1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37247

1 Tewas dan 9 Masih Tertimbun Longsor di Sukabumi

Jakarta, Aktual.co — Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Sukabumi, Sabtu (28/3) semalam, mengakibatkan longsor yang terjadi di Kampung Cimerak, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.co, di Jakarta, Minggu (29/3).
“Terjadi longsor di Kampung Cimerak RT 25/7 Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten  Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (28/3) pukul 22.30 WIB,” kata Sutopo.
Dikatakan Sutopo, dari informasi yang diterima, longsor yang terjadi semalam mengakibatkan 11 rumah tertimbun atau dengan kata lain ada 11 kepala keluarga yang dinyatakan hingga saat ini dalam pencarian tim evakuasi bencana.
“Hingga saat ini 1 orang ditemukan tewas (Maya, 13), dan 9 orang diduga masih tertimbun longsor,” ucapnya.
Untuk diketahui, korban yang tertimbun adalah Aisyah (50), Lilis (36), Sopari (56), Dede (40), Aldi (12), Elsa (15), Egi (6), Bi Nyinyin (40), dan Dodo (40). Sementara itu, sambung Sutopo, sebanyak 20 orang dapat selamat dari longsor yakni, 16 warga Cimerak dan 4 orang tamu.
Masih kata dia, kejadian longsor secara tiba-tiba saat hujan deras turun. Tebing longsor menimbun jalan kemudian meluncur ke permukiman warga.  Sampai saat ini, akibat longsor membuat akses jalan Sukalarang – Cirengas masih tertimbun longsor. Saat ini pun, kata Sutopo, Bupati Kabupaten Sukabumi bersama BPBD Sukabumi, SKPD, TNI, Polri, Tagana, Basarnas, PMI, relawan dan masyarakat masih melakukan evakuasi korban.
“Sekitar 300 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tegal Panjang dan tenda. Alat berat dikerahkan untuk proses evakuasi dan pembersihan longsor, dan tim Reaksi Cepat BNPB mendampingi BPBD Sukabumi dalam penanganan darurat di lapangan, tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby

Aksi Tutup Mulut “Toilet” Ahok

Seorang warga menutup mulut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan stiker yang bertuliskan Say No To Ahok di Jakarta, Minggu (29/3/2015). Puluhan aktivis Jaringan Pemuda Penggerak (JAMPER) melakukan aksi tutup mulut toilet Ahok dan tanda tangan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Ahok karena mengucapkan kata-kata kasar yang diucapkannya. AKTUAL/MUNZIR

LMND: 100 Persen Pemerintah Jokowi Terapkan Mekanisme Pasar

Jakarta, Aktual.co — Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra menilai Pemerintah melepas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ke mekanisme pasar dengan terus menaik-turunkan harga. Ia mengatakan kebijakan pemerintah saat ini nyaris tidak memihak rakyat.
“Ini adalah bukti bahwa pemerintah sudah benar-benar 100 persen melepaskan harga BBM ke dalam mekanisme pasar, pasalnya pemerintah bisa kapan saja menaikkan dan menurunkan harga BBM, oleh karena itu logika nya jangankan setiap hari setiap jam pun pemerintah bisa melakukan perubahan tarif harga BBM,” ujar Lamen, di Jakarta, Minggu (29/3).
Lamen mengatakan, sebenarnya pemerintah dalam APBN 2015 sudah mematok harga asumsi belanja minyak mentah sebesar 60 dolar perbarel, sedangkan harga minyak dunia pada minggu ini dalam level tertinggi pada 59,1 dolar perbarel, seharusnya dengan posisi harga minyak dunia masih dibawah harga patokan asumsi belanja pemerintah belum perlu menaikkan harga bbm per 28 Maret 2015 lalu.
“Sebenarnya ada apa dengan tim ekonomi Jokowi-JK, karena dari beberapa media mengabarkan para pedangang minyak di region Asia saja masih belum takut akan terganggunya suplai dan permintaan sebagai dampak dari serangan setelah Arab Saudi dan sekutunya yang menggelar operasi militer di Sanaa, Ibu Kota Yaman,” katanya
Menurutnya, dari berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Jokowi-JK sampai hari ini nyaris tidak ada yang berpihak kepada rakyat.
Pendidikan semakin mahal, kesehatan gratis hanya menjadi mimpi orang miskin, petani dan nelayan perlahan dihabisi karena tidak mampu bersaing di pasar, para sarjana muda banyak menambah daftar pengangguran terdidik, keadilan jadi barang yang mahal. Apakah ini bentuk kehadiran negara seperti yang tertulis dalam nawacita Jokowi-Jk ?,” tuturnya
Selain itu, ia menyatakan kebijakan pemerintah yang “plin-plan” tersebut sudah bisa dikatakan sebagai pelanggaran konstitusi.
“Jangan menunggu pemerintah setiap hari menaikkan harga bbm baru bisa di kategorikan sebagai pelanggaran konstitusi, karena sekarang pun praktek pelanggaran tersebut sudah dilakukan,” katanya
Sebelumnya, BBM jenis premium dan solar kembali dinaikkan, untuk Harga Premium di Jawa, Madura, dan Bali Naik Jadi Rp 7.400 Per Liter, Solar Rp 6.900. Sedangkan Di Luar Jawa, Madura, dan Bali, Harga Premium Jadi Rp 7.300 Per Liter, Solar Rp 6.900

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

BBM Naik Lagi, PAN: Bukti Tim Ekonomi Jokowi Lemah

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi menyarankan Presiden Joko Widodo mengganti tim ekonomi pemerintahan saat ini. Pasalnya kinerja tim ekonomi tersebut terbukti sangat lemah dalam menjaga stabilitas perekonomian. 
“Jokowi sebaiknya merombak tim ekonominya agar perekonomian Indonesia lebih stabil, dan terkendali,” kata Viva Yoga, di Jakarta, Minggu (29/3)
Viva Yoga menilai Tim ekonomi Jokowi  tidak bisa memberikan ketentraman kepada masyarakat. Apalagi harga BBM sangat mempengaruhi harga barang dan jasa. Sebab, kalau terjadi fluktuasi BBM akan berpengaruh pada fluktuasi harga barang, pangan, dan jasa, memacu inflasi.
“Presiden harus tata kembali tim ekonominya agar berpikir komprehensif makro dibarengi dengan mikro,” katanya
Terkait persoalan Presiden yang seakan ‘lempar batu sembunyi tangan’, Viva Yoga meminta pemerintah bertanggung jawab atas setiap kenaikan dan penurunan harga BBM. Ia menyayangkan  kenaikan harga BBM ini diumumkan ketika Presiden berada di luar negeri yang terkesan ingin menghindari reaksi masyarakat atas kebijakan tersebut. 
“Pemerintah harus tanggung jawab dong setiap kenaikan maupun penurunan. Seakan akan ini kan pemerintah tidak mau tahu kenaikan atau penurunan,” kata Viva 

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Barisan Relawan Jokowi: Pemerintah Liberalisasi Harga BBM

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga bahan bakar bersubsidi (BBM) menjadi Rp7.400 oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla terus menuai kritik dari sejumlah kalangan akademisi maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Direktur Executif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean menilai, jika kebijakan pemerintah itu justru membuat kemampuan ekonomi rakyat semakin terpuruk.
“Ini bentuk liberalisasi harga yang kurang manusiawi yang mana pemerintah mengurus negara seperti mengurus sebuah perusahaan hanya berpikir pada untung rugi tanpa melihat daya beli rakyatnya,” ketus Ferdinand kepada Aktual.co, di Jakarta, Minggu (28/3).
Aktivis yang tergabung dalam Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini berpandangan, bahwa kebijakan yang diambil pemerintah sangatlah tidak efektif.
“Ini bentuk kebijakan yang sangat tidak populer dan tidak memperhatikan kondisi rakyat yang semakin terpuruk dan semakin jatuh daya belinya akibat dari kenaikan harga bahan pokok, dimana pendapatan rakyat belum mampu ditingkatkan oleh pemerintah,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Nebby

Kecil Kemungkinan PKS Alami Dualisme Layaknya Golkar

Jakarta, Aktual.co — Belakangan beberapa partai politik, terutama yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP), mengalami dualisme kepemimpinan. Salah satunya partai Golkar.  Namun demikian, hal itu dipercaya tak akan menimpa Partai Keadilan Sosial (PKS).
Demikian disampaikan, Pengamat Politik Emrus Sihombing, di Jakarta, Minggu (29/3).
“Kecil kemungkinan, karena PKS kan partai ideologis dengan kader militan mereka boleh dikatakan sangat loyal terhadap ideologi dan program partai mereka, berbeda dengan partai lain yang sangat pragmatis,” ujar dia.
Namun, menurutnya kecil kemungkinan bukan berarti tidak terjadi kemungkinan dualisme kepemimpinan di PKS. Sebab, sifat politik yang dinamis bisa saja memunculkan konflik antar kader.
“Di PKS kan juga sangat menghormati senioritas, katakanlah tokoh yang di hargai, bukan berarti harus ketua umum, jadi kecil kemungkinannya,” kata dia.
Sementara itu, meskipun sudah dinyatakan solid namun antisipasi juga mesti dilakukan oleh individual dalam parpol ini.
“Antisipasi perlu, rapatkan barisan tanpa membedakan nafsi-nafsi karena kader juga manusia, antisipasi mensolidkan hubungan antar fraksi karena bagaimanapun tiap partai pasti terdiri dari beberapa fraksi, maka rapatkan barisan antar fraksi adalah hal mutlak dilakukan sehingga PKS tetap solid,” kata Emrus

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain