4 April 2026
Beranda blog Halaman 37859

Kejagung Tahan Tiga Tersangka Korupsi Buku Agama Budha

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya melakukan penahanan terhadap tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan buku pelajaran Agama Budha senilai Rp 7,2 miliar pada Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama tahun anggaran 2012.
Ketiga tesangka itu yakni dari swasta yakni Samson Sawangin selaku Dirut PT Samuaraya, Edi Sriyanto selaku Dirut CV Kurnia Jaya, dan Wilton Nabeat. Ketiganya langsung ditahan usai diperiksa penyidik pidana khusus Kejagung.‎ 
“Iya dilakukan penahanan, ketiganya ditahan di rumah tahanan Salemba cabang Kejagung,” kata‎ Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony T Spontana di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (19/3).
Dijelaskan Tony, penahanan tersebut agar tersangka tak melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana.
Sementara itu, selain melakukan penahanan ter‎hadap tiga tersangka, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka lainnya yang merupakan bekas pejabat di Kemenag yakni Heru Direktur Urusan Pendidikan Agama Buddha di Kemenang, PNS di Ditjen Bimmas Budha bernama A Joko.
“Keduanya tidak memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan,” kata dia.
Diketahui, dalam penyelidikan penyidik Kejagung menemukan alat bukti kuat dalam pengadaan buku pelajaran Agama Budha untuk program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan dasar dan Menengah di Kementerian Agama tahun anggaran 2012. Dugaan korupsi itu dilakukan dengan cara mark up harga.‎ 
Lima orang ditetapkan sebagai tersengka ‎dalam korupsi ini, mereka adalah Heru merupakan Direktur Urusan Pendidikan Agama Budha di Kemenang itu, PNS di Ditjen Bimmas Budha bernama A Joko‎, Samson Sawangin selaku Dirut PT Samuaraya, Edi Sriyanto selaku Dirut CV Kurnia Jaya, dan Wilton Nabeat (swasta). 
Mereka pun dijerat dengan pasal yang disangkakan pada Pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BUMN Buat Jatah Balas Budi Pendukung Presiden

Jakarta, Aktual.co — Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arif Poyuono menilai seleksi yang dilakukan dalam pemilihan direksi dan komisaris badan usaha milik negara (BUMN) tak transparan.
Pasalnya, proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) tidak jelas diumumkan ke publik.Tidak seperti Badan Usaha Milik Negara tetangga seperti Temasek dan Khasanah yang sudah berkelas dunia.
“Kalau memang kita punya keinginan mengelola BUMN dengan baik, sebaiknya untuk posisi direksi atau komisaris diumumkan di koran dan Lelang jabatan sehingga terjadi kompetisi yang sangat bagus dan mendapatkan orang orang yang punya kompetensi dan Kemampuan untuk memanajemeni perusahaan BUMN,” ujar Arif di Jakarta, Jumat (20/3).
Menurutnya, dengan diumumkan ke publik, proses seleksi para pejabat tinggi perusahaan plat merah tersebut dapat dilakukan dengan benar. Dengan demikian, akan diperoleh orang-orang yang memiliki kemampuan menduduki posisi strategis tersebut.
“Sehingga kita melakukan head hunter-nya dengan benar. Artinya, kita akan peroleh orang yang capable untuk menduduki direksi BUMN,” katanya
Arif menyebutkan bahwa Joko Widodo ternyata tidak hanya menempatkan orang-orang partai politik dalam jajaran komisaris di dua perbankan Badan Usaha Milik Negara yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT BNI (Persero) Tbk, namun juga ditengarai sengaja menempatkan oposisi kacangan yang dianggapnya sebagai orang-orang yang dinilai kritis terhadap kebijakan pemerintahan.
“orang-orang itu ditempatkan dalam jajaran komisaris untuk membungkam kekritisan oposisi kacangan berkelas kacung, contohnya adalah Rizal Ramli dan Revrisond Baswir,” ungkapnya
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang SahamTahunan (RUPST) BNI ternyata nama kedua tokoh itu ternyata masuk di jajaran Komisaris BNI. Kendati demikian, FSP BUMN Bersatu berharap, para direksi perbankan plat merah yang baru dapat membongkar dugaan korupsi dan mark-up terhadap pemberian kredit elit politik dan kerabat para petinggi di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Menurut laporan, ada dugaan mereka itu kreditnya macet semua dan banyak proyek yang fiktif,” katanya
Arif menambahkan, FSP BUMN Bersatu menghimbau Kepada stake holder BUMN terutama para Pekerja BUMN Untuk mengawasi mereka Jangan sampai aset aset BUMN di Korup yang berakibat BUMN tempat Pekerja BUMN bekerja Bangkrut atau di likwidasi .
“Para Pekerja BUMN harus berani melaporkan apabila ada kejangggalan kebijakan Direksi Dan Komisaris BUMN yang merugikan BUMN dan laporkan ke KPK,” ujar Arif
Sementara itu, Arif menyebut BUMN adalah merupakan institusi yang paling seksi bagi setiap rezim Pemerintahan yang berkuasa untuk menempatkan para mantan relawan. Tim sukses Dan elite parpol pendukung yang tidak punya pekerjaan tetap alias ‘under employment’ hanya Untuk sekedar meyambung hidup saja.
“Selain relawan, tim sukses dan elite parpol, BUMN oleh Rezim Jokowi dijadikan tempat untuk menempatkan oposisi kacangan, elite politik oposan berkelas kacung agar Rezim Jokowi tidak merasa budeg dengan ocehan mereka,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Endus Korupsi Impor Gula

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium gelagat tindak pidana korupsi terkait impor gula. Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi SP mengatakan, kajian soal tata niaga gula masuk dalam sektor ketahanan pangan. 
Ketahanan pangan itu, sambung Johan menjadi bagian Rencana Strategis (Renstra) KPK. “Benar, masuk dalam topik ketahanan pangan,” kata Johan Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (20/3).
Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan, indikasi korupsi disektor impor gula itu tercium saat KPK melakukan kajian terhadap tata niaga impor komoditas pangan strategis pada 2014. 
Hasil penelitian itu meyebutkan ditemukan adanya pelemahan pada kebijakan tata niaga impor gula serta kelemahan pengawasan peredaran gula rafinasi.
“Kelemahan itu berpotensi menciptakan ‘Rent-Seeking’ melalui pembocoran gula rafinasi ke pasar tradisional, atau memanfaatkan celah dengan mengajukan permohonan impor gula mentah untuk ‘idle capacity’. Setiap tahunnya merugikan petani tebu Indonesia,” kata Priharsa.
Selain itu, KPK juga tergugah untuk melakukan kajian tersebut setelah banyaknya pengaduan masyarakat terkait komuditas gula. “Terdapat sejumlah pengaduan masyarakat terkait komoditas gula yang diterima oleh KPK sejak tahun 2004-2015.”
Ditambah lagi, pada tahun 2015 pemerintah mengalokasikan tambahan APBN-P Kementerian Pertanian senilai Rp 16,9 triliun dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 4 triliun untuk refocusing swasembada pangan lima komoditas pangan strategis. 
“Besarnya anggaran ini bila tidak dikelola dengan baik, berpotensi merugikan keuangan negara, baik dari aspek keuangan maupun non keuangan.”
Untuk menindaklanjuti dugaan korupsi itu, Taufiequrachman Ruki Cs sudah meminta Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Sofyan Djalil untuk memperbaiki kebijakan impor gula. Permintaan itu disampaikan lewat sebuah pertemuan yang digelar di gedung KPK pada Kamis (19/3).
“Jadi, intinya adalah KPK akan lakukan studi untuk melakukan perbaikan kebijakan. Ini bagian dari tugas KPK yaitu program pencegahan,” kata Sofyan.
“Kita melakukan studi misalnya mekanisme impor, kemudian mekanisme pemberian jatah gula impor rafinasi dan lain-lain. Sebenarnya itu perbaikan kebijakan,” ujar dia.
Pertemuan tersebut, tidak hanya dihadiri oleh Sofyan, beberapa jajaran kementerian terkait yakni Menteri Perindustrian Saleh Husin serta Dirjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih, juga menampakkan diri.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengamat: Gerakan Nontunai Mampu Tekan Inflasi

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Joubert Maramis mengatakan gerakan nontunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia dapat menekan angka inflasi agar tetap stabil.

“Penggunaan nontunai mampu menekan inflasi dengan memperlambat uang beredar di tengah masyarakat,” kata Dr. Joubert Maramis di Manado, Jumat (20/3).

Masyarakat Sulawesi Utara, kata dia, banyak yang konsumtif jadi kalau dapat uang tunai biasanya langsung dibelanjakan sehingga uang dengan cepat masuk ke pasar riil atau menambah permintaan di pasar barang dan jasa. Dengam uang ditransfer ke rekening, secara psikologis, kata Joubert, orang malas mencairkan. Hal ini akan menunda uang beredar di pasar barang atau jasa dan ini bisa menahan inflasi.

Ia mengatakan bahwa mengendapnya uang di sistem perbankan akan membuat bank punya peluang untuk memutarnya di sektor kredit modal kerja, investasi, atau konsumtif. “Jadi, uang berputar pada sektor produktif atau minimal tertahan agak lama di bank,” jelasnya.

Kebijakan itu ditempuh, kata dia, karena adanya kecenderungan inflasi nasional karena melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS belakangan ini. “Jadi, kebijakan Bank Indonesia ini bagus untuk kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Namun, kendala di daerah-daerah untuk transaksi kecil biasanya lebih disukai dalam bentuk tunai,” jelasnya.

Transaksi nontunai atau sistem transfer antarrekening untuk memantau lalu lintas uang dan kedua untuk memperlambat inflasi. Untuk mengefisienkan waktu dan tenaga dalam transaksi keuangan, baik swasta, pribadi, maupun pemerintah daerah (pemda). Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Provinsi Sulut saja, lanjut dia, perputaran uang mencapai beberapa triliun rupiah. “Bayangkan kalau dicairkan secara tunai, pasti repot dan memakan waktu,” katanya.

Dalam sistem transaksi nontunai, kata dia, sebenarnya yang akan dapat keuntungan adalah perbankan walaupun tidak terlalu besar, yaitu biaya transfer antarbank atau rekening pemda ke rekening lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dolar Kembali Bangkit, Rupiah Melemah ke Posisi Rp 13.065

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank pada pembukaan perdagangan pagi di akhir pekan ini dibuka melemah. Pelemahan tersebut seiring dengan bangkitnya indeks dolar AS di kancah bursa dunia.

Berdasarkan data Bloomberg Dollar Indeks, Jumat (20/3), rupiah dibuka melemah  ke posisi Rp 13.065 per dollar AS, dibanding penutupan kemarin pada 13.057. Pada pembukaan perdagangan kemarin, laju Rupiah sempat melesat kuat meninggalkan level Rp 13.000, yakni di posisi RP 12.980. IHSG serta SUN juga menguat cukup tajam menyusul jatuhnya indeks dolar AS.

Jatuhnya indeks dollar AS kemarin akibat pernyataan Gubernur The Fed, Janet L Yellen yang lebih pesimistis ternyata tidak berlangsung lama. Indeks dollar AS kembali menguat 0,5 persen hingga dini hari tadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun.

Sebagian besar mata uang Asia ditransaksikan cenderung menguat terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Dari 11 mata uang Asia, sebanyak tujuh mata uang menguat dipimpin oleh yuan 0,54%. Sementara itu, empat mata uang lainnya melemah dengan won paling tertekan sebesar 0,33%.

Kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memproyeksikan laju berada di atas target level resisten 13.159, yakni Rp13.015-12.995 (kurs tengah BI). Menurutnya, sentimen dari The Fed tersebut cukup membantu perbaikan laju Rupiah.

“Meski kami mengharapkan laju Rupiah berlanjut naik, namun dengan mulai melemahnya laju minyak mentah dapat membuka peluang penguatan Dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Galang Aksi Turunkan Jokowi-JK, Mantan Aktifis UI Kembali Turun ke Jalan

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua BPM UI yang juga Koordinator Pendudukan MPR-DPR 1998, Heru Cokro yang tergabung dalam Jaringan Aksi Aktivis Alumni UI akan menggelar Rapat Akbar di kampus UI. Rapat akbar ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan kegelisahan atas kondisi bangsa saat ini. 
Menurutnya, Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla semakin mengkhawatirkan. Selain menunjukkan belum berpihak pada rakyat, di era Jokowi-JK juga penegakkan hukum semakin amburadul dan di saat yang sama kebutuhan pokok semakin mencekik rakyat. 
“Kita lihat supremasi hukum yang menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan bernegara telah dijungkirbalikan oleh pelaksana mandat rakyat itu sendiri, seperti kisruh KPK versus Polri,” ujar Heru di Jakarta, Jumat (20/3).
Dengan dasar itu, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) lintas generasi siap mengangkat panji-panji kembali untuk memprotes kebijakan Jokowi-JK. Mantan aktivis BEM UI ini bersama sejumlah mantan Ketua dan Sekretaris Jenderal BEM UI mengatakan perjuangan reformasi yang digelorakan mahasiswa 17 tahun lalu, secara kasat mata dan terang benderang mulai dikhianati.
“Yang dahulu menjadi musuh bersama kini malah dipraktekan dan tumbuh kembali bagaikan parasit yang terus menggerogoti pemerintahan Jokowi-JK,” katanya
Selain itu, hal yang lebih memprihatinkan adalah semakin mahalnya harga-harga barang kebutuhan pokok karena dipicu kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, listrik, gas dan pajak. 
“Alih-alih ingin mempertahankan stabilitas ekonomi, yang terjadi justru mencekik leher rakyat dan rakyat dipaksa mengencangkan ikat pinggangnya karena melambungnya harga-harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain