6 April 2026
Beranda blog Halaman 37653

Kejagung Cari Tau Keterlibatan Airin di Korupsi Puskesmas Tangsel

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah memeriksa Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani, Jumat (27/3). Istri dari Tubagus Chaery Wardana alias Wawan itu diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan puskesmas di Dinas Kesehatan Kota Tangsel tahun 2011-2012.
Jaksa penyidik berkeyakinan, bahwa  Airin selaku kepala daerah dianggap mengetahui dalam proyek tersebut. “Terkait dengan kasus itu, bagaimana pengetahuan beliau selaku kepala daerah. Keterkaitan itu akan digali oleh penyelidik,” kata Kapuspenkum Kejagung Tony T Spontana saat dikonfirmasi, Jumat (27/3).
Sebelumnya, kata Tony, penyidik gedung bundar sudah pernah memanggil Airin untuk menjalani pemeriksaan. Namun, adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, ini mangkir. “Sudah beberapa panggilan. Ada yang pada waktu itu beliau tidak hadir karena ada halangan yang sah menurut Undang-undang,” tandasnya.
Dalam kasus ini Kejagung sudah menjerat tujuh tersangka.  Antara lain, Tubagus Chaery Wardana, mantan Kepala Dinkes Tangsel Dadang M Epid, Kabid Sumber Daya Kesehatan dan Promosi Dinkes Tangsel Mamak Jamaksari dan Sekretaris Dinkes Banten Neng Ulfah. Jaksa telah menahan Dadang dan Neng Ulfah, sementara Mamak dan Wawan ditahan di KPK dengan kasus berbeda.
Kemudian tersangka lain dari pihak swasta yaitu Komisaris PT Trias Jaya Perkasa Suprijatna Tamara, Direktur PT Bangga Usaha Mandiri Desy Yusandi dan Komisaris PT Mitra Karya Rattan Herdian Koosnadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Janji Tak Ikut Campur Kasus Denny di Bareskrim

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tegaskan tidak akan ikut campur terhadap permasalahan hukum yang menjerat beberapa koleganya, seperti mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM), Denny Indrayana.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan jika pihaknya tidak memiliki kapasitas untuk menilai langkah penegak hukum lainnya.
“KPK sebagai lembaga tidak dalam kapasitas menilai langkah yang diambil penegak hukum lain,” ujar Priharsa saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (27/3).
Kendati demikian, Taufiequrachman Ruki Cs berharap apa yang dilakukan pihak Kepolisian terhadap Denny, murni untuk menegakkan hukum di tanah air dan bukan bermotif dendam.
“KPK berharap semua proses penegakan hukum yang terjadi, murni dilandasi oleh semangat untuk menegakkan hukum, bukan yang lain,” tegas Priharsa.
Seperti diketahui, Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Denny sebagai tersangka kasus korupsi terkait pelaksanaan Payment Gateway pada 2014 di Kemenkum HAM. Beredar kabar penetapan status Denny merupakan dendam dari polisi.
Tak sedikit masyarakat, khususnya pembela KPK menilai, proses hukum yang dilakukan polisi dilakukan, lantaran Denny sempat mengeluarkan kritikan pedas saat dua pimpinan lembaga antirasuah ditetapkan sebagai tersangka.
Selain Denny, salah satu loyalis KPK, Profesor Komariah yang mengkritik keputusan Hakim Sarpin Rizaldi memenangkan gugatan praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan, pun ikut terseret menjadi terlapor di Polda Metro Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Defisit, Menkeu Prancis: Pertumbuhan Ekonomi Prancis Membaik

Jakarta, Aktual.co — Prancis memotong target defisit anggarannya untuk tahun 2015 dan hal tersebut menandakan adanya pemulihan ekonomi. Setelah rilis data defisit yang lebih baik dari perkiraan untuk 2014, Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin mengatakan terdapat beberapa alasan yang membuat dirinya percaya akan pertumbuhan ekonomi Prancis.

Data resmi menunjukkan pada 2014 defisit Prancis sebesar empat persen, bukan seperti yang diperkirakan 4,4 persen. Sapin mempresiksi, pada tahun ini defisit akan kembali turun sekitar 3,8 persen.

“Defisit yang lebih rendah dari yang diperkirakan membawa kepercayaan diri. Kami akan melakukan lebih baik dari satu persen pertumbuhan ekonomi di 2015.” ujar Sapin, demikian dilansir dari BBCBusiness, Jumat (27/3).

Di tempat yang berbeda, Ekonom dari Credit Agricole, Axelle Lacan menerangkan, bahwa belanja publik menurun cukup signifikan, dan diharapkan pendapatan tidak seburuk seperti yang diduga. Menurutnya, ekonomi terbesar kedua Zona Euro tersebut tumbuh sebesar 0,4 persen pada tahun 2014, sama seperti pada tahun 2013 lalu.

Prancis sebagai negara yang telah berulang kali melewatkan target fiskal yakin akan membawa defisit di bawah naungan Uni Eropa sebesar tiga persen dari PDB tahun 2017 mendatang.

Presiden Prrancis, Francois Hollande selama kampanye Pemilu 2012 berjanji untuk membawa defisit ke batas Uni Eropa pada akhir 2013. Namun, target pemerintah tersebut beberapa kali meleset.

Bulan ini, Menteri Keuangan Uni Eropa memberikan waktu dua tahun lagi bagi  Prancis untuk memotong defisitnya pada batas tiga persen.

Data ekonomi baru-baru ini telah menunjukkan bahwa meskipun tingkat pengangguran masih meningkat, kepercayaan bisnis Perancis telah membaik.

Artikel ini ditulis oleh:

Sinar Mas Raih Pinjaman 1,5 Miliar Dolar dari Tiongkok

Jakarta, Aktual.co — Group Sinar Mas mendapatkan pinjaman dari Republik Rakyat Tiongkok (RRK) sebesar Rp1,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dalam hal ini, Sinar Mas telah menandatanganani kesepakatan pinjaman sebesar 1,5 miliar dolar AS dari China Development Bank (CDB) dan ICBC Financial Leasing Co., Ltd.

Kesepakatan tersebut memungkinkan perusahaan di bawah naungan Sinar Mas untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik guna memasok kebutuhan energi, pengembangan pulp dan paper di Indonesia dan pengembangan industri telekomunikasi di bawah Sinar Mas.

“Kesepakatan ini semakin memperkuat hubungan yang telah berlangsung sebelumnya dengan mitra kami, lembaga keuangan dari China, sekaligus memperluas cakupannya ke sektor lain yang berada di bawah pilar usaha Sinar Mas. Selain itu, kesepakatan juga bermakna dukungan penuh kami terhadap upaya pemerintah meningkatkan kapasitas listrik hingga 35.000 MW dalam lima tahun di seluruh wilayah Indonesia, khususnya guna memfasilitasi kebutuhan sektor industri,” kata Board Member of Sinar Mas dan Vice Chairman Sinar Mas, Franky O Widjaja, yang dikutip dari keterangan tertulis perusahaan, Jumat (27/3).

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSS) menandatangani kesepakatan pinjaman senilai USD510 juta dari China Development Bank Corporation (CDB) untuk pengembangan pembangkit listrik di Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan. Pinjaman tersebut mencapai 75 persen dari keseluruhan pinjaman yang mencapai sebesar USD680 juta. Dana akan dialokasikan untuk pembangunan pembangkit listrik mulut tambang Sumsel-5 Musi Banyuasin berkapasitas 1×300 MW senilai USD480 juta, dan pembangkit listrik Kendari-3, berkapasitas 2×50 MW sebesar USD200 juta.

Sebelumnya pada tanggal 4 Desember 2012 di Jakarta, PT DSSP Power Sumsel (DSSP) telah lebih dulu mendatangani kesepakatan pinjaman sebesar USD318 juta, juga dari CDB. Dana itu digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik mulut tambang berkapasitas 2×150 MW di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sementara itu, untuk pengembangan pulp paper untuk perusahaan di bawah Sinar Mas mendapatkan pinjaman senilai USD350 juta dan 2,1 M RMB atau kurang lebih setara dengan 700 juta dollar AS.
“Kesinambungan kemitraan kami dengan lembaga keuangan luar negeri juga menggambarkan kepercayaan mereka akan perkembangan serta reputasi industri nasional yang tetap terjaga,” tambah Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto.

Di bidang telekomunikasi, sejak tahun 2006 Sinar Mas sudah bekerja sama dengan China Development Bank untuk pembangunan konstruksi, instalasi dan jaringan industri telekomunikasi LTE Sinar Mas melalui Smartfren. Bantuan pinjaman yang ditandatangan di Bejing saat ini mencapai USD300 juta. Sebelumnya, Smartfren sudah menandatangani pinjaman USD700 juta.

Total investasi yang ditandatangani Sinar Mas kali ini mencapai lebih dari USD1,5 miliar. Tanda tangan investasi yang dilakukan di The Great Hall ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan PM RRT Li Keqiang.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri: 12 WNI Dibawa ke Mako Brimob Depok, Kemudian ke Rumah Sosial

Jakarta, Aktual.co — Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki karena akan menuju ke Suriah saat ini dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
“12 WNI yang tadi malam baru datang dari Turki, mereka langsung ke Kelapa Dua,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Jumat (27/3).
Setibanya di Mako, mereka diberikan waktu untuk makan dan beristirahat. Di sela-sela istirahat, kata Rikwanto, mereka ditanyai oleh penyidik. “Mereka dikasih pondok untuk istirahat sambil diinterogasi,” kata dia.
Rikwanto mengisyaratkan 12 WNI tersebut tidak akan dipidana, karena niat mereka pergi ke Suriah hanya ingin bertemu suami atau ayah mereka. 
Rencananya ke 12 WNI itu akan dibawa ke rumah sosial di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur untuk mendapat pembinaan yang bertujuan untuk deradikalisasi dari Dinsos, Pemda dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 
“Waktu yang dibutuhkan untuk pembinaan deradikalisasi ini tergantung dari kesadaran para WNI tersebut. Mereka ke Turki menyusul suami yang berinisial HD yang sudah bergabung lebih dulu dengan ISIS. Tapi belum diketahui keberadaan HD sekarang. Setelah pembinaan, baru didiskusikan untuk dikembalikan ke daerah asal,” ujarnya.
Berikut nama 12 WNI yang kini sudah dipulangkan: 1. Ririn Andriani Sawir (9 Desember 1977) 2. Agha Rustam Rohmatullah (9 Juli 1998) 3. Alya Nur Islami (28 Maret 2002) 4. Qorin Mun Adyatul Haq (20 Januari 2005) 5. Ikrimah Waliyurrohman Ahsanul (5 Mei 2007) 6. Nayla Syahida Achsanul Huda (20 November 2011) 7. Abdurahman Umarov Huda (20 November 2014) 8. Jauzah Firdauzi Nuzula (8 Juni 2009) 9. Tiara Nurmayanti Marlekan (29 Desember 1990) 10. Syifa Hidayah Kalashnikova (29 Agustus 2012) 11. Muhammad Ihsan Rais (1 Januari 2000) 12. Aisyahnaz Yasmin (2 Juli 1989).
Dua belas WNI tersebut merupakan rombongan 16 WNI yang ditahan otoritas Turki sejak 29 Januari 2015. Mereka ditangkap oleh pihak keamanan Turki saat hendak menuju Suriah lantaran kedapatan tidak memiliki kelengkapan dokumen keimigrasian.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

PRJ: Janji Ahok Hanya Pepesan Kosong

Jakarta, Aktual.co — Ketua Aktivis Posko Pemuda Revolusioner Jakarta ( PRJ) dan Warga Jakarta Timur Yeffta Bakarbessy mengatakan bahwa janji yang kerap dikeluarkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama hanyalah pepesan kosong.
“Toh ucapan ataupun  janji-janjinya hanya pepesan kosong,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/3).
Untuk itu Yeffta meminta kepada masyarakat khususnya warga Jakarta untuk beramai-ramai mengatakan bahwa Ahok sudah tidak laik untuk memangku jabatan sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta.
“Hakekatnya etika dan moral itu tercermin dalam Pancasila , UUD 1945 , Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Nah sekarang ini Ahok adalah contoh manusia tidak beradab yang tidak sama sekali mencerminkan hal itu dan sudah tepat segera dimundurkan,” ujarnya.
“Mereka yang peduli terhadap masa depan Jakarta dan akan datang harus bersatu padu untuk Memundurkan Ahok,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain