5 April 2026
Beranda blog Halaman 37641

Marcella Zalianty: Ingin Kenalkan Bahasa Jawa kepada Anaknya

Jakarta, Aktual.co — Kecintaannya terhadap seni wayang, ternyata tak menyurutkan semangat aktris Marcella Zalianty ikut ambil bagian di pagelaran wayang orang “Lahirnya Parikesit”. Apalagi, dirinya mengaku tak memahami dengan baik penggunaan bahasa Jawa. Namun demikian, agar bisa bermain secara profesional tetap dilakukannya dengan baik.

“Yang pasti tampil di pagelaran ini, aku coba tampil sebaik mungkin. Supaya nanti anak-anak kita kenal kesenian wayang ini. Apalagi untuk mengenal bahasa leluhur seperti bahasa Jawa. Jadi buat aku, bisa mengenalkan bahasa Jawa ini ke anak-anakku nantinya, dan nggak cuman bahasa inggris aja, tapi mereka juga mengenal musik gamelan,” beber Marcella Zalianty, ditemui di TIM, kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

 Tapi kalau buat aku pribadi penggunaan bahasa Jawa yang aku gunakan disini menjadi tantangan tersendiri ketika bermain di pagelaran ini,” katanya lagi.

Marcella mengatakan, bahwa bermain di pagelaran wayang orang ini, dirinya memerankan tokoh sebagai Dewi Utari istri kedua Abimanyu. Ia mengaku, memerankan tokoh tersebut cukup berat. Dibalik itu semua, ada hal yang lebih penting berupa pesan moral yang disampaikan dalam pagelaran wayang orang kali ini.

“Disini aku memerankan tokoh Dewi Utari, Istri kedua dari Abimanyu yang melahirkan Parikesit. Parikesit sendiri jika diartikan adalah simbol harapan menuju ke arah yang baik. Hal itu yang aku mau untuk memerankan tokoh ini. Malahan kalau dilihat cerita “

“Lahirnya Parikesit” ini sama dengan situasi politik yang ada di Indonesia saat ini. Mudah-mudahan kejadian-kejadian sekarang bisa membawa harapan kedepannya lebih baik lagi,” harap putri dari Tetty Liz Indriati tersebut.

“Jadi bukan soal busana yang aku kenakan memang berat. Memang sih, busana untuk Dewi Utari cukup berat saat aku pakai, sampai bikin kepala aku sakit. Tapi ada pesan baik di dalamnya yang bisa disampaikan.”

“Salah satunya, kegiatan kesenian ini tak lain untuk membantu meringankan beban anak-anak para penderita kanker di Indonesia, ” tutupnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

BI Perkirakan Inflasi Maret Dikisaran 0,27-0,3 Persen

Jakarta, Aktual.co —Bank Indonesia memperkirakan laju inflasi Maret 2015 akan berada pada kisaran 0,27-0,3 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi Maret pada tujuh tahun terakhir ini sebesar 0,21 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo, Jumat (27/3), di Jakarta, menilai kendati inflasi Maret tahun ini lebih tinggi, tetapi relatif masih terkendali.

“Inflasi Maret (0,27-0,3 persen) itu tingginya dibatas wajar,” ujarnya di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta.

Agus menjelaskan, inflasi yang terjadi pada bulan ketiga 2015 ini dipengaruhi oleh bahan pangan (volatile food) yakni beras dan bawang, serta kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sebesar Rp200 per liter menjadi Rp6.800 per liter yang berlaku awal Maret 2015.

Sementara itu, dari sisi deflasi disumbang oleh daging ayam dan telur ayam. “Jadi (perkembangan inflasi) ini cukup baik. Yang utama di akhir tahun bisa 4 plus minus satu persen,” kata Agus.

Sebelumnya, dalam dua bulan terakhir Indonesia mengalami deflasi. Pada Januari 2015, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,24 persen (mtm) dan pada Februari 2015 sebesar 0,36 persen (mtm).

Agus menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut berkontribusi terhadap inflasi Maret, namun ia mengklaim kini rupiah sudah berada di jalur positif.

“Secara umum , tentu ada dampak dari nilai tukar tapi kalau nilai tukar yang ada sekarang ini sebetulnya dibanding minggu lalu sudah ada perbaikan. Jadi dampaknya tidak terlalu,” kata Agus.

Artikel ini ditulis oleh:

Angka Penderita HIV/AIDS Malut Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Angka penderita HIV-AIDS di Maluku Utara (Malut), terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, sehingga Pemprov Malut berupaya melakukan terobosan untuk menekan tingginya penyakit mematikan tersebut.
“Memang dari data Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Malut sendiri, terhitung sejak tahun 2004 hingga Desember 2014, angka penderita HIV-AIDS di masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Malut, memiliki angka yang bervariasi namun menunjukkan angka yang meningkat yakni sebanyak 463 orang penderita HIV-AIDS,” kata Ketua KPAP Malut, Muhammad Natsir Thaib di Ternate, Jumat (27/3).
Ia mengatakan, dari data tersebut masing-masing diantaranya, Kota Ternate sebanyak 204 orang, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) 127 orang, Kabupaten Halmahera (Halbar) 36 orang, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) 31 orang, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) 20 orang, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) 17 orang, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) 17 orang, Kabupaten Pulau Morotai 7 orang, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) sebanyak 4 dan hanya pada Kabupaten Pulau Taliabu belum ditemukan.
Oleh karena itu, Pemprov Malut, bersama KPAP Malut, dan Komisi VI DPRD Malut, telah menyepakati bakal mendorong perumusan peraturan daerah (Perda) Tentang Penanggulangan Aids di Malut.
“KPAP mengungkap data yang spektakuler ini, data yang luar biasa, dimana penderita HIV/AIDS di Malut ini sudah sampai pada tingkat yang berbahaya, sehingga ini menggugah Komisi Penanggulangan AIDS,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Densus Geledah Rumah Terduga ISIS di Tulungagung

Jakarta, Aktual.co — Dentasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penggeledahan rumah terduga anggota radikalisasi ISIS, RS 40 tahun, di Desa Mangunsari, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (27/3).
Penggeledahan dilakukan hanya selang beberapa jam setelah penangkapan RS oleh tim Densus 88 Antiteror di tepi jalan raya, tak jauh dari kediaman terduga anggota ISIS tersebut.
“Penangkapan terduga ISIS berinsial RS ini merupakan hasil pengembangan dari penggerebekan serupa di Malang,” kata Kapolres Tulungagung, AKBP Bastoni Purnama dikonfirmasi usai penggeledahan.
Operasi penggeledahan tersebut, tim densus menyita sejumlah barang bukti milik RS yang diindikasi berkaitan dengan faham jihad serta gerakan Islam radikal ISIS.
 Barang bukti yang diamankan antara lain berupa dua bilah pedang samurai, satu dus “compact disc” (CD) berisi pengajian dan buku-buku yang diduga isinya berkaitan dengan faham Islam radikal, serta beberapa foto bertuliskan lafadz “Laa illahailallah Mohammadarrosululloh” lengkap dengan gambar senapan.
“Orang ini memang diduga terkait langsung dengan gerakan ISIS, karena rekam jejaknya pernah ke Suriah,” kata Bastoni.
Selama penggeledahan, jajaran Kepolisian Resort Tulungagung lebih dulu melakukan sterilisasi dengan memasang garis polisi di sekitar rumah RS yang terletak persis di samping masjid Al Wasyyiah Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. 
Sejumlah petugas berpakaian lengkap juga sempat terlihat berjaga di sekitar tempat kejadian perkara, dan pintu masuk masjid untuk memastikan tidak ada gangguan selama proses penggeledahan di dalam rumah RS yang berasitektur sederhana khas hunian di perkampungan padat penduduk tersebut.
Penggeledahan berlangsung kurang lebih dua jam mulai pukul 14.00 hingga 15.50 WIB.
Garis polisi segera dicabut kembali setelah tim Densus 88 Antiteror keluar dari rumah RS sembari membawa sejumlah barang bukti, dan langsung dimasukkan ke dalam mobil Toyota Kijang Inova untuk kemudian dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya.
Keterangan yang diperoleh dari Ketua RT 04/RW 04 Desa Mangunsari, Abdul Haris tim densus menggeledah beberapa ruangan yang ada di dalam rumah RS, khususnya di kamar tempat ditemukannya kaset CD dan buku-buku jihad.
“Informasi yang kami terima dari bapak polisi tadi, saudara RS ini akan pergi lagi ke Suriah bersama seorang rekannya dari Jawa Tengah. Mungkin mereka mau bergabung dengan ISIS, tapi tadi sepertinya istri RS tidak tahu. Dia bahkan tidak pamitan mau kemana,” kata dia.
Tim Densus 88 Antiteror Polri bersama tim Polda Jatim menangkap satu lagi terduga anggota gerakan radikal ISIS di Tulungagung.
“Benar, jam 09.00 WIB, Densus bersama kami menangkap terduga teroris di Tulungagung, yakni RS,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat.
Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono.
Dia menjelaskan RS memiliki kaitan dengan tiga terduga teroris yang ditangkap di Malang (25/3).
“RS ikut pelatihan ISIS di Suriah selama satu bulan, jadi dia ada kaitan dengan kelompok Malang, karena itu tim Densus mengamankan sejumlah dokumen dia,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Operasi Camar, 15 Anak Buah Santoso Ditangkap

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian telah mengamankan sebanyak 15 orang terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Operasi penangkapan tersebut diberi nama sandi Camar Maleo 2015. Ternyata, operasi ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir di Poso, Sulawesi Tengah.
“15 orang diamankan dan diproses selama Operasi Camar, kaitannya dengan terorisme kelompok MIT Poso pimpinan Santoso,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Humas Polri Kombes Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (27/3).
Menurut Rikwanto ke 15 terduga teroris yang ditangkap itu berperan sebagai pendukung dan pemberi logistik kepada kelompok Santoso yang berada di hutan. Dari operasi itu, polisi juga menahan beberapa dokumen, serta alat komunikasi dengan alat tenaga surya.
“Karena kelompok ini tinggal di hutan jadi enggak ada listrik. Mereka akan dikenakan Undang-Undang Terorisme,” jelasnya.
Rikwanto menuturkan operasi Camar Maleo ini telah dinyatakan selesai dan dihentikan untuk sementara waktu. Namun, Rikwanto belum bisa memastikan waktu kapan operasi ini akan dilanjutkan kembali.
Kendati demikian, tim Densus 88 Polri belum juga membekuk orang nomor satu di MIT yakni Santoso. Polri, lanjut Rikwanto masih memburu Santoso yang diduga tinggal di hutan sehingga harus hati-hati dalam melakukan operasi penangkapan.
“Harus komprehensif dan hati-hati, di sana kan hutan. Kita harap proses deradikalisasi jalan terus,” pungkas dia.
Diketahui, Mabes Polri bersama Polda Sulawesi Tengah melakukan operasi besar-besaran mengejar kelompok DPO tindak pidana terorisme di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut diberi Sandi Camar Maleo 2015, dimulai sejak 16 Januari lalu dan berakhir pada 26 Maret 2015 kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Gubernur Papua Sambangi Menteri ESDM Minta Dukungan Bangun Kebun Energi

Jakarta, Aktual.co — Gubernur Papua Lukas Enembe pada hari ini (27/3) menyambangi kantor  Menteri ESDM Sudirman Said untuk meminta bantuan dalam mewujudkan program kebun energi.

“Kita mau buat kebun energi, kita minta dukungan pemerintah pusat. Kebun energi ini sudah ada di Kalimantan Tengah, kita ingin tiru,” kata Lukas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/3).

Ia mengungkapakan bahwa pihaknya telah telah menyiapkan lahan seluas 15.000 hektar yang nantinya dapat ditanami berbagai macam pohon yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik atau biasa dikenal sebagai Pembangkit Listrik Biomassa.

Listrik biomassa ini juga diakui Lukas dapat menjadi sarana guna menambah pasokan listrik warganya yang hingga saat ini masih belum teraliri listrik.

“Listrik yang dihasilkan dapat mencapai 7-10 Mega Watt (MW). Sehingga menambah pasokan listrik ke warga Papua yang saat ini masih banyak yang kekurangan listrik,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengharapkan dukungan mesin-mesin dari pemerintah pusat khususnya melalui Kementerian ESDM. “Kita harapkan dukungan mesin dan pembangkit dari Kementerian ESDM,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain