12 April 2026
Beranda blog Halaman 37957

Diduga Keracunan Pestisida, Petani Meninggal di Tengah Sawah

Semarang, Aktual.co — Abdul Basir, seorang petani ditemukan tewas tergeletak di tengah sawah, Selasa (17/3). Korban diduga tewas akibat keracunan pestisida yang tak sengaja dihirup saat sedang menyemprotkan ke tanaman padi.

M Yasir, Ketua RT setempat, mengetahui itu pertama kali oleh istri korban yang bernama Nur Asikun (40). Sekitar pukul 08.00 WIB, istri korban menyusul ke sawah karena Abdul Basir tak kunjung pulang ke rumah.

“Biasanya dia (Abdul Basir) berangkat ke sawah pukul 05.30, lalu sampai rumah pukul 07.30 WIB. Tetapi ternyata sampai setengah delapan pagi tidak pulang. Sehingga istrinya menyusul dan mencari ke sawah,” jelasnya.

Sesampainya di sawah, istri korban melihat tubuh Abdul Basir yang sudah tertelungkup tak bergerak di tengah sawah. Pada punggung Abdul Basir masih menempel sebuah tangki sprayer (alat penyemprot) hama tanaman padi yang masih berisi .

“Lalu kejadian itu dilaporkan ke warga, dan tubuh pak Basir dibawa ke ke rumah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Asrori, bahwa korban memang biasa berangkat ke sawah pada pukul 05.30 WIB, dan kemudian pulang pada pukul 07.30 WIB. Sepulang dari sawah, Abdul Basir melanjutkan bekerja sebagai kuli batu.

“Kebiasaannya sehari-hari jam 07.30 WIB pulang. Namun sampai jam 08.00 WIB belum pulang, sehingga istri menyusul. Kemudian korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dengan posisi tertelungkup,” jelasnya.

Sesaat setelah mendapat laporan dari warga atas kejadian itu, anggota kepolisian dari Polsek Tirto dan Polres Pekalongan Kota serta tim medis setempat, datang ke rumah korban untuk memeriksa kondisi jenazah korban.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, melalui Wakapolres Kompol Mashudi menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan kondisi fisik oleh tim medis dan tim identifikasi, diketahui bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

Pihaknya menduga, korban tak sengaja menghirup pestisida atau obat pembasmi hama tanaman yang saat itu tengah disemprotkan oleh korban. “Kemungkinan saat korban menyemprot tanaman padi di sawah, saat itu angin berembus berlawanan, dan pestisida yang disemprotkan terhirup oleh korban yang saat itu tak pakai masker,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa  keluarga tidak berkenan untuk dilakukan proses otopsi. Keluarga sudah menerima dengan adanya kejadian tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Pilot Ethiopia Airlines Divonis Bersalah Bajak Pesawat Sendiri

Jakarta, Aktual.co — Seorang pilot maskapai Ethiopia Airlines, secara in absentia dinyatakan bersalah membajak pesawatnya sendiri dan terbang ke Jenewa, 13 bulan setelah ia menyerahkan diri ke polisi di negara itu dan meminta suaka.

Pengadilan tinggi di Addis Ababa mengeluarkan vonis itu pada Selasa (17/3) waktu setempat, dan mengatakan akan menjatuhkan hukuman bagi Hailemedhin Abera Tegegn pada Jumat (20/3).

Jika ia kembali ke negaranya, ia akan dipenjara hingga 20 tahun.

Hailemedhin, kopilot pada penerbangan 17 Februari 2014 ke Roma, mengambil kendali pesawat saat pilot pergi ke toilet, kata polisi Swiss.

Ia kemudian mengirimkan sinyal yang menyatakan bahwa ia telah membajak pesawatnya sendiri.

Dengan pesawat masih di landasan, Hailemedhin yang tidak bersenjata turun dengan tali darurat dan menyerahkan diri pada polisi tanpa melukai 193 penumpang pesawat Boeing itu, 139 di antaranya warga Italia, 11 warga Amerika, dan empat warga Prancis.

Polisi Swiss mengatakan Hailemedhin meminta suaka karena ia merasa tidak aman di Ethiopia.

Para politisi oposisi dan penggerak hak asasi manusia seringkali menuding pemerintah membungkam pihak yang bertentangan, namun tuduhan itu dibantah oleh pemerintah.

Pihak berwenang mengatakan terjadi peningkatan jumlah orang yang pergi dari utara dan timur Afrika menuju Eropa untuk menghindari kemiskinan serta konflik — meskipun Hailemedhin harus meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi di sebuah maskapai pemerintah di salah satu negara paling pesat perkembangannya di Afrika itu.

Para pejabat Ethiopia saat itu mengatakan Addis Ababa akan meminta agar dia diekstradisi.

Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai keberadaan Hailemedhin saat ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelatih Timnas Denmar Olsen Umumkan Berhenti Usai Piala Eropa

Jakarta, Aktual.co — Pelatih timnas Denmark, Morten Olsen mengatakan bahwa, ia akan mengundurkan diri setelah Piala Eropa tahun depan, ketika kontraknya dengan Asosiasi Sepak Bola Denmark berakhir.

“Ini merupakan keputusan emosional yang harus Anda ambil,” katanya dilansir dari AFP, Rabu (18/3).

“Saya memiliki perasaan bagus mengenai keputusan saya, untuk dua alasan. Saya tidak ingin terganggu oleh orang-orang yang mendiskusikan apakah ia akan bertahan atau tidak. Dan itu memberi lebih banyak waktu kepada DBU (Asosiasi Sepak Bola Denmark) untuk menemukan pengganti yang tepat,” tambahnya.

Pria 65 tahun itu telah melatih timnas sebanyak 156 pertandingan.

Olsen menorehkan catatan luar biasa untuk masa kerja yang paling lama di antara para pelatih sepak bola.

Piala Eropa 2012 merupakan yang keempat kalinya ia memimpin Denmark ke turnamen utama sejak menduduki jabatannya pada 2000, namun ia gagal meloloskan tim untuk Piala Dunia 2014 di Brasil.

Sang pelatih, yang memenangi tiga gelar Belgia bersama Anderlecht serta Piala UEFA 1983 sebagai pemain, merupakan bek andalan di tim Denmark yang penuh bakat yang mencapai semifinal Piala Eropa 1984 serta putaran kedua Piala Dunia 1986.

Ia menorehkan 102 penampilan internasional sebelum pensiun pada 1988.

Denmark menduduki peringkat pertama di Gup I kualifikasi Piala Eropa 2016, dengan mengungguli Portugal, Albania, Serbia, dan Armenia, namun merupakan satu-satunya tim di grup yang telah memainkan empat pertandingan.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Akan Dalami Uang Panas Untuk Marwan Djafar

Jakarta, Aktual.co — Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD), Muhammad Nazaruddin menyebut Menteri Desa Pedesaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Djafar pernah mencicipi uang panas hasil proyek yang dimenangkan Permai Grup.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit (RS) Khusus Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun 2009, di gedung KPK, Selasa (17/3).
Menanggapi hal tersebut, KPK menyatakan akan memvalidasi keterangan tersebut.
“Jadi perlu diverifikasi dan diklarifikasi dulu apakah memang info itu nanti ada hubungannya dengan kasus yang ditangani,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, di gedung KPK, Selasa (17/3).
Seperti diwartakan sebelumnya, nama Marwan terlontar dari mulut Nazaruddin ketika dirinya ditanya oleh wartawan perihal aliran dana hasil korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Universitas Udayana.
“Selebihnya tentang uang dari Permai Grup. Feenya pernah dikasih kemana? Feenya pernah dikumpulkan di Fraksi Demokrat. Dibagikan kepada ketua-ketua fraksi yang waktu itu dukung angket pajak. Salah satunya Ketua Fraksi PKB,” papar Nazaruddin.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pembina Sodomi Anak Asuhnya

Denpasar, Aktual.co — Bejat betul perilaku ES, pembina panti asuhan di kawasan Denpasar Barat, Bali. Ia tega mensodomi bocah asuhannya berinisial RA.

Bocah berusia 10 tahun itu baru berani melaporkan perilaku bejat pembina tempat tinggalnya setelah keluarganya datang menjenguk.

Bocah asal Sumba, Nusa Tenggara Timur itu menangis sejadi-jadinya begitu pamannya datang menjenguk. Ia tak mau tinggal di panti asuhan tersebut lagi. Setelah didesak alasannya barulah ia mengaku jika sering diminta buka celana untuk disodomi. Parahnya, tindakan itu ia alami sudah berkali-kali.

“Awalnya dia tidak mau menyebut alasannya. Setelah saya desak baru dia cerita. Dia sering diperlakukan begitu (sodomi),” kata paman korban yang tak mau disebutkan namanya di Polresta Denpasar, Selasa (17/3).

Dari hasil pemeriksaan polisi, korban yang kasusnya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar itu baru sebatas meminta keterangan kepada korban. Korban terpaksa diam karena selalu mendapat ancaman.

Kendati pemeriksaan dan pengambilan visum telah usai, belum ada pemanggilan kepada pelaku.

sementara itu, Kasubag Humas Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Sugriwo mengaku belum mengetahui laporan tersebut. “Maaf, saya belum sempat menerima laporan dari pihak Reskrim soal kasus itu. Ya, nanti saya coba akan tanyakan,” kata Sugriwo.

Artikel ini ditulis oleh:

UNHCR: Pengungsi Suriah di Lebanon Bertambah Buruk

Jakarta, Aktual.co — Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), mengatakan kondisi kehidupan pengungsi Suriah di Lebanon telah bertambah buruk kendati ada rencana bantuan.

UNHCR mengeluarkan kesimpulan yang menyedihkan itu di dalam laporan dengan judul “Assessment of vulnerability of Syrian refugees in Lebanon”, yang dikeluarkan bersama dengan Program Pangan Dunia (WFP).

Badan PBB tersebut menyatakan 50 persen keluarga Suriah yang berlindung di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan, yang berarti mereka hidup dengan biaya kurang dari 3,48 dolar AS per hari.

Ditambahkannya, “Kupon makanan dan pinjaman telah menjadi satu-satunya sumber nafkah sangat banyak pengungsi,” kata UNHCR, sebagaimana diberitakan Xinhua, Selasa (17/3).

“Simpanan keluarga pengungsi tersebut telah habis, sehingga membuat mereka memilih sejumlah kegiatan untuk memenuhi kebutuhan mereka, termasuk mengemis dan mempekerjakan anak di bawah umur,” tambah pernyataan itu.

Laporan itu juga mengatakan jumlah orang yang menggantungkan hidup pada kupon makanan yang diberikan oleh UNHCR naik dari 28 persen pada 2013 jadi 40 persen pada 2014.

Apa yang disampaikan oleh laporan tersebut ialah orang dewasa di 36 persen keluarga juga makan kurang dari dua kali per hari sebab mereka harus lebih dulu memberi makan anak-anak mereka.

“Sebanyak 66 persen anak Suriah tak bersekolah dan memburuknya layanan meliputi kurangnya air minum dan perawatan medis,” katanya.

Jumlah orang Suriah yang kehilangan tempat tinggal dan mengungsi di Lebanon meningkat dramatis setelah meletusnya kerusuhan guna menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Maret 2011. Kerusuhan mencapai puncaknya pada Mei 2013 dengan 1,3 juta orang mengungsi, lalu turun menjadi satu juta orang pada Mei 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain