12 April 2026
Beranda blog Halaman 37576

Bingung Cari Tempat Kuliner ‘Halal’ di Afsel? Ini Solusinya

Jakarta, Aktual.co —  Afrika Selatan disebut sebagai salah satu destinasi liburan favorit di benua Afrika. Jadi, bagi wisatawan Muslim yang ingin berplesir, tak perlu risau

Afrika Selatan yang sedang gencar mempromosikan kebudayaan serta pariwisata negaranya termasuk dalam bidang kuliner sudah menyediakan kebutuhan khusus umat Islam.

Dalam menunjang promosi perdagangannya, pemerintah Afsel sudah memberikan seritifkasi makanan ‘halal’ yang dibutuhkan Muslim ketika berada di negara yang pernah menjadi tuan Piala Dunia 2010 itu.

Salah satunya, Restoran Nando’s., rumah makan siap saji yang berasal dari Afrika Selatan yang menyajikan makanan bernuansa Portugis telah  berdiri sejak tahun 1987 silam.

Restoran yang berada di Rosettenville, dekat Johannesburg tersebut, menyediakan ayam goreng dengan lemon dan herbal, dengan cita rasa kepedasan sedang, pedas atau ekstra pedas yang direndam dengan saus peri-peri (dikenal sebagai Galinha à Africana, red).

Selain ayam, Nando’s juga menyediakan makanan lain seperti nasi pedas, kentang goreng (dengan garam dapur, atau bumbu peri-peri), asinan, jagung bakar, couscous, roti gulung dan salad.

Melihat peluang tersebut, banyak ‘traveler’ Muslim melakukan kunjungan wisata ke Afrika Selatan. Seperti, warga Australia, Bangladesh, Kanada, Indonesia, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Selandia Baru, Pakistan dan Inggris Raya.  Restoran halal dijadikan pemerintah Afsel,  sebagai peluang usaha memperoleh investasi besar bagi negaranya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sertifikasi Aset, Pemkot Makassar Anggarkan Rp3 Miliar

Makasar, Aktual.co — Pemerintah kota Makassar terus melakukan koordinasi dengan seluruh SKPD untuk memberikan perhatian khusus terhadap pencatatan dan pendataan aset pemerintah kota Makassar. Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan bahwa jajaran di Pemkot Makassar terus mengupayakan inventarisasi atas aset pemkot yang selama ini belum memiliki Hak Pengolahan Lahan (HPL).

“Kita upayakan untuk segera menerbitkan sertifikat  dan saat ini merampungkan administrasinya,” katanya, di Makassar, Senin (30/3).

Pemerintah Kota Makassar sendiri melalui Bidang Aset Pemkot Makassar mencatat 79.799 meter persegi aset bidang tanah yang berada di Kabupaten Gowa belum punya Hak Pengelolaan Lahan (HPL).  Kepala Bidang Aset Irwan Maladji mengatakan jumlah aset pemkot Makassar sebanyak 696 bidang berupa tanah.

“Yang sudah punya sertifikat 247, yang belum 449 bidang,” katanya saat ditemui diruang kerjanya balai kota Makassar, Jalan Ahmad Yani.

Menurut Irwan, Jumlah aset itu dari catatan semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup kota Makassar. Kesemuanya telah dilakukan rekapitulasi, lalu kemudian setelah itu akan dilihat mana yang mempunyai alas hak.

“Yang tidak punya tentu kita lakukan penertiban alas hak,” katanya.

Dia mengatakan yang tercatat aset pemkot saat dan belum memiliki sertifikat akan dibenahi satu-satu.

“Kita mau adakan untuk alas haknya, dan semua akan diusulkan di BPN. Kita sudah koordinasi ke SKPD untuk mendata. Dimana aset yang dikuasai untuk melengkapi administrasi untuk kelengkapan proses persertifikatan,” pungkasnya.

Untuk penyertifikatan aset, lanjutnya, dianggarkan Rp3 miliar yang ditarget rampung tahun 2015.

“Kami sementara menunggu prosesnya. Meski ini butuh waktu panjang,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan dari keseluruhan tanah yang belum bersertifikat salah satunya ada di Kabupaten Gowa.

“Tanah Perumahan Karyawan Jalan Patallasang merupakan aset Pemkot Makassar. Jumlahnya 79.799 meter persegi, tahun pencatatan tahun 1970,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tutup Sejumlah Situs Islam, Komisi I Panggil Kemenkominfo

Jakarta, Aktual.co — Komisi I DPR berencana memanggil pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait penutupan secara sepihak situs-situs Islam.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).
“Komisi I akan mengundang Kominfo untuk menjelaskan. Pekan ini kita jadwalkan rapat gabungan,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum PAN ini menambahkan, seharusnya pemerintah cermat dalam menanggapi laporan pihak manapun agar tidak menimbulkan rasa saling curiga.
“Saya kira pemerintah menanggapi laporan siapapun, selaku eksekutor, mestinya melakukan verifikasi, apakah betul dianggap sesuai yang ditakutkan atau tidak,” tandas dia.
Sebelumnya, Kemenkominfo telah memblokir 19 situs media bernafas Islam sejak Minggu (29/3) kemarin.
Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu, ke-19 situs itu dilaporkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) karena dianggap menyebarkan paham radikalisme.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Prihatin Kondisi Politik, Musisi Rock Era 90-an akan Gelar Konser Damai

Jakarta, Aktual.co — Carut -marut dalam dunia perpolitikan masih saja terjadi di Indonesia. Bukan tidak mungkin, jika keadaan terus berlanjut akan berpengaruh pada sektor lain. Sebut saja sektor ekonomi maupun efeknya dalam sosial masyarakat akan jelas terlihat.

Melihat keprihatinan tersebut, para musisi era 90-an antara lain, Sang Alang, Power Slave, Voodoo, Garby, Sket (Seputaran Kelompok Tebet), berencana menggelar sebuah konser damai.

“Ini adalah statement kami untuk melaksanakan konser di awal Mei 2015. Konser keprihatinan kami terhadap bangsa. Situasi makin carut marut. Jadi kami akan ada konser. Band-band yang populer di tahun 90-an,” terang Sang Alang kepada Aktual.co, dihubungi telepon, pada Selasa (31/3).

Menurut Sang Alang, konser bersama musisi rock era 90-an tersebut, tak lain ditujukan untuk mengantisipasi,  demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Bahkan, menurut kabar, demo besar-besaran siap digelar oleh beberapa elemen masyarakat pada 20 Mei mendatang.

“Intinya, silakan kalian berdemo, menyatakan sikap, tapi harus damai. Kami sebagai musisi hanya mau menyampaikan pemikiran kami, bahwa yang berkembang salama ini masyarakat jadi terbelah. Ini yang harus diluruskan,” jelasnya.

Meskipun, telah berencana menggelar konsernya pada Mei 2015 mendatang. Mewakili rekan Musisi lainnya Sang Alang, belum bisa memastikan, di mana konser tersebut akan digelar.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Perbudakan Berdampak Serius Terhadap Perikanan

Jakarta, Aktual.co — Kasus perbudakan tenaga kerja yang dituduhkan terjadi di kawasan perairan Indonesia dinilai berdampak serius terhadap kinerja sektor perikanan, kata Sekretaris Jendera Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan Abdul Halim. “Kasus ini berimplikasi serius terhadap performa perikanan Republik Indonesia di mata internasional,” kata Sekjen Kiara Abdul Halim di Jakarta, Selasa (31/3).

Untuk itu, menurut dia, terdapat langkah-langkah berikut yang harus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dalam membenahi permasalahan tersebut selama satu bulan ke depan.

Ia memaparkan, langkah strategis yang perlu dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah mencabut izin perikanan yang dimiliki perusahaan yang terindikasi pelanggaran berat perbudakan. “Lakukan investigasi mendalam mengenai perbudakan di Benjina,” kata Abdul Halim dan menambahkan, hal itu perlu untuk mendapatkan gambaran utuh dan menjadi bahan pokok mengenai aturan pekerjaan dalam penangkapan ikan, khususnya relasi antara ABK dengan juragan atau pemilik kapal/perusahaan.

Kiara juga sepakat bila pemerintah memanggil Dubes Thailand karena Thailand memiliki pengalaman buruk terkait pola perbudakan yang terjadi di atas kapal-kapal pemasok ikan untuk pembuatan pakan oleh sejumlah perusahaan yang berasal dari negara tersebut.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus mengevaluasi dan mengaudit seluruh izin perikanan yang beroperasi di Indonesia, mulai dari kegiatan penangkapan, pengolahan dan pemasarannya. Hal itu, ujar Halim, diperlukan agar pemerintah bisa memastikan bahwa pelaku usaha perikanan di dalam negeri tidak melakukan pelanggaran berat yang sama. “Paling tidak empat langkah strategis itu patut segera dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertekad untuk menindak tegas pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan di Indonesia yang ternyata terbukti melakukan praktik perbudakan kepada tenaga kerjanya. “Saya akan tindak sekeras-kerasnya praktik perbudakan yang ada di sektor perikanan Indonesia,” kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Senin (30/3).

Menurut dia, bila indikasi kasus perbudakan dalam sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air tidak diselesaikan maka hal itu dapat pula berdampak buruk kepada bisnis perikanan dari Indonesia dan bahkan dapat berujung kepada pemboikotan oleh dunia internasional.

Bila terjadi pemboikotan, lanjutnya, maka hal itu juga dapat mengancam aliran ekspor sehingga komoditas perikanan Indonesia dinilai juga dapat bernasib yang sama seperti halnya komoditas sawit yang terhambat di Eropa, karena aspek lingkungan. Untuk itu, ia menginginkan berbagai pihak terkait seperti Kementerian Perhubungan untuk dapat menutup pelabuhan perikanan yang menjadi akses keluar masuk perikanan perusahaan yang terbukti melakukan praktik perbudakan.

Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk segera melaksanakan investigasi menyeluruh terhadap temuan praktik perbudakan nelayan. “Investigasi menyeluruh terhadap kasus ((praktik perbudakan terhadap nelayan di perairan Indonesia) ini akan menjadi kunci menjawab sentimen negatif yang dituduhkan ke RI, termasuk tuduhan tidak mendasar Thailand,” ucap Ketua Umum KNTI M Riza Damanik, di Jakarta, Minggu (29/3).

Pemerintah, ujar dia, juga dapat mengeluarkan notifikasi mengajak masyarakat ASEAN dan dunia internasional memberikan sanksi penutupan akses pasar terhadap perusahaan yang terlibat dalam praktik perbudakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Kubu Ical Serahkan Surat Ketua Mahkamah Partai

Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali Idrus Marham (kiri) didampingi Wakil Ketua Ade Komaruddin (kanan) menyerahkan surat mahkamah partai kepada Ketua DPR Setya Novanto (tengah) dan Wakil Ketua Fadli Zon (kedua kanan) di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (31/3/2015). Idrus menyerahkan surat tertandatangan Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi kepada pimpinan DPR yang menjelaskan bahwa tidak ada pemenang dalam keputusan mahkamah partai terkait dualisme Golkar guna memperjelas kesimpangsiuran opini dalam memahami putusan. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain