4 April 2026
Beranda blog Halaman 37862

IHSG Masih di Jalur Uptrend, Kesempatan Investor Akumulasi Beli

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini Asjaya Indosurya Securities memperkirakan Indeks harga saham gabungan (IHSG) akan melanjutkan kenaikannya.

“IHSG dalam jangka pendek masih berada pada jalur uptrend,” kata Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam risetnya, Jumat (20/3).

Dirinya mengimbau agar investor untuk melakukan akumulasi beli dalam memanfaatkan peluang koreksi wajar.

“Target IHSG untuk kembali mengukir rekor baru melampaui level resistance 5.514 kembali terbuka lebar selama support 5.401 masih terjaga kuat, dan tidak dijebol,” ungkap dia.

Dalam risernya, William juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dipilih pada hari ini, yakni MAPI, EXCL, INDF, PGAS, BBNI, DSNG, JSMR, dan PWON.

Artikel ini ditulis oleh:

Melemahnya Minyak Mentah, Peluang Pelemahan Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan laju Rupiah kemarin masih dapat berlanjut. Apalagi diiringi dengan hasil dari The Fed yang belum akan memberikan kepastian kenaikan Fed rate.

“Masih adanya imbas dari sentimen RDG yang mempertahankan level BI rate sesuai dengan ekspektasi kami di level 7,5 persen dan masih adanya perkiraan The Fed yang masih bersikap dovish memberikan angin segar pada laju Rupiah,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Jumat (20/3), Rupiah diperkirakan Reza berada di atas target level resisten 13.159, yakni Rp13.015-12.995 (kurs tengah BI). Menurutnya, sentimen dari The Fed tersebut cukup membantu perbaikan laju Rupiah.

“Meski kami mengharapkan laju Rupiah berlanjut naik, namun dengan mulai melemahnya laju minyak mentah dapat membuka peluang penguatan Dolar AS. Tetap cermati dan antisipasi potensi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Imbas Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Dunia Turun Kembali

Jakarta, Aktual.co — Pasar minyak mentah dunia turun kembali pada Kamis (Jumat pagi WIB) menyusul aksi ambil untung setelah sehari sebelumnya naik tajam dipicu pernyataan Federaal Reserve, karena realitas berlanjutnya persediaan tinggi dan dolar yang kuat.

Harga minyak melonjak pada Rabu ketika The Fed secara tak terduga mengungkapkan sebuah posisi “dovish” tentang kenaikan suku bunga selama tahun depan, mengirim dolar melemah tajam. Namun dolar “rebound” (berbalik naik) pada Kamis, menekan harga minyak mentah lebih rendah. Ditambah lagi, pedagang mengatakan, rekor tinggi baru untuk stok minyak mentah komersial AS dan rekor tingkat produksi 9,4 juta barel per hari diumumkan pada Rabu pagi, yang seharusnya menekan harga minyak mentah, kembali menjadi fokus.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,70 dolar AS menjadi ditutup pada 43,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, anjlok 1,48 dolar AS menjadi menetap di 54,43 dolar AS di perdagangan London.

WTI telah menguat 1,20 dolar AS Rabu dan Brent melonjak 2,40 dolar AS setelah bank sentral AS mengindikasikan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, yang dikirim dolar jatuh. “Hari ini adalah semacam apa yang seharusnya terjadi kemarin. Saya tidak melihat banyak berita ‘bullish’, tetapi kami punya reli ini mungkin karena Fed. Namun, fundamental minyak mentah tetap benar-benar ‘bearish’, seperti yang kita lihat produksi minyak mentah AS mencapai 9,4 juta barel,” kata Kyle Cooper dari IAF Advisors.

Daniel Ang, seorang analis investasi Phillip Futures di Singapura, mengatakan harga akan tetap di bawah tekanan selama pasokan melampaui permintaan. “Fundamental tidak berubah dan hanya sentakan harga jangka pendek dari melemahnya dolar AS tidak akan mengubah fakta itu,” kata dia dalam komentar pasar.

“Harga masih akan tetap rendah jika permintaan dan penawaran tidak membaik.” Sementara itu anggota OPEC tidak punya pilihan, selain mempertahankan tingkat produksi saat ini meskipun harga minyak turun untuk mempertahankan pangsa pasar mereka, menteri perminyakan Kuwait mengatakan, Kamis.

“Dalam OPEC, kami tidak punya pilihan lain selain menjaga pagu produksi itu karena kami tidak ingin kehilangan pangsa kami di pasar,” Ali al-Omair mengatakan kepada wartawan.

Tetapi menteri menyambut setiap pengaturan dengan produsen minyak mentah non-OPEC untuk menstabilkan pasar.

“Jika ada jenis pengaturan dengan negara-negara di luar OPEC, kita akan sangat senang,” kata Omair setelah penandatanganan perjanjian kerja sama pada minyak dan investasi dengan Rusia.

Ke-12 anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak dunia, memutuskan pada November tahun lalu untuk mempertahankan produksi mereka tidak berubah, mengirim harga minyak jatuh.

Artikel ini ditulis oleh:

Sentimen Positif The Fed, IHSG Berpotensi Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menguat pasca adanya sentimen dari The Fed yang kembali memberikan sinyal belum menaikan suku bunganya. Selain itu, sentimen dari turunnya claimant count change Inggris, masih positifnya balance of trade, serta kenaikan construction output Uni Eropa juga menambah penguatan IHSG.

“Apalagi hingga sesi satu laju bursa saham AS masih dalam zona merahnya, namun pasca pernyataan The Fed yang dinilai masih dovish sehingga berimbas pada laju IHSG yang mampu melampaui estimasi kami sebelumnya,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Jumat (20/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.432-5.440 dan resisten 5.462-5.468. Menurutnya, sentimen positif dari global membuat IHSG melonjak, namun juga meninggalkan utang gap 5.435-5.444.

“Jika aksi beli masih berlanjut dan sentimen global masih ada yang cukup positif, maka laju IHSG masih berpotensi mengalami kenaikan. Namun antisipasi bila terjadi pembalikan arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mensesneg Enggan Jawab Soal Jabatan Ganda Refly harun

Jakarta, Aktual.co — Menteri Sekretaris Negara Pratikno tak mau menanggapi terkait jabatan ganda yang disandang Pakar hukum tata negara Refly Harun.
Refly sendiri mendapat posisi Komisaris Utama PT Jasa Marga. Namun, di saat yang sama Refly tercatat sebagai staf khusus dari Menteri Sekretaris Negara.
Saat ditanya wartawan, Praktikno hanya mengatupkan bibir sembari geleng-geleng kepala pertanda tutup mulut mengenai masalah ini.
Namun, setelah terus ditanya wartawan, Pratikno akhirnya buka suara. “Belum dibahas, belum dibahas,” kata dia singkat, di Istana Negara, Kamis (19/3).
Pratikno juga tak mempermasalahkan jika Refly Harun mundur sebagai staf khusus, namun dia mengaku belum mengetahui adanya aturan kewajiban Refly mundur.
“Tak akan terlalu berpengaruh bagi kelangsungan kerja pemerintah dalam menyusun produk-produk hukum ke depan. Arsiteknya satu orang, po? Arsiteknya kan banyak orang,” tukasnya.
Sebelumnya, PT Jasa Marga Tbk menunjuk Refly Harun sebagai Komisaris Utama menggantikan Agoes Widjanarko yang pensiun dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum. Keputusan tersebut didapat dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada Rabu (18/3/2015).
Refly diketahui masuk dalam barisan pendukung Jokowi-Jusuf Kalla yang kemudian ditarik menjadi staf khusus Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang membantu menyusun produk hukum yang dikeluarkan pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Pasang Target PAD Rendah, Pengamat: DPRD Jangan Mau Ditipu!

Jakarta, Aktual.co —Kinerja Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) patut dipertanyakan. Sebab, saat dia memimpin Jakarta target pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI justru  malah menurun.
Disampaikan pengamat anggaran politik, Uchok Sky Khadafi, di tahun 2013 PAD DKI tercatat sebesar Rp 26,6 triliun. Lalu di tahun 2014, PAD DKI naik sebesar Rp39,5 triliun. Pertumbuhan PAD antara tahun 2013 ke 2014 sebanyak adalah 48,3 persen atau sekitar Rp12,8 triliun.
Sedangkan di tahun 2015, saat Ahok sudah jadi Gubernur DKI, PAD ternyata hanya ditargetkan sebesar Rp45,3 triliun. Artinya, PAD DKI dari tahun 2014 ke tahun 2015 pertumbuhan PAD hanya sekitar Rp5,7 triliun. “Atau hanya naik 14,6 persen saja,” ujar dia, dalam siaran pers yang diterima Aktual.co, Kamis (19/3). Menurut dia, sangat rendahnya pertumbuhan PAD ini patut dicurigai. Minimnya pertumbuhan PAD diduga merupakan korupsi dalam bentuk “mark down” alias pengurangan PAD. Padahal, kata dia, yang namanya PAD seperti pajak parkir, pajak reklame dan pajak PBB   naik. “Tapi pendapatannya jeblok alias Mark down atau diduga pendapatan ada yang mengurangi,” ucap dia.
Untuk itu, Uchok meminta DPRD DKI jangan mau ‘dibohongin’ Pemprov DKI dengan menerima target pertumbuhan PAD yang hanya 14,6 persen. “Minta dong PAD Jakarta sampai dengan Rp. 15 – 20 triliun pertumbuhannya.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain