1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37643

“Kisruh APBD DKI: Siapa Silumannya”

Diskusi Aktual Forum bertajuk “kisruh APBD DKI: Siapa Siluman nya” di Warung Komando, Tebet, Minggu (15/3) dengan pembicara Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis, Pengamat Anggaran Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, Anggota Pansus Angket F-Gerindra M. Syarief, Peneliti LIPI Firman Nur, dimoderatori M.Vidia Wirawan.

Haryanto Taslam Meninggal Dunia

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengunjungi rumah duka Haryanto Taslam di Duren Sawit, Jakarta, Minggu (15/3). Sejumlah tokoh politik mendatangi rumah duka Haryanto untuk memberikan rasa bela sungkawa kepada keluarga politisi senior Partai Gerinda itu. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Temui Pelanggaran, Mudah Bagi DPRD Lakukan Pemakzulan Ahok

Jakarta, Aktual.co — Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai bahwa sangat mungkin bila dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh DPRD DKI terkait hak angket berujung pada pemakzulan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Bilamana, sambung dia, ditemukan ada sejumlah pelanggaran hukum yang  dilakukan gubernur baik dari sisi etika maupun pada pengajuan RAPBD 2015 kepada Menteri Dalam Negeri.

“Bila dalam proses penyidikan yang dilakukan DPRD ditemui adanya pelanggran hukum maka, DPRD dapat mengajukan hak menyatakan pendapat yaitu mengusulkan pemberhentian pak gubernur, itu konsekuensi logis,” ucap Margarito kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (15/3).

Menurut dia, hanya menjadi bualan saja bila dalam proses penyelidikan yang dilakukan anggota dewan dalam hak Angket ditemukan sejumlah pelanggaran, namun tidak dilanjutkan dengan menggunakan hak menyatakan pendapat.

“Omong kosong bila DPRD ini kalau mereka menemukan adanya pelanggran hukum tetapi tidak diikuti dengan hak menyatakan pendapat, maka mereka bulshit semua,” tegas dia.

Margarito mengatakan, kalau ditemukan bahwa yang diajukan dalam RAPBD itu oleh Ahok kepada Mendagri bukan  berdasarkan hasil pembahasan bersama dengan DPRD maka itu sudah menjadi salah satu palanggaran hkum yang nyata.

“Tetapi tidak ada jalan untuk membuat ‘kempes’ (meredam) ini barang (perseteruan). Cuma pak Ahok ini sudah sangat bergairah, ya sudah sekalian saja kalau basah ya basah sekalian, jangan lagi mundur,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Wapres Kalla: Pemerintah Optimalkan Penyerapan Gas Domestik

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah bakal terus mengoptimalkan penyerapan gas yang dihasilkan dari sumber domestik atau dalam negeri, antara lain dengan membangun dan mengembangkan fasilitas terminal penerimaan LNG di sejumlah daerah.

“Bila kita mau memanfaatkan LNG (gas alam cair) kita yang banyak, maka harus banyak pula punya ‘receiving’ terminal (terminal penerimaan),” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada wartawan, setelah mengunjungi Pabrik Terminal LNG Sodegaura milik perusahaan Tokyo Gas, Jepang, Minggu (15/3).

Wapres mengingatkan bahwa Indonesia yang memiiki banyak sumber gas, ternyata belum maksimal dalam memanfaatkan LNG yang sebenarnya merupakan sumber energi yang ramah lingkungan.

Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa Indonesia telah banyak melakukan pengiriman atau pendistribusian tetapi masih minim dalam melakukan penerimaan LNG, antara lain karena fasilitas infrastruktur yang belum menunjang.

Sejumlah kendala yang dihadapi, ujar dia, antara lain adalah besarnya investasi yang diperlukan yaitu sekitar 1 miliar dolar atau setara dengan lebih dari Rp10 triliun. “Terminal penerimaan LNG harus di pelabuhan yang berjenis ‘deep sea port’,” ucapnya.

Sebagaimana diwartakan, penyerapan gas dalam bentuk LNG untuk domestik belum optimal karena terhambat ketersediaan infrastruktur, dan belum maksimalnya penyerapan oleh fasilitas yang sudah dibangun.

Pasar domestik seharusnya dapat mengoptimalkan penyerapan kelebihan kargo LNG, kata Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudianto Rimbono di Jakarta, Senin (16/2).

Ia mengatakan, dari alokasi LNG sebanyak 38 kargo tahun lalu hanya terserap sekitar 94,74 persen. Dia mengakui ada beberapa sebab sehingga alokasi tersebut tidak dapat diserap, seperti kurangnya infrastruktur dan tidak optimalnya penyerapan fasilitas penerima LNG di dalam negeri.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo juga telah meresmikan pengoperasian Terminal Penerimaan dan Regasifikasi LNG Arun yang berlokasi di di Jalan Medan-Banda Aceh, Blang Lancang Lhokseumawe, Senin (9/3).

“Pengoperasian terminal ini akan memberi efisiensi yang besar sekali buat Pertamina,” tutur Presiden Jokowi.

Terminal tersebut dikelola oleh PT Perta Arun Gas yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sebelumnya, Kilang Tangguh, Papua Barat mengirimkan kargo gas alam cair atau “liquefied natural gas” (LNG) perdana ke terminal penampungan dan regasifikasi di Arun, Lhokseumawe, Aceh.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (19/2), mengatakan, kargo tersebut akan digunakan untuk komisioning terminal Arun yang baru selesai dibangun.

“LNG yang diangkut kapal tangker LNG Tangguh Towuti telah tiba di Pelabuhan Blang Lancang, Aceh Darussalam hari ini,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri ESDM: Sumsel Berpotensi Jadi Pioner Energi Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan, Sumatera Selatan menjadi potensi energi bagi Indonesia karena sumber daya alam di bidang itu melimpah.

“Apalagi potensi energi untuk kebutuhan listrik kebanyakan berada di Sumsel,” kata menteri usai meninjau PLTU Banjarsari, Lahat, Minggu (15/3).

Jadi Sumsel menjadi pioner energi di Indonesia karena kaya akan tambang seperti batu bara, geotermal dan lainnya, ujar dia. Memang, lanjut menteri, sekarang ini pemerintah membutuhkan sekitar 35 ribu MW, sehingga pihaknya beserta swasta terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Pihaknya juga berharap agar Sumsel dapat menyumbang energi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kata dia.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, daerah ini sebagai sumber energi karena mempunyai potensi yang cukup besar. Apalagi bila kawasan ekonomi khusus dibangun maka Sumsel akan semakin dikenal dan bukan hanya potensi energi saja, ujar dia.

Dirut PT Bukit Asam Milawarma mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam memenuhi target energi listrik yang dibutuhkan tersebut. Hal ini karena pihaknya memiliki cadangan batu bara cukup besar, ujar dia.

Jadi selain untuk kebutuhan lokal dan internasional pihaknya juga memenuhi kebutuhan energi pembangkit listrik tenaga uap.

Artikel ini ditulis oleh:

Protes Gizi Buruk, 900 Tahanan Buat Kerusuhan di Penjara Zimbabwe

Jakarta, Aktual.co — Hampir 900 tahanan membuat kerusuhan di satu penjara dengan pengamanan maksimum di Ibu Kota Zimbabwe, Harare, untuk memprotes makanan yang buruk. Kerusuhan itu menewaskan tiga orang dan melukai tak kurang dari dua lusin orang, kata Juru Bicara Dinas Koreksi dan Penjara Zimbabwe Elizabeth Banda-Karina pada Sabtu (Minggu WIB).

Dilansir dari Xinhua, dua tahanan lagi meninggal pada Sabtu akibat cedera yang dideritanya selama kerusuhan pada Jumat, sehingga jumlah korban jiwa jadi tiga. Dua dari ketiga penjaga penjara yang cedera masih dirawat di rumah sakit sedangkan seorang di antara mereka telah diperkenankan pulang.

Ia mengatakan sebanyak 23 orang cedera dalam kerusuhan tersebut. Ditambahkannya, mereka masih dalam proses penyaringan untuk memastikan jumlah sesungguhnya orang yang cedera. Selama kerusuhan di penjara dengan pengamanan tersebut, tahanan membakar selimut dan merusak barang sementara personel polisi dan petugas keamanan negara bagian harus dikerahkan untuk meredakan situasi. Kekacauan itu berlangsung selama tiga jam, tapi tak ada tahanan yang berusaha melairkan diri.

Banda-Karina mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan apakah kerusuhan tersebut direncanakan untuk melarikan diri atau tujuan lain. “Para tahanan itu telah dilepaskan untuk memperoleh makan siang. Kami tidak tahu apa yang sesungguhnya mereka inginkan. Ketika kami berusaha mengetahui secara pasti siapa yang mau makan dan siapa yang tidak, terjadi desak-desakan di seluruh tempat,” kata Banda-Karina.

Penjara tersebut, dengan 4.663 tahanan, menahan terpidana yang paling berbahaya, di antara mereka terdapat tahanan yang telah dihukum karena melakukan pembunuhan dan perkosaan dan mereka yang menjalani hukuman lama.

Telah tersiar laporan selama beberapa tahun belakangan mengenai kegagalan pengelola penjara untuk memberi makan secara layak sebanyak 17.000 tahanan di 42 instalasi koreksi di negeri itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain