4 April 2026
Beranda blog Halaman 37820

Ratusan Karyawan PLN Tuntut Penghapusan Sistem “Outsourching”

Jakarta, Aktual.co — Ratusan pekerja kontrak PT PLN Kalimantan Barat yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri dan Gerakan Bersama Pekerja BUMN Kalbar melakukan konsolidasi dan meminta Komisi IX DPR RI agar bisa memperjuangkan nasib mereka dengan menghapus sistem “outsourcing” yang dinilai merugikan pekerja.

“Kami sengaja melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk kegundahan para pekerja dengan sistem ‘outsourcing’ perusahaan, khususnya PT PLN. Memang Gerakan Bersama Pekerja BUMN ini sudah lama terbentuk, namun sampai sekarang belum memiliki struktur organisasi yang jelas, makanya kami melakukan konsolidasi menggalang kekuatan agar bisa memperjuangkan hak kami,” kata Ketua Panitia Musyawarah Bersama, Supriyadi di Pontianak, Sabtu (21/3).

Dia menilai, sistem outsourcing di perusahaan BUMN selama ini telah menghilangkan hak-hak pekerja yang seharusnya mereka dapatkan selama ini. Karena tidak hanya menyangkut diri pribadi, melainkan masa depan istri dan anak-anak para pekerja.

“Bayangkan saja, dengan sistem ‘outsourcing’ ini, para pekerja yang sudah bekerja selama belasan, bahkan puluhan tahun dengan sistem kontrak. Permasalahannya, kalau masa kerja kami habis, lalu bagaimana kami bisa menuntut hak-hak. Makanya kami ingin di Perusahaan BUMN khususnya PLN tidak ada lagi tenaga kerja kontrak dan kami ingin diangkat menjadi pegawai tetap,” tuturnya.

Suryadi menjelaskan, dalam kegiatan musyawarah dan seminar yang dilakukan oleh pekerja kontrak PLN tersebut melibatkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Staf Kementerian Ketenagakerjaan Pusat, Disnaker Provinsi, Disnaker Kota, Geber BUMN, LBH Untan, dan LBH provinsi.

Mereka berharap, semua pihak yang dilibatkan dalam musyawarah itu bisa membantu memperjuangkan nasib mereka, tidak hanya bagi karyawan kontrak di PLN, namun juga karyawan kontrak di perusahaan BUMN lainnya.

“Makanya, hasil dari konsolidasi dan musyawarah ini nantinya akan kita sampaikan kepada pihak-pihak terkait termasuk perusahaan ditempat kami bekerja dan akan kita sampaikan juga kepada DPR RI. Harapan kami agar tidak dipindahkan ke tenaga alih daya lagi, dari perusahaan baru dan kami berharap agar pemerintah daerah dan pusat termasuk Komisi IX DPR RI bisa membantu kami agar kami bisa mendapatkan hak-hak yang seharusnya kami dapatkan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Nyepi, Aktivitas Warga Bali Berangsur Normal

Denpasar, Aktual.co — Ngembak Nyepi, sehari setelah umat Hindu menunaikan ibadah Tapa Beratha Penyepian Tahun Baru Saka 1937, Minggu (22/3), suasana Bali berangsur-angsur normal. Aktivitas masyarakat hari pertama memasuki Tahun Baru Saka 1937 secara bertahap mulai normal, namun warga setempat belum melakukan kegiatan secara maksimal.

Sejumlah kendaraan nampak berlalu lalang di jalan-jalan raya. Pasar kembali bergeliat. Car free day yang biasa digelar di Lapangan Renon kembali dijejali warga meski tak seramai minggu sebelumnya.

Sejak Sabtu kemarin pukul 06.00 WITA warga Bali melaksanakan tapa brata penyepian serangkaian pergantian tahun baru Caka 1937. Nyepi dilakukan 24 jam penuh dan berakhir tadi pagi pukul 06.00 WITA. Pantauan di Lapangan Renon, sejumlah warga asyik menikmati car free day. Mereka bermain sepeda, sepatu roda, berlari hingga aktivitas lainnya.

Pelaksanaan Nyepi berlangsung khidmat. Praktis tak ada gangguan berarti. Kendati begitu, sejumlah warung dan minimarket belum banyak yang buka. Made Nanta, seorang warga Bali mengaku sejak pagi tadi langsung mendatangi areal car free day bersama keluarganya. “Begitu Nyepi dinyatakan usai langsung aktivitas car free day,” katanya, Minggu (22/3)

Toko-toko sepanjang jalan trotoar di Kota Denpasar dan sekitarnya masih banyak yang tutup, namun sejumlah pasar tradisional mulai dikunjungi masyarakat, meskipun jalan-jalan masih tampak lengang. Suasana hari raya masih menyelimuti, yang kebetulan pada Minggu (22/3), sehingga perkantoran pemerintah dan swasta di Bali libur, termasuk anak-anak sekolah. Pada Ngembak Nyepi, masyarakat saling berkunjung ke keluarga atau kerabat dekat untuk saling maaf-memaafkan (silaturahim) atau mengunjungi objek-objek wisata untuk rekreasi.

Masyarakat lainnya sudah mulai melakukan aktivitas, terlihat dari kehidupan pasar, seperti Pasar Badung dan Kumbasari yang sejak pagi hari itu sudah cukup ramai.

Sementara itu, kesibukan ekstra dilakukan oleh tenaga kebersihan Kota Denpasar. Mereka bekerja keras menyingkirkan dan mengangkut sampah yang menumpuk di pemukiman maupun tepi jalan. Puluhan truk pengangkut sampah sudah beroperasi sejak pagi hari dari tempat-tempat pengumpulan sampah ke tempat pembuangan akhir di kawasan Suwung, pinggiran Kota Denpasar.

Dalam rangkaian perayaan Nyepi, umat Hindu melakukan berbagai kegiatan ritual yang banyak memproduksi sampah dari bekas banten/sesaji, serta aneka bungkus makanan-minuman ketika warga melakukan malam “pengerupukan” dengan mengarak ogoh-ogoh, boneka raksasa berwajah menyeramkan. (Laporan Bobby Andalan, Bali)

Artikel ini ditulis oleh:

22 Maret, Peringatan Hari Air Sedunia

Jakarta, Aktual.co — Apa yang terpikirkan tiap memperingati Hari Air Sedunia pada 22 Maret? Salah satunya pasti soal ketersediaan air bersih. Apalagi peringatan Air Sedunia (World Water Day) 2015 bertema “Air dan Pembangunan Berkelanjutan” (Water and Sustainable Development). Hari Air Sedunia adalah sebuah kampanye global pentingnya air bagi kehidupan serta perlindungan dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan itu ditetapkan melalui Resolusi PBB Nomor 147/1993 dan mulai tahun itu diperingati per tahun di seluruh dunia.

Indonesia masih mengalami persoalan dalam ketersediaan air bersih. Sepanjang tahun banyak wilayah di Indonesia mengalami masalah dalam ketersediaan air bersih. Pada musim kemarau, sumber air menjadi kering, sedangkan pada musim hujan di daerah-daerah yang mengalami banjir kerap mencemari air bersih. Air bersih merupakan sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau untuk kegiatan sehari-hari. Menurut badan dunia, UNICEF dan WHO, Indonesia masuk dalam 10 negara yang sebagian penduduknya tidak mempunyai akses ke sumber air minum. Ke-10 negara itu adalah Tiongkok (jumlah penduduk yang mengalami masalah dengan ketersediaan air bersih mencapai 108 juta), India (99 juta), Nigeria (63 juta), Ethiopia (43 juta), Indonesia (39 juta), Republik Demokratik Kongo (37 juta), Bangladesh (26 juta), Republik Tanzania (22 juta), Kenya (16 juta), dan Pakistan (16 juta).

Upaya untuk memastikan ketersediaan air bersih terus dilakukan pemerintah. Di Yogyakarta, misalnya, Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menyiapkan empat paket pekerjaan penyediaan sarana prasarana air bersih dan penyehatan lingkungan yang akan tersebar di 20 lokasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.

Kepala Bidang Permukiman dan Saluran Air Limbah Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta Hendra Tantular menyebutkan bahwa berdasarkan penelitian beberapa pihak, air sumur warga banyak mengandung bakteri e-coli. Ia akan memasang peralatan “treatment” dan “reverse osmosis” (RO) yang ditempatkan di sumur warga yang berada di tempat mandi cuci kakus (MCK) komunal. Peralatan itu dapat digunakan untuk menyaring berbagai partikel dan bakteri yang terkandung di air sumur sehingga air sumur yang dikonsumsi menjadi lebih bersih dan memenuhi baku mutu kesehatan. Hendra menambahkan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana air minum tersebut sudah dilakukan sejak 2007. Sampai saat ini, pemerintah setempat sudah memasang peralatan itu di 276 lokasi.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Sukmawijaya terus membangun berbagai prasarana air bersih karena 40 persen warganya yang tersebar di 47 kecamatan belum menikmati air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Sejumlah elemen pegiat lingkungan hidup, akademisi dan praktisi di Provinsi Lampung menyuarakan imbauan untuk bersama-sama menyelamatkan sumber daya air, mengingat adanya ancaman terjadi krisis air di Provinsi Lampung pada 2020. Pemerintah daerah di Lampung diingatkan untuk bersungguh-sungguh memenuhi layanan air minum yang berkualitas dengan jumlah yang cukup dan tersedia sepanjang waktu bagi seluruh penduduk di Provinsi Lampung paling lambat pada tahun 2019. Masyarakat di Lampung juga diimbau untuk memperlakukan air secara bijak, seperti melakukan upaya penghematan air, tidak membuang sampah/limbah ke badan air, dan memperbanyak upaya konservasi air, seperti penanaman pohon, pembuatan sumur resapan/lubang biopori.

Penguasaan terhadap sumber air dan pengelolaannya untuk menghasilkan air bersih dan air minum bagi masyarakat sudah seharusnya berada di tangan pemerintah sebagaimana ditetapkan dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu disampaikan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Mudjiadi pascaputusan MK yang membatalkan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Widiyanto mengatakan Indonesia membutuhkan tata kelola untuk pemanfaatan air secara maksimal lantaran penggunaannya selama ini belum dilakukan secara tepat atas manfaat air. Jika berbicara soal target Millenium Development Goals (MDGs) terkait akses air bersih masyarakat, capaian Indonesia belum memenuhi target 60 persen. “2015 ini pun capaiannya masih di bawah 40 persen,” kata Tri Widiyanto.

Tata kelola air harus benar-benar diperhatikan. Kita memang mempunyai undang-undang yang bagus tetapi pemerintah belum memiliki instrumen untuk memantau penggunaan air sehingga ada kecenderungan air dikuasai oleh industri atau perusahaan besar. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatan air. Namun untuk urusan air juga jangan semua dibebankan ke pemerintah. Butuh kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan air. Pada kenyataannya masyarakat ikut andil terhadap penurunan kualitas air di beberapa danau dan waduk-waduk di Indonesia. Contoh berlebihnya jumlah keramba apung di Danau Maninjau dan Danau Toba yang pada akhirnya sering memicu terjadinya “up willing” dan menyebabkan ribuan ikan mati.

LIPI sebagai otoritas penelitian tentu menyampaikan rekomendasi dan solusi kepada masyarakat melalui pemerintah seperti yang dilakukan di sekitar Danau Maninjau, Sumatera Barat. Pengurangan jumlah keramba sudah disampaikan bahkan kepada masyarakat secara langsung, namun memang butuh waktu untuk mengubah sesuatu di masyarakat. Itu juga yang terjadi terhadap industri yang membuang limbah berbahayanya di Sungai Citarum. Meski sudah ada aturannya tetapi kenyataannya pembuangan limbah pabrik masih terjadi ke sungai.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah membangun infrastruktur penyaluran air khususnya di wilayah terpencil untuk mendekatkan sumber daya air ke masyarakat sehingga masyarakat tidak kekurangan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Manajer Kampanye Nasional Walhi Edo Rakhman mengusulkan kepada pemerintah mengalokasikan dana yang memadai untuk pembangunan infrastruktur sehingga dapat mengalirkan air yang sumber mata airnya berada jauh dari pemukiman warga ke tempat tinggal masyarakat. Tidak ada salahnya pemerintah mengalokasikan dana sebesar-besarnya untuk kemudian bagaimana memenuhi kebutuhan air masyarakat yang berada di pulau-pulau, pulau yang terpencil sekalipun karena itu adalah tanggung jawab pemerintah, dan itu adalah perintah perundang-undangan dan konstitusi.

Dengan meningkatkan infrastruktur penyaluran air, akses air dapat dimiliki seluruh warga negara Indonesia untuk kebutuhan sehari-hari sehingga tidak ada lagi daerah yang mengalami krisis air. Permasalahan air yang sering terjadi seperti di daerah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan wilayah kepulauan lainnya, dapat segera diatasi.

Pemerintah di setiap daerah memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong masyarakat memperoleh hidup layak dengan ketersediaan air bersih khususnya untuk konsumsi. Kita tidak bisa serta merta menyalahkan sumber daya manusia atau berbicara geografis wilayah dan seterusnya karena secara logika juga di mana pun wilayah pasti ada pemerintah di situ, sekecil apa pun komunitasnya pasti ada pemerintah di situ. Pemerintah harus terus berupaya menjamin akses air yang memadai bagi masyarakat, salah satunya dengan pembangunan infrastruktur sehingga air dapat tersalur hingga ke tempat tinggal warga bahkan di tempat terpencil sekalipun.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemakaian Listrik di Pulau Bali Turun Drastis Pada Hari Raya Nyepi

Jakarta, Aktual.co — PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sepanjang perayaan Hari Raya Nyepi kemarin, pemakaian listrik di pulau Bali menurun drastis.

“Saat umat Hindu menunaikan ibadah dan rangkaian ritual di Hari Raya Nyepi/Tahun Baru Saka 1937, bertepatan di hari Sabtu 21 Maret 2015 beban listrik di pulau Bali turun drastis,” kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya, Jakarta, Minggu (22/3).

Ia menjelaskan, beban puncak siang hari kemarin terjadi pada pukul 15.30 WITA, yaknj sebesar 471.5 Mega Watt (MW). Setelah itu, beban tersebut turun sebesar 165.9 MW dibanding beban siang hari yang sama minggu lalu (Sabtu, 14 Maret 2015) yang sebesar 637.4 MW.
 
Sedangkan beban puncak Bali pada tadi malam terjadi pada pukul 19.00 WITA sebesar 478.7 MW atau turun 216.5 MW dibanding beban puncak malam hari pada Sabtu 14 Maret 2015 (minggu lalu) yang sebesar 695.2 MW.

“Beban turun karena kemarin umat Hindu tidak melakukan aktifitas selain ibadah sehingga tidak membutuhkan listrik terlalu besar,” ujar Bambang.

Sebagai catatan, realisasi beban puncak listrik pada Hari Raya Nyepi tahun lalu pada tanggal 31 Maret 2014 adalah sebagai berikut :
Beban Siang : 426.4 MW pk.14.30 WITA
Beban Malam : 435.5 MW pk.19.00 WITA

“Penurunan permintaan listrik ini cukup membantu mengurangi beban pembangkit PLN yang setiap hari harus bekerja keras memenuhi permintaan listrik masyarakat,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ini Jabodetabek Diperkirakan Hujan, Jakarta Terancam Banjir Lagi

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hari ini akan diguyur hujan dengan intensitas hujan ringan.

Kepala Sub Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko, Minggu (22/3) dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa intensitas hujan hari ini tidak lebat seperti hujan pada Jumat (20/3) malam lalu.  “Kalau Jumat kemarin itu kan lebat. Sekarang ya tidak selebat itu. Ini diprediksikan tidak akan ada petirnya ,” ujarnya

Dalam hal ini, BMKG tidak dapat merinci jelas lokasi jatuhnya hujan. Namun, menurut BMKG sebagian wilayah Depok dan Jakarta Selatan akan diguyur hujan.

Kepulauan Seribu diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan sejak pagi hingga malam hari. Jakarta Utara diperkirakan hujan ringan pada pagi hari dan berawan di siang hari dan kembali hujan ringan pada malam hari. Jakarta Pusat diperkirakan akan berawan sejak pagi hingga siang haru. Pada malam hari, hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur wilayah itu. Jakarta Selatan diperkirakan berawan di pagi hari dan hujan sedang pada siang hari. Di malam hari hujan dengan intensitas sedang kembali mengguyur wilayah itu. Jakarta Timur dan Jakarta Barat diperkirakan akan berawan pada pagi hari. Sementara pada siang dan malam hari hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur wilayah itu.

Suhu udara di wilayah DKI Jakarta diperkirakan berkisar antara 24-33 derajat celcius. Sementara kelembaban udara berkisar antara 66 persen hingga 94 persen.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperkirakan, Jakarta akan dilanda banjir jika hujan hari ini berlangsung lama.

“Memang hari ini diperkirakan curah hujannya ringan sampai sedang. Tapi jika hujannya lama, banjir akan datang juga,” ujar Kepala Seksi Informatika BPBD DKI Bambang Surya Putra kepada wartawan, Minggu (22/3/2015).

Tidak hanya menggenangi jalanan Jakarta, lanjut Bambang, banjir juga kemungkinan akan terjadi di pemukiman bantaran kali.

Sebelumnya pada Jumat (20/3), hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi diseluruh wilayah Jabodetabek. Hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lebih dari dua jam itu mengakibatkan sejumlah jalanan di Jakarta tergenang air, bahkan sejumlah pemukiman terendam banjir.

Dari pantauan Aktual.co, banjir masih menggenangi sejumlah pemukiman di Jakarta, seperti di wilayah Tanah Abang, pemukiman disekitar Kali Krukut seperti Kampung Pulo, Kelurahan Petogogan, dan lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kisruh APBD, Mendagri Perintahkan Ahok Susun Pergub

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk menyusun Peraturan Gubernur tentang APBD.
Tjahjo menjelaskan, hal itu dikarenakan sampai Jum’at (20/3) malam jam 24.00 sampai saat ini (sabtu -minggu hari Libur kerja) sesuai ketentuan Peraturan Mendagri no 13/06 psl 114, maka harus  terbit keputusan pimpinan DPRD sebagai dasar Gubernur DKI untuk menerbitkan Perda tentang APBD. 
“Namun sekiranya tidak juga terdapat keputusan Pimp DPRD (dengan brbgai pertimbangan misalnya), yang harus dibuktikan dengan Surat, maka dianggap deadlock (sebagai waktu 7 hari yang ada). Dengan demikian Mendagri berwenang memberlakukan Pagu APBD Tahun 2014 (pasal 314 ayat 8 UU 23/2014),” kata dia kepada Aktual.co, Minggu (22/3).  
Sementara itu, Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri terus monitor dan menunggu finalisasi hasil pembahasan evaluasi RAPBD DKI atau TAPD dn Banggar DPRD DKI. 
Terkait dengan surat deadlock atau tidaknya secara formal dapat diterima pada hari Senin tanggal 23 Maret 2015. “Dengan hal itulah baru Kemendagri bisa menentukan kebijakan lebih lanjut, akankah menjadi Perda atau menjadi Pergub. Namun intinya Kemendagri siap apapun pilihannya agar APBD DKI tepat waktu,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain