12 April 2026
Beranda blog Halaman 37956

Dolar AS dan Wall Street Turun di Tengah Pertemuan The Fed

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mengamati dengan seksama pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve. Para pejabat Fed berkumpul pada Selasa dalam pertemuan kebijakan moneter yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga pertama bank sentral dalam hampir satu dekade.

Greenback turun sedikit terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah kekhawatiran bahwa Fed mungkin berhati-hati dalam menghapus janji tetap “bersabar” tentang menaikkan suku bunga dalam pernyataannya Rabu. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 99,582 pada akhir perdagangan.

Di sisi ekonomi, “housing starts” indikator ekonomi yang menghitung jumlah rumah baru yang dibangun per bulan, milik pribadi AS pada Februari berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 897 ribu, 17 persen di bawah perkiraan Januari yang direvisi 1,081 juta, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa. Sebagian besar data “housing starts” diperoleh dari aplikasi dan izin yang diajukan untuk membangun rumah.

Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi 1,0600 dolar dari 1,0583 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot ke 1,4754 dolar dari 1,4834 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7626 dolar dari 0,7642 dolar. Dolar AS dibeli 121,39 yen Jepang, lebih rendah dari 121,40 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun tipis ke 1,0066 franc Swiss dari 1,0078 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2775 dolar Kanada dari 1,2778 dolar Kanada.

Sementara itu, saham-saham di Wall Street sebagian besar berakhir lebih rendah pada Selasa (Rabu pagi WIB), menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve yang diawasi secara ketat, sedangkan Nasdaq naik karena berita potensial baru usaha televisi Apple.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,34 poin (0,71 persen) menjadi ditutup pada 17.849,08. Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 6,99 poin (0,34 persen) menjadi berakhir di 2.074,20, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq naik 7,93 poin (0,16 persen) menjadi 4.937,43. Para investor sedang menunggu pengumuman kebijakan Fed pada Rabu, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga mendekati nol, mungkin pada awal Juni.

Saham Apple melonjak 1,7 persen menyusul laporan Wall Street Journal bahwa perusahaan itu dalam pembicaraan dengan CBS, ABC dan jaringan lainnya untuk menawarkan slot siaran televisi di perangkat tersebut. “Apple tampaknya berada dalam putaran benar sekarang,” kata sebuah catatan dari Barclays.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,06 persen dari 2,08 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 2,61 persen dari 2,65 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Artikel ini ditulis oleh:

Waspadai Pembalikan Arah Laju IHSG

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berada di zona hijau pada akhir sesi. Penguatan ini sejalan dengan adanya beberapa sentimen positif, dimana BI rate masih dipertahankan di level 7,5 persen, terapresiasinya nilai Rupiah, hingga ekspektasi membaiknya perekonomian Indonesia oleh BI.

“Akan tetapi, penguatan tersebut tertahan dengan transaksi asing yang masih mencatatkan net sell. Maraknya sentimen tersebut terlihat tidak serta merta membuat laju IHSG menguat signifikan dan tidak banyak saham-saham big caps yang mengalami kenaikan sehingga kurang mendorong penguatan IHSG,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada perdagangan Rabu (18/3) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.420-5.427 dan resisten 5.450-5.478. Menurutnya, potensi penguatan IHSG kembali tertahan dengan masih adanya aksi jual pelaku pasar sehingga dapat memunculkan peluang pembalikan arah.

“Diharapkan penguatan dapat berlanjut dan tetap cermati arah pasar serta sentimen yang ada,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Gerindra: Banyak Pihak Tidak Puas Kepemimpinan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Politisi Gerindra Desmond J. Mahesa mengatakan situasi demokrasi yang tidak kondusif memicu ketidakpuasan kepemimpinan Jokowi-JK. 
Menurutnya, demokrasi memang memunculkan pemimpin sukses namun pembuktian kepemimpinannya tidak ada. Hal itu dialami oleh Presiden Jokowi.
“Demokrasi hari ini berhasil menciptakan pemimpin-pemimpin yang sukses pada saat ia jadi presiden, tapi pembuktiannya gak ada, inilah yang terjadi hari ini,” ujar Desmond kepada Aktual.co, di Jakarta, Rabu (18/3).
Kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini, hal tersebut sangat meresahkan dan memicu melakukan konsolidasi berbagai pihak. Catatan-catatan kritis adalah bagian dari reaksi-reaksi ketidakpuasan kepemimpinan hari ini. 
Desmond juga mengaku, juga telah lakukan konsolidasi demokrasi ke beberapa daerah.
“Saya ke Aceh, Kalimantan dan Lampung dalam rangka untuk konsolidasi demokrasi. Kita melihat bahwa demokrasi prosedural hari ini adalah bius-bius yang memperbodoh rakyat, arah Undang-undang Dasar dan cita-cita pendiri negeri ini,” tutupnya.
Seperti diketahui, Gerakan sosial dan perlawanan terhadap rezim pemerintahan dimungkinkan akan muncul dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Ubedillah Badrun pengamat politik UNJ kepada Aktual.co, Selasa (17/3).
Hal itu ditandai adanya krisis ekonomi sudah berada di depan mata, hingga pekan ini rupiah masih bertengger di angka Rp 13 ribu per USD. Selain itu kenaikkan bahan pokok terus terjadi.
Tak hanya itu, krisis kepercayaan kepada Presiden Jokowi terhadap pemberantasan korupsi terus disuarakan pihak pegiat anti korupsi.
Sementara beberapa kampus negeri juga sudah melakukan aksi untuk mengkritisi kebijakan Jokowi. Kemarin, mahasiswa kampus negeri yakni Unibraw sudah melakukan aksi untuk melawan kebijakan rezim.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca RDG BI, Rupiah Diperkirakan Menguat

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah kemarin terapresiasi pasca sentimen dari rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan level BI rate 7,5 persen. Selain itu, perkiraan sikap The Fed yang masih dovish memberikan angin segar pada laju Rupiah.

“Di pasar spot global, terjadinya aksi ambil untung terhadap laju Dolar AS turut memberikan sentimen positif bagi Rupiah,” ujar kepala riset dari NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Pada Rabu (18/3), Laju Rupiah berada di atas target level resisten 13.230, yakni Rp13.215-13.200 (kurs tengah BI). Menurut Reza, sentimen yang ada cukup mampu membuat Rupiah bergerak positif.

“Kami harapkan penguatan ini dapat berlanjut,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

IHSG Mendaki Menuju Level Resisten

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak di kisaran 5.401– 5.547.

Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan, perjuangan menuju target resisten 5.547 masih terus berlangsung ditengah penguatan dolar AS.

“IHSG masih berpotensi kuat untuk terus mendaki menuju level resistance tersebut dalam waktu dekat, dengan catatan support 5.401 tidak dijebol,” kata William dalam risetnya, Rabu (18/3).

Menurutnya, saat ini pergerakan IHSG berada dalam fase konsolidasi dengan rentang 5.401- 5.547. Pola pergerakan masih berada dalam jalur uptrend. Kondisi perekonomian juga bisa dikatakan stabil melihat dari rilis data ekonomi BI Rate yang telah dilansir tidak berubah.

“Setiap kesempatan koreksi wajar dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi beli, hari ini IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan,” ungkapnya.

Dalam risetnya, William juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yakni MAPI, JSMR, BBNI, ASRI, TBIG, DSNG, PWON, KAEF, SIMP, dan ASII.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Keracunan Pestisida, Petani Meninggal di Tengah Sawah

Semarang, Aktual.co — Abdul Basir, seorang petani ditemukan tewas tergeletak di tengah sawah, Selasa (17/3). Korban diduga tewas akibat keracunan pestisida yang tak sengaja dihirup saat sedang menyemprotkan ke tanaman padi.

M Yasir, Ketua RT setempat, mengetahui itu pertama kali oleh istri korban yang bernama Nur Asikun (40). Sekitar pukul 08.00 WIB, istri korban menyusul ke sawah karena Abdul Basir tak kunjung pulang ke rumah.

“Biasanya dia (Abdul Basir) berangkat ke sawah pukul 05.30, lalu sampai rumah pukul 07.30 WIB. Tetapi ternyata sampai setengah delapan pagi tidak pulang. Sehingga istrinya menyusul dan mencari ke sawah,” jelasnya.

Sesampainya di sawah, istri korban melihat tubuh Abdul Basir yang sudah tertelungkup tak bergerak di tengah sawah. Pada punggung Abdul Basir masih menempel sebuah tangki sprayer (alat penyemprot) hama tanaman padi yang masih berisi .

“Lalu kejadian itu dilaporkan ke warga, dan tubuh pak Basir dibawa ke ke rumah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Asrori, bahwa korban memang biasa berangkat ke sawah pada pukul 05.30 WIB, dan kemudian pulang pada pukul 07.30 WIB. Sepulang dari sawah, Abdul Basir melanjutkan bekerja sebagai kuli batu.

“Kebiasaannya sehari-hari jam 07.30 WIB pulang. Namun sampai jam 08.00 WIB belum pulang, sehingga istri menyusul. Kemudian korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi tertelungkup,” jelasnya.

Sesaat setelah mendapat laporan dari warga atas kejadian itu, anggota kepolisian dari Polsek Tirto dan Polres Pekalongan Kota serta tim medis setempat, datang ke rumah korban untuk memeriksa kondisi jenazah korban.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, melalui Wakapolres Kompol Mashudi menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan kondisi fisik oleh tim medis dan tim identifikasi, diketahui bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

Pihaknya menduga, korban tak sengaja menghirup pestisida atau obat pembasmi hama tanaman yang saat itu tengah disemprotkan oleh korban. “Kemungkinan saat korban menyemprot tanaman padi di sawah, saat itu angin berembus berlawanan, dan pestisida yang disemprotkan terhirup oleh korban yang saat itu tak pakai masker,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa  keluarga tidak berkenan untuk dilakukan proses otopsi. Keluarga sudah menerima dengan adanya kejadian tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain