8 April 2026
Beranda blog Halaman 37892

Terkait Politisi Parpol Jadi Komisaris Bank, Ini Kata Dua Pejabat Ekonomi

Jakarta, Aktual.co —  Bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengangkatan sejumlah politisi partai politik (parpol) menjadi komisaris di beberapa perusahaan BUMN, bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Jakarta, Kamis (19/3), mengatakan selama kandidat tersebut memiliki kompetensi, tidak masalah mantan orang partai politik dijadikan komisaris.

“Tentu saja bank BUMN ini bank besar dan bank penting dan harus dikelola secara profesional. Siapa pun dan latar belakang apapun yang mengisi tidak masalah yang penting harus berkompeten,” ungkapnya.

Seleksi komisaris yang dilakukan saat ini, menurut Muliaman, sudah sesuai dengan prosedur dan melewati tes uji kelayakan (fit and proper test). “Aturannya sudah clear siapa saja yang akan menjadi pengurus bank baik direksi maupun komisaris harus lulus fit and proper test. Selain fit kan harus proper ada persyaratannya, sehingga yang bersangkutan tidak hanya fit tapi juga properti. Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Persyaratannya sehingga kita akan proses,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil , yang menganggap hal tersebut sah-sah saja. Menurut Menko Sofyan, sesuai dengan kententuan, seluruh warga negara yang memiliki profesi apapun memiliki hak untuk menjadi petinggi di perusahaan-perusahaan plat merah.

“Cuma ada ketentuan kalau aktif di parpol dia tidak boleh lagi aktif di partai politik, kalau anggota DPR tidak boleh jadi komisaris,” kata Sofyan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3)

“Aktif di parpol yang dimaksudkan adalah menjadi pengurus parpol tertentu. Kalau yang bersangkutan hanya sebagai kader yang biasa-biasa saja, hal itu tidak menjadi masalah,” imbuh Sofyan.

Sofyan yang pernah menjabat Menteri BUMN di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I‎ juga mengakui pernah mengangkat beberapa orang dengan latar belakang parpol ataupun DPR RI. Namun, kata Sofyan, “yang paling penting adalah kompetensinya, bukan dilihat dari mantan apa d‎an biasanya standarnya adalah kalau komisaris ada 6 atau 5 itu bisa dimasukkan satu, dan itu hanya komisaris independen, itu sudah menjadi praktek yang umum.”

Menurut Sofyan, pengangkatan itu sebagai reward (hadiah) orang-orang yang berbakti kepada negara. “Mengabdi ke parpol itu mengabdi ke negara juga yang melewati parpol, oleh sebab itu‎ tidak harus mundur,” tandas Sofyan.

Seperti diketahui, dua Bank BUMN, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT BNI (Perseror) Tbk dalam hasil RUPS-nya telah menetapkan dua politisi PDIP, yakni Pataniari Siahaan sebagai Komisaris BNI, dan Dwi Rembulan Sinaga sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Tantowi: Sebagai Seorang Gubernur, Ahok Tak Punya Etika

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta Tantowi Yahya mendesak Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama “Ahok” bisa memperbaiki cara berkomunikasi politik dan berhubungan dengan anggota DPRD DKI.
“Ahok harus memperbaiki cara berhubungan dan komunikasi politik yang buruk dengan DPRD serta birokrat di bawahnya,” kata Anggota DPR RI Tantowi Yahya dalam keterangan pers di Senayan Jakarta, Kamis (19/3).
Perseteruan antara Gubernur DKI dengan DPRD DKI terkait pembahasan APBD DKI Jakarta hingga saat ini belum tercapai kesepakatan.
Menurut Tantowi, sebagai pejabat publik, Ahok harus bisa membawakan diri dengan tidak bersikap atau mengeluarkan kata-kata yang kasar.
“Ini juga soal etika. Kalau Ahok itu bukan Gubernur, bukan pejabat publik tidak ada persoalan. Tapi posisi Ahok saat ini gubernur, pemimpin,” kata Tantowi.
Lebih lanjut Tantowi mengharapkan Ahok tidak serta merta mengeluarkan pernyataan-pernyataan kasar.
“Saya prihatin bagaimana seorang Gubernur tidak mendapatkan dukungan dari partnernya yakni; DPRD dan juga birokrasi dibawahnya. Ini tinggal menunggu waktu, suatu ketika akan tidak dapat dukungan dari masyarakatnya,” kata Tantowi.
Sementara terkait rencana DPRD yang akan mengajukan Hak Angket kepada Ahok terkait APBD DKI, Tantowi menegaskan Partai Golkar tetap mendukung tindakan anggotanya berdasar hak-hak dewan.
“DPP PG tetap mendukung anggota F-PG DPRD DKI yang akan mengajukan hak angket atau hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Ahok. Ini hak dewan biasa,” kata Tantowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisioner KY Akan Laporkan Sarpin ke Bareskrim

Jakarta, Aktual.co — Komisioner Komisi Yudisial (KY) Taufiqqurohman Syahuri akan melaporkan Hakim Pengadilan Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi kepada Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.
“Secepatnya kita laporkan,” kata Taufiq kepada wartawan, Kamis (19/3).
Taufiq mengaku tidak pernah berkomentar soal pribadi Sarpin. Pernyataan itu untuk putusan praperadilan. Selain itu, Taufiq juga tidak pernah mengomentari hasil pemeriksaan KY.
“Jadi yang dilakukan KY adalah menjalankan UU, jadi di mana kriminalnya? Dan apa legal standing Sarpin melaporkan pejabat KY,” ujar Taufiq.
Dia menilai apa yang dilakukan Sarpin merupakan pencemaran nama baik dan fitnah. “Untuk itu saya menilai Pak Sarpin telah mencemarkan nama baik saya atau bahkan mengarah fitnah.”
Lapor-melapor ini bermula dari putusan Sarpin yang mengabulkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan dan membatalkan status tersangka Komjen BG. Alhasil, putusan itu menuai kritik publik karena melangar Pasal 77 KUHAP. 
Pro-kontra pun membelah masyarakat. Tidak terima, Sarpin melaporkan pihak-pihak yang mengkritiknya dan mesomasi publik untuk meminta maaf secara terbuka hingga akhir pekan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kabereskrim Setuju PP 99 Tahun 2012 Direvisi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komjen Pol Budi Waseso mengaku setuju jika Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012 untuk direvisi.
“Cukup (penerapannya relevan) tapi kalau untuk penyempurnaan selalu adalah. Itu untuk perbaikan kan ada penyempurnaan-penyempurnaan. Pertimbangan hukumnya macam-macam,” ujar Budi usai acara MoU KPK dengan 29 kementerian dan lembaga di Istana Negara, Kamis (19/3).
Sebenarnya dari kepolisian yang berperan sebagai penegak hukum, kata Budi tidak mencampuri urusan seperti itu. Sebab, soal hukuman adalah urusannya hakim, dan pembinaan napi urusannya Kemenkum HAM.
“Saya sih kapasitas saya dalam proses penegakan hukum, soal hukumannya tergantung hakim. Itu saja.”
Budi juga enggan berkomentar apakah dengan adanya revisi itu akan melonggarkan efek jera untuk pelaku. “Itu penilaian masyarakat, saya pelaksana.”
Seperti diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mewacanakan untuk merevisi PP No 99 Tahun 2012. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kubu Agung Klaim loyalis Ical Banyak Yang Alihkan Dukungan

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Partai Golkar kubu Agung laksono mengklaim bahwa semakin banyak loyalis Aburizal Bakrie yang mengalihkan dukugannya ke golkar Munas Ancol.
Hal ini menyusul surat dari menkumham yang mengakui kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol.
Pengurus dari DPD I dan II seperti dari Jawa Timur, NTB, NTT, Jawa Barat, dan Sumatera Barat, sudah mengalihkan dukungan ke kubu Agung Laksono.
“Karakteristik orang Golkar itu menjunjung tinggi asas legalitas, sehingga‎ siapapun yang dapat legalitas untuk memimpin partai dan jalankan organisasi, mereka pasti akan dukung,” kata Sekjen Golkar Zainuddin Amali, Kamis (19/3).

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Penghematan, Demonstran Bentrok dengan Polisi di Frankurt

Jakarta, Aktual.co — Polisi Jerman bentrok dengan para demonstran anti langkah penghematan di luar markas Bank Sentral Eropa (ECB) di kota Frankfurt, pada Rabu (18/3) kemarin.

Polisi Jerman berhadapan dengan para demonstran anti-penghematan di luar markas baru Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, menjelang upacara pembukaan gedung dengan dua menara tersebut.

14 polisi menderita cedera ringan akibat lemparan batu para demonstran. Sedangkan lainnya, terkena gas air mata atau cairan tak dikenal, tetapi segera pulih dan kemudian kembali bertugas.

Polisi mengatakan sekitar 350 orang ditangkap. Sementara itu, sebagian besar dari sekitar 10 ribu demonstran berdemonstrasi secara damai.

Demonstran mengatakan, mereka menargetkan Bank Sentral Eropa itu karena peran institusi tersebut dalam menerapkan langkah-langkah penghematan guna menekan pengeluaran dan mengurangi hutang di negara-negara yang mengalami masalah keuangan seperti Yunani.

Para pemimpin Jerman mengecam aksi kekerasan itu tetapi membela hak-hak para aktivis untuk menyampaikan protes terhadap Bank Sentral Eropa.
“Tidak seorang pun berhak membahayakan nyawa polisi dan petugas pemadam kebakaran” terang Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble kepada para wartawan di Berlin.

Meskipun terjadi aksi kekerasan, upacara pembukaan gedung baru itu berlangsung sesuai rencana.Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi, dimana kantor baru bagi otoritas moneter Eurozone itu merupakan simbol apa yang bisa dicapai Eropa.
Draghi menolak tuduhan bahwa Bank itu bertanggungjawab atas krisis ekonomi yang dialami sebagian warga Eropa, dengan mengatakan tindakannya “semata-mata hanya memberi perlindungan terhadap masalah ekonomi yang ada”.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain