12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37198

BPS: Kesejahteraan Petani di Maret 2015 Menurun

Jakarta, Aktual.co — Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Maret 2015 sebesar 101,53, turun 0,6 persen dibandingkan NTP Februari 2015. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengatakan penurunan NTP tersebut karena indeks hrga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,23 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,42 persen.

“Ini mengukur tingkat kesejahteraan petani, seluruh subsektor mengalami penurunan, seperti tanan kangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan,” ujar Suryamin di kantor BPS Jakarta, Rabu (1/4).

Lebih lanjut dikatakan dia, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan tertinggi sebesar 1,75 persen. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi 1,28 persen.

“Penurunan NTP pada Maret 2015 disebabkan karena indeks harga hasil produksi pertanian mengalami penurunan, sedangkan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Gunung Sinabung Kembali Meletus

Gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik disertai awan panas, tampak dari Bukit Gundaling, Karo, Sumatera Utara, Rabu (1/4). Gunung Sinabung kembali meletus, dan sedikitnya tiga kali terjadi erupsi. ANTARA FOTO/Endro Lewa

Wakil Presiden Komisaris SCTV Dihadirkan di Sidang Bos Sentul City

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Komisaris di PT Surya Citra Media (SCTV) Tb, Suryani Zaini hadiri sidang lanjutan terdakwa kasus suap alih fungsi lahan hutan di Kabupaten Bogor, Kwie Cahyadi Kumala alias Swie Teng, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (1/4). Kehadirannya ialah untuk dimintai keterangan sebagai saksi terdakwa Swie Teng.
Dalam persidangan tersebut, Suryani ditanya mengenai hubungannya dengan Swie Teng. Dia mengaku, baru mengenal terdakwa setelah Bupati Bogor nonaktif, Rachmat Yasin ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Seingat saya (kenal Cahyadi) pada 17 Mei 2014, Sabtu. Saya inget banget karena hari libur,” ujar Suryani dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.
Lebih jauh disampaikan Suryani, perkenalan itu berawal saat salah satu pemilik sahamnya SCTV, Eddy Kusnandi Sariatmadja, memintanya menemui Cahyadi untuk membantunya dalam perkara alih fungsi lahan hutan di Bogor itu.
Dia mengaku, pernah diminta menjadi konsultan hukum di perusahaan milik Swie Teng. Permintaan itu disampaikan beberapa waktu setelah penyidik KPK melakukan tangkap tangan terhadap Rachmat Yasin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Muhammad Zairin, serta Direktur PT Bukit Jonggol Asri (PT BJA), FX Yohan Yap.
“Satu pemilik saham saya (SCTV) teleponin diminta datang hari Sabtu. Eddy Kusnandi Sariatmadja. Dan sampai disana saya lihat swie teng dan menantunya.saya belum kenal sama sekali lalu pak Eddy bilang ini kenalin,” paparnya.
Seperti diketahui, Presiden Direktur PT Sentul City sekaligus Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri, Kwee Cahyadi Kumala, Swee Teng dituduh menyuap Rachmat Yasin senilai Rp5 miliar. Suap itu diberikan dengan tujuan agar Rachmat mengeluarkan izin alih fungsi kawasan hutan lindung seluas 2.754,85 Ha atas nama PT BJA di Bogor.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyebut uang suap tersebut diberikan ke Rachmat secara bertahap. Pertama Rp1,5 miliar diberikan pada Rachmat melalui perantara, Zairin selaku Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.
Pemberian suap itu diberikan dimulai pada 10 Desember 2012, ketika PT BJA mengajukan permohonan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan kepada Bupati Bogor dengan surat nomor 328/800-BJA/XII-2012 seluas 2.754,85 Ha.
Alhasil, pada 20 Agustus 2013 Rachmat resmi menerbitkan surat nomor 522/277-Distanhut perihal rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT BJA. Surat rekomendasi diterbitkan berdasarkan Surat dari Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor 522/1143-Hut tanggal 14 Agustus 2013 perihal pertimbangan teknis tukar menukar kawasan hutan atas nama PT BJA.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Praperadilan, Kubu SDA Tunjukan Data BPS Penyelenggaraan Haji

Jakarta, Aktual.co — Angka indeks tingkat kepuasan penyelenggaaan haji 2013 milik tersangka Suryadharma Ali (SDA) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat perbedaan. Berdasarkan data milik SDA, indeks kepuasan haji pada tahun itu mencapai 90 persen atau sangat memuaskan.
Perbedaan itu terkuak pada saat sidang lanjutan gugatan praperadilan Suryadharma Ali terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang dihadirkan kubu pemohon yakni Deputi Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Dudy S Sulaiman yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (1/4).
“Indeks kepuasan PPIH Arab Saudi sebesar 82,69 persen dengan kategori memuaskan. Nilai tertinggi berasal dari petugas kloter, dan nilai terendag dari katering di Madinah dan Jeddah,” ujar Dudy.
Sementara, pengacara Suryadharma, Johnson Panjaitan menyebutkan, sejak tahun 2010-2013 terjadi peningkatan kualitas penyelenggaraan haji oleh PPIH Arab Saudi. “Hal itu merujuk pada hasil survei yang dilakukan BPS setiap tahunnya,” kata Johnson dalam persidangan, Selasa (31/3) kemarin.
Johnson menjelaskan, indeks kepuasan PPIH Arab Saudi tahun 2010 sebesar 81,45 persen, sedangkan tahun 2011 sebesar 83,31 persen. Untuk tahun 2012 indeks kepuasan turun menjadi 81,32 persen. “Terakhir di tahun 2013, indeks kepuasan haji secara keseluruhan mencapai 90 persen dan tergolong sangat memuaskan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Harga Keekonomian Premium Rp8.200 Per Liter, Ini Kata Faisal Basri

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per tanggal 28 Maret 2015 pukul 00.00. Harga premium naik dari Rp6.800 per liter menjadi Rp7.300 per liter. Meski begitu, Pertamina justru menyebutkan bahwa  harga keekonomian Premium sendiri adalah Rp8.200 per liter, sehingga harus menanggung kerugian Rp500 per liter.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri justru mengatakan bahwa kerugian yang diklaim tersebut disebabkan Pertamina yang masih menggunakan acuan harga BBM jenis premium atau Ron 88, sementara negara lain menggunakan acuan harga BBM Ron 92 atau setara pertamax.

“Pertamina menunjukkan bahwa harga gasoline di Indonesia itu paling murah Rp6.800 per liter. Kan keren ya. Maka itu Pertamina merasa dianiaya, karena harusnya nggak seperti itu dan membuat Pertamina rugi,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (1/4).

Padahal, kata dia, negara lain sudah tidak lagi menjual BBM jenis Ron 88 (premium). Jika Pertamina mengacu pada gasoline medium atau setara Pertamax, harganya  ditotalkan menjadi Rp8.700 per liter dan tidak paling murah dibanding negara lain.

“Pertamina pun tidak rugi jika menggunakan acuan tersebut. Tapi kok Pertamina tiba-tiba memaksakan diri pakai premium. Semua pake gasoline medium (Ron 92), Pertamina pakai premium (Ron 88). Ya tentu saja lebih murah,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menteri Susi Jelaskan Tindak Lanjut Peraturan Menteri ke DPR

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4/2015). Raker tersebut membahas pelaksanaan kegiatan kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2015 serta tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2015 dan Nomor 2 Tahun 2015. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain