6 April 2026
Beranda blog Halaman 37878

BPJS: Karyawan Aset Terbesar Perusahaan

Jakarta, Aktual.co — Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Salemba Jakarta, Budiono mengatakan bahwa karyawan merupakan aset terbesar yang terdapat dalam setiap perusahaan.

“Aset terbesar adalah karyawan, bukan materi atau barang berharga lainnya yang dimiliki oleh perusahaan,” kata Budiono di kantornya di Jakarta, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan, pemikiran karyawan dianggap sebagai buruh pekerja adalah salah, maka terkadang hubungan antar karyawan dengan para pimpinan terbatas dengan jarak yang jauh, atau masih kaku tidak akrab.

“Apabila seorang pimpinan menganggap karyawan sebagai aset, maka kedua pihak akan saling menjaga dan maksimal dalam menjalankan kewajibannya,” tuturnya.

Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan berusaha melindungi dan menjamin masa depan setiap karyawan yang ada di Indonesia, agar aset paling berharga bisa dipertahankan.

Di lain kesempatan, BPJS Ketenagakerjaan juga telah menyosialisasikan undang-undang perlindungan tenaga kerja kepada masyarakat melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Ia mengatakan sebanyak 380 perusahaan swasta telah dipanggil ke kejaksaan negeri terkait belum terdaftarnya para tenaga kerja yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Sesuai prosedur kami memanggil mereka yang belum terdaftar dan menjelaskan tentang peraturan kewajiban yang sudah ditentukan, namun yang hadir baru 140 perusahaan,” tuturnya.

Menurutnya, semua sudah sesuai prosedur aturan yang berlaku mengenai UU No. 24 Tahun 2011 dan UU No. 40 Tahun 2004, tentang perusahaan wajib mendaftar BPJS Ketenagakerjaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Eksekusi Mati Belum Dilakukan, DPR: Presiden Harus Tegas

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi diminta mengambil sikap tegas terhadap terpidana mati kasus narkoba yang hingga saat ini tidak kunjung dieksekusi.
Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengatakan sikap tegas itu diperlukan untuk memberikan kepastian. Pasalnya, eksekusi mati yang belum juga dilaksanakan menimbulkan polemik, terlebih pada politik luar negeri Indonesia nantinya.
“Pemerintah harus menyampaikan kepada publik, apakah akan mengeksekusi atau menunda, ini yang saya kira harus dilakukan pemerintah. Kalau mau menunda eksekusi lantaran persahabatan dengan negara yang ada, sehingga harus dipikirkan, artinya kita menjaga hubungan baik,” ucap Fadli, di Gedung Parlemen, Senayan, Kamis (19/3).
Fadli mengungkapkan, sikap presiden terhadap pemberantasan narkoba tentu perlu didukung. Jadi, eksekusi tergantung presiden.
“Lebih bagus presiden sebelum ngomong dipikir-pikir dululah karna ini sudah tercatat, dipertimbangkan dulu dengan masak apapun yang mau dsampaikan ke publik. Jadi jangan nanti kepala negara lain itu tersinggung dan akhirnya dunia internasional mengucilkan kita,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

DEN: Tak Bijak Pembangkit Listrik Diswastakan

Jakarta, Aktual.co —  Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan ketidaksepakatannya dengan Pemerintah terkait wacana regionalisasi PT PLN (Persero). Hal itu dianggap rencana yang tidak bijak dan terlalu beresiko.

Perlu diketahui, Regionalisasi PLN merupakan program mengubah status PLN sebagai BUMN kelistrikan dari badan usaha penyedia ketenagalistrikan dari sisi hulu ke hilir, menjadi hanya sebagai perusahaan jasa penyedia jaringan, distribusi, transmisi, dan perusahaan jasa perawatan, infrastruktur listrik.

“Engga dululah, jangan dulu, tidak ada dasarnya sekarang. PLN itu manja, kelola Indonesia dari dulu tidak maju maju,” kata Anggota DEN, Tumiran, di kantornya, Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, dengan dibiarkannya swasta menguasai pembangkit, dapat menimbulkan masalah baru dan pemerintah diharapkan dapat menghindari hal itu.

“Siapa yang bertanggung jawab terhadap pengembangan teknologi pembangkit? Siapa yang bertanggung jawab terhadap harga cost produksi? Kalau negara kan bisa,” ujarnya.

Menurutnya, peralihan regionalisasi itu tidak mudah. Tidak bijak jika tiba-tiba pembangkit listrik yang menguasai hidup masyarakat banyak menjadi diswastakan.

“Saya kira tidak sesederhana itulah, sekarang PLN ga berkembang itu kan terlalu banyak intervensi. Sekarang kita tidak bisa menyuruh PLN untuk bangun, lalu tiba-tiba pembangkit di swastakan. Ini saya kira bukan sesuatu yang bijak,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polda Aceh Bongkar Penyelundupan 5 Kg Ganja

Banda Aceh, Aktual.co — Kepolisian Daerah Aceh berhasil menggagalkan penyelundupan 4,8 ton ganja yang hendak dibawa ke Pulau Jawa di kawasan Kreung Raya, Aceh Besar. Ganja itu disita dari dua truk berisi 4.813 bal ganja kering beserta empat tersangka. Mereka adalah SF (31), NS (41), M (55) dan M (29).
Informasi yang diterima Aktual.co, Kamis (19/3) truk bernomor polisi BM 8713 RE dan BL 8846 A. Ganja itu dibawa dari Lamteuba Kabupaten Aceh Besar menuju Ladong Aceh Besar. Untuk mengelabui polisi, ganja itu diletakkan di bawah kayu bakar.
Direktur Satuan Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Trapsilo menyebutkan seluruh tersangka merupakan warga Aceh Besar. Mereka bertindak sebagai sopir dan kernet truk. Sementara itu polisi sedang mencari pemilik ganja itu.
“Polisi sudah mengendus tindakan mereka sejak dari Lamteuba. Kini kita kembangkan penangkapan ini dan memburu pemiliknya,” ujar Kombes Trapsilo.
Dijelaskan ganja itu akan dibawa ke Pulau Jawa. “Pemiliknya masih kita telusuri,” pungkas Kombes Trapsilo.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Mata Manusia Bisa Gerak ‘Maju & Mundur’

Jakarta, Aktual.co — Sejak lama, para ilmuwan telah mengetahui bahwa mata kita ibarat sebuah ‘kabel yang bisa ditarik mundur’. Tapi mengapa mata manusia berevolusi dengan cara tersebut, hingga sekarang masih menjadi misteri.

Fakta menakjubkan, cahaya melewati retina Anda – jaringan atau lapisan yang peka terhadap cahaya di belakang mata – itu harus melakukan perjalanan melalui lapisan sel sebelum mencapai batang yang sangat penting dan kerucut yang memprosesnya.

Secara teoritis, hal ini akan menyebabkan cahaya mampu menyebar dengan cara yang menghasilkan sudut pandang kabur – namun ternyata tidak.

Saat ini dibalik studi ilmiah tersebut, para peneliti berhipotesa, mereka sudah paham terhadap apa yang terjadi.

Mari kita mengintip ke dalam mata. Di dalam penelitian tersebut, para peneliti di Technion-Israel Institute of Technology di kota Haifa membuat model komputer dari retina manusia dan kemudian dibandingkan dengan gerakan bagaimana cahaya dalam model itu bisa masuk ke dalam retina seekor marmut.

“Alih-alih kami kesulitan mendapatkan mata mayat, kami memilih hewan sebagai gantinya seperti, babi guinea dan sebagainya, yang modelnya disesuaikan di komputer untuk perbandingan dengan hasil pengukuran. Kami menggunakan lima jenis mata untuk memastikan bahwa apa yang kita hasilkan benar-benar akurat,” kata penulis studi, Dr Erez Ribak, peneliti fisika di lembaga tersebut, mengatakan kepada The Huffington Post dalam surat elektronik-nya.

Persiapan studi. Perbandingan menunjukkan bahwa, ketika cahaya bergerak melalui lapisan sel sebelum mencapai batang dan kerucut (fotoreseptor), itu benar-benar terurut sejajar ke warna merah, hijau, dan biru muda – sebelum sampai ke bagian belakang retina.

“Memang kami terkejut, karena retina yang diteliti setiap hari oleh ribuan dokter mata, dan tak seorang pun melihat sebelum proses yang tidak merata cahaya melintasi retina itu,” kata Ribak dalam email-nya.

Apa yang terjadi setelah pemilahan?. Timbul struktur kecil yang dikenal sebagai sel ‘glia Muller’, menurut para peneliti.
Sementara itu, penemuan ini sangat mengejutkan, tidak semua ilmuwan yakin bahwa fenomena penyaringan cahaya menjelaskan mengapa mata kita mirip ‘kabel mundur’, demikian BBC News melaporkan.

“Kita juga harus ingat bahwa beberapa jenis hewan tidak memiliki mata ‘mundur-maju’, dan juga memiliki sel ‘Muller’,” kata Mark Hankins, seorang profesor ilmu saraf penglihatan dari University of Oxford di Inggris, kepada BBC.

“Jadi sel ‘Muller’ melakukan banyak hal penting selain mungkin berfungsi sebagai panduan ringan.”

Penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan American Physical Society pada 5 Maret 2015 di San Antonio, Texas.

Artikel ini ditulis oleh:

Terminal Regasifikasi Arun Terima Kargo LNG Kedua

Jakarta, Aktual.co — Terminal Penerima dan Regasifikasi Arun, Aceh sudah menerima kargo gas alam cair (LNG) kedua dari kilang BP Tangguh, Papua Barat. Dirut PT Perta Arun Gas Teuku Khaidir di Jakarta, Kamis (19/3) mengatakan, kargo LNG kedua dengan kapasitas 117.754 m3 telah selesai bongkar muat (unloading) pada 17 Maret 2015 pukul 16.00 WIB.

“Setelah kargo pertama 19 Februari 2015 lalu, kini kami telah menerima kargo LNG kedua,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini, terminal sudah memasok gas melalui pipa Arun-Belawan ke PLTGU Belawan sebesar 71 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara, total gas yang akan disalurkan kepada pembangkit PLN sebesar 135 MMSCFD yang terdiri dari 40 MMSCFD di Arun dan 95 MMSCFD di Belawan, Medan.

Terminal LNG Arun yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 9 Maret 2015 dirancang memiliki kapasitas penyimpanan tanki LNG mencapai 12 juta ton per tahun. Saat ini, kapasitas produksi mencapai 400 MMSCFD atau tiga juta ton per tahun.

Selain PLN, menurut Khaidir, terminal juga akan memasok kebutuhan gas industri di Sumut dan Aceh dengan potensi mencapai 250 MMSCFD. Dengan demikian, total penyaluran gas terminal Arun mencapai 385 MMSCFD. Penyaluran gas ke industri dan pembangkit di Sumut tersebut melalui pipa transmisi Arun-Belawan yang dioperasikan PT Pertagas, induk usaha Perta Arun. Sekarang ini, Pertagas sudah menyelesaikan pembangunan pipa ruas Arun-Belawan. Sementara, pipa yang menuju Kawasan Industri Medan dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei sedang dalam pengerjaan.

PLN menghitung pemakaian gas dari terminal regasifikasi di Arun, Aceh mampu menghemat biaya pembelian bahan bakar lebih dari Rp5 triliun pada 2015. Pemakaian gas Arun itu mengurangi penggunaan BBM di pembangkit listrik Belawan hingga 80 persen. Sisanya, masih menggunakan bahan bakar minyak jenis “marine fule oil” (MFO) sebesar 2×65 MW. Pasokan gas ke Belawan tersebut dibeli PLN dari BP Tangguh, Papua Barat yang kemudian diregasifikasi di terminal Arun sebelum dialirkan melalui pipa transmisi Arun-Belawan sepanjang 350 km milik Pertagas.

PLN telah menandatangani kontrak pembelian LNG dengan BP Tangguh pada 17 Oktober 2014 untuk memasok kebutuhan sampai 2033. Pada 2015, PLN akan menerima sembilan kargo Tangguh.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain