elpiji 12 kg, publik sudah sangat tahu bahwa Pertamina terpaksa merugi belasan triliun rupiah. “Menurut pendapat hukum saya, kerugian yang diderita Pertamina jika menjual elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian, tidak bisa ditutupi atau dikompensasi oleh pemerintah dengan pengurangan dividen pemerintah dari keuntungan Pertamina,” katanya.

Padahal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan, Pertamina yang juga perusahaan perseroan diwajibkan memupuk keuntungan.

Ada pun sebagai perusahaan pelat merah, Pertamina berdasarkan Undang Undang Nomor 19 Tahun 2003 juga diwajibkan untuk mengejar keuntungan termasuk ketika melakukan tugas PSO (public obligation service) dari pemerintah.

Untuk menjawab respon masyarakat atas kenaikan harga elpiji 12 kg, Sofyano menyarankan pemerintah bisa mendorong bisnis elpiji nonsubsidi tidak hanya dilakukan oleh Pertamina. “Dengan demikian harga elpiji nonsubsidi bisa kompetitif,” katanya.

Opsi lainnya yakni menetapkan elpiji 12 kg sebagai barang subsidi oleh pemerintah demi kepentingan masyarakat banyak. “Jika Pemerintah ‘prihatin’ dengan harga elpiji 12 kg yang selalu dikoreksi sesuai harga pasar CP Aramco, Pemerintah harus menetapkan bahwa elpiji 12 kg sebagai barang yang disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Konflik Golkar Memalukan Diri Sendiri

Semarang, Aktual.co — Pakar politik Universitas Diponegoro Budi Setiyono melihat kisruh dualisme partai Golkar antara kubu Abu Rizal Bakrie dengan Agung Laksono dalam perspektif demokrasi sama saja mempermalukan diri sendiri. Pasalnya, partai politik seharusnya menjadi alat demokrasi untuk menyelesaikan konflik yang ada di masyarakat, justru hanya menjadi kepentingan elit.
“Partai itu alat untuk memperjuangkan amanat penderitaan rakyat, bukan kepentingan segelintir elit partai. Sehingga aneh kalau partai tidak piawai mengelola konflik sendiri secara internal,” kata Budi dihubungi Aktual.co, di Semarang, Kamis (2/4).
Selain itu, kata dia, demokrasi juga mensyaratkan adanya mekanisme penyelesaian konflik secara damai, bermartabat, dan terlembagakan. Bukan dengan cara di luar lembaga-lembaga peradilan dan arbitrase, apalagi menggunakan kekerasan. “Kita sepakat berdemokrasi, supaya cara-cara persaingan kekuasaan dengan kekerasan di masa pra-modern itu bisa dihilangkan,” imbuh dia.
Lebih lanjut, dalam pandangan demokrasi, pemegang kedaulatan itu ada pada anggota partai di level paling bawah, lalu berjenjang mandat diberikan kepada pengurus di atasnya. Baik dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pengurus pusat. Oleh karena itu, penyelesaian konflik hendaknya diserahkan pada pemegang kedaulatan itu pada level yang tepat. 
“Aneh kalau yang berkonflik hanya segelintir elit, lalu membelah organisasi sampai tingkat akar rumput. Kalau begini ya prinsip demokrasi hancur sehancur-hancurnya,” tuturnya.
Diketahui, putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terhadap SK Menkumham soal dualisme partai Golkar yang dimenangkan Ketua umum Munas Bali Ical.
Mestinya, kata dia, penyelesaian konflik  itu ada pada anggota partai. Bilamana konflik berada pada level pusat, maka suara pengurusan di tingkat provinsi yang menentukan siapa yang sah dari kedua kubu. Sebaliknya, bila konflik tingkat provinsi yang menentukan adalah pengurus-pengurus kabupaten, dan seterusnya.
“Golkar mestinya sebagai salah satu partai tertua di republik ini harus bisa membuktikan bahwa mereka bisa menjadi rumah dan alat perjuangan demokrasi. Mereka harus bisa menyelesaikan konflik secara mandiri dan bermartabat,” pungkas dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Metode Penetapan Harga Elpiji 12 Kg Seperti Pertamax

Jakarta, Aktual.co — Setali tiga uang dengan penetapan harga Pertamax, Perseroan Terbatas Pertamina menyatakan penetapan harga komoditas elpiji tabung 12 kilogram berfluktuasi mengikuti pasar.

“Saat ini, acuan pasar elpiji 12 kg, yakni harga impornya sedang naik dan kurs juga melemah sehingga dengan dua kombinasi itu harganya pun naik,” kata Direktur Pemasaran Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (2/4).

Komoditas elpiji, menurut Bambang, juga terdiri atas dua jenis, seperti pertamax dan premium, yakni kemasan 12 kg yang harganya lebih tinggi dan tabung 3 kg dengan harga lebih murah. “Jadi, pertamax dengan harga yang lebih tinggi tidak masalah karena masyarakat ada premium. Demikian pula, elpiji 12 kg yang sekarang naik, tidak masalah karena masyarakat ada elpiji 3 kg,” ujarnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Pertamina per 1 April 2015 menaikkan harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg antara Rp6.300,00 hingga Rp8.000,00 per tabung bergantung pada jarak dengan deponya. Di Jakarta, harga elpiji 12 kg naik dari Rp134.700,00 per 1 Maret 2015 menjadi Rp141 ribu per 1 April 2015.

Menurut Bambang, harga pembelian impor elpiji yang mengacu harga kontrak (contract price/CP) Aramco campuran (mixed) per Maret 2015 sudah meningkat menjadi 477 dolar per ton. “Sementara, CP Aramco ‘mixed’ pada bulan Februari 2015 adalah 467 dolar per ton yang juga naik dibandingkan Januari 451 dolar per ton. Jadi, harga pasar elpiji naik terus,” katanya.

Pertimbangan kenaikan harga elpiji 12 kg lainnya adalah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Bambang menyebutkan rata-rata kurs pada bulan Maret 2015 sudah Rp13.084,00 dibandingkan Februari Rp12.750,00 per dolar.

“Dengan dua pertimbangan, yakni harga CP Aramco yang naik dan pelemahan kurs, membuat harga elpiji nonsubsidi kemasan tabung 12 kg juga naik,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Faisal Basri: Tidak Salah Jika ISC Pertamina Beri Ruang Trader dalam Proses Pengadaan Minyak

Jakarta, Aktual.co — Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri menegaskan bahwa bukanlah hal yang salah jika unit usaha PT Pertamina (Persero) yakni Integrated Supply Chain (ISC) memberikan ruang pada trader dalam proses tender pengadaan minyak.

“Sekarang siapapun boleh, di masa yang lalu yang boleh hanya National Oil Company (NOC), sedangkan NOC belum tentu punya produk. Sekarang NOC boleh, trader boleh, refiner boleh, MOC (Multinasional oil company) boleh. justru yang bener seperti itu, karena dimana-mana yah trader. Kalau kita cari produk yang paling cepet yah trader,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (1/4).

Faisal tidak membenarkan jika produk yang dijual trader itu selalu lebih mahal. “Yah enggak benarlah, trader yang betul itu punya storage, dia beli waktu harga murah, dia jual (ketika) harga tinggi, NOC harganya ga ngurusin itu kan. Kalau lebih mahal yah trader ga hidup dong. Gampang aja. Pedagang itu punya fungsi, perdagangan itu bukanlah hal yang jelek, yang jelek itu calo,” ungkap dia.

“Jadi Chevron punya trader, Conoco Philips punya trader, karena dia justru mengefisienkan, karena dia bisa beli minyak dari luar conoco philips. Pokoknya udahlah, hanya orang-orang yang tidak paham proses bisnis minyaklah yang menganggap trader itu tidak perlu, gitu yah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menyatakan ketidaksetujuannya jika Pertamina harus membeli minyak dari trader. Pasalnya, hal itu menunjukan tidak adanya upaya efisiensi di tubuh Pertamina dalam pengadaan minyak mentah.

“Sepanjang itu trader saya kurang klop, karena konsep saya sejak awal karena importasi migas itu agar efisien untuk kepentingan negara haruslah pertamina sendiri yang membelinya langsung dari produsennya,” kata Kurtubi saat ditemui di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menegaskan, seyogyanya Pertamina sebagai badan usaha yang memiliki wewenang bertransaksi dimanapun, dapat membeli minyak langsung kepada produsen baik itu National Oil Company (NOC) ataupun International Oil Company (IOC).

“Kan seyogyanya Pertamina langsung ke produsen karena dia sebagai perusahaan. Bukan lembaga pemerintah, jadi bisa bertransaksi dimanapun,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Risma Berburu Makam Hitler di Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, berburu makam tokoh Nazi Jerman, Adolf Hitler di Surabaya. Perburuan ini untuk memastikan kebenaran makam dr Pooh di TPU Ngagel Surabaya itu adalah benar-benar makam Hitler atau bukan.
Sebab, jika memang demikian, akan digunakan sebagai pelengkapan data koleksi pembangunan Museum Surabaya.
“Saya sudah ke makam untuk melihatnya sendiri. Ini untuk membuktikan kebenarannya benar atau tidak.” Kata  Risma, Rabu (1/4).
Sebab, jika memang itu benar, lanjutnya, maka makam Hitler bisa dikatakan sebagai koleksi yang sangat berharga di museum Surabaya, yang rencanya sebagai peninggalan sejarah perjuangan sampai kemerdekaan Indonesia. 
Dengan didirikan museum tersebut, maka akan menguatkan Kota Surabaya sebagai kota Pahlawan dan dan kota bersejarah.
Seperti diketahui, pasca terbantahkannya bahwa tengkorak di Rusia adalah tengkorak seroang perempuan, dan bukan tengkorak Hitler, berbagai dugaan muncul kabar Hitler meninggal di beberapa negara diantaranya Argentina Brasil, dan terakhir di Surabaya.
Sebab, kabar terakhir memunculkan bahwa  Hitler melarikan diri ke Indonesia dan menikah dengan perempuan pribumi di Nusa Tenggara. Untuk menutupi identitasnya, Hitler mengganti nama sebagai Dokter Pooh dan bekerja di rumah sakit hingga dikenal dengan sebutan Dokter Jerman. Dan terakhir bekerja di RS Dokter Sutomo kemudian  meninggal pada puluhan tahun lalu.
Asumsi-asumsi tersebut dikuatkan dengan temuan buku-buku catatan Hitler di Indonesia dan terakhir ditemukannya bangkai kapal Jerman di laut Jawa.
Sementara makam Hitler di Ngagel, juga tertulis nama dr Pooh, namun tidak tertulis tanggal kelahiran. Makam tersebut ditumbuhi banyak ilalang bahkan terkadang dipakai jemuran oleh gelandangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain