13 April 2026
Beranda blog Halaman 37913

Progres Pembangunan Pipa Kalija Mencapai 49,5 Persen

Jakarta, Aktual.co — Direktur Utama PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) Ismet Pane melaporkan bahwa pelaksanaan proyek pipanisasi Kalimantan Jawa Tahap I (Kalija) telah berjalan dengan lancar sesuai progres yang direncanakan.

Proyek Kalija I adalah pembangunan pipa gas bumi bawah laut dan di darat untuk menghubungkan lapangan gas Kepodang di lepas pantai laut Jawa ke pembangkit listrik PLN di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

“Progres dari proyek Kalija I tersebut per 13 Maret 2015 sudah mencapai 49,5 persen,” kata Ismet Pane dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya, pembangunan proyek ini berjalan sesuai dengan jadwal perencanaan sejak diambil alih oleh PT KJG. Nilai investasi untuk pengembangan pipa bawah laut dan darat ini diperkirakan mencapai US$ 250 juta – US$ 300 juta.

Ada dua lokasi pekerjaan konstruksi yang dilakukan yaitu di darat berupa pembangunan Offtake Receiving Facilities (ORF) dan pembangunan pipa offshore (bawah laut). Proyek pipanisasi Kalija I sepanjang 207 kilometer ini menghubungkan sumber gas bumi dari Lapangan Kepodang (di pantai utara Jawa Tengah) ke pembangkit listrik PLN Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

“Penyelesaian proyek Kalija I yang mengalirkan gas dari Lapangan Kepodang ini, akan membuat PLTG Tambak Lorok merealisasikan penghematan bahan bakar sekitar Rp 2 trilyun per tahun,” ujarnya.

Perlu dimetahui, PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) adalah perusahaan yang 80% sahamnya dikendalikan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). PGN diminta mengambil alih proyek Kalija di tahun 2014, untuk menyelesaikan proyek yang tertunda sejak 2006.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para stakeholder sehingga progres pembangunan proyek Kalija I on schedule,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Harga Bawang Melonjak

Pedagang memilih bawang merah yang akan dijual di Pasar Inpres Senen, Jakarta, (19/3). Harga bawang merah di tingkat pengecer melonjak tajam dari Rp. 18.000 menjadi Rp. 33.000 per kilogram, kenaikan harga itu terjadi akibat Jalur Pantura terendam banjir sehingga stok bawang di pasaran menipis. ANTARA FOTO/David Muharmansyah

Cegah ISIS Masuk ke Indonesia

Nasir Abbas (kiri) dan juru bicara BNPT Irfan Idris (kanan) saat keduanya hadir menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk ISIS di Indonesia dan Upaya Pencegahan di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2015). Pengamat teroris Nasir Abbas yang juga mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) menilai gerakan Islamic State Iraq and Syria (ISIS) bisa jadi menjadi ancaman serius untuk Indonesia sepuluh tahun mendatang. AKTUAL/MUNZIR

BNPT: Teroris Berlindung Disimbol Langit, Tapi Ajarkan Paham Radikal

Jakarta, Aktual.co — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengibaratkan, pertumbuhan teroris di Indonesia seperti kanker ganas yang berada di tubuh manusia. 
 “Mereka berlindung di balik simbol langit. Padahal, mereka mengajarkan paham radikal,” kata juru bicara BNPT Irfan Idris saat dalam diskusi di Jakarta, Kamis (19/3).
Dia menyebut, paham terorisme sebenarnya sudah tumbuh sejak masa penjajahan. Saat itu, para penyebar paham tersebut sama-sama berjuang untuk memerdekakan Indonesia. 
Tapi, saat kemerdekaan telah diraih dan para pelopor kemerdekaan menyuarakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka justru ingin mendirikan negara Islam di Tanah Air.
“Oleh sebab itu sempat muncul negara islam di Garut. Mereka menyebarkan paham bahwa jika ada sejengkal negara islam dikuasai, maka fardhu ain (wajib) direbut.”
Irfan menyebut, paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang kini mulai merambah ke Indonesia merupakan paham yang telah berkembang sejak lama. Hanya saja, ISIS adalah sebutan baru dari perkembangan paham teroris tersebut, namun secara ideologi masih sama.
“Kalau nama bisa berganti-ganti, mau apapun namanya tetap saja itu ideologi radikalisasi.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Hasil RUPS BRI; Mustafa Abubakar Jadi Komut, Asmawi Syam Jadi Dirut

Jakarta, Aktual.co — Terjadi perombakan di jajaran komisaris PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Hasil Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RUPST) yang digelar di BRI di kantor pusat BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (19/3) menunjuk Mustafa Abubakar, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini sebagai Komisaris Utama. Hasil RUPS juga menunjuk Pelaksana Tuga (Plt) Dirut BRI Asmawi Syam menjadi Dirut BRI. Dan mantan Direktur BNI yang baru saja lengser, Gatot M Suwondo sebagai Komisaris BRI.

Adapun daftar lengkap jajaran dewan komisaris BRI yang baru adalah sebagi berikut:
Komisaris Utama : Mustafa Abubakar
Wakil Komisaris Utama : Gatot Trihargo
Komisaris Independen : Fuad Rahmany
Komisaris Independen : Ahmad Fuad
Komisaris Independen : Soni Keraf
Komisaris Independen : Adhyaksa Dault
Komisaris : Jeffry Wurangian
Komisaris : Gatot M Suwondo
Komisaris : Vicentius Soni Loho

Dewan Direksi
Direktur Utama : Asmawi Syam
Wakil Direktur Utama : Sunarso
Direktur : Zulhelfi Abidin
Direktur : Susy Liestiowati
Direktur : M Irfan
Direktur : Donsuwan Simatupang
Direktur : Djarot Kusumayakti
Direktur : Heru Kusmahargyo
Direktur : Toni Sutirto
Direktur : Randianto
Direktur : Gatot Mardi

Dari nama-nama tersebut, sejumlah nama dan jajaran masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mustafa Abubakar, Gatot Trihargo, Fuad Rahmany, Soni Keraf, Jeffry Wurangian, dan Gatot M Suwondo, adalah nama jajaran komisaris yang masih menunggu keputusan OJK.  Adapun jajaran direksi yang masih menunggu keputusan OJK adalah Asmawi Syam, Sunarso, Zulhelfi Abidin, Susy Liestiowati, M Irfan, Donsuwan Simatupang, dan Heru Kusmahargyo.

Sementara itu, jajaran komisaris lama BRI adalah Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bunasor Sanim,
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Mustafa Abubakar, Komisaris Independen: Adhyaksa Dault,Komisaris Independen: Hermanto Siregar, Komisaris Independen: Ahmad Fuad, Komisaris: Heru Lelono, dan Komisaris: Vincentius Sonny Loho.

Artikel ini ditulis oleh:

1300 Restoran Se-Dunia Hadirkan Menu Prancis Secara Serentak

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 1.300 restoran se-dunia menyajikan menu Prancis “Gout de France” (Good France) untuk masyarakat di 150 negara secara serentak pada 19 Maret.

“Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia juga mempersembahkan makan malam bagi masyarakat Indonesia dalam rangka merayakan gastronomi Prancis dan nilai-nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya,” kata Penanggung Jawab Budaya dan Komunikasi IFI Surabaya Pramenda Krishna di Surabaya, Kamis (19/3).

Di Indonesia, ada 10 restoran terpilih, termasuk tiga restoran di Surabaya yang berpartisipasi menyajikan menu istimewa ala Prancis itu, yakni Citrus Lee (Chef Hendry Sedjahtera), Sheraton Surabaya (Chef Laurent Guesdon) dan Vis a Vis-JW Marriott (Chef Arief Mustafa).

Restoran lain yang terpilih oleh panitia Good France (Gout de France) adalah lima restoran di Jakarta (Amuz Gourmet, Eric Kayser, Hotel Borobudur, Le Petit Montmatre, Restaurant Emilie).

Selain itu, sebuah restoran di Yogyakarta (Paprika – Phoenix Hotel), dan sebuah restoran di Bali (Cut Catch Cucina – Sofitel Nusa Dua).

“Acara yang diberi nama Good France (Gout de France) itu dipelopori oleh chef terkemuka asal Prancis, Alain Ducasse, dan Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Republik Prancis,” katanya.

Dalam sambutannya tentang acara itu, Menteri Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Republik Prancis, Laurent Fabius, mengatakan Prancis memiliki warisan kekayaan kuliner dan anggur pilihan.

“Sejak tahun 2010, sajian gastronomi Prancis masuk dalam Daftar Warisan Dunia Tak Benda UNESCO. Warisan ini bukan sekadar untuk dibanggakan, tetapi untuk terus menjadi pijakan pengembangan dan penyebarluasan ke seluruh dunia,” katanya.

Sementara itu, Chef Alain Ducasse, yang menjadi motor acara ini, mengatakan kekayaan kuliner Prancis terletak pada harmonisasi makanan dan lingkungan hidup, serta semangat berbagi dan kecintaan pada keindahan dan sajian penggugah selera.

“Good France (Gout de France) itu terinspirasi oleh acara ‘Diners d’Epicure’ (Epicurean Dinners) yang diprakarsai oleh Auguste Escoffier pada tahun 1912 yaitu perhelatan makan bersama dalam satu hari dengan menu yang sama di sebanyak mungkin kota dan sebanyak mungkin jamuan. Gagasan inilah yang dibawa ke seluruh dunia,” katanya.

Tiap chef akan menawarkan sajian ala Prancis di restoran masing-masing dengan urutan, yakni makanan pembuka dingin, makanan pembuka panas, sajian ikan atau kerang, sajian daging atau ayam, keju Prancis, makanan pencuci mulut dengan sentuhan cokelat, anggur Prancis, dan aneka makanan penutup lainnya,

Setiap chef tetap diberi ruang kebebasan untuk mengangkat tradisi kuliner dan seni budaya masing-masing, sehingga mereka tetap menyajikan santapan berbasis produk lokal yang segar dengan kadar lemak, gula dan garam yang rendah.

Terkait harga menu yang ditawarkan, tiap-tiap restoran menentukannya sendiri, namun semua dihimbau untuk mendonasikan 5 persen dari seluruh proses untuk disumbangkan pada NGO lokal yang aktif mempromosikan kesehatan dan lingkungan.

“Jadi, perjalanan gastronomi ini menandai dua aspek penting dalam budaya Prancis yaitu mempromosikan kekhasan lokal dan keterbukaan pada dunia. Inilah kesempatan untuk berbagi nilai-nilai yang dipegang erat oleh masyarakat Prancis dengan sebanyak mungkin orang, yakni keramahan dan penghormatan pada bumi dan seluruh sumber daya yang dikandungnya, serta tentu saja kesenangan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain