Jakarta, Aktual.co — Sejak lama, para ilmuwan telah mengetahui bahwa mata kita ibarat sebuah ‘kabel yang bisa ditarik mundur’. Tapi mengapa mata manusia berevolusi dengan cara tersebut, hingga sekarang masih menjadi misteri.
Fakta menakjubkan, cahaya melewati retina Anda – jaringan atau lapisan yang peka terhadap cahaya di belakang mata – itu harus melakukan perjalanan melalui lapisan sel sebelum mencapai batang yang sangat penting dan kerucut yang memprosesnya.
Secara teoritis, hal ini akan menyebabkan cahaya mampu menyebar dengan cara yang menghasilkan sudut pandang kabur – namun ternyata tidak.
Saat ini dibalik studi ilmiah tersebut, para peneliti berhipotesa, mereka sudah paham terhadap apa yang terjadi.
Mari kita mengintip ke dalam mata. Di dalam penelitian tersebut, para peneliti di Technion-Israel Institute of Technology di kota Haifa membuat model komputer dari retina manusia dan kemudian dibandingkan dengan gerakan bagaimana cahaya dalam model itu bisa masuk ke dalam retina seekor marmut.
“Alih-alih kami kesulitan mendapatkan mata mayat, kami memilih hewan sebagai gantinya seperti, babi guinea dan sebagainya, yang modelnya disesuaikan di komputer untuk perbandingan dengan hasil pengukuran. Kami menggunakan lima jenis mata untuk memastikan bahwa apa yang kita hasilkan benar-benar akurat,” kata penulis studi, Dr Erez Ribak, peneliti fisika di lembaga tersebut, mengatakan kepada The Huffington Post dalam surat elektronik-nya.
Persiapan studi. Perbandingan menunjukkan bahwa, ketika cahaya bergerak melalui lapisan sel sebelum mencapai batang dan kerucut (fotoreseptor), itu benar-benar terurut sejajar ke warna merah, hijau, dan biru muda – sebelum sampai ke bagian belakang retina.
“Memang kami terkejut, karena retina yang diteliti setiap hari oleh ribuan dokter mata, dan tak seorang pun melihat sebelum proses yang tidak merata cahaya melintasi retina itu,” kata Ribak dalam email-nya.
Apa yang terjadi setelah pemilahan?. Timbul struktur kecil yang dikenal sebagai sel ‘glia Muller’, menurut para peneliti.
Sementara itu, penemuan ini sangat mengejutkan, tidak semua ilmuwan yakin bahwa fenomena penyaringan cahaya menjelaskan mengapa mata kita mirip ‘kabel mundur’, demikian BBC News melaporkan.
“Kita juga harus ingat bahwa beberapa jenis hewan tidak memiliki mata ‘mundur-maju’, dan juga memiliki sel ‘Muller’,” kata Mark Hankins, seorang profesor ilmu saraf penglihatan dari University of Oxford di Inggris, kepada BBC.
“Jadi sel ‘Muller’ melakukan banyak hal penting selain mungkin berfungsi sebagai panduan ringan.”
Penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan American Physical Society pada 5 Maret 2015 di San Antonio, Texas.
Artikel ini ditulis oleh: