1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37638

Haapi MEA, Industri Asuransi Harus Berubah

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Askrindo (Persero) Antonius Chandra S Napitupulu mengatakan perusahaan harus berubah demi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai berlangsung akhir 2015.

“Perusahaan harus berubah untuk menghadapi tantangan pada masa yang akan datang, termasuk MEA. Kemampuan perusahaan dalam mengikuti denyut perubahan menjadi salah satu langkah keunggulan,” ujar Anton usai acara HUT perusahaan asuransi milik negara itu di Jakarta, Minggu (15/3).

Menurutnya, jika perusahaan asuransi tidak segera melakukan perubahan bukan mustahil organisasi tidak mampu bersaing. Dia menambahkan, yang terpenting lainnya adalah nilai-nilai budaya yang mewarnai aktivitas sumber daya manusia.

“Kami memang sudah memiliki budaya perusahaan, namun perlu disempurnakan kembali agar lebih cocok dengan kondisi saat ini,” kata dia.

Nilai budaya yang diusung, lanjut dia, seperti integritas, profesional, kerja sama, inovasi, dan unggul.

“Perusahaan atau organisasi selalu dituntut untuk mampu berubah selaras dengan perkembangan zaman,” tegas Antonius.

Artikel ini ditulis oleh:

Agung Laksono Tawarkan Lagi Ketua DPD I Golkar Sulsel ke Syahrul Yasin Limpo

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar kubu Agung Laksono memberikan tawaran kepada Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali menjabat Ketua DPD I Golkar Sulsel untuk periode keduanya 2015-2020.

“Masa tugas pak Syahrul berakhir bulan Mei. Sesuai petunjuk organisasi maka harus dilaksanakan Musyawarah Daerah tingkat DPD I dan DPD II. Khusus pak Syahrul, beliau tetap memimpin partai ini periode 2015-2020,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Sabil Rachman melalui pesan singkatnya (SMS), Minggu (15/3).

Dia menjelaskan, Agung Laksono mempertimbangkan pergantian ketua partai di tingkat daerah karena dua hal. Pertama; dinilai berhasil membawa partai tersebut pada pemilihan legislatif dan kedua dinilai loyal terhadap organisasi termasuk mengakui penegesahan Kemenkum HAM terkait Munas Ancol.

“Atas dasar itulah saya melihat untuk memberikan dukungan mendasar kepada Syahrul untuk memimpin Golkar lima tahun yang akan datang,” ucapnya.

Terlebih lanjut Sabil, di Sulawesi Selatan akan menghadapi momentum politik yakni pemilihan kepala daerah sehingga figur Syahrul masih sangat dibutuhkan.

Sedangkan bagi ketua DPD II Golkar di kabupaten, Golkar hasil Munas di Ancol akan menggelar Musda pada bulan April mendatang terutama ketua partai yang telah berakhir masa jabatannya pada tahun ini.

“Agar tidak menghalangi Pilkada, maka kami akan mengangkat pelaksana tugas, bagi ketua yang habis masa jabatannya. Tentunya mendapat persetujuan dari ketua DPD 1 serta kopertatif dan mematuhi pengesahan Kemenkum HAM,” jelasnya.

Diketahui, pasca Munas Bali lalu, Syahrul Yasin Limpo ditarik ke DPP Partai Golkar sebagai Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah. Kursi Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan pun lowong.

Tetapi, Syahrul Yasin Limpo yang juga Gubernur Sulsel itu masih tetap memimpin sebagai pelaksana tugas Partai Golkar Sulawesi Selatan sebelum Musda digelar pada bulan Mei.

Syahrul Yasin Limpo ketika dihubungi tidak berhasil. Pesan singkat yang diberikan pun belum dibalas. Meski begitu, Wakil Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan HM Roem menyetujui keinginan Golkar Agung Laksono itu.

Senada, Sekretaris DPD II Golkar Kabupaten Pangkep Nur Rahmat Nur menuturkan, apapun langkah yang dilakukan Syahrul, pengurus di kabupaten/kota akan ikut. Namun demikian, tawaran dari kubu Agung Laksono masih perlu dipertimbangkan. Apalagi, hak angket tengah berjalan di DPP. Siapa mendukung siapa.

“Bagaimana, kalau hak angket itu memenangkan pak Aburizal Bakrie. Kan bisa bahaya juga. Makanya, kami berharap Golkar kubu Agung memasukkn saja kepengurusannya ke Kemenkum HAM secepatnya agar disahkan. Karena sudah kelihatan kubu Agung yang akan terpilih,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Batalyon Infanteri Papua Akan Naik Status

Jakarta, Aktual.co — Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan mengemukakan, dua batalyon di Papua segera naik statu dari batalyon infanteri menjadi batalyon rider.

“Jadi untuk Batalyon 752 dan Batalyon 753 akan menjadi batalyon rider,” kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan di kota Jayapura, Papua, Minggu (15/5).

Menurut dia, kebijakan menaikkan status kedua batalyon itu merupakan kebijakan dari pimpinan TNI AD.

“Kedepannya kebijakan bapak KASAD semua batalyon infranteri menjadi batalyon rider. Jadi secara bertahap untuk tahun ini (seluruh Indonesia) bapak KASAD membentuk hanya 15 batalyon biasa menjadi batalyon rider,” katanya.

Peningkatan status batalyon infanteri yang ada di Papua sudah dilakukan sebelumnya di Batalyon 751/BS menjadi Batalyon 751/Rider.

“Ini sudah berjalan, Batalyon 751 sudah jadi rider. Jadi untuk pemenuhan, kemudian kita sudah mengirimkan batalyon 752 untuk dididik di Bandung di Kopasus menjadi Batalyon Rider, setelah itu nanti baru selesai, kita kirim kan satu batalyon ful dari 753 menjadi batalyon rider,” katanya.

Di Papua, lanjut Fransen ada lima batalyon dan satu brigif, dimana satu batalyon sudah naik status dan sisanya akan ditingkatkan secara bertahap hingga 2017.

“Jadi tiga batalyon sudah rider yaitu 751, 752 dan 753 (sedang dan akan dididik di Bandung). Nanti Brigade 20 dan jajarannya termasuk 754, 755, 756 akan menjadi batalyon rider,” katanya.

“Jadi totalnya ada enam. Untuk tahun ini 752 dan 753 sudah rider, dan untuk tahun depan akan menjadi rider sisanya, jadi 2016 dan 2017 semua sudah rider,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mainan Tradisional Berjuang Keras Lawan Mainan Impor

Jakarta, Aktual.co — Para pengrajin produk mainan tradisional harus berjuang keras untuk mendapatkan pasar dari serbuan produk permainan impor.

“Stan mainan tradisional pada pameran Toys and Kinds Expo di Bandung ini tak seramai stan yang menawarkan aneka mainan modern yang sudah populer,” kata Awaludi Fatjrie (27) peserta pameran Toys and Kinds Expo 2015 di Graha Siliwangi Kota Bandung, Minggu (15/3).

Menurutnya, stan yang manawarkan permainan tradisional selalu sepi pembeli. Beda hal bila permainan tradisional itu dijajakan pada acara hari bebas kendaraan atau acara pola asuh dan pendidikan.

“Di sana tanggapan masyarakat bagus, terutama bagi permainan tradisional,” katanya.

Ia mengeluhkan serbuan mainan modern impor yang masuk ke pasar dalam negeri berdampak terhadap keberadaan permainan tradisional di Indonesia.

“Mainan modern yang telah populer kebanyakan didukung dari berbagai sarana, seperti film, iklan dan teknologi. Wajar bila masyarakat sekarang lebih mengenal mainan modern daripada mainan tradisional,” kata Awaludi yang berasal dari Yogyakarta itu.

Awaludi mengatakan, hal yang dibutuhkan bagi pengrajin mainan tradisional saat ini adalah dukungan pemerintah serta masyarakat agar permainan tradisional tetap bertahan dan bisa mengikuti permintaan pasar.

“Seharusnya masyarakat menilai mainan tak cuma dipakai buat bermain, tapi perlu menggali juga nilai apa dan bagaimana mainan itu bisa memberi manfaat kepada diri sendiri, sesama dan lingkungan,” katanya.

Abdul Aziz (38), salah seorang pembeli mainan tradisional mengharapkan adanya inovasi baru agar permainan tradisional kian diminati masyarakat.

“Mainan tradisional jangan hanya terbuat dari kayu, coba dibuat dari bahan metal biar lebih menarik,” katanya.

Menurut Aziz permainan tradisional mampu membuatnya bernostalgia tentang masa kecilnya sekaligus permainan rakyat tempo dulu.

“Tadi saya beli yoyo kayu, soalnya dulu pas kecil sering bermain ini,” katanya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Oheo Sinapoy Ditunjuk Plt Ketua Golkar Sultra

Jakarta, Aktual.co — Wakil Sekjen DPP Golkar pimpinan Agung Laksono, Oheo Sinapoy mengatakan, dirinya sudah ditunjuk oleh untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Saat tinggal menunggu SK saja, yakni penyelesaian administrasinya, sedangkan drafnya sudah di DPP Golkar,” kata Oheo di Kendari, Minggu (15/3).

Oheo menyatakan, kedatangan dirinya ke Kendari untuk melakukan konsolidasi dengan seluruh pengurus Golkar di Sultra terkait penunjukkan sebagai Plt Ketua DPD Golkar Sultra.

Menurut dia, dengan disahkan kubu Agung Laksono oleh Kemenkumham, maka tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di tubuh Golkar.

“Saya ingin tegaskan Golkar saat ini satu. Kalau ada oknum yang mengatasnamakan kubu ini dan itu, maka itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena dalam sebuah organisasi, yang diakui oleh negaralah yang harus diikuti,” katanya.

Dikatakan, meskipun dirinya belum terima SK sebagai Plt di Sultra, namun sudah ditunjuk langsung oleh Agung Laksono menjadi Korwil Golkar Sultra dan SK pelaksana tugas sudah ada draf yang tinggal disahkan Kemenkumham pekan depan.

“Dengan sahnya saya nanti sebagai plt, maka siapapun yang mengklaim dirinya sebagai ketua, invalid secara hukum. Saya akan mengambilalih seluruh tugas managemen organisasi ini,” kata mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Lebih 215 ribu Orang Meninggal Akibat Perang di Suriah

Jakarta, Aktual.co — Saat memasuki tahun kelima perang saudara di Suriah, lebih dari 215.000 nyawa manusia melayang dan setengah dari seluruh penduduk di negara itu mengungsi.

Suriah masih terpecah menjadi banyak kelompok, dari pasukan pemerintah, kelompok garis keras, pejuang Kurdi, dan gerilyawan moderat.

Di sisi lain, upaya diplomasi masih menemui jalan buntu, bahkan usulan gencatan senjata terbatas di kota Aleppo ditolak semua pihak.

Perang di Suriah bermula dari unjuk rasa damai pada 15 Maret 2011 sebagai bagian dari gerakan Kebangkitan Arab, yang juga berlangsung di Mesir dan Tunisia. Unjuk rasa itu berubah menjadi perang mengerikan.

Kelompok Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) menyatakan bahwa 215.518 orang terbunuh sepanjang empat tahun belakangan, hampir sepertiga di antaranya penduduk dan 10.000 anak-anak.

Angka kematian sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar karena nasib puluhan ribu orang hilang belum diketahui sepenuhnya.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) bahkan menyebut kondisi Suriah sebagai “darurat kemanusiaan terbesar di era ini.” Badan itu mencatat bahwa sekitar empat juta orang mengungsi ke luar negeri–lebih dari satu juta di antaranya berada di Lebanon. Sementara di dalam negeri, lebih dari tujuh juta orang juga terpaksa meninggalkan rumah.

Pada saat ini, sekitar 60 persen penduduk Suriah berada di bawah garis kemiskinan.

Dari sisi ekonomi, infrastruktur hancur, nilai mata uang jatuh dan perekonomian mundur lebih dari 30 tahun.

Pelanggaran hak asasi manusia juga berlangsung massif di negara itu.

SOHR mencatat bahwa 13.000 orang telah disiksa sampai mati saat ditahan oleh pasukan pemerintah sejak gerakan demonstrasi damai dimulai. Puluhan ribu yang lain masih berada dalam fasilitas penjara pemerintah.

Meski masyarakat internasional mengecam Presiden Bashar al-Assad atas kekejaman dan penggunaan senjata kimia pada Agustus 2013 lalu, tokoh tersebut masih kukuh menguasai Suriah hingga saat ini.

Pasukan pemerintah berhasil menguasai Damaskus sepenuhnya dan mulai mengepung kota terbesar kedua, Aleppo, di daerah utara.

Desakan bagi Bashar untuk mengundurkan diri dari kelompok internasional mulai mengendur karena fokus mulai berganti untuk menangkal ancaman dari kelompok radikal seperti Daulah Islam (IS).

Keadaan tersebut diakui direktur badan intelejen AS CIA, John Brennan, yang pada Jumat mengatakan bahwa kejatuhan pemerintahan Suriah akan membuka peluang bagi kelompok garis keras mengambil alih kekuasaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain