1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37642

Pasang CCTV Untuk Pantau Kota, Pemkot Makassar Anggarkan 14 Miliar

Makasar, Aktual.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar  segera membangun Closed Circuit Television, CCTV dan wall room yang akan menggunakan anggaran senilai 14 miliar, dan rencananya ini didukung dengan alokasi dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Makassar 2015.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Makassar, Ismounandar mengatakan, rencana ini tidak hanya untuk pengadaan CCTV, tetapi diprioritaskan pembangunan ruang kontrol atau yang dikenal dengan wall room, pusat server yang berada di Lt 10 Balaikota Makassar.

“CCTV ini hanya sebagai pendukung, wall room lah nantinya sebagai server yang mengontrol CCTV nantinya. Ini untuk pembangunan seluruh perangkat. Kalau untuk CCTV semua, Makassar akan ramai. Wall room juga akan kita bangun disertai dengan perangkat jaringan, server dan perangkat lainnya” ujar Ismounandar, baru-baru ini.

Dan rencananya, pengadaan alat-alat IT ini diupayakan pada semester pertama 2015 ini. Di mana, saat ini Dinas Kominfo sebagai leading sektornya, tengah menyiapkan atau melakukan pengkajian spesifikasi apa saja nantinya yang akan digunakan.

Namun, spefikasi alat tersebut disesuakan dengan anggaran yang disiapkan.Demikian pula dengan, rencana titik-titik lokasi CCTV ini. Kominfo tengah melakukan pemetaan atau mapping guna menentukan di mana saja titiknya nanti.

Adapun pemasangan CCTV tersebut akan dioptimalkan di ruas jalan Kota hingga di lorong-lorong disetiap kecamatan. Dan kata dia, pengoptimalan pemasangan tersebut akan diusahakan terealisasi pada April mendatang.

Selain itu, Kominfo juga menunggu usulan dari 14 kecamatan di Makassar. “Sementara pemetaan. Jadi belum ada target jalan dan lorong mana yang akan kita pasang. Itu semua berdasar dari informasi dari Camat. Kalau sudah ada pemetaannya, kita akan pasang ditempat yang dianggap prioritas,” terangnya.

Walikota Makassar, M Ramdhan Pomanto mengatakan, CCTV ini dirancang guna melakukan pemantauan dan dapat mendeteksi keamanan kota. Makassar, katanya, dengan kompleksitasnya sudah sangat urgen untuk membangun sistem CCTV ini. Kita dapat lebih dini mendeteksi potensi rawan keamanan dengan ini.

Oleh karena itu, Danny yakin, jika hal ini terwujud tentu akan dapat meminimalisir aksi kejahatan dapat mengambil tindakan dengan lebih cepat pula. (Laporan: Najamuddin Arfah, Makassar)

Artikel ini ditulis oleh:

Kirim Tim Khusus, TNI-AU Usut Penyebab Kecelakaan Dua Pesawat Aerobatik di Langkawi

Jakarta, Aktual.co — TNI Angkatan Udara akan mengusut penyebab kecelakaan dua pesawat JAT jenis Wong Bee KT-1B milik TNI AU yang mengalami tabrakan saat gladi bersih menjelang perhelatan Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2015 di Malaysia, Minggu.

“Kami akan mengirim tim khusus yang menyelidiki kasus kecelakaan pesawat. Kami akan kirim secepatnya,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/3).

Ia mengatakan, peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Minggu siang saat Jupiter Aerobatic Team (JAT) melakukan atraksi ketika gladi bersih. “Empat orang pilot berhasil selamat karena bisa keluar dengan kursi pelontar,” kata Hadi.

Hadi mengatakan keempat pilot itu, salah satunya Komandan Landasan Udara Adi Sucipto, selamat tanpa ada luka sedikit pun. Hingga kemarin, lanjut Hadi, TNI AU belum menemukan data menyeluruh terkait penyebab kecelakaan itu.

Tim aerobatik TNI AU, Jupiter Aerobatic Team (JAT), diundang untuk mempertontonkan pertunjukan akrobat pesawat di LIMA. Namun, saat melakukan latihan, dua dari enam pesawat terlibat kecelakaan dan jatuh Minggu (15/3) sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Salah satu pesawat tersebut jatuh menimpa rumah penduduk di Kampung Gelam, Kedawang, dan mengakibatkan dua penghuni rumah cedera ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Langkawi. Sementara pilot dan ko-pilot kedua pesawat dinyatakan selamat.

Artikel ini ditulis oleh:

Jembatan Nyaris Putus, Empat Desa di Batanghari Terancam Terisolir

Jakarta, Aktual.co — Jembatan permanen di RT 3 Desa Bukit Harapan Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi nyaris putus, sehingga empat desa di sana terancam terisolir. Jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung dan poros antarA empat desa, yakni Desa Bukit Kemuning, Bukit Harapan, Belanti Jaya dan Tapa Sari, Minggu (15/3), terlihat mengalami kerusakan parah yang membuat jembatan ini terancam putus.

Kerusakan parah dialami pada pangkal jembatan, bahkan aspal jalan pada jembatan itu sudah berlubang dengan kedalaman enam meter, dan hanya tinggal bagian tengah jembatan yang masih dapat dilalui oleh warga empat desa.

Kepala Desa Bukit Harapan, Sukman mengatakan, kerusakan pada pangkal jembatan ini terjadi sejak 2012 lalu dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan oleh Pemkab Batanghari, padahal keluhan kerusakan ini sudah disampaikan kepada pemerintah setempat.

“Jembatan ini terancam putus dan lubang yang menganga pada pangkal jembatan ini sudah semakin memprihatinkan, sehingga setiap kali hujan datang, tanah pada pangkal jembatan ini terkikis dan mengancam keselamatan orang, kendaraan roda empat maupun pelajar yang akan melintasi jembatan,” kata Sukman.

Ia mengatakan, pada Juni 2012 lalu Pemkab Batanghari pernah membuat kegiatan lomba desa dengan kegiatan toga serta pemanfaatan tanah pekarangan di Desa Bukit Harapan.

“Semua instansi di Pemkab Batanghari yang datang pada saat kegiatan itu sudah melihat kerusakan pada pangkal jembatan ini, dan pada waktu itu pihak Pemkab Batanghari hanya melakukan penimbunan pada lubang bagian kiri kanan jembatan agar kendaraan peserta kegiatan dan tamu undangan dapat melintasi jembatan ini,” ujar Sukman lagi.

Menurut dia, kondisi jembatan itu dapat mengancam keselamatan orang, pengguna mobil dan juga pelajar sekolah yang melintasi jembatan ini, membuat warga desa setempat melakukan upaya perbaikan dengan dana swadaya masyarakat. Pemkab Batanghari sudah pernah berjanji memperbaiki kerusakan pangkal jembatan itu.

Yunas, warga setempat yang setiap hari melintasi jembatan ini, meminta kepada Pemkab Batanghari segera memperbaiki kerusakan pada pangkal jembatan, sebelum ada korban.

Anggota DPRD Batanghari, Sirojuddin, sangat menyayangkan sikap dan janji Pemkab Batanghari kepada warga desa setempat, untuk memperbaiki jembatan itu yang belum dipenuhi.

Padahal sebelumnya pihak Pemkab Batanghari juga sudah mengetahui kondisi kerusakan pada pangkal jembatan di Desa Bukit Harapan itu. “Ini merupakan satu-satunya tempat lalu lalang warga dari empat desa, sehingga jika tidak segera diperbaiki bisa memakan korban, karena kondisi ketahanan pangkal jembatan ini tidak dapat bertahan lama, mengingat lubang besar pada kiri kanan pangkal jembatan sudah semakin besar dengan kedalaman enam meter,” kata Sirojudin pula.

Ia berharap, pihak pemerintahan desa setempat segera membuat proposal perbaikan kerusakan pangkal jembatan yang terancam putus kepada Pemkab Batanghari, dan proposal ini akan sama-sama diperjuangkan sampai trealisasi dan dianggarkan dalam APBDP 2015.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Batanghari, A Somat menjelaskan, terkait dengan perbaikan kerusakan pada pangkal jembatan di Desa Bukit Harapan itu akan segera dipertimbangkan masuk pada APBDP atau di APBD murni tahun 2016 mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Pakar: Polisi Pasti Lanjutkan Penyidikan Kasus AS dan BW

Jakarta, Aktual.co — Penundaan penyidikan kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), dianggap sebagai langkah tepat. Asalkan tujuannya untuk menjaga situasi dan kondisi agar tetap kondusif.

Demikian disampaikan Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, bahwa sikap Polri yang menunda kasus tersebut harus dihormati. “Saya hormati saja gitu ya. Ini bagian dari cara institusi ini (Polri) atau pemerintah ini hendak mengelola situasi jadi lebih baik,” ujar Margarito di Jakarta, Minggu (15/3).

Dengan melihat kinerja Polri dalam menanggapi kasus tersebut, menurut Margarito, tidak ada sedikit pun niat untuk menghentikan kasus AS dan BW.

Dia meyakini, pada saatnya nanti pihak Kepolisian pasti kembali menindaklanjuti perkara tersebut.

“Sampai pada derajat tertentu saya dapat mengerti, saya menghormati itu. Dan itu semata disebabkan oleh tindakan penundaan ini tidak berarti bahwa menghentikan penyidikan,” terangnya.

Seperti diketahui, Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti memutuskan untuk menunda penyidikan kasus AS dan BW. Keputusan itu dibuat setelah pihak Kepolisian berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan KPK.

“Bukan dihentikan. Hanya ditunda sampai ini situasi benar-benar kondusif,” ujar Badrodin melalui pesan singkat kepada wartawan pada Rabu (11/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti LIPI Sebut Ada Jaring Pengusaha di Belakang Ahok

Jakarta, Aktual.co — Peneliti pada Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor menuding ada pihak-pihak lain dibelakang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu menurutnya, tampak saat Ahok berselisih paham dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal reklamasi pantai di Jakarta.

“Konflik dia dengan Susi seperti apa sih sebenarnya. Kan ada analisis macam-macam yang mengindikasikan adalah pemain-pemain dilevel pendukung finansial disitu yang kemudian punya kepentingan yang lebih ekslusif I don’t know,” kata Firman, Minggu (15/3).

Meski belum bisa mengidentifikasi siapa dan apa yang ada dibelakang kepentingan Ahok, namun Firman meyakinkan, potensi dukungan pengusaha dibalik sebuah kekuasaan sangat besar.”Tapi yang jelas ada jaring-jaring pengusaha disitu,” ungkapnya.

Firman mengakui, dana yang dibutuhkan dalam proses demokrasi di Indonesia masih sangat mahal. Kebutuhan kebutuhan operasional partai misalnya, tidak mungkin tertutupi hanya dengan iuran anggota.

Sebelumnya Ahok secara sepihak telah mengeluarkan izin pada Agung Podomoro Group untuk reklamasi pantai pantai utara, Pluit.

Menteri Susi melalui Dirjen Kelautan, Pesisir dan pulau-pulau Kecil Kementerian KKP pun melayangkan protes. Katanya, pemberian izin reklamasi bukan berada ditangan gubernur, tapi ada di level Kementerian Kelautan.

Artikel ini ditulis oleh:

Golkar Bali: Mari Lawan Kedzoliman Penguasa

Denpasar, Aktual.co — Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, I Ketut Sudikerta meminta kepada kadernya agar tak mudah diadudomba. Ia mengimbau kepada kader Golkar Bali agar tetap solid. “Jangan pernah mau diadudomba,” kata Sudikerta dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Golkar Bali, Minggu (15/3).

Ia meminta kepada seluruh kader untuk terus bergandengan tangan dan fikiran melawan kedzoliman penguasa. “Mari satukan pikiran dan langkah melawan kezoliman penguasa negara,” ajak Sudikerta.

Ia menjelaskan, pemerintah selalu gembar-gembor berkomitmen akan menegakkan aturan. Tetapi, apa yang terjadi justru sebaliknya. “Komitmennya menegakkan aturan. Langkahnya justru mengobok-obok penegak hukum. Contohnya Polri dan KPK,” paparnya.

Tak hanya penegak hukum, penguasan juga mengobok-obok partai politik. “PPP dipecah belah. Sekarang Golkar. Ini bisa membahayakan bagi bangsa dan negara. Mari kita junjung soliditas kita. Kalau ada yang mengiming-imingi sesuatu jangan dihiraukan. Jika tergiur kita akan lemah dan Golkar akan hancur,” tutup Sudikerta. (Laporan Bobby Andalan, Bali)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain