13 April 2026
Beranda blog Halaman 37941

Melukis pada Baju Kaos untuk Siswa SD-SMP Digelar pada 1 Mei

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny Selly Dharmawijaya Mantra mendukung kegiatan lomba menggambar “T-Shirt Painting” atau melukis pada baju kaos untuk siswa sekolah dasar (SD) hingga SMP yang akan digelar 1 Mei 2015.

“Kami sangat mendukung kegiatan tersebut untuk meningkatkan kreativitas anak-anak,” katanya saat tatap muka panitia penyelenggara kegiatan menggambar dari Fajar Bali di Denpasar, Rabu (18/3).

Selly Mantra yang juga selaku Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar mengatakan kegiatan itu sejalan dengan kegiatan Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kreativitas anak-anak, khususnya siswa sekolah.

“Kami mendukung kegiatan lomba tersebut. Bahkan kami terus mengadakan program kreativitas anak-anak, seperti kegiatan parade ‘ogoh-ogoh’ atau boneka raksasa dan berbagai lomba yang bertemakan lingkungan.

Ia mengatakan secara berkesinambungan melakukan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas di Kota Denpasar dengan memberikan ruang kreativitas kepada difabel tersebut.

“Setiap kegiatan budaya maupun kegiatan peringatan hari besar nasional kami selalu melibatkan difabel dalam mengisi acara, seperti bernyanyi, menabuh gamelan dan menari,” ujarnya.

Dari kegiatan tersebut nantinya diharapkan dapat bergabung dengan kegiatan budaya yang ada di Kota Denpasar, seperti pada kegiatan “Rare Bali Festival” yang dilaksanakan setiap memperingati hari anak-anak Nasional di Kota Denpasar.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Fajar Bali, Edo mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan Ketua Tim Penggerak PKK Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra yang telah mendukung acara itu.

“Kami juga mendapat dukungan dari Wali Kota Denpasar Rai Dharmawijaya Mantra dengan memberikan fasilitas di Gedung Sewaka Dharma Lumintang untuk melaksanakan kegiatan ini yang melibatkan ratusan peserta siswa sekolah,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan siswa SD dan SMP. Kegiatan lomba menggambar di atas media kaos ini akan dibagi menjadi tiga kategori. Untuk anak SD dari siswa kelas satu hingga kelas tiga, siswa kelas 4 hingga kelas 6, dan kategori siswa SMP dengan perlengkapan menggambar dan media kaos yang telah siapkan panitia.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Mesti Tindaklanjuti Testimoni Nazaruddin Soal Ibas

Jakarta, Aktual.co — Nama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono kerap kali disebut ikut terlibat dalam beberapa kasus dugaan korupsi. Meski demikian, tak satupun dari perkara itu ditindaklanjut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi hal tersebut, Pakar hukum pidana dari Universitas Muhammadyah Jakarta, Chairul Huda, menyatakan, sikap KPK tersebut mesti dipertanyakan. Terlebih, tak sekalipun KPK memeriksa putra bungsu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
“Kan sudah banyak dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Ibas, didalami semua itu,” ujar Chairul ketika berbincang dengan Aktual.co, Rabu (18/3).
Sebelumnya, nama Ibas kembali disebut mantan Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat, M Nazaruddin, memperoleh duit dari proyek pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Selain itu, Ibas juga disebut menikmati duit pada proyek SKK Migas.
“Di SKK Migas itu kontraknya itu ada ratusan juta dolar,” kata Nazaruddin.
Dari proyek tersebut, Nazar menuturkan, Ibas menerima fee antara lima hingga tujuh persen. “(Jadi) ya uangnya itu jutaan dollar lah. Ada yang US$1 juta, US$500 ribu, ada yang US$405 ribu,” imbuh dia.
Duit tersebut, diutarakan Nazar, berbeda dari uang yang dia terima dari sejumlah pihak. Bahkan, Nazar menyebut, Ibas juga mendapat uang dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebelum Jero Wacik.
“Mas Ibas juga ada perintah untuk mengambil duit dari Menteri ESDM sebelum Pak Jero. Ada juga saya suruh ngambil ambil untuk kas DPP, jadi banyak. Nanti banyak proyek, banyak penerimaan,” terang Nazar.
Nazar bahkan berani menjamin keterangan yang dia berikan benar. Bahkan, Nazar menyebut, Anas Urbaningrum bisa memberi keterangan tambahan terkait dugaan penerimaan putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono yang menenikmati proyek bancakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

14 Bangunan Ditertibkan di Johar

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 14 bangunan semi permanen yang berdiri diatas jalur hijau di Jalan Kramat Jaya Baru, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, ditertibkan oleh petugas.
Demikian disampaikan oleh Lurah Suherman, Lurah Johar Baru, Rabu (18/3).
“Ada 14 bangunan yang kita tertibkan. Rata-rata bangunan digunakan untuk membuka usaha seperti toko kelontong, bengkel motor dan warung makan,” katanya.
Dikatakan Suherman untuk melaksankan penertiban tersebut, sebanyak 100 petugas gabungan dari unsur Satpol PP, Sudin Kebersihan, TNI dan Polri diterjunkan.
“Lokasi ini nantinya akan kembali difungsikan menjadi jalur hijau serta taman kota,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Safari Politik Partai Golkar

Wakil Bendahara DPP PKB Bahrudin Anshori, Wakil Ketua Dewan Suro DPP PKB Andi Muawiyah Ramli, Sekjen DPP PKB Kadir Kardin, Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono, Sekjen Partai Golkar Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua Fraksi Partai Golkar Agus Gumiwang saat duduk bersama dalam rangka safari politik Partai Golkar Munas Ancol di DPP PKB, Jakarta, Rabu (18/3/2015). Dalam pertemuan tersebut Agung Laksono dan Kadir Kardin berjabat tangan salam komando. AKTUAL/MUNZIR

Guru di Semarang Tampar Muridnya

Semarang, Aktual.co — Kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi.  Seorang guru di SDN Tlogosari Kota Semarang menampar dua orang anak didiknya, gara-gara takut ketahuan memberikan jam pelajaran di luar jam sekolah kepada siswa lainnya.
Aksi kekerasan itu dilakukan guru yang diketahui bernama Efendi saat jam sekolah masih berlangsung, Senin (16/3) lalu.
Akibatnya, kedua korban adalah RZ dan RV siswa kelas IV itu mengalami sakit dibagian wajah dan telinga, bahkan hingga saat ini gendang telinga sebelah kanan korban RZ masih terasa sakit.
Menurut ibu korban SUN, warga Banget Ayu Kulon saat mengadukan ke Mapolrestabes Semarang Rabu (18/3), aksi kekerasan yang dilakukan Efendi adalah buntut dari dibocorkannya les yang diberikan Efendi diluar sekolah oleh kedua putra kembarnya itu.
“Itu kan memang guru harian tidak boleh memberi les diluar sekolah. Anak saya tidak sengaja membocorkan ke temannya kalau dia ikut les di pak Efendi, terus temannya itu bilang ke pak Efendi,” kata Sun pada wartawan di SPKT Polrestabes Semarang.
Aduan dari teman sekelas korban tersebut, Efendi merasa tidak terima dan geram. Saat kejadian, ia pun menggiring kedua korban menuju parkiran sepeda di belakang sekolah. Saat itu, guru menampar kedua korban sebanyak tiga kali dan memelintir telinga korban.
Sesampainya dirumah, kedua korban pun mengadukan perbuatan gurunya itu kepada ibunya. SUN yang kaget langsung mencoba menghubungi Efendi untuk meminta kejelasan.”Di telfon pak Efendi juga marah-marah, dia juga mengakui menampar anak saya karena membocorkan les,” imbuhnya.
Atas hal itulah, berbekal kartu berobat dari RS Bhayangkara, SUN pun memutuskan menyelesaikan perkara tersebut keranah hukum.
Sebelumnya, SUN membenarkan sempat ada mediasi dari pihak sekolah dengan dirinya terkait kekerasan yang dilakukan Efendi, namun tidak menemui titik terang.
“Kepala sekolah pun tidak bisa berbicara apa-apa. Efendi juga sempat membuat surat pernyataan, tapi saya tetep tidak terima,  ” tandasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Temuan Fosil Paus Purbakala, Komunitas Bojonegoro Minta Lokasi Diteliti

Jakarta, Aktual.co — Komunitas “Banyungawan Bojanegara” Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berencana meminta Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian purbakala di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, yang pernah ada temuan fosil paus purbakala pada 2011.

“Permintaan penelitian purbakala kepada Balai Arkeologi Yogyakarta, masih kami koordinasikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar),” kata Ketua Komunitas ‘Banyungawan Bojanegara’ Bojonegoro Nunung Dianawati, di Bojonegoro, Rabu (18/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan Balai Arkeologi Yogyakarta akan memasukkan penelitian purbakala di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, dalam programnya, kalau memang usulan yang disampaikan diterima.

“Kami memilih Balai Arkeologi Yogyakarta, sebab kalau memang hasilnya positif kemungkinan bisa dilakukan ekskvasi,” paparnya.

Menurut dia, lokasi temuan fosil paus purbakala di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, layak diteliti untuk menentukan kemungkinan dilakukan ekskavasi, karena fosil paus yang ditemukan belum sempurna.

Ia memperkirakan fosil paus yang ditemukan di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, panjangnya hanya sekitar 3 meter.

Padahal, lanjut dia, fosil paus yang pernah ditemukan di dunia, panjangnya berkisar 8-11 meter.

“Jelas kemungkinan masih ada fosil paus yang tertinggal di sekitar lokasi temuan,” katanya, menegaskan.

Ia juga menegaskan fosil yang ditemukan Supangat di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang pada 2011 itu, memang benar fosil ikan paus.

“Kepastian itu kami terima dari seorang ahli arkeologi asal Bandung, yang pernah melakukan penelitian fosil temuan Supangat,” kata alumnus Universitas Udayana Bali, Fakultas Arkeologi itu.

Penemu fosil paus purbakala asal Temayang, Supangat menjelaskan fosil paus yang pernah ditemukan di dunia hanya di empat lokasi, salah satunya di Mesir.

“Temuan fosil paus saya ini satu-satunya di Asia, sehingga layak memperoleh perhatian,” ucapnya, menegaskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain