14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37830

Bareskrim Rampungkan Berkas Pemeriksaan BW

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Bareskrim Polri telah merampungkan berkas perkara milik tersangka kasus mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Bambang Widjojanto. Kini berkas tersebut dalam proses perbaikan kemudian segera dilimpahkan ke Kejaksaan.
“Ya sudah rampung,” kata Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Kombes Pol Victor Edi Simanjuntak di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/4).
Sebelumnya Victor pun menyatakan pihaknya telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus BW. 
“Selain BW dan Zul yang lain saya enggak mau sebut nama, S dan P,” kata dia.
Pada kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi pada 2010 silam. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Bambang Widjojanto dan kerabat Bupati Kobar, Zulfahmi Asryad.
Menurut penyidik keduanya mempunyai peran yang tak jauh berbeda. Jika Bambang diduga mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu sedangkan Zulfahmi diduga menjadi eksekutor membagikan fulus terhadap 68 saksi dalam sengketa Pilkada itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menkeu: Rupiah Melemah, Surplus APBN Bertambah Rp2,3 Triliun

Jakarta, Aktual.co —  Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan perlemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS justru bisa menciptakan surplus dalam anggaran tahun 2015 hingga mencapai Rp2,3 triliun.

“Sensivitasnya kalau kurs melemah setiap Rp100 dan yang lainnya tetap tidak ada perubahan asumsi, maka surplus APBN bertambah Rp2,3 triliun,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (10/3).

Bambang menjelaskan perkiraan angka surplus tersebut berasal dari selisih antara tambahan penerimaan dari sektor migas dan royalti pertambangan, yang mendapatkan keuntungan dari perlemahan kurs, dikurangi tambahan pembayaran bunga utang.

“Selisihnya adalah tambahan surplus ke anggaran. Ini menjelaskan perlemahan kurs ini tidak membahayakan anggaran. Kalau bicara risiko fiskal 2015, lebih ke arah target penerimaan pajak,” katanya.

Namun, ia mengatakan pemerintah tidak mencari untung dari depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena akan lebih baik apabila rupiah tidak lagi berfluktuasi dan mulai stabil sesuai nilai fundamentalnya.

“Yang paling penting buat kita kestabilan makronya. Nilai rupiah harus benar-benar mencerminkan fundamental, sehingga ekspor meningkat dan defisit neraca transaksi berjalan dapat dijaga,” ujar Bambang.

Bambang juga menegaskan pemerintah akan terus mewaspadai pergerakan nilai tukar rupiah dan ikut membuat kebijakan sebagai antisipasi menghadapi tekanan ekonomi global, meskipun kondisinya masih relatif aman.

“Kondisi saat ini berlangsung masih sangat terkendali, tidak ada alasan untuk panik berlebihan. Dan yang paling penting kondisinya berbeda antara 1998 dengan keadaan sekarang,” katanya.

Sementara, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melanjutkan pelemahan sebesar 51 poin ke level Rp13.076 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.025 per dolar AS.

Kementerian Keuangan mencatat selama tahun 2015, rupiah mengalami depresiasi terhadap mata uang dolar AS sebesar 4,81 persen (year to date), yang terjadi akibat penguatan dolar AS sejalan dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sahkan Kepengurusan Golkar, Fadli Zon: Pemerintah Bermain Standar Ganda

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa keputusan kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan Partai Golkar versi Munas Jakarta, tak menyelesaikan persoalan.
Menurut dia, pemerintah cenderung menggunakan standar ganda dalam mengambil sikap terkait konflik internal parpol.
“Ini pemerintah sedang bermain politik standar ganda,” kata Fadli, Selasa (10/3).
Cara berpolitik yang diperlihatkan pemerintah tidak baik dan justru nantinya akan merugikan pemerintah sendiri.
Koalisi Merah Putih berencana untuk bertemu dalam waktu dekat untuk menyikapi keputusan menkumham.

Artikel ini ditulis oleh:

Sidang Tahunan MPR, Lembaga Negara Laporkan Pertanggungjawaban

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, Sidang Tahunan (ST) akan dihadirkan sesuatu yang baru yaitu menjadi ajang pertanggungjawaban semua lembaga negara.
“Dalam momen Sidang Tahunan MPR itulah rakyat bisa mendengar dan mengetahui ‘progress report’ dari lembaga-lembaga negara seperti MK, BPK, DPR, MA,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut Hidayat, hal itu karena di dalam sebuah negara demokrasi rakyat perlu mendengar secara langsung laporan kemajuan tersebut.
Laporan tersebut akan memaparkan sejauh mana lembaga-lembaga negara yang disebut di dalam UUD 1945 melaksanakan kinerjanya.
Sidang tahunan itu bukan dalam rangka menilai kinerja namun sebuah upaya bagi rakyat mengetahui kinerja lembaga negara. “Hasil progress report bisa direspon atau ditindaklanjuti di DPR,” ujarnya.
Hidayat juga mengungkapkan kemungkinan bahwa MPR periode ini akan melakukan amandemen. Hal itu karena banyak hal yang perlu disikapi dan pasca-amandemen diharapkan dapat lahir GBHN.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Kembali Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus BW

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus yang menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto.
“Inisialnya S dan P,” ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Victor Simanjuntak,  di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (10/4).
Namun untuk saat ini kata Victor, penyidik belum menemukan indikasi keterlibatan Bupati Kotawaringin Barat dalam kasus sengketa tersebut. “Ya nanti kita lihat,” tandasnya.
Sekedar informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi pada 2010 silam. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non-aktif Bambang Widjojanto dan kerabat Bupati Kobar, Zulfahmi Asryad.
Menurut penyidik keduanya mempunyai peran yang tak jauh berbeda. Jika Bambang diduga mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu sedangkan Zulfahmi diduga menjadi eksekutor membagikan fulus terhadap 68 saksi dalam sengketa Pilkada itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Diduga Hina Ahok, Anggota DPRD DKI Jakarta Dipolisikan ke Polda Metro

Jakarta, Aktual.co — Rapat mediasi pembahasan APBD DKI Jakarta antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Anggota DPRD DKI Jakarta yang berlangusng di Kementerian Dalam Negeri, beberapa hari lalu tak membuahkan hasil.
Namun, justru malah terjadi kisruh antara sejumlah anggota DPRD DKI dan Ahok dalam rapat tersebut. Setelah suasana rapat tak terkendali sempat terdengar celetukan bernada penghinaan terhadap Ahok yang diduga berasal dari orang yang berada diruangan tersebut.
Atas adanya aksi itu, Direktur LBH Pendidikan, Ayat Hidayat melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Ia melaporkan angggota DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman yang diduga mengeluarkan kalimat bernada penghinaan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan berdasarkan keterangan pelapor, di akhir rapat terdengar teriakan “Gubernur Goblok, Cina, Anjing, Bangsat, orang gila tuh sinting”, yang mengakibatkan keributan di ruang rapat.
“Teriakan tersebut diduga diucapkan oleh Anggota DPRD DKI alias terlapor,” kata Martinus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/3).
Martin menuturkan, laporan tersebut telah diterima penyidik SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor LP/884/III/2015/PMJ/Dit Reskrimum pada Senin 9 Maret 2015 kemarin.
“Tindakan pidana atau pasal yang diduga dilanggar yaitu Pernyataan Permusuhan kebencian terhadap suatu golongan/SARA/Pasal 156 dan Pasal 207 KUHP dan UU nomor 40 tahun 2008,” kata Martinus

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain