4 April 2026
Beranda blog Halaman 37860

Galang Aksi Turunkan Jokowi-JK, Mantan Aktifis UI Kembali Turun ke Jalan

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua BPM UI yang juga Koordinator Pendudukan MPR-DPR 1998, Heru Cokro yang tergabung dalam Jaringan Aksi Aktivis Alumni UI akan menggelar Rapat Akbar di kampus UI. Rapat akbar ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan kegelisahan atas kondisi bangsa saat ini. 
Menurutnya, Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla semakin mengkhawatirkan. Selain menunjukkan belum berpihak pada rakyat, di era Jokowi-JK juga penegakkan hukum semakin amburadul dan di saat yang sama kebutuhan pokok semakin mencekik rakyat. 
“Kita lihat supremasi hukum yang menjadi dasar penyelenggaraan kehidupan bernegara telah dijungkirbalikan oleh pelaksana mandat rakyat itu sendiri, seperti kisruh KPK versus Polri,” ujar Heru di Jakarta, Jumat (20/3).
Dengan dasar itu, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) lintas generasi siap mengangkat panji-panji kembali untuk memprotes kebijakan Jokowi-JK. Mantan aktivis BEM UI ini bersama sejumlah mantan Ketua dan Sekretaris Jenderal BEM UI mengatakan perjuangan reformasi yang digelorakan mahasiswa 17 tahun lalu, secara kasat mata dan terang benderang mulai dikhianati.
“Yang dahulu menjadi musuh bersama kini malah dipraktekan dan tumbuh kembali bagaikan parasit yang terus menggerogoti pemerintahan Jokowi-JK,” katanya
Selain itu, hal yang lebih memprihatinkan adalah semakin mahalnya harga-harga barang kebutuhan pokok karena dipicu kebijakan pemerintah menaikan harga BBM, listrik, gas dan pajak. 
“Alih-alih ingin mempertahankan stabilitas ekonomi, yang terjadi justru mencekik leher rakyat dan rakyat dipaksa mengencangkan ikat pinggangnya karena melambungnya harga-harga sembako dan kebutuhan pokok lainnya,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Teruskan Kebijakan “One Map Policy” Atasi Konflik Lahan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah meneruskan kebijakan satu peta (one map policy) untuk menghilangkan potensi konflik atas penguasaan lahan, yang selama ini masih terjadi di antara berbagai kelompok kepentingan.

“Ini wacana lama untuk menyatukan satu peta karena selama ini banyak instansi pemerintah yang mempunyai peta sendiri-sendiri, belum lagi peta yang dibuat pihak swasta, sehingga merancukan pembangunan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago seusai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (19/3) malam.

Dalam rapat koordinasi membahas “One Map Policy” yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil itu, ikut hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Andrinof memastikan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan menyelesaikan peta itu secara mendetail, untuk menuntaskan masalah tumpang tindih kepemilikan tanah yang sering menghambat pembangunan.

Ia mengatakan prioritas wilayah yang segera dipetakan untuk mewujudkan rencana itu adalah kawasan pantai utara Jawa serta Kalimantan, karena di daerah tersebut sering terjadi konflik sosial yang diakibatkan oleh perebutan lahan. “Wilayah Jawa khususnya pantura, kemudian Kalimantan, karena di sana paling banyak ditemukan tumpang tindih atau konflik pemanfaatan lahan. Secara bersamaan ini akan diselesaikan, yang mengurus BIG bersama Lapan,” katanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan peta itu akan menghitung potensi kekayaan alam Indonesia serta menjawab masalah penyediaan data perkebunan, pertanian, dan kehutanan yang selama ini belum terpenuhi. “Ini belum sepenuhnya terekam, yang terekam di BIG baru 26 provinsi. Di catatan saya, kehutanan baru sembilan provinsi. Ini masih berebutan, karena ada tumpang tindih, peta pemerintah daerah dengan peta kementerian masih tabrak-tabrakan,” katanya.

Dalam jangka waktu dekat, BIG menyusun kembali kerangka peta dasar yang akan didukung bahan-bahan dari setiap instansi kementerian maupun pemerintah daerah untuk mempertegas agar data yang dihasilkan lebih memadai. Kebijakan Satu Peta atau “One Map Policy” terlahir karena Informasi Geospasial Tematik (IGT) yang menjadi dasar penguasaan lahan oleh sejumlah instansi, tidak merujuk pada satu pun sumber rujukan Peta Dasar.

Selama ini, juga masih banyak peta perizinan pemanfaatan lahan dari instansi-instansi terkait, belum sepenuhnya mengikuti standar yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan perundangan, baik klasifikasi objek geografis, skala, maupun georeferensi.

Artikel ini ditulis oleh:

Akhir Pekan, IHSG Dibuka di Zona Merah

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pagi akhir pekan ini dibuka di zona merah. IHSG dibuka di posisi 5.433,15. Turun 20,7 poin atau 0,38%. Indeks LQ45 juga melemah 5,23 poin (0,55%) menjadi 944,5.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (19/3) kemarin, IHSG ditutup naik 0,75% ke level 5.453,85. Naik +40 poin (+0,75%). Indeks LQ-45 ditutup menguat di 949, naik +9 poin (+0,96%). Sebanyak sembilan sektor menguat, dipimpin oleh sektor properti yang naik +1,73% dan sektor tambang yang naik +1,51%.

Euphoria pasar bursa pasca pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed nampaknya mulai pudar.  Pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen yang mengumumkan belum akan dilakukannya kenaikan suku bunga disinyalir menjadi pemicu para pelaku pasar untuk kembali menahan diri bahkan berharap cemas terkait kapan akan dinaikannya suku bunga AS itu.

Kiwoom Securities dalam risetnya memproyeksikan laju IHSG akan bergerak negatif hari ini. Riset menyebutkan, melemahnya Dow Jones, serta relatif turunnya bursa regional dapat menekan sentimen. IHSG bergerak cukup positif, namun dengan membentuk open gap kemarin, serta posisi di dekat resistance yang masih berpeluang menghambat kenaikan.

Sementara itu, Mandiri Securitas memprediksikan laju IHSG hari ini akan berada pada kisaran 5.400-5.464.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensos Setuju Dana Parpol Rp 1 Triliun, Tapi..

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa setuju dengan wacana pendanaan partai politik sebesar Rp1 triliun asal dengan catatan parpol tidak lagi berbisnis.
“Asal dengan catatan partai tidak boleh lagi berbisnis, sehingga kader-kader partai di eksekutif maupun legislatif dapat menjalankan suara rakyatnya dengan baik,” kata Khofifah di Aceh Selatan, Jumat (20/3).
Mantan Cagub Jatim dalam pilkada lalu itu mengatakan, dana untuk parpol sudah lazim dilakukan di luar negeri.
“Negara-negara lain itu sudah melakukan seperti ini, itu fair. Biasanya dihitung berdasarkan unit cost perolehan pada pemilu terakhir, itulah yang menjadi dasar pemerintah kepada parpol,” katanya.
Insentif dari negara tersebut digunakan untuk pendidikan politik, kaderisasi dan pembinaan kader.
Wacana pendanaan parpol tersebut dicetuskan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo namun menuai pro dan kontra.
Pendanaan Rp 1 triliun memang bukan hanya untuk satu partai. Mekanisme subsidi negara diberikan berdasarkan perolehan suara partai dalam pemilu.

Artikel ini ditulis oleh:

Megawati Masih Dibutuhkan Jaga Soliditas PDIP

Jakarta, Aktual.co — Sosok ketokohan Megawati Soekarnoputri masih diperlukan guna menjaga soliditas dalam menghadapi masa transisi seperti ini.
Demikian disampaikan Plt Sekjen PDIP Hasto Kristyanto, di Jakarta, Kamis (19/3).
Kata Hasto, setelah sepuluh tahun menjadi partai oposisi, kini PDI Perjuangan menjadi partai koalisi pemerintahan. Untuk itu, kata dia, diperlukan sosok yang bisa menjaga soliditas partai agar tetap kritis terhadap pemerintahan. 
“Kita masih membutuhkan ketokohan Bu Mega dalam masa transisi ini. Sangat diperlukan untuk menjaga perjuangan Bung Karno di dalam tubuh PDI Perjuangan,” ungkapnya.
Hasto memastikan bahwa Megawati Soekarnoputri akan kembali terpilih sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2015-2020 pada Kongres PDI Perjuangan mendatang. 
“Ini merupakan hasil keputusan rapat koordinasi nasional belum lama ini,” sergahnya. 
Kendatipun demikian, Hasto membantah bahwa proses kaderisasi di tubuh partainya tidak berjalan maksimal. Ia menyebutkan, tokoh seperti Joko Widodo, Ganjar Pranowo, atau Puan Maharani merupakan kader muda PDI Perjuangan yang potensial. 
“Mereka-mereka itu sudah sejak awal kami persiapkan untuk menjadi kader potensial,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lulung Tetap Anggap APBD ‘Versi’ Ahok Palsu

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sudah ‘akur’ lagi dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera gol-kan draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015. Bahkan kemarin dia sudah ikut hadir menyaksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI memasuk-masukkan anggaran ke dalam sistem e-budgeting di Balai Kota.
Tapi tidak demikian dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham (Lulung) Lunggana. Dia tetap belum sepakat tahun ini DKI pakai anggaran di APBD versi Ahok yang sudah dievaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dia tetap ‘kekeuh’ berpendapat APBD itu masih palsu. Sebab ada poin-poin yang belum dibahas bersama DPRD. “Itu kan masih palsu, kita bilang ini masih tidak dibahas,” kata politisi PPP itu di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (19/3).
Beberapa program kegiatan yang belum dibahas, semisal program untuk kelurahan yang masing-masing akan diberikan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih. 
“Dikali 267 kelurahan, lalu untuk apa? Kasih tahu dulu DPRD, itu kan dilarang Kemendagri sedangkan tunjangan kerjanya sudah ada. Lalu satu lagi anggaran yang dilarang itu operasional para wali kota,” ujar dia. 
Ketimbang pakai draf APBD DKI versi Ahok, Lulung lebih sepakat menggunakan pagu anggaran 2014. Tujuannya, agar apa yang jadi ‘ramai’ selama ini tentang anggaran ‘siluman’ sama-sama tidak ada tahun ini.
“Saya sih maunya 2014 biar nggak ada sama-sama. Nggak ada itu yang namanya siluman,” ucap dia.
Meski berbeda sikap dengan Ketua DPRD DKI, Lulung membantah ada ketidaksepemahaman antara Ketua DPRD dan wakilnya. Menurutnya, masih ada rapat evaluasi terakhir yang akan dilaksanakan Banggar DPRD DKI. “Nggak ada dualisme, kita kan belum rapat banggar, kita harus rapat evaluasi terakhir di banggar kan.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain