11 April 2026
Beranda blog Halaman 37964

Fotografer ‘Underwater’ Abadikan Keindahan Bawah Air di Taman Mandeh

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah fotografer “underwater” (bawah air) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (Mappas) dipimpin Yulnofrins Napilus mengabadikan keindahan bawah air di perairan laut di Kawasan Taman Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 14 Maret hingga 18 Maret 2015 di Laut Mandeh, Kecamatan Koto XI, Tarusan Pesisir Selatan sebagai bagian dari pra-iven “Mandeh Joy Sailing 2015″ yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo,” kata Yulnofrins Napilus di Pesisir Selatan, Selasa.

Ia menyebutkan beberapa senior fotografer bawah laut antara lain Makarios Soekojo, penulis buku “Teknik Memotret dalam Air” yang juga “dewa” fotografer underwater Indonesia.

Fotografer itu cukup terkenal di lingkungan Asia Tenggara, bahkan dia juga akan menjadi salah satu dewan juri Lomba Foto Underwater yang diadakan Kementerian Kelautan Perikanan( KKP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan pada April 2015.

Selanjutnya, fotografer Arief Yudo Wibowo, pengelola Majalah SCUBA DIVER Australia edisi Indonesia, juga ikut bersama istrinya Jilmi Astina dalam kegiatan yang bertajuk “Mandeh Expedition Underwater” tersebut.

Selama ini, Arief YW dikenal sangat getol mempromosikan keindahan bawah air Indonesia. Sementara Jilmi Astina saat ini sedang mempersiapkan buku barunya tentang Direktori Lokasi Penyelaman di Indonesia, setelah beberapa waktu yang lalu baru saja meluncurkan buku “Parigi Moutong” dan “Manado Underwater”.

Selanjutnya juga berpartisipasi fotografer Sofi Aida Sugiharto, seorang penyelam perempuan dengan segudang prestasi, karena foto-foto underwaternya banyak menghiasi majalah scuba internasional, dan memenangkan Lomba Foto Bawah Air yang diadakan Kementerian Pariwisata.

“Sofi menawarkan diri untuk ikut berpartisipasi meramaikan ekspedisi Taman Laut Mandeh, dan membatalkan undangan untuk menyelam di Bali, setelah mendengar beberapa senior-senior ikut berpartisipasi,” tambah Nofrin.

Fotografer lainnya yang ikut berpatisipasi adalah, Noldi Rumengan asal Manado, yang merupakan seorang pemandu diving di Manado dan ahli biota laut yang sengaja terbang ke Padang untuk ke Mandeh membantu ekspedisi tersebut.

Dia salah satu penyelam yang sangat aktif mengangkat wisata Bunaken hingga terkenal ke seluruh dunia seperti saat ini, tambahnya.

“Sementara, Tim Diving Proklamator Universitas Bung Hatta (UBH) Padang menurunkan enam penyelam dengan dua seniornya yaitu, Indrawadi dan Mabruri Tanjung, tiga penyelam dari tim Basarnas Sumbar, dan POSSI Sumbar.

Selanjutnya Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) Teluk Bayur, Padang, juga sediakan 10 tabung scuba untuk mendukung kegiatan ini, jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Pesisir Selatan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait menyediakan dua unit kapal, dua unit mobil dan penginapan di Langkisau Resort serta konsumsi.

“Lalu penginapan Marco dan pengelola Cubadak Paradiso Village juga memberikan dukungan berupa pengisian ulang tabung scuba, Marco ikut menyelam dan menunjukkan spot-spot penyelaman terbaik, namun di dua hari terakhir Marco malah memfasilitasi empat penyelam senior dengan speedboat miliknya serta menginap, untuk menghemat waktu,” ujarnya.

Ia menyatakan kedatangan senior-senior fotografer underwater tersebut akan sangat membantu promosi dan pengembangan pariwisata Pesisir Selatan dan khususnya Taman Laut Mandeh yang kini sudah mulai dikenal luas hingga mancanegara.

Artikel ini ditulis oleh:

Promotor “One Direction” Klaim Lebih Dulu Sewa SUGBK Dibanding PSSI

Jakarta, Aktual.co — Salah satu perwakilan promotor yang mendatangkan grup band asal Inggris, One Direction ke Indonesia, Bundanese, berdalih jika pihaknya telah lebih dulu melakukan penyewaan Stadion Utama Gelora Bung Karno, sebagai tempat konser.

“GBK di sewa sudah 1 tahun yg lalu, krn Management 1D confirmed 4 bulan sebelum annoucement tahun lalu,” kicau Bundanese dalam akun twitternya @bundanese, Selasa (17/3).

Pernyataan Bundanese ini, mengomentari trending topic dalam akun twitter #SaveGBK, yang mengininginkan agar konser boy band tersebut di gagalkan.

Seperti diketahui, konser boy band asal Inggris itu akan digelar pada 25 Maret di satadion terbesar di Indonesia itu.

Dan selang dua hari, SUGBK akan digunakan untuk penyelenggaraan pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 Grup H, yang akan digelar 27-31 Maret.

Ada empat negara yang akan bertanding yaitu tuan rumah Indonesia, Korea Selatan, Timor Leste dan Brunei Darussalam.

@bundanese juga mengklaim, jika rumpuk SUGBK akan ditutup dengan standar internasional, sehingga tidak merusak rumput SUGBK.

“Grass cover nya sudah standard International kak, biasa di pakai di Olimpiade dan konser di UK juga hehe jd jangan khawatir,” katanya dalam twitter.

Artikel ini ditulis oleh:

E-Budgeting Dianggap Bentuk ‘Pengebirian’ Kontrol Legislatif

Jakarta, Aktual.co —Sistem penyaringan anggaran e-budgeting yang diyakini Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal tangkal anggaran siluman di APBD DKI 2015, menuai komentar  Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi.
Bukan soal sukses atau tidaknya e-budgeting menangkal ‘siluman’. Yang dipersoalkan mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid itu tak lain perkara bahwa program itu ‘mengebiri’ peran legislatif atau DPRD DKI dalam melakukan fungsi pengawasan dan hak budgeting.
“Karena e-budgeting adalah program yang dirancang agar eksekutif berjalan tanpa ada kontrol parlemen,” ujar dia, di seminar di Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Selasa (17/3).
Kata dia, program itu merupakan bentuk dari ‘standarisasi’ yang dipakai organisasi seperti Bank Dunia untuk mengawasi dana yang dipinjamkannya ke pemerintah negara-negara seperti Indonesia. “Dengan memakai sistem e-budgeting maka Bank Dunia bisa memantau kalau ada anggaran yang dibelanjakan tidak sesuai keinginan mereka misalnya,” ucap dia. 
Nantinya, sambung dia, bisa saja Bank Dunia mengharuskan pembelanjaan anggaran menggunakan merek-merek yang juga sudah harus diakui secara internasional, alias sesuai standar yang telah mereka rekomendasikan.
Dengan begitu, kata Adhie, pemerintah dibuat untuk tak lagi perlu mengindahkan usulan legislatif untuk pembahasan anggaran.
Upaya pelemahan, kata Adhie juga dibarengi dengan ‘pembusukan’ terhadap citra lembaga legislatif. “Misal dengan tudingan sebagai sarang siluman, sarang koruptor dan sebagainya yang membuat standing moral mereka (legislatif) rontok di mata masyarakat,” kata dia.
Tak hanya itu, saat ini menurutnya juga ada penyesatan terhadap ‘branding’ e-budgeting di masyarakat yang disebut-sebut seakan merupakan bentuk transparansi anggaran.
“Yang katanya bakal bisa dilihat oleh masyarakat dengan dipampangkan di website. Lah tapi apa gunanya kalau kunci anggaran tetap dipegang oleh mereka (eksekutif) sehingga bisa mereka utak-atik kapan saja itu anggaran karena tanpa ada pengawasan legislatif,” ucap dia. 
Soal ‘kunci mengunci’ anggaran di draf APBD DKI, juga sempat jadi perdebatan alot saat Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah diperiksa Pansus Angket DPRD DKI, (12/3) lalu.
Diperiksa sebagai Ketua Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD), Saefullah ‘diberondong’ pertanyaan oleh anggota pansus lantaran pihak eksekutif telah mengunci anggaran yang disebut sudah lolos e-budgeting. Alhasil, usulan anggaran dari dewan tak bisa masuk. Di pertemuan itu, Saefullah berdalih RAPBD DKI 2015 versi Ahok yang dikirim ke Kemendagri sudah berformat E-Budgeting dan telah disempurnakan sesuai hasil pembahasan di komisi-komisi DPRD DKI. 
Kata dia, pembahasan kegiatan di komisi justru tidak bisa  maksimal karena waktu terbatas. Sedangkan ada 13 ribu mata kegiatan dan untuk bahas 6.600 halaman itu tidak cukup dua hari. Selain itu, hasil pembahasan yang keluar di komisi bersifat normatif tanpa ada rincian detail,” kata dia, saat itu.
Untuk menguatkan anggapan bahwa draf APBD versi Ahok sudah menyerap usulan dewan, Saefullah menuturkan kegiatan dan program diambil dari hasil usulan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kelurahan hingga provinsi. 
“Artinya segala kegiatan yang ada di E-Budgeting sudah disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ucap dia.
Dan kalau usulan kegiatan dan program dari dewan yang disampaikan usai reses, dengan enteng dia mengatakan itu bisa saja masuk anggaran tahun depan.  

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Terima Panggilan Sidang Praperadilan SDA

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dihadang dua agenda sidang praperadilan. Salah satunya adalah sidang tersangka kasus korupsi penyelanggaran ibadah haji tahun 2010-2013 di Kementerian Agama (Kemenag), Suryadharma Ali (SDA).
Demikian disampaikan Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, bahwa Biro Hukum KPK sudah menerima dua panggilan sidang praperadilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Selain SDA, satu sidang lagi atas nama tersangka Sutan Bhatoegana (SB).
“Informasi yang sudah masuk ke Biro Hukum memang ada panggilan untuk mengikuti sidang praperadilan atas nama SDA pada 30 Maret dan atas nama SB, kalau nggak salah pekan ini,” ungkap Priharsa, di gedung KPK, Selasa (17/3)
Lebih disampaikan Priharsa, samapi saat ini pihaknya baru menerima panggilan sidang praperadilan tersangka SDA dan SB. Untuk tersangka Hadi Poernomo (HP), KPK mengaku belum ada informasi lanjutan.
“Kalau untuk HP, sampai dengan saat ini, KPK belum dapat surat panggilan dari PN Jaksel” jelasnya.
Kendati demikian, Priharsa menegaskan, sebelum ada keputusan atas gugatan praperadilan tersebut, penyidikan kasus korupsi keduanya akan dilanjutkan. “Intinya kalau untuk praperadilan kan itu tidak menghentikan proses penyidikan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Mahasiswa Indonesia Suguhkan Atraksi Seni dan Kuliner Khas Nusantara

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah Mahasiswa asal Indonesia menyuguhkan atraksi seni dan berbagai jenis kuliner khas Nusantara di kampus National Central University (NCU) Zhongli, Taiwan, Selasa (17/3).

Acara yang dikemas dalam ‘Indonesia Culture Day’ itu mendapat sambutan luar biasa dari para  Mahasiswa asal mancanegara, termasuk mahasiswa asal Taiwan.

“Kegiatan ini yang kedua kalinya kami gelar di kampus NCU. Tahun lalu kami juga menggelar kegiatan seperti ini,” kata Welayaturromadhona sebagai Ketua Panitia Indonesia Culture Day.

Kegiatan itu makin semarak dengan keterlibatan para mahasiswa asal Taiwan di kampus NCU. Mereka tidak saja menikmati atraksi seni dan aneka jenis kuliner, melainkan juga turut terlibat langsung.

“Kegiatan budaya semacam ini mendapat dukungan yang kuat dari kampus. Hal itu ditunjukkan dengan terlibatnya beberapa mahasiswa asal Taiwan yang juga diikutkan dalam beberapa penampilan bersama dengan teman-teman Indonesia,” tutur Welaya didampingi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan Iman Adipurnama.

Para mahasiswa asal Taiwan itu berkolaborasi dengan mahasiswa Indonesia di atas panggung membawakan tari-tarian tradisional Nusantara.

Kegiatan tersebut makin semarak dengan suguhan berbagai jenis masakan khas Nusantara, seperti jajanan pasar dan bakso.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Keukeuh Minta Tak Ada Remisi Untuk Koruptor

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan ‘ngotot’ menentang keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yasonna Laoly terkait pemberian remisi untuk koruptor.
Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha berpendapat, pihaknya hanya menyarankan agar pemerintah lebih selektif dalam memberikan remisi tersebut.
“Iya nanti kan kalau kita diajak berdialog, berdiskusi, iya kita akan hadir untuk memberikan perspektif KPK seperti apa sih. Kenapa sejak beberapa waktu yang lalu KPK menyarankan adanya pembatasan pemberian remisi terhadap napi korupsi,” ujar dia, di Kantornya, Jakarta, Selasa (17/3).
Menurutnya, sebagai lembaga penegak hukum baik KPK maupun Kemenkum HAM, harus sadar akan kewenangannya masing-masing, termasuk dalam pemberian remisi.
“Intinya kan pemberian remisi itu kewenangan dari Kemenkum HAM. Karena kan LP di bawah Kemenkum HAM,” kata dia.
Meski begitu, dia menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan setuju jika pemerintah tetap memberikan remisi kepada para penjarah uang negara itu.
“Kalau dulu kan selektif memberikan remisi. Jadi yang diusulkan KPK waktu itu adalah ya memang sebisa mungkin narapidana korupsi itu tidak mendapatkan remisi,” kata dia.
Kendati demikian, lanjut Priharsa, sejatinya apa yang dilakukan KPK selama ini adalah untuk memberantas para koruptor. Dengan harapan bisa membuat setiap orang takut melakukan korupsi.
“Kemarin pak Johan sudah menyampaikan kalau KPK itu mengedepankan semangatnya, yaitu untuk pemberian efek jera kepada narapidana koruptor,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain