3 April 2026
Beranda blog Halaman 37843

Kabareskrim: Jika Denny Ingin Didampingi Harus Tersangka Dulu

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri akan menjadwalkan pemanggilan terhadap bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, pada Selasa (24/3) mendatang.
Namun, sebelumnya Denny tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik lantaran tidak diperkenankan untuk didampingi kuasa hukumnya.
Menurut Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso, apabila Denny ingin didampingi penasehat hukum, maka yang bersangkutan menginginkan untuk menjadi tersangka.
“Permintaan Beliau (Denny) kan didampingi pengacara. Nah, berarti Denny itu harus jadi tersangka dulu, baru bisa didampingi pengacara kan,” ujar Budi, di Mabes Polri, Jumat (20/3).
Budi mengatakan, penyidik telah melakukan beberapa kali gelar perkara. Hasil gelar perkara, kata dia, memang memberatkan pegiat antikorupsi itu. Polisi menduga Denny melakukan penyalahgunaan wewenang dalam proyek payment gateway. “Juga ada unsur kerugian negara yang cukup besar,” ujar Budi.
Sebelumnya, Denny menolak diperiksa sebagai saksi oleh penyidik dalam pemeriksaan, Kamis (12/3). Salah satu kuasa hukum Denny, Heru Widodo mengatakan kliennya meminta didampingi kuasa hukumnya. Tetapi, penyidik menolak memenuhi permintaan Denny.
“Menurut penyidik yang katanya berdasarkan SOP, klien kami tidak diboleh didampingi oleh kuasa hukum,” ujar Heru di Mabes Polri, Jakarta.
“Kami lalu jelaskan, Perkap Nomor 8 Tahun 2009 Pasal 27 ayat (1) dan (2) yang menyebut bahwa penyidik memperbolehkan tersangka dan saksi sekali pun didampingi kuasa hukum kecuali atas persetujuan terperiksa,” kata Heru.
Namun, negosiasi itu menemui jalan buntu. Penyidik tetap ngotot pemeriksaan Denny tak perlu didampingi kuasa hukum. Oleh sebab itu, Denny pun memutuskan menolak untuk diperiksa dan baru bersedia diperiksa jika didampingi kuasa hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Peresmian Rumah Komunitas Banteng Muda

Politisi PDIP Banyu Biru Djarot meresmikan rumah Komunitas Banteng Muda (KBM) di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2015). Peresmian dihadiri oleh Plt Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso.Komunitas Banteng Muda ini adalah barisan muda yang merupakan sayap PDI Perjuangan. AKTUAL/MUNZIR

Penyanyi Bandung Ini Kenalkan Lagu Bahasa Sunda Bernuansa Jazz

Jakarta, Aktual.co — Penyanyi pendatang baru asal Bandung, Yura Yunita Rachman atau Yura mencoba mengenalkan lagu berbahasa sunda berjudul “Kataji” (Terpikat/Terpesona) yang kental dengan dengan nuansa jazz.

“Lagu Kataji ini benar-benar menjadi tantangan tersendiri bagi Yura karena di lagu ini selain kental dengan nuansa jazz, Yura juga mencoba untuk nyinden,” kata Yura, saat meluncurkan video klip “Berawal Dari Tatap”, di Bandung, Jumat (20/3).

Penyanyi yang diorbitkan oleh Glenn Fredly melalui situs musik musikbagus.org ini mengatakan lewat lagu tersebut dirinya ingin membuktikan bahwa lagu daerah pun bisa dikemas dengan warna musik modern, yakni kental dengan sentuhan jazz dan ada nuansa broadwaynya.

Ia mengatakan, saat menggarap lagu tersebut dirinya bahkan belajar nyinden dari maestro tembang kawih Ambu Ida Widawati.

“Alhamdulilah selain dibantu sama Bang Glenn Fredly dan Mas Arie ‘Aru’, aku juga dibantu sama Ambu Ida Widawati untuk lagu Kataji ini. Dia itu maestro sinden asal Jabar yang sudah mendunia,” kata penyanyi lulusan ajang pencarian bakat “The Voice Indonesia” ini.

Lagu tersebut, menurut alumni Fikom Universitas Padjadjaran Bandung ini, mendapatkan respon yang positif dari penggemar musik Indonesia.

“Alhamdulilah kemarin di event Kampoeng Jazz, Unpad, pas Yura bawain lagu ini responnya positif. Banyak yang ngasih komentar di medsos seperti Twitter. Katanya beda banget lagunya,” kata dia.

Setelah meluncurkan lagu “Kataji” kini Yura mencoba meluncurkan video klip lagu ketiga yang berasal dari album perdananya bertajuk “Yura”.

“Sebenarnya setelah Yura ngeluarin lagu ‘Balada Sirkus’ dan ‘Cinta dan Rahasia’ yang duet sama Bang Glenn, banyak yang minta supaya lagu ‘Berawal Dari Tatap ini segera dirilis’. Dan alhamdulillah hari ini bisa diluncurkan video klipnya,” katanya.

Sekedar informasi, Yura adalah salah satu penyanyi solo pendatang baru yang menjadi ambassador dari kreativitas musisi Gleen Fredly melalui portal musikbagus.org.

Gadis kelahiran Bandung, 9 Juni 1991 silam ini selain bernyanyi juga pandai bermain piano.

Artikel ini ditulis oleh:

Petinggi Partai Demokrat Timor Leste Kunjungi Markas Gerindra



Jakarta, Aktual.co —Sejumlah petinggi Partai Demokrat Timor Leste mengagendakan pertemuan dengan Partai Gerindra yang di sambut oleh Wakil Ketua Umum Fadly Zon di Markas Gerindra, di jalan RM.Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Maret 2015. 
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Timor Leste, Mariano Assanami Sabino menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dimaksudkan untuk membangun kerja sama antar keduanya.
Selain itu, Mariano juga mengatakan bahwa Partai Demokrat Timor Leste juga ingin bekerja sama dalam hal pengkaderan pembinaaan generasi baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Pemerintah Ukur Takaran Konsumsi Beras Harian Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah telah mengukur konsumsi beras harian Indonesia untuk mengetahui takaran rata-rata konsumsi per kapita terhadap komoditas itu. “Ini kami lakukan untuk mengukur tingkat konsumsi beras harian rata-rata Indonesia,” kata Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla di kantornya di Jakarta, Jumat (20/3) siang.

Menurut Kalla, pengukuran tersebut dilakukan guna menyesuaikan data jumlah takaran konsumsi beras perkapita yang digunakan di beberapa kementerian dan institusi seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pusat Statistik.

Dalam pengukuran tersebut Wapres menggunakan empat takaran beras dengan jumlah berbeda yang dimasak di penanak nasi elektronik dengan takaran air masing-masing setengah buku jari telunjuk diatas permukaan beras. Jumlah takaran tersebut antara lain yang pertama dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) rumah tangga ukuran 87,63kg/tahun atau 240gr/hari, kedua dari BPS/Kemendag rumah tangga+rumah makan 114kg/tahun atau 312gr/hari. Lalu yang ketiga yaitu takaran data neraca beras Kementan 124kg/tahun atau 340gr/hari dan yang keempat dari Badan Pusat Statistik 139kg/hari atau 380gr/hari.

 “Setelah kami diskusikan kami lihat sendiri ternyata yang mendekati itu memang hanya data BPS (konsumsi beras) rumah tangga serta jumlah untuk kebutuhan kue, hotel, catering sehingga mencapai kira-kira 114kg per tahun,” ujar Kalla.

Bukan Salah Data Konsumsi Menurut Wapres, sebelumnya data jumlah konsumsi beras selalu menggunakan takaran yang lebih besar sehingga pada tahun ini pemerintah akan menggunakan data kebutuhan konsumsi beras sebesar 114kg per tahun. Dengan menggunakan angka tersebut, maka konsumsi beras tingkat nasional menurut Kalla mencapai sekitar 27 juta ton. “Jadi bukan salah data. Kami memutuskan bahwa data BPS tentang konsumsi yang diatur oleh Susenas itu benar karena itu yang harus dikoreksi ialah mungkin kaji ulang data produksinya nanti,” kata Kalla.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam pengukuran tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, serta Kepala BPS Suryamin dan Staf Ahli Wakil Presiden Bidang Ekonomi Sofjan Wanandi.

Dengan mengetahui jumlah konsumsi beras masyarakat Indonesia, maka pemerintah dapat menyesuaikan jumlah produksi untuk mencapai swasembada beras.

Menurut Menko Perekonomian Sofyan Djalil, setelah pemerintah memvalidasi data konsumsi beras maka mendapatkan kesimpulan bahwa data konsumsi beras tidak sebesar yang digunakan selama ini. “Oleh sebab itu, data konsumsi beras mungkin sekitar 114kg per tahun dan itu data yang sudah dilakukan studi oleh BPS. Sudah 3 tahun mereka melakukan studi dan konsisten sehingga menemukan konsumsi beras per kapita sekitar 114kg,” kata Sofyan

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Anies: 200.000 Sekolah Belum Teraliri Listrik

Jakarta, Aktual.co — Pada siang hari ini (20/3), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyambangi kantor Menteri ESDM Sudirman Said untuk membahas kelistrikan di sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Anies menceritakan kondisi listrik terkini di sekolah-sekolah di tanah air. Bahkan, terdapat 200 ribu lebih sekolah yang hingga saat ini belum teraliri listrik.

“Beliau ceritakan kondisi listrik di sekolah. Kita bekerja dengan data. Kita mau menyelam sampai masalah dasar. Itung lifting itu data lapangan. Kita dapat informasi penting, 200 ribu lebih sekolah yang masih belum peroleh sambungan listrik. Kemendikbud dapat info itu,” kata Menteri ESDM Sudirman Said dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (20/3).

Untuk itu, kata Sudirman, sudah menjadi tugas Kementerian ESDM untuk melakukan tindakan di lapangan.

“Ini tugas kami buat verifikasi dan intervensi tindakan di lapangan. Dan kami sependapat bahwa sekolah itu pintu kemajuan. Baru 84 persen yang dapat listrik,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menegaskan bahwa maksud dan tujuannya mendatangi Kementerian ESDM semata-mata untuk mendiskusikan hal tersebut.

“Benar yang disampaikan pak Sudirman. Kita ke sini untuk diskusi komponen penting dalam pembelajaran listrik. Kita senang sejak sampaikan, respon KESDM positif dan lihat masalah bersama. Kita tahu kegiatan belajar mengajar membutuhkan dukungan teknologi,” ucap Anies.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain