1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37243

Komisi III: PP 99/2012 Mesti Didukung Untuk Diperbaiki

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Nasir Jamil menyebut revisi PP 99 Tahun 2012 adalah niat baik. Pasalnya, dalam pengaturan tersebut kerap memukul rata hukuman narapidana sehingga sulit untuk mendapatkan remisi.
Nasir menyatakan Komisi III mendukung Kementrian Hukum dan HAM untuk mengevaluasi dan merevisi PP 99 Tahun 2012.
“Komisi III sempat memberikan rekomendasi untuk di revisi dan memberikan dukungan KemenkumHAM untuk mengevaluasi PP 99 Tahun 2012,” ujar Nasir saat Diskusi ‘Remisi dalam Persperktif Penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi pada Forum Aktual.ci di warung Komando, Tebet, Jakarta, Minggu (29/3).
Nasir menjelaskan, Peraturan pemerintah tersebut adalah perubahan dari rancangan pemerintahh sebelumnya yakni PP 28 Tahun 2006, PP 32 Tahun 1999 dan PP 99 Tahun 2012.
Lanjut Nasir, Di dalam PP 99 Tahun 2012 disebutkan dampak kejahatan teroganisir seperti narkoba, teroris, korupsi dan lain-lain. Revisi perlu diperketat untuk kejahatan terorganisir tersebut. Aspirasi, remisi dan pembebasan bersyarat diberikan kepada pelaku kejahatan yang berperilaku baik dan membantu institusi sebagai reward.
“Kami menyadari memberikan reward sebagai syarat. Bukan mendukung korupsi, tetapi kita harus mengukur justice collaborator,” katanya
Nasir mengatakan, Mahkamah Agung telah membuat dan menyebut hakim bisa memberikan hukuman justice collabotor. Jika penjahat yang membantu diberi keringanan hukum.
“Keinginan baik ini ternyata tidak dilakukan dengan cara yang baik. Aparat penegak hukum tidak siap jalani PP ini,” katanya
Sementara itu, persoalan PP 99 Tahun 2012 ini ada opini yang salah dan diputarbalikkan. Anggapannya mendukung memberikan remisi koruptor padahal di peraturan tersebut malah mengundang korupsi karena penerapannya yang tidak baik.
“Revisi PP ini memiliki niat baik, jadi harus didukung untuk diperbaiki,” kata Nasir

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Purworejo Dilanda Banjir dan Longsor

Jakarta, Aktual.co — Beberapa desa di Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dilanda banjir dan longsor pada Sabtu (28/3) malam mengakibatkan seorang meninggal dan tiga rumah rusak akibat tertimpa longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat Budi Harjono mengatakan, longsor terjadi di beberapa titik dan banjir menggenangi rumah penduduk di Desa Pamriyan, Wonosido, Sawangan, dan Purbayan.
“Longsor dan banjir terjadi setelah hujan deras di kawasan tersebut,” kata dia di Purworejo, Minggu (29/3).
Dia menyebutkan longsor di Desa Wonosido mengakibatkan seorang warga Desa Pamrihan, Kiman meninggal dunia tertimpa longsor. “Saat kejadian korban sedang berteduh tiba-tiba tebing di lokasi tersebut longsor.”
Kemudian longsor yang terjadi di Desa Purbayan mengakibatkan tiga rumah rusak di bagian dapur akibat tebing di belakang rumah longsor.
Dia mengatakan banjir yang menggenangi beberapa desa di Kecamatan Pituruh akibat tanggul Sungai Gebang Gede jebol.
“Hujan semalam memang cukup deras. Beberapa desa yang sempat tergenang banjir, saat ini airnya sudah surut,” katanya.
Dia mengatakan warga dibantu TNI/Polri dan BPBD saat ini melakukan kerja bakti membersihkan rumah dan jalan dari lumpur bekas banjir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

“Remisi dalam Perspektif Penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi”

Dari kiri ke kanan, Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho, Penggagas Indonesia Prison Studies Ahmad Taufik, Ketua Dewan Etik Peradi Sugeng Teguh Santoso, Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dan Staf Ahli Menteri Bidang Pelanggaran HAM Kementerian Hukum dan HAM Ma’mun saat diskusi Aktual Forum dengan tema “Remisi dalam Perspektif Penegakan Hukum, HAM dan Pemberantasan Korupsi” di Resto Warung Komando, Jakarta, Minggu (29/3/2015). Diskusi ini menyoroti wacana Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly untuk melakukan perubahan terhadap peraturan pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012, tentang perubahan atas PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan terus menuai pro kontra, baik dikalangan akademisi maupun politisi. AKTUAL/MUNZIR

Kemenhub Pastikan Proyek Pelabuhan Cilamaya Tetap Dibangun

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Perhubungan memastikan proyek Pelabuhan Cilamaya, Karawang Utara, Jawa Barat, tetap akan dibangun dengan skema seluruh investasi diserahkan kepada swasta.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Julius Andravida Barata mengatakan, rencana proyek pembangunan pelabuhan tersebut telah diprakarsai sejak Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mana studi kelayakan telah dilakukan sejak 2010.
Barata merinci studi teknis dan dampak lingkungan sudah dibuat oleh konsultan internasional dan sudah melibatkan Manajemen Pertamina dan SKK Migas dari periode sebelumnya.
Sementara itu, Prastudi Kelayakan (Pre Feasibility Study) dilakukan tahun 2010, Studi Kelayakan (Feasibility Study) dilakukan tahun 2011-2012 dan Studi Amdal (Draft Final).
“Studi Amdal (Draft Final) untuk pelabuhan dan akses jalan telah dilakukan tahun 2012, namun masih perlu disempurnakan,” kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (29/3).
Untuk itu, lanjut dia, dengan adanya rencana pergeseran ke lokasi baru kurang lebih 2,9 kilometer ke arah barat dari lokasi semula, akan diadakan studi amdal.
“Dari foto lokasi saat ini hanya diketahui ada dua anjungan pengeboran lepas pantai dan daerah alur laut di sekitarnya masing kosong, sehingga disarankan agar melihat lapangan terlebih dahulu,” kata dia.
Barata menjelaskan pembangunan Pelabuhan Cilamaya adalah bagian dari program penurunan biaya logistik nasional dalam jangka panjang yang juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
“Pembangunan Pelabuhan Cilamaya bukan proyek Kemenhub tapi inisiatif yang dimotori Bappenas,” katanya.
Disamping Bappenas, lanjut dia, mengingat pelabuhan Cilamaya merupakan program prioritas MP3EI (Perpres Nomor 32 Tahun 2011), koordinasi rencana pelaksanaannya juga melibatkan berbagai Kementerian termasuk, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (menyangkut akses jalan), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PT Pertamina (Persero) yang dikoordinasikan oleh Kantor Menko Perekonomian pada Kabinet yang lalu.
Untuk itu, dia mengatakan Kemenhub berharap pembangunan dilakukan oleh pihak swasta murni tanpa menggunakan APBN mengingat dana APBN terbatas untuk pembangunan daerah tertinggal atau terpencil.
Terkait anjungan pengeboran lepas pantai milik anak perusahaan Pertamina, Barata mengatakan anjungan tersebut diresmikan hampir 45 tahun lalu, sehingga perlu modernisasi perangkat keselamatan sesuai dengan UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008.
“Kemenhub mendorong agar pembangunan Cilamaya tidak boleh mengganggu lahan pertanian, sehingga akses jalan dibangun dalam sistem ‘closed gate’ (tertutup) dan ‘elevated’,” katanya.
Menurut pertimbangan Kemenhub, Pelabuhan Cilamaya ditujukan agar dapat menekan biaya logistik karena mendekatkan pusat produksi di Kawasan Industri Cikarang dan Karawang dengan pelabuhan karena jarak ke Tanjung Priok 70 kilometer, sementara ke Pelabuhan Cilamaya 30 kilometer, menurunkan tingkat kemacetan di ibu kota Jakarta dengan memindahkan sebagian lalu lintas angkutan berat ke luar wilayah ibu kota dan menekan penggunaan BBM bersubsidi serta meningkatkan utilitas kontainer dengan memperpendek jarak tempuh dari industri manufaktur ke pelabuhan.
Total investasi pelabuhan di wilayah Utara Jawa Barat tersebut diperkirakan mencapai Rp34,5 triliun dengan prakiraan pembangunan dimulai pada 2016 dengan rincian pengerjaan tahap I ditaksir sekitar Rp23,9 triliun dan tahap II Rp10,6 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Lawan Brunei, Aji Pilih Istirahatkan Evan Dimas

Jakarta, Aktual.co — Pelatih Timnas Indonesia Aji Santoso mengistirahatkan Evan Dimas saat Timnas Garuda Muda menghadapi Brunei Darussalam pada kualifikasi Piala AFC U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (29/3).
Sebagai pengganti Evan di lini tengah, Aji Santoso memasukkan Paulo Sitanggang sebagai starter. Pemain Barito Putra ini akan berduet dengan Adam Alis yang dipertandingan pertama melawan Timor Leste bermain dengan gemilang.
Selain Evan, pemain yang tidak diturunkan sebagai pemain inti saat menghadapi Brunei Darussalam adalah Abduh Lestaluhu, Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, Wawan Febrianto serta Zulfiandi yang mendapatkan larangan bermain karena sebelumnya mendapatkan kartu merah.
Berikut susunan pemain Timnas Indonesia : M. Natshir (pg), Andik Rendika Rama, Hendra Adi Bayauw, Antoni Putro Nugroho, Manahati Lestusen, Putu Gede, Hansamu Yama, Paulo Sitanggang, Adam Alis, Ilham Udin dan Ahmad Nufiandani.
Sedangkan pemain Brunei Darussalam : Ahsanuddin (pg), Mohd Nur Azees Bin Awg Ali, Mohd Aswani Syazni, Md Khairil Shahme B Suhaimi, Suhaimi Anak Salau, Abdul Khair, Muhammad Faiz, Ak Yura Indera, MD Nur Syazwan, Abang Hazim dan Mohammad Aimmil.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pemprov Kebut Proyek Jalan Layang Tendean-Blok M-Ciledug

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengebut pengerjaan proyek pembangunan Jalan Layang Transjakarta rute Kapten Tendean-Blok M-Cileduk.‎ 
Sampai saat ini, proyek transportasi massal tersebut masih memasuki tahap pengeboran tiang pondasi (bor pile) di tiga titik yakni Kebayoran Lama, Taman Puring dan Kapten Tendean. 
‎”Progresnya saat ini baru pengerjaan bor pile, jadi masih kecil sekali persentasenya, semuanya masih pengeboran bawah,” kata Heru Suwondo, Kabid Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Binamarga DKI saat dihubungi, Minggu (29/3).
‎Dia menjelaskan, pengeboran tiang pondasi atau bor pile baru dimulai di paket Kebayoran Lama, Taman Puring dan Kapten Tendean. Proses pengeboran itu dijadwalkan selesai pada Agustus 2015 mendatang.
‎”Estimasi pengerjaan bore pile selesai dalam waktu enam bulan, dimulai dari Maret-Agustus,” ujarnya.
‎Setelah bore pile selesai, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan kepala tiang atau file cap. Tahap berikutnya pemasangan kolom atau pier, kepala kolom atau pier head dan box.
‎”Penyempitan jalan hanya terjadi saat pengerjaan bore pile . Karena bor pile itu memakan jalan sekitar enam meter,” kata dia.
‎”Harapan kita, di awal tahun depan nanti itu sudah pengerjaan atas semua‎, jadi tidak menggangu ruas jalan lagi,” demikian Heru

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain