13 April 2026
Beranda blog Halaman 37949

Untuk Pelestarian, Sekolah Wajib Ajarkan Kebudayaan Lokal

Jakarta, Aktual.co — DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta pemerintah daerah mewajibkan seluruh sekolah mengajarkan kebudayaan lokal kepada siswa.

“Kami berharap upaya pelestarian budaya dilakukan secara terprogram. Salah satunya dengan mewajibkan seluruh sekolah mewajibkan ekstrakurikuler budaya lokal, seperti menari dan lainnya,” kata Wakil Ketua DPRD Kotim, Parimus di Sampit, Rabu (18/3).

Upaya pelestarian budaya dengan mengajarkan kepada siswa sejak dini dinilai akan efektif. Mengingat, para siswa inilah generasi penerus yang jadi penentu apakah bisa mempertahankan kebudayaan lokal atau malah melupakannya.

Pemerintah daerah harus bergandengan tangan dengan masyarakat, khususnya pelaku seni dan budaya untuk melestarikan kebudayaan lokal di Kotim. Kebersamaan ini diharapkan mampu mengembalikan kebudayaan sebagai kebanggaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kebudayaan sangat menggambarkan identitas masyarakat Kotim. Untuk itu masyarakat harus berperan melestarikan kebudayaan daerah ini yang mulai terkikis oleh masuknya kebudayaan dari luar.

Kebijakan seperti mewajibkan pegawai negeri mengenakan pakaian adat pada hari-hari tertentu, dinilai sebagai langkah positif. Kebijakan tersebut harus diterapkan dengan harapan bisa menggugah kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan lokal.

Promosi potensi wisata Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim membuat berbagai program yang tujuannya untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah.

Belum lama ini digelar Festival Budaya Habaring Hurung. Sebanyak 15 cabang olahraga tradisional dan seni diperlombakan dalam festival yang dilaksanakan pada 9-14 Maret lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Yahya mengatakan, beberapa cabang yang dilombakan di antaranya menyipet atau menyumpit, gasing, besei kambe atau lomba dayung di satu perahu yang sama namun berbeda arah.

Selain itu juga diperlombakan balogo, tari-tarian tradisional, hingga pemilihan Putra dan Putri Pariwisata Kotim. Mereka yang bertanding merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan, katanya.

Festival Habaring Hurung merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan olahraga, seni dan budaya daerah. Agenda tahunan ini sudah masuk dalam kalender pariwisata daerah sehingga diharapkan bisa menarik minat wisatawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Ganti Kopaja ke Bus Besar, Organda DKI: Itu Ide Bodoh

Jakarta, Aktual.co — Ketua organisasi Angkatan Daerah (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan menilai rencana Pemprov DKI mengganti bus kopaja menjadi bus besar adalah ide yang bodoh. Selain rute yang dilintasi Kopaja bukan hanya jalan besar, Kopaja sendiri tidak akan sanggup mengganti armadanya tersebut.
Shafruhan pun meminta agar Pemprov DKI Jakarta tidak usah menggandeng angkutan umum untuk meningkatkan layanan transportasi.
“Biar kami jalan sendiri saja. Birokrat aneh. Kami ini pengusaha kecil. Cuma ngomong doang memberikan subsidi angkutan transportasi,” kata Sharuhan saat dihubungi, Rabu (18/3).
Belum lagi rencana sistem rupiah perkilometer yang dijanjikan Pemprov terpaksa ditunda lantaran tak ‘akurnya’ PT Transportasi Jakarta dan Dinas Perhubungan.
“Kopaja sendiri sudah menyiapkan 150 bus standarisasi dari TransJakarta,” ungkapnya.
Pengadaan 150 bus tersebut, lanjut Shafruhan, bukanlah hal yang mudah. Pengusaha Kopaja merevitalisasinya dengan menggunakan pinjaman bank. Artinya, selama belum beroperasi, pengusaha Kopaja kebingungan untuk membayar pinjaman tersebut.
“Birokrat meminta dari akhir tahun lalu, kita sudah siapin. Saat sudah siap mereka minta diganti bus besar. Sudahlah, kami pengusahan kecil jangan dipermainkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepada Dinas Perhubungan Benjamin Bukit memastikan rencana revitalisasi angkutan umum dengan sistem rupiaj perkilometer dipastikan batal terlaksana Maret ini. Penyebabnya, Deputi Gubernur Bidang Industri, perdagangan dan Transportasi DKI Jakarta, Sutanto Soehodo meminta Kopaja untuk mengganti armada dengan bus besar.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

ITW: Kanalisasi Efektif Atasi Kesemrautan Lalin

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Traffic Watch (ITW) mendukung langkah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan kanalisasi untuk lintasan sepeda motor di Jalan Gatot Subroto. 
Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan mengatakan bahwa kanalisasi tersebut selain efektif untuk mengatasi kesemrautan lalu lintas di Ibukota Jakarta, juga dapat mengakomodir kepentingan semua masyarakat pengguna jalan. 
“Meski terlambat, tetapi upaya itu tidak diskriminatif  karena mengakomudir kepentingan semua pengguna jalan,” katanya, Rabu (18/3).
Menurutnya, upaya yang dilakukan Polri sebagai penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan telah sesuai dengan kewenangannya yaitu melakukan pengaturan, pembinaan dan pengawasan jalan.
ITW mendukung, karena Polri melakukan upaya untuk mengurangi kesemrautan sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai prasarana transportasi bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.
“Kita berharap kanalisasi jalan bagi pengendara sepeda motor dapat mengatasi kesemrautaan dan kemacetan,” ujar Edison.
Dikatakan, kebijakan kanalisasi jalan sepeda motor di ruas Jalan Gatot Subroto, sangat berbeda dengan kebijakan Pemprov DKI yang melarang motor melintas di Jalan Merdeka Barat hingga Thamrin.
ITW yakin upaya Ditlantas Polda Metro Jaya tidak akan menimbulkan pro kontra. Apalagi menggugat secara hukum seperti yang dilakukan terhadap kebijakan Gubernur Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).
Menurut Edison, untuk mewujudkan ketertiban dan mengurangi kesemrautan, hendaknya kanalisasi bagi sepeda motor dilakukan secara parmanen. Kemudian dikembangkan di sejumlah ruas jalan yang memadai untuk dilakukan kanalisasi.
“ Lalu lintas akan tertib, tidak semraut jika kanalisasi dilaksanakan dengan konsisten dan pengawasan yang serius,” kata Edison.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Disebut Kecipratan ‘Fee’, KPK Diminta Selidiki Marwan Djafar

Jakarta, Aktual.co — Nama Menteri Desa Pedesaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Djafar disebut-sebut pernah mencicipi uang panas hasil proyek yang dimenangkan Permai Grup. Perusahan tersebut merupakan milik Mohammad Nazaruddin.
Pengamat hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus segera melakukan tindakan cepat terkait penyebutan nama Menteri Marwan tersebut.
“Ya harus selidiki” kata Chairul kepada Aktual.co, Rabu (18/3).
Nama Marwan disebut oleh bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Mohammad Nazaruddin usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit (RS) Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun 2009 di gedung KPK, Selasa (17/3) malam.
“Selebihnya tentang uang dari Permai Grup. Feenya pernah dikasih kemana? Feenya pernah dikumpulkan di Fraksi Demokrat. Dibagikan kepada ketua-ketua fraksi yang waktu itu dukung angket pajak. Salah satunya Ketua Fraksi PKB,” kata Nazaruddin.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dapatkan Kulit Wajah Halus, Basuh Wajah dengan Cucian Air Beras

Jakarta, Aktual.co — Selain mudah ditemukan di lingkungan sekitar, beras merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Hanya saja,  di zaman modern ini, dengan ‘segudang’ kesibukkan yang ada.

Pada akhirnya banyak orang yang belum tentu tahu bahwa beras,  memiliki banyak manfaat.  Salah satunya untuk mendukung kaum hawa mendapatkan kecantikan alami.

Hal yang dimaksud disini adalah Anda bisa memanfaatkan air cucian beras untuk wajah dan kulit.

Sebagian orang memercayai, bahwa beras mengandung beberapa zat yang dapat digunakan untuk kecantikan. Pasalnya, di dalam beras terdapat kandungan yang biasa disebut dengan oryzanol.

Di mana kandungan tersebut memiliki kemampuan untuk menangkal sinar ultraviolet ke dalam kulit sehingga sangat baik bagi kesehatan kulit.

Ada pun cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan manfaat air cucian beras untuk wajah serta kulit bisa dilakukan dengan dua cara berikut kami hadirkan:

Cara pertama:
Anda bisa melakukannya yakni dengan mencampur air dan beras. Beras yang dicampurkan dengan air adalah sebesar 1/4 kg. Kemudian aduk merata air dengan beras dan saring beras sehingga didapatkan air cucian saja.

Lakukan kiat ini sebanyak tiga kali. Air yang disaring tersebut kemudian dimasukkan  dalam wadah. Kemudian gunakan air tersebut untuk mencuci muka setiap saat sehingga didapatkan wajah yang bersih dan cantik. Jika disimpan di lemari es, air cucian beras yang disimpan dalam wadah tertutup  bisa bertahan sekitar satu pekan.

Cara kedua :
Cara yang kedua ini termasuk cara langsung yakni dengan memasukkan beras ke dalam kain katun atau wadah lain yang tidak mudah robek. Setelah itu, tumbuk pelan beras dalam kain sehingga hancur. Beras dalam kain yang sudah hancur tadi masukkan ke dalam air hangat untuk diusapkan ke bagian wajah.

Usapkan buntalan beras dalam kain tersebut secara merata untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah itu, bilas dengan air dingin dan bersihkan dengan handuk.

Demikian dua cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan manfaat air cucian beras untuk wajah dan kulit. Lakukan kegiatan mencuci muka dengan air beras secara rutin baik dengan cara satu atau cara dua untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Metro Sebut Ada 49 Perusahaan Rekanan Terkait Dugaan Korupsi UPS

Jakarta, Aktual.co — Tim penyidik tindak pidana korupsi Direskrimsus Polda Metro Jaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat uninterruptible power supply (UPS).
Kasubdit Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKB Aji Indra, mengatakan bahwa perangkat UPS tersebut tersebar ke 49 SMK dan SMA di Jakarta yang melibatkan 49 perusahaan rekanan selaku penyedia jasa pengadaan peralatan penyimpanan energi listrik cadangan. 
“Bukan kami lama menetapkan tersangka, tapi ini kasusnya banyak. Sudah terjadi 49 kali lelang dengan 49 perusahaan yang modusnya kemungkinan berbeda. Itu yang sedang kami dalami,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/3). 
Namun saat ditanya mengenai dua alat bukti, Aji enggan memberikan komentar mengenai hal tersebut. Akan tetapi menurut Aji saat ini tim penyidik tengah mengumpulkan berkas pendukung lain semisal dokumen usulan lelang, dokumen dugaan suap, dan dokumen yang terindikasi mark-up. 
“Dari sana barulah kita bisa menyimpulkan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain