1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37640

JK Temui Ratusan WNi di Tokyo

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla menemui ratusan Warga Negara Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangkaian kunjungannya ke negara Matahari Terbit tersebut.

Di KBRI Tokyo, Minggu malam (15/5), ratusan orang telah memadati ruangan tempat pertemuan tersebut berlangsung sebelum Wapres tiba.

Sebelum pertemuan tersebut, Jusuf Kalla dijamu oleh Duta Besar RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dalam santapan malam dengan menu sejumlah makanan Indonesia.

Dalam sambutannya kepada WNI, JK mengemukakan bahwa dirinya adalah orang yang beruntung karena dapat terpilih sebagai wakil presiden di dua masa kepemimpinan yang berbeda.

Wapres juga mengemukakan bahwa Presiden Joko Widodo juga akan berkunjung ke Jepang pekan depan.

Jusuf Kalla dalam kunjungannya ke Jepang kali ini menemui sejumlah pejabat dan pebisnis perusahaan Jepang.

Selain itu, Wapres mengikuti perhelatan Konferensi PBB ke-3 tentang Pengurangan Risiko Bencana di Sendai, Jepang, Sabtu (14/3).

Dalam acara berskala global yang diliput oleh wartawan dari berbagai lapisan dunia itu, JK mengatakan, penanggulangan bencana alam yang kerap terjadi di berbagai negara di belahan dunia termasuk Indonesia membutuhkan kerja sama internasional guna memulihkannya.

“Tentunya Indonesia tidak akan mampu untuk melakukan pemulihan bencana secara cepat tanpa dukungan dunia internasional,” kata Wapres saat memberikan sambutan dalam perhelatan tersebut.

Jusuf Kalla mengingatkan bahwa frekuensi dan tingkat kerusakan bencana semakin meningkat dan sangat mempengaruhi manusia sehingga menjadi pertanda serius untuk dicatat karena ada jutaan orang yang hidupnya terkena dampak bencana.

Selain itu, ujar dia, risiko dari kerugian ekonomi, dan juga kerusakan dari pembangunan meningkat lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pencegahan melalui upaya pengurangan risiko bencana merupakan tindakan yang sangat berharga. “Indonesia seperti Jepang adalah salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana alam. Sebagai konsekuensi, kesiapsiagaan bencana harus melekat dalam prioritas nasional dan agenda pembangunan,” katanya.

Wapres juga mengingatkan saat tsunami terjadi pada 2004, Aceh adalah daerah yang terkena dampak terburuk dari bencana tsunami, dengan perkiraan korban yang tewas mencapai 200.000 jiwa.

Dari pengalaman setelah gempa dan tsunami melanda pada 2014, lanjutnya, Indonesia mulai menggandakan upaya untuk meningkatkan penanganan bencana dengan mengubah paradigma dari tanggap darurat dan pemulihan, menjadi pendekatan yang lebih komprehensif atau menyeluruh.

Artikel ini ditulis oleh:

Kecewa Tidak Dapat Laporan Harga Beras, Presiden Jokowi Sindir Menteri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kekecewaannya tidak mendapatkan laporan harga raskin (beras miskin) di pasar dari sejumlah pejabat bawahannya dalam rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3).

“Kemarin saya cek sendiri melalui orang saya, dan hasilnya akan disampaikan. Ini terbalik, seharusnya saya mendapat laporan,” ujar Presiden Joko Widodo di depan sejumlah menteri dan kepala instansi terkait.

Jokowi mengatakan bahwa setelah hasil operasi pasar dan pengelontoran raskin yang dilakukan kira-kira tiga minggu yang lalu, hingga saat ini belum ada laporan harga di pasar kepada dirinya.

“Biasanya saya yang mendapatkan laporan, tapi kali ini saya yang akan melaporkan hasilnya,” ujar Jokowi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pasar yang dilakukan baru-baru ini harga beras di Pasar Cipinang untuk jenis IR3 yang tadinya Rp7.800 dan mengalami kenaikan harga hingga Rp9.300 per kiligramnya, sekarang menjadi Rp7.900.

Sedangkan untuk beras jenis IR2 yang sebelumnya seharga Rp7.300 dan mengalami kenaikan hingga Rp10.300 sekarang menjadi Rp8.300 per kilogram.

Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri yaitu Menko Perekonomian, Mensesneg, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Pertanian, Kepala Bulog, Seskab, Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri PU dan Menteri Perdagangan.

Agenda rapat terbatas tersebut dilakukan untuk membahas antisipasi fluktuasi Rupiah terhadap dolar AS dan kebijakan dalam rangka menetukan harga beras.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Afrika Selatan Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pelayanan Umum dan Administrasi Afrika Selatan Collins Chabane, yang juga anggota Kongres Nasional Afrika (ANC) tewas dalam sebuah kecelakaan mobil, Minggu, kata Presiden Jacob Zuma.

“Kami sangat sedih dan terkejut atas kematian yang tiba-tiba dari salah seorang anggota kabinet saya, kader perjuangan kebebasan Afrika Selatan yang kompeten, berprestasi dan dapat diandalkan,” ujar Zuma dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Presstv.ir, Minggu (15/3)

Chabane, dalam kapasitasnya sebagai menteri, merupakan figur yang memimpin perencanaan acara pemakaman mantan Presiden Nelson Mandela.

Artikel ini ditulis oleh:

Alasan Pemerataan, Warga Miskin Jember Terima Raskin Hanya 4,5 Kilogram

Jakarta, Aktual.co — Warga miskin di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menerima jatah beras untuk masyarakat miskin (raskin) kurang dari 15 kilogram, karena alasan pemerataan. Penerima raskin warga Kelurahan/Kecamatan Patrang Munipa, Minggu (15/3), mengatakan warga di kelurahan setempat menerima raskin sebanyak 4,5 kilogram per bulan, karena jatah raskin di kelurahan setempat dibagi rata.

“Setiap bulan saya selalu dapat jatah raskin sebanyak 4,5 kilogram dan harga per kilogram sebesar Rp1.600, sehingga saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp7.200 untuk menebus raskin per bulan,” tuturnya.

Menurut dia, sebagian warga penerima raskin biasanya memoles beras yang diterima dari pihak Bulog Jember, agar warnanya lebih putih dan rasa beras tersebut lebih enak. “Kami biasanya memoles beras itu melalui Pak Kampung (Kepala Dusun), dan beras yang sudah dipoles seberat 4,5 kilogram ditebus seharga Rp10.000,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan penerima raskin warga Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Amin yang mengaku mendapatkan jatah raskin sebesar 4,5 kilogram setiap bulan. “Saya tidak pernah menerima raskin sebanyak 15 kilogram, karena pihak kelurahan menyampaikan alasan pemerataan untuk semua warga miskin. Katanya, tidak semua warga miskin dapat raskin, sehingga harus dibagi rata dengan warga miskin lainnya,” ungkapnya.

Sementara Wakil Kepala Bulog Sub-Divre XI Jember, Rachmawati membenarkan realisasi penyaluran raskin di beberapa desa/kelurahan di Jember tersebut. “Memang ada seperti itu, dengan alasan pemerataan. Kalau seperti itu bukan lagi wilayah Bulog, karena sesuai dengan aturan seharusnya setiap rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin menerima beras 15 kilogram,” ucapnya.

Ia menjelaskan kebijakan pemerataan tersebut biasanya merupakan kebijakan dari perangkat desa/kelurahan, namun pihak Bulog Jember tetap menyalurkan sesuai dengan ketentuan. “Jumlah penerima raskin di Jember sebanyak 192.591 RTS setiap bulan dan distribusi raskin bulan Januari dan Februari sudah didistribusikan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Parmusi Siap Tindaklajuti Upaya Islah PPP

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (DPP Parmusi) periode 2015-2020 Usamah Hisyam menyatakan siap menindaklanjuti kesepakatan antara dua tokoh PPP, Djan Faridz dan Emron Pangkapi, dalam upaya mencapai islah PPP.

“Saya akan segera menemui Romahurmuziy (Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Surabaya) dan Djan Faridz (Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta) dan para sesepuh PPP dalam upaya mencapai islah PPP,” kata Usamah Hisyam di Jakarta, Minggu (15/3).

Usahamah Hisyam mengatakan hal itu menyikapi pembicaraan antara Djan Faridz dan Wakil Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar Surabaya Emron Pangkapi yang membicarakan islah PPP pada hari ketiga Muktamar Parmusi di Batam Kepulauan Riau, Jumat (13/3).

Menurut Usamah, pembicaraan soal islah PPP antara Djan Faridz dan Emron Pangkapi dimediasi oleh tokoh-tokoh sesepuh PPP dalam forum Muktar Parmusi yang mencapai kesepakatan menggembirakan.

Karena itu, dirinya siap menindaklanjuti pembicaraan dua tokoh PPP dari dua kepengurusan PPP yang ada saat ini.

Anggota DPR RI periode 1997-1999 dari Fraksi PPP ini menambahkan, sebagai pimpinan partai politik berasaskan Islam, sudah seharusnya pimpinan PPP lebih mengutamakan kepentingan umat daripada berorientasi kekuasaan.

“Pimpinan PPP harus malu pada umat Islam jika hanya berorientasi pada kekuasaan,” katanya.

Apalagi, kata dia, “tagline” PPP adalah “Rumah Besar Ummat Islam”.

“Bagaimana mungkin bisa menjadi rumah besar umat Islam, jika kepala rumah tangganya cekcok melulu,” kata Usamah.

Usamah juga mengutip Al Quran Surat Ali Imran ayat 103 yang artinya, “Berpegang teguhlah kalian pada tali agama (Allah) dan janganlah terpecah belah”.

Menurut Usamah, pimpinan dan para tokoh PPP seharusnya selalu mengacu pada firman Allah SWT tersebut.

Para sesepuh PPP dari semua unsur pendiri partai, kata dia, dalam waktu dekat akan bertemu guna memusyawarahkan jalan keluar guna mencapai islah yang saling tidak merugikan di antara kedua kepengurusan PPP.

“Pak Djan Faridz sudah menyampaikan komitmennya kepada saya bahwa PPP tak pernah beroposisi terhadap pemerintah, dan pihaknya siap mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo,” katanya.

Jadi, kata dia, dalam islah PPP tinggal mencarikan solusi terbaik agar kedua belah pihak bisa bersatu kembali dalam satu kepemimpinan yang didasarkan pada AD/ART partai.

Pimpinan DPP Parmusi, menurut Usamah, juga akan menemui Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta para pimpinan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat(KIH), agar pemerintah bisa menerima proses islah yang tengah dilakukan.

“Saya yakin pemerintah Presiden Joko Widodo tidak akan melakukan intervensi terhadap proses islah, karena ini merupakan urusan rumah tangga PPP,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Masyarakat Harus Kritisi Lambannya Kinerja KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan sebuah lembaga yang tidak bisa dikritik. Sebagai wakil rakyat untuk memberantas korupsi, KPK dihimabu harus mau mendengarkan apapun bentuk kritikan.

Kritikan tersebut datang dari Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis ketika mempertanyakan lambannya kinerja KPK dalam melengkapi berkas penyidikan kasus. Seperti kasus pajak BCA serta suap di PT Pertamina.

“Apa mereka nggak bisa dikritik? Hanya karena dia KPK? Kan nggak benar juga. Bagi saya harus dikritik,” tegas Margarito, di salah satu restoran di bilangan Tebet, Minggu (15/3).

“Seperti penetapan tersangka mantan Dirjen Pajak, sudah berapa lama itu? Ada Innospec. Kenapa sudah ditetapkan tersangka tapi tidak diperiksa-periksa? Apa sebenarnya?” sesalnya.

Lebih jauh disampaikan Margarito, dengan alasan kinerja yang ditunjukkan, siapa pun berhak untuk mengkritisi kinerja lembaga antirasuah. “Bukan masalah Tata Negara. Anda saja bisa mengkritik. Memang lembaga itu (KPK) sebagai wakil negara yang bisa dikritik,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus pajak BCA sudah hampir satu tahun tidak ada kelanjutan penyidikannya. Baru dua minggu lalu KPK memulai kembali proses penyidikan. Padahal KPK telah menetapkan mantan Direktur Jenderal Pajak 2002-2004, Hadi Purnomo sebagai tersangka sejak 21 April 2014 silam.

Sedangkan kasus suap di Pertamina terkait proyek pengadaan bahan bakar Tetra Ethyl Lead (TEL) di PT Pertamina 2004-2005, baru mulai kembali penyidikannya awal 2015 lalu. Dan dua tersangka dalam kasus tersebut yakni Suroso Atmo Martoyo, serta Willy Sebastian Lim, baru ditahan pada Selasa (24/2).

Untuk Suroso sebagai penerima suap resmi ditetapkan tersangka oleh KPK pada akhir November 2011 silam. Sementara Willy sebagai pemberi suap ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK pada 2 Januari 2012.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain