4 April 2026
Beranda blog Halaman 37861

Lulung Tetap Anggap APBD ‘Versi’ Ahok Palsu

Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi sudah ‘akur’ lagi dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera gol-kan draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015. Bahkan kemarin dia sudah ikut hadir menyaksikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI memasuk-masukkan anggaran ke dalam sistem e-budgeting di Balai Kota.
Tapi tidak demikian dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham (Lulung) Lunggana. Dia tetap belum sepakat tahun ini DKI pakai anggaran di APBD versi Ahok yang sudah dievaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dia tetap ‘kekeuh’ berpendapat APBD itu masih palsu. Sebab ada poin-poin yang belum dibahas bersama DPRD. “Itu kan masih palsu, kita bilang ini masih tidak dibahas,” kata politisi PPP itu di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (19/3).
Beberapa program kegiatan yang belum dibahas, semisal program untuk kelurahan yang masing-masing akan diberikan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih. 
“Dikali 267 kelurahan, lalu untuk apa? Kasih tahu dulu DPRD, itu kan dilarang Kemendagri sedangkan tunjangan kerjanya sudah ada. Lalu satu lagi anggaran yang dilarang itu operasional para wali kota,” ujar dia. 
Ketimbang pakai draf APBD DKI versi Ahok, Lulung lebih sepakat menggunakan pagu anggaran 2014. Tujuannya, agar apa yang jadi ‘ramai’ selama ini tentang anggaran ‘siluman’ sama-sama tidak ada tahun ini.
“Saya sih maunya 2014 biar nggak ada sama-sama. Nggak ada itu yang namanya siluman,” ucap dia.
Meski berbeda sikap dengan Ketua DPRD DKI, Lulung membantah ada ketidaksepemahaman antara Ketua DPRD dan wakilnya. Menurutnya, masih ada rapat evaluasi terakhir yang akan dilaksanakan Banggar DPRD DKI. “Nggak ada dualisme, kita kan belum rapat banggar, kita harus rapat evaluasi terakhir di banggar kan.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Usai Pernyataan The Fed; Dolar AS “Rebound” dan Wall Street Bervariasi

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS bangkit kembali terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah terpukul oleh pernyataan kebijakan Federal Reserve yang “dovish” di sesi sebelumnya.

Bank sentral AS menghapus janji tetap “bersabar” tentang menaikkan suku bunga dalam pernyataannya yang dirilis setelah pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu. Namun Ketua Fed Janet Yellen menekankan dalam konferensi pers berikutnya bahwa “hanya karena kami menghapus kata bersabar dari pernyataan tidak berarti kami akan menjadi tidak sabar.” The Fed juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi AS telah “agak moderat” sejak Januari dan mengatakan bahwa “peningkatan kisaran target untuk suku bunga federal funds tetap tidak mungkin pada pertemuan April.” Dolar AS berada di bawah tekanan pada Rabu, karena pengumuman mengisyaratkan bahwa ekspektasi luas kenaikan suku bunga pada Juni sebagian besar “terjatuh dari meja”.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 1,55 persen selama sesi sebelumnya. Greenback mengupas sebagian besar kerugiannya pada Kamis dengan indeks dolar naik 0,88 persen menjadi 99,415 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, dalam pekan yang berakhir 14 Maret, angka pendahuluan untuk klaim awal yang disesuaikan secara musiman mencapai 291.000, meningkat 1.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0638 dolar dari 1,0744 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4714 dolar dari 1,4863 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7624 dolar dari 0,7724 dolar. Dolar AS dibeli 120,96 yen Jepang, lebih tinggi dari 120,69 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9911 franc Swiss dari 0,9887 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2738 dolar Kanada dari 1,2671 dolar Kanada.

Sementara itu, saham-saham Wall Street berakhir bervariasi pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks Dow dan S&P 500 memberikan kembali beberapa keuntungan mereka dari sesi sebelumnya, sedangkan Nasdaq naik tipis mendekati 5.000.

Pada penutupan, Dow Jones Industrial Average turun 117,16 poin (0,65 persen) menjadi 17.959,03, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 merosot 10,23 poin (0,49 persen) menjadi 2.089,27. Indeks komposit teknologi Nasdaq naik 9,55 poin (0,19 persen) menjadi 4.992,38, mengangkatnya lebih dekat ke tingkat psikologis penting 5.000 untuk kedua kalinya dalam 15 tahun terakhir.

Greg Peterson, direktur pelaksana Ballentine Partners, mengatakan pada Kamis, perdagangan “sejalan dengan volatilitas pasar normal” setelah lonjakan pada Rabu dipicu oleh pernyataan “dovish” dari Federal Reserve AS. “Kemarin adalah berita dan reaksi hari ini, hari ini adalah hari yang tenang,” kata dia.

Tak hanya dolar, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah Federal Reserve AS mengambil sikap hati-hati terhadap kenaikan suku bunga dalam pertemuan bulanannya. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April melonjak 17,7 dolar AS, atau 1,54 persen, menjadi menetap di 1.169,00 dolar AS per ounce.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri: Denny Tetap ‘Ngotot’ Jalankan Program ‘Payment Gateway’

Jakarta, Aktual.co — Meski pengadaan payment gateway sudah diingatkan oleh internal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Namun, bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana tetap ‘ngotot’ menjalankan progam tersebut.
“Saat itu dalam beberapa kali rapat sudah diingatkan kalau proyek dilaksanakan akan bermasalah. Para staf yang mengingatkan,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Anton Charliyandi di Jakarta, Kamis (19/3).
Menurut Anton, program serupa sudah diterapkan di Kementerian Hukum dan HAM. Bahkan program tersebut berjalan dengan baik. “Tapi dia mau pakai payment gateway,” ujar dia.
Meski begitu, Anton mengaku belum tahu motif dari Denny yang ‘ngotot’ menjalankan program tersebut. Bahkan Denny sempat menolak diperiksa penyidik Badan Reserse Kriminal Polri lantaran tidak didampingi kuasa hukumnya. 
“Nanti kalau periksa Denny akan tahu,” ucap pria lulusan Akpol 1984 itu.
Program pembayaran paspor secara elektronik yang bergulir selama 3 bulan sejak Juli hingga Oktober 2014 itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 32 miliar. Selain itu juga ada pungutan liat (pungli) dari hasil potongan pembuatan paspor senilai Rp 605 juta.
“Itu Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujar Anton.
Adapun modus pengalihan uang dari potongan pembuatan paspor itu dengan cara membuka rekening di bank swasta. Menurut Anton, pembukaan rekening tanpa seizin Kementerian Keuangan. “Di sini ada satu rekening yang dibuka dari keuangan negara yang mengendap di salah satu pihak swasta,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

IHSG Masih di Jalur Uptrend, Kesempatan Investor Akumulasi Beli

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini Asjaya Indosurya Securities memperkirakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) akan melanjutkan kenaikannya.

“IHSG dalam jangka pendek masih berada pada jalur uptrend,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Jumat (20/3).

Dirinya mengimbau agar investor untuk melakukan akumulasi beli dalam memanfaatkan peluang koreksi wajar.

“Target IHSG untuk kembali mengukir rekor baru melampaui level resistance 5.514 kembali terbuka lebar selama support 5.401 masih terjaga kuat, dan tidak dijebol,” ungkap dia.

Dalam risernya, William juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dipilih pada hari ini, yakni MAPI, EXCL, INDF, PGAS, BBNI, DSNG, JSMR, dan PWON.

Artikel ini ditulis oleh:

Melemahnya Minyak Mentah, Peluang Pelemahan Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan laju Rupiah kemarin masih dapat berlanjut. Apalagi diiringi dengan hasil dari The Fed yang belum akan memberikan kepastian kenaikan Fed rate.

“Masih adanya imbas dari sentimen RDG yang mempertahankan level BI rate sesuai dengan ekspektasi kami di level 7,5 persen dan masih adanya perkiraan The Fed yang masih bersikap dovish memberikan angin segar pada laju Rupiah,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Jumat (20/3), Rupiah diperkirakan Reza berada di atas target level resisten 13.159, yakni Rp13.015-12.995 (kurs tengah BI). Menurutnya, sentimen dari The Fed tersebut cukup membantu perbaikan laju Rupiah.

“Meski kami mengharapkan laju Rupiah berlanjut naik, namun dengan mulai melemahnya laju minyak mentah dapat membuka peluang penguatan Dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Dunia Turun Kembali

Jakarta, Aktual.co — Pasar minyak mentah dunia turun kembali pada Kamis (Jumat pagi WIB) menyusul aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya naik tajam dipicu pernyataan Federaal Reserve, karena realitas berlanjutnya persediaan tinggi dan dolar yang kuat.

Harga minyak melonjak pada Rabu ketika The Fed secara tak terduga mengungkapkan sebuah posisi “dovish” tentang kenaikan suku bunga selama tahun depan, mengirim dolar melemah tajam. Namun dolar “rebound” (berbalik naik) pada Kamis, menekan harga minyak mentah lebih rendah. Ditambah lagi, pedagang mengatakan, rekor tinggi baru untuk stok minyak mentah komersial AS dan rekor tingkat produksi 9,4 juta barel per hari diumumkan pada Rabu pagi, yang seharusnya menekan harga minyak mentah, kembali menjadi fokus.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,70 dolar AS menjadi ditutup pada 43,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, anjlok 1,48 dolar AS menjadi menetap di 54,43 dolar AS di perdagangan London.

WTI telah menguat 1,20 dolar AS Rabu dan Brent melonjak 2,40 dolar AS setelah bank sentral AS mengindikasikan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, yang dikirim dolar jatuh. “Hari ini adalah semacam apa yang seharusnya terjadi kemarin. Saya tidak melihat banyak berita ‘bullish’, tetapi kami punya reli ini mungkin karena Fed. Namun, fundamental minyak mentah tetap benar-benar ‘bearish’, seperti yang kita lihat produksi minyak mentah AS mencapai 9,4 juta barel,” kata Kyle Cooper dari IAF Advisors.

Daniel Ang, seorang analis investasi Phillip Futures di Singapura, mengatakan harga akan tetap di bawah tekanan selama pasokan melampaui permintaan. “Fundamental tidak berubah dan hanya sentakan harga jangka pendek dari melemahnya dolar AS tidak akan mengubah fakta itu,” kata dia dalam komentar pasar.

“Harga masih akan tetap rendah jika permintaan dan penawaran tidak membaik.” Sementara itu anggota OPEC tidak punya pilihan, selain mempertahankan tingkat produksi saat ini meskipun harga minyak turun untuk mempertahankan pangsa pasar mereka, menteri perminyakan Kuwait mengatakan, Kamis.

“Dalam OPEC, kami tidak punya pilihan lain selain menjaga pagu produksi itu karena kami tidak ingin kehilangan pangsa kami di pasar,” Ali al-Omair mengatakan kepada wartawan.

Tetapi menteri menyambut setiap pengaturan dengan produsen minyak mentah non-OPEC untuk menstabilkan pasar.

“Jika ada jenis pengaturan dengan negara-negara di luar OPEC, kita akan sangat senang,” kata Omair setelah penandatanganan perjanjian kerja sama pada minyak dan investasi dengan Rusia.

Ke-12 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak dunia, memutuskan pada November tahun lalu untuk mempertahankan produksi mereka tidak berubah, mengirim harga minyak jatuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain