9 April 2026
Beranda blog Halaman 37668

Kadin: Pemerintah Perlu Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Jakarta, Aktual.co — Indonesia memiliki potensi alam yang melimpah, namun belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, termasuk di sektor pertanian. Padahal, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sampai tahun 2019, salah satunya yaitu membangun ketahanan pangan nasional.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti hal tersebut dengan kritis. Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin, Suharyadi mengatakan permasalahan pertanian yang sampai saat ini belum terselesaikan di Indonesia adalah kurangnya perhatian pemerintah pada kesejahteraan petani. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan nilai tukar petani (NTP) yang  melambat.

“Menurut data BPS kenaikan NTP Februari 2015 hanya 0,33 persen dari bulan sebelumnya. Kalau ketahanan pangan ini tidak tercapai, petani kita jadi sengsara,” ujar Suharyadi di Menara Kadin Jakarta, Jumat (27/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, diperlukan adanya keseriusan pemerintah dalam menangani hal tersebut, contohnya dalam pembangunan waduk. “Saya pesimis ini tentang pembangunan 49 waduk sampai 2019, yang kemarin aja belum selesai.”

Suharyadi juga mengatakan agar pemerintah perlu merealisasikan infrastruktur penunjang terkait sektor pangan, mendorong petani lebih efisen dengan memberikan pupuk murah, serta menekan bea masuk angkutan dan transportasi peangan domestik.

“Contohnya itu beras yang mahal pada musim panceklik persediannya tidak mencukupi, padahal kalau waktu panen melimpah. Faktr-faktor apa saja penyebabnya itu yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Dia Pesan Moral Titiek Puspa kepada Penderita Kanker

Jakarta, Aktual.co —Memiliki riwayat dalam keluarga sebagai penderita kanker. Penyanyi Senior, Titiek Puspa turut ambil bagian di pagelaran kesenian wayang orang ‘Lahir Parestik’ guna membantu anak-anak Indonesia perderita kanker.

“Jujur bermain di pagelaran ini, justru kita malah beli tiket. Kami main disini nggak dibayar. Tapi itu bukan masalah buat aku,  mumpung kita masih hidup nggak ada salahnya kita harus menolong orang, karena sebetulnya pagelaran ini bentuknya kegiatan amal, ” ujar Titiek Puspa kepada Aktual.co, ditemui di TIM, kawasan Cikini Jakarta Pusat.

“Kebetulan saya menyukai kesenian wayang. Bagi saya, kesempatan bisa bermain dengan orang hebat dalam akting di kesenian wayang akan menambah pengalama buat aku tentunya terutama dalam hal berkesenian dan memahami wayang, ” beber perempuan yang biasa disapa akrab Eyang Titi tersebut.

Terlepas sebagai seorang yang pernah mengidap penyakit kanker. Meskipun telah sembuh, wanita yang populer dengan lagu ‘Gang Kelinci’ itu benar-benar memahami sakit yang dialami para penderita kanker.

“Baik aku maupun keluarga memang ada gen (keturunan) mengidap kanker. Udah gitu, kakak kandung saya pun meninggal gara-gara kanker.  Bersyukurnya Tuhan masih memberikan kepercayaan hidup buat saya, Jadi cara menolong sesama inilah yang bisa aku berikan, karena masih diberi kesempatan hidup. Semasa aku hidup aku ingin membalas kebaikan itu kepada Tuhan yang telah memberiku umur panjang,” kenang Titiek Puspa.

“Dua tahun lalu, chek up media, mulai dari cek kemoterapi dokternya bilang clean, kemudian cek melalui sinar clean. Intinya aku bersyukur dan berterima kasih sekali karena masih dikasih umur panjang, ” tutup Eyang Titi sambil tersenyum.

Artikel ini ditulis oleh:

Kadin: Target Pembangunan 49 Waduk Jauh dari Realistis

Jakarta, Aktual.co — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pesimis akan target pemerintahan Jokowi yang akan membangun 49 waduk di Indonesia sampai tahun 2019. Hal ini disampaikan oleh Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin, Suharyadi.

Menurut Suharyadi, target pembangunan waduk tersebut terlampau jauh dari realistis. Pasalnya, pada tahun 2009-2014 era pemerintahan SBY, target membangun 21 waduk tidak tercapai.

“Kami menilai bahwa pembangunan 49 waduk merupakan langkah yang kelewat optimistis karena kondisi saat ini,” ujar Suharyadi di Menara Kadin Jakarta, Jumat (27/3).

Lebih lanjut dikatakan dia, kondisi yang dimasud adalah kondisi terkait pembebasan lahan. Menurutnya, sistem kompensasi pembebasan lahan antara pemerintah dan masyarakat saat ini jauh lebih rumit dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Waduk kan butuh lahan yang luasnya sangat besar, sekarang ini harga lahan tidak bisa ditentukan seperti dulu. Kalau dulu dihargai berapapun harus mau, sekarang tidak bisa,” jelas dia.

Suharyadi juga mengatakan bahwa anggaran pemerintah untuk pembangunan waduk tersebut seharusnya tidak menjadi masalah. “Selama penyerapannya efektif saya kira tak masalah, yang penting adalah pembagian atau realokasinya jelas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pemerintah menargetkan pembangunan 49 waduk yang diharapkan rampung pada tahun 2019 demi menunjang ketahanan pangan. Pada tahun 2015 saja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 13 waduk-waduk baru yang rencananya menelan biaya hingga Rp 9 triliun menyusul pembangunan 16 waduk yang telah dimulai pembangunannya pada tahun 2014 lalu.

Lokasi-lokasi pembangunan waduk untuk tahun 2015 antara lain Kereuto di Nanggroe Aceh Darussalam, Lolak di Sulawesi Utara, Kariyan di Banten, Loh Gung di Jawa Tengah, Tapin di Kalimantan Selatan dan Bintang Bano serta Tanjung Mila di Nusa Tenggara Barat. Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan pada akhir tahun 2015 pemerintah sudah memiliki 29 waduk yang dikerjakan dan diharapkan rampung tiga hingga empat tahun mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Sudirman: Blok Mahakam 100 Persen Diserahkan ke Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah guru besar universitas di tanah air beserta sejumlah perwakilan LSM/Lembaga pusat studi dan aktivis serikat pekerja hari ini menyambangi kantor Menteri ESDM Sudirman Said guna menyampaikan petisi terkait blok Mahakam.

Menyikapi hal tersebut, Menteri ESDM Sudirman Said mengaku menyambut baik kedatangan para tokoh masyarakat tersebut. Ia pun menegaskan bahwa pada dasarnya Pemerintah telah mengarahkan untuk menyerahkan blok migas yang berada di Kalimantan Timur itu kepada PT Pertamina (Persero).

“Kedatangan para tokoh masyarakat ini untuk mengingatkan Pemerintah supaya konsisten. Secara prinsip, pada level Menteri Koordinator, pemerintah memberikan arahan Pertamina akan dapat hak pengelolaan Blok Mahakam sepenuhnya setelah kontrak berakhir,” kata Sudirman dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan, pemerintah juga telah menyarankan kepada Pertamina agar dapat tetap menjaga produksi Blok Mahakam secara optimal.

“Pertamina bisa bicara ke existing operator saat ini (Total E&P Indonesie dan Inpex) untuk ikut masuk proses transisi. Agar peralihan smooth. Karena Blok Mahakam menyumbang produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional yang besar,” ujarnya.

Saat ini produksi gas di Blok Mahakam mencapai 1.744 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 103% dari yang ditargetkan dalam rencana kerja dan anggaran SKK Migas. Sedangkan produksi minyak dan kondensatnya mencapai 68.370 barel per hari, 109% dari target SKK Migas.

“Sebulan ke depan pemerintah akan menfasilitasi dialog antara Pertamina dengan operator Blok Mahakam sekarang untuk bisa ikut mengelola Blok Mahakam tahun ini,” tegas Sudirman.

Untuk diketahui, hadir dalam kunjungan tersebut Sri-Edi Swasono (Universitas Indonesia), Moctar Pabottingi (LIPI), Juajir (Universitas Hasanuddin), M. Asdar (Universitas Hasanuddin), Iwa Garniwa (Universitas Indonesia), Ahmad Erani Yustika (Universitas Brawijaya), Kurtubi (Unversitas Indonesia), Chandra Trita Wijaya (Anggota DPR RI 2009-2014), Effendy Gazali (Universitas Indonesia), Hatta Taliwang (Anggota DPR RI 1999-2004), Ugan Gandar (FSPPB), Faisal Yusra (KSPMI), Salamuddin Daeng (IGJ), Marwan Batubara (IRESS) serta Ahmad Khairudin (BEM Seluruh Indonesia).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kabel Listrik Semerawut yang Membahayakan

Seorang warga melintasi kabel listrik yang melintang dan semrawut di kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (27/3/2015). Keseriusan Perusahaan Listrik Negara (PLN) cabang Jakarta Barat dalam membenahi kabel-kabel udara yang terlihat berantakan, yang dikhawatirkan kendor lalu menimpa pengendara atau warga sekitar. AKTUAL/MUNZIR

KPK dan DPD Bahas Korupsi Sumber Daya Alam

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kunjungi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam upaya pencegahan korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA). Pasalnya banyaknya Sumber Daya Alam di daerah yang menurutnya jauh dari pengawasan pemberantasan korupsi sehingga menimbulkan praktek korupsi di sektor kekayaan alam.
Pelaksana Tugas Pimpinan KPK, Taufiequrachman Ruki menuturkan bahwa selain untuk menjalin courtesy call antar lembaga negara, kunjungan tersebut juga memang diniatkan untuk mengajak DPD mengawal pemberantasan korupsi.
Menurutnya, pencegahan korupsi di tahun 2013-2014 di sektor SDA bisa menjadi bukti bahwa pencegahan lebih baik dari penindakan. Terbukti dengan upaya pencegahan tersebut bisa memberi masukan kepada negara tidak kurang dari 34 Triliun dimana dari batu bara saja pendapatan yang diamankan bisa naik 10 T.
“Karena banyak tindihan dan menurut kami di KPK bisa diperbaiki sehingga kita pinjam DPD karena beliau miliki akses yang bisa ke daerah,” ujar Ruki di DPR, Jakarta, Jumat (27/3).
Ia pun berharap DPD bisa betul-betul bekerjasama memperbaiki dan meminimalisir pencegahan korupsi di sektor SDA tersebut.
Sementara itu, Ketua DPD Irman Gusman mengatakan bahwa DPD menyambut baik permintaan pengelolaan SDA guna melakukan pencegahan bersama stake holder lainnya agar betul-betul SDA dapat dimanfaatkan secara transparan dan tidak dimanfaatkan segelintir orang.
“Pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dibangun sebuah lembaga. Banyak hal yang kami temukan di berbagai daerah. Tentu kami ingin perbaiki persoalan kebijakan,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain