13 April 2026
Beranda blog Halaman 37754

Saan: Demokrat Solid, Mana Mungkin Bisa Dipecah

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Demokrat, Saan Mustapa menyatakan, Partai Demokrat solid dan tidak akan terpecah meskipun ada kelompok lain yang ingin memecah partai berlambang Mercy itu, termasuk manuver yang dilakukan oleh pendiri partai. 
“Insya Allah. Kongres momentum partai. Solid, kokoh, kuat tidak ada perpecahan,” kata Saan meyakinkan.
Ia menambahkan, untuk menjaga soliditas partai, dibutuhkan pemimpin yang bisa menyatukan partai. Sosos yang bisa menyatukan partai, katanya adalah Susilo Bambang Yudhotono.
“Dengan SBY ketum partai, partai ditata kembali disiapkan. Partai akan solid dan tidak mudah terpecah atau dipecahkanbelahkan,” kata Saan.
Memang, untuk saat ini, Partai Demokrat belum memerlukan regenerasi kepemimpinan karena untuk mengantisipasi adanya keinginan dari kelompok lain yang ingin merusak Partai Demokrat.
“Proses regenerasi tidak sekarang. Kita tetap menginginkan regenerasi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Produksi Kaolin untuk Indutri Keramik

Pekerja dari PT Aneka Kaoline Utama melakukan aktivitas penambangan kaoline di Belitung Barat, Rabu (25/3). Minimnya ketersediaan kaolin sebagai bahan baku untuk industri keramik menjadi hambatan peningkatan ekspor keramik. ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna

Mulai 1 April, Tarif KRL Jabodetabek Dihitung Berdasarkan Jarak Tempuh

Jakarta, Aktual.co — Mulai 1 April 2015 mendatang, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menerapkan mekanisme perhitungan tarif progresif berdasarkan kilometer yang ditempuh penumpang. Mekanisme ini akan menggantikan mekanisme perhitungan tarif progresif yang sebelumnya dihitung berdasarkan jumlah stasiun yang ditempuh penumpang.

“Dalam mekanisme baru ini, penumpang dikenakan minimum kilometer perjalanan yang akan dikenakan pada perhitungan untuk 1-25 km pertama sebesar Rp2000 dan Rp1000 untuk tiap 1-10 km berikutnya, dan berlaku kelipatan,” kata Fadhil di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3).

Ia mengklaim bahwa perubahan sistem pentarifan dengan menghitung berdasarkan jarak stasiun ini merupakan upaya pihaknya meningkatkan pelayanan bagi pengguna KRL Jabodetabek dengan menerapkan sistem tarif yang lebih adil.

Melalui mekanisme baru pada perhitungan tarif tersebut maka sejumlah relasi pada perjalanan KRL Jabodetabek akan mengalami perubahan tarif (turun/naik) dan tarif tetap.

Adapun relasi perjalanan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Bogor-Jakarta Kota, tarif tetap Rp5000
2. Tanah Abang-Sudimara, tarif tetap Rp2000
3. Bogor-Tanah Abang, semula Rp4500 menjadi Rp5000
4. Cilebut-Tanah Abang, semula Rp4500 menjadi Rp5000
5. Duri-Tangerang, semula Rp2500 menjadi Rp2000
6. Bekasi-Jakarta Kota, semula tarif Rp3500 menjadi Rp3000.

“Dengan tarif turun di relasi ini, maka akan meningkatkan penumpang. Kami percaya tidak akan memengaruhi kinerja KCJ,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

MOR Store Bagi 10 Ribu Ranger Chiken Gratis

Artis yang juga Comik dan Penulis Buku, Raditya Dika saat mengikuti acara kickfoff MOR Store di kawasan ITC Fatmawati, Jakarta, Rabu (25/3/2015). Acara pembukaan dengan program “MOR Store bagi 10 ribu Ranger chiken gratis” diadakan di 10 outlet Mor Store, semua konsumen diberikesempatan mencoba gratis rasa ranger chiken yang unik. Melaui program ini, MOR Store berharap menjadi alternatif tempat makan dan nongkrong dengan varian menu yang fresh dan berkualitas serta bercita rasa tinggi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Demokrat Tidak Ikut Angket Menkumham

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Demokrat tidak akan ikut-ikutan menandatangani pengusulan hak angket yang akan digulirkan oleh DPR RI terhadap Menteri Hukum dan HAM.
“Tidak ikut. Posisi Partai Demokrat dalam posisi penyeimbang. Tidak ada di Koalisi Merah Putih dan KIH. Kita juga tidak mau masuk di dalam ranah partai lain,” kata Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/3).
Bahkan Saan menyebutkan, tidak akan ada hak angket di DPR. “Insya Allah tidak ada hak angket,” katanya.
Terkait sanksi yang akan diberikan oleh Fraksi Partai Demokrat bila ada anggotanya yang ikut menandatangani hak angket, Saat menyatakan, semua diserahkan kepada fraksi.
“Nanti sanksi, di fraksi. Posisi awal Partai Demokrat jelas. Menunggu proses pimpinan DPR, menembuskan ke Komisi III. Apakah sudah sesuai dengan UU dan aturan yang ada atau tidak,” kata Saan.

Artikel ini ditulis oleh:

Enam Bulan Jokowi-JK, Perekonomian Indonesia Terperosok Permainan Pasar Bebas

Jakarta, Aktual.co — Hampir enam bulan masa pemerintahan Joko Widodo-JK belum juga  menelorkan roadmap perekonomian Indonesia. Jargon Ekonomi Indonesia mandiri dan berdaulat, dan Indonesia Hebat tidak terbukti, namun justru kondisi negeri makin terperosok permainan pasar bebas.

“Rupiah merosot, mafia bahan pokok bebas bermain, subsidi BBM dan subsidi gas untuk rakyat dihapus. Harga bahan pokok melambung merupakan bukti pasar dalam negeri masih tergantung impor. Negara seperti tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar pengusaha muda di sektor industri strategis, Hendrik Kawilarang Luntungan di Jakarta, Rabu (25/3).

Namun yang terjadi selama pemerintahan Jokowi-JK malah sebaliknya. Makro ekonomi tak juga membaik, penegakan hukum bermasalah dan terakhir konflik politik makin terbuka.

“Malah diperburuk dengan masalah penegakan hukum dan konflik politik di tingkat nasional,” ujar Luntungan yang juga merupakan Wakil Sekjen Perindo.

Jika yang dikejar pemerintah adalah target investasi, kondisi ini jelas tidak menarik calon penanam modal. Bisa jadi mereka berpikir ulang, lalu mengalihkan rencana investasinya ke negara yang lebih aman.

Kedaulatan dan kemandirian ekonomi bangsa harus berbasis usaha dan pengusaha dalam negeri yang satu dekade terakhir sudah menunjukkan prestasi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi global 2008 lalu.

“Pemerintah harus mengarahkan perbankan nasional untuk memprioritaskan kredit produktif. Bukan konsumtif seperti terjadi selama ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perbankan nasional harus sejalan dengan misi pemerintah. Seperti di Malaysia dan Singapura. Insentif lain adalah di bidang pajak dan fiskal. Ini karena masih banyak usaha lokal yang mengandalkan komponen impor. Setelah rentang waktu tertentu, setelah usaha mereka mandiri, pemerintah bisa mencabut kelonggaran itu.

“Kemajuan suatu negara tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintahnya,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain