10 April 2026
Beranda blog Halaman 37972

Soal RAPBD DKI 2015, Pengamat: Kemendagri Lalai

Jakarta, Aktual.co — Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Syamsuddin alimsyah mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri lalai dalam melakukan verifikasi dokumen RAPBD versi Pemprov DKI. Karena seharusnya Kemendagri dapat melihat kalau dokumen tersebut hasil paripurna atau bukan.
“Seharusnya ini tidak terjadi,  jika kemendagri tegas, apalagi pemprov sudah mempublikasi dua RAPBD di situs resminya. Sehingga kemendagri sebelum melakukan evalusi, perlu telusuri dokumen mana yang menjadi hasil pembahasan dan persetujuan bersama dalam paripurna pada tanggal 27 Januari 2015,” katanya, Selasa (17/3).
Dikatakan Syamsuddin bahwa seharusnya DPRD DKI Jakarta mempertanyakan dan mempersoalkan kementerian dalam negeri yang boleh jadi ikut dalam konspirasi kemelut selama ini. Menurutnya Kemendagri tidak boleh memihak salah satu institusi, apalagi ikut terlibat  dan menjadi bagian dari masalah.
“Kemendagri harus tunduk  pada peraturan perundang-undangan dan menjalankan kewenangannya selaku Pembina pemerintah daerah. Sesungguhnya yang terjadi sekarang ini adalah, mengabaikan DPRD dan mempreteli kewenangan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, selain kepala daerah  dan dibantu perangkat daerah, sebagaimana  diatur dalam pasal 57 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

SBY Dibutuhkan untuk Dongkrak Suara Demokrat

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto mengatakan bahwa sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih dibutuhkan oleh Demokrat untuk mendongkrak perolehan suara pemilu.
“Saya keliling Indonesia mayoritas masih inginkan SBY jadi ketum. Karena kita ingat 2013 lalu survei 6 persen. Kalo kita diamkan akan turun,” ujar Agus, di Gedung DPR, Selasa (17/3).
Menurutnya, untuk kembali menaikkan perolehan suara, mayoritas kader kembali mengusung SBY jadi ketum. Hasilnya langsung terlihat, perolehan suara Demokrat terdongkrak naik meskipun tidak melebihi perolehan suara pemilu sebelumnya.
Pada kongres tahun ini, sebagian besar kader masih membutuhkan peran SBY untuk mengembalikan perolehan suara Demokrat di pemilu 2019. 
“Untuk itu, SBY masih diinginkan untuk menjadi Ketum hingga 2019 nanti. Karena kami sepakat perolehan suara minimal 20,9 persen di tahun 2019,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Kesulitan Deteksi Donatur 16 WNI di Turki

Jakarta, Aktual.co — Kepolisian hingga kini belum bisa mendeteksi donatur dana 16 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan oleh pihak Imigrasi Turki. Wakapolri, Komjen Pol Badrodin Haiti mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu keterangan dari otoritas terkait.
“Belum detail sampai situ, kita masih tunggu bahan dari Turki,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (17/3).
Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggunalangan Terotis (BNPT), Komjen Saud Usman Nasution mengaku telah bertemu dengan otoritas Turki pada Senin lalu. Pada pertemuan tersebut, pihaknya baru melakukan dialog pendahuluan terkait apa yang akan dilakukan dgn 16 WNI tersebut.
“Senin kemarin ketemu khususnya dari Departemen Imigrasi Turki, baru obrolan pendahuluan,” jelas Saud.
Pemerintah Indonesia saat ini, sambung Saud, telah mengirim tim yang terdiri Densus 88, BNPT, serta Badan Intelijen Negara (BIN). Tujuannya, tim tersebut untuk mengorek informasi tentang ke-16 WNI yang ditahan.
“Sudah ada yang kesana, kelompok kecil saja, sekira lima orang, tapi, hingga kini tim belum bisa bertemu dengan para WNI,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Ketua DPRD Kota Semarang Setuju e-Budgeting, Asal..

Semarang, Aktual.co — Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi berpendapat bahwa mekanisme penetapan APBD melalui e-budgeting versi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dinilai inisiatif positif, karena sistem pengaraan akan lebih tepat pemanfaatannya, transparan serta efektif dalam pengelolaan keuangan negara.
“Masyarakat bisa melihat, tanpa harus meminta rincian-rincian penganggaran dan pemanfaatan dana milik rakyat,” ujar Supriyadi di ruang kerjanya di gedung DPRD Kota Semarang, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan mekanisme e-budgeting dalam penetapan APBD diperbolehkan, setelah ada persetujuan pembahasan bersama antara legislatif bersama Tim Pengelola Anggaran Daerah (TPAPD). Dengan begitu, mekanisme penetapan ABPD mengedepankan azas keterbukaan dalam pentapan APBD.
Dengan begitu, lanjut dia, publik dapat turut serta mengawasi pengelolaan keuangan negara. Selain itu, transparansi pemanfaatan dana dapat dipertanggungjawabkan.
“Azas terbuka dan transparan penetapan APBD itu diatur dalam peraturan. Jadi, tidak masalah ketika mekanisme penetapan APBD melalui e-Budgeting,” terang dia.
Ditanya mengenai apakah mekanisme E-budgeting versi Ahok berpengaruh di Pemkot Semarang, dirinya menegaskan itu belum diwacanakan, tapi mekanisme itu akan lebih baik.
“Pemerintah daerah bisa menerapkan mekanisme itu, sebab tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Air Kelapa Jadikan Kulit Anda Halus dan Bersinar

Jakarta, Aktual.co —  Selain berguna untuk memulihkan tingkat elektrolit dalam tubuh. Air kelapa juga terdapat banyak manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh. Salah satunya, air kelapa juga dapat digunakan untuk perawatan kulit.

Para ahli mengatakan, bahwa antioksidan dan sitoksin yang ada dalam air kelapa memiliki efek anti aging. Berikut manfaat air kelapa bagi kesehatan kulit.

Sebagai Pelembab
Air kelapa bisa digunakan sebagai pelembab, karena memiliki konsistensi ringan dan bisa menjadi pelembab yang sangat baik untuk seluruh tubuh manusia. Selain itu, air kelapa adalah pelembab ideal untuk jenis kulit berminyak, karena dapat membantu mengurangi kondisi kulit berminyak.

Hidrasi Kulit
Hidrasi kulit sangat penting. Dehidrasi bisa menguras semua pesona kulit dan menjadikan kulit kering pada umumnya. Selian bisa memperbaiki kulit kusam dan kering, air kelapa juga memiliki sifat alami untuk menghidrasi kulit, sehingga kulit membuat menjadi lembut dan bersinar.

Sirkulasi Oksigen
Sirkulasi oksigen yang buruk menyebabkan kotoran mengendap pada kulit. Air kelapa sangat efektif  dalam meningkatkan sirkulasi oksigen dalam tubuh, sehingga mendapatkan oksigen yang cukup untuk mendorong kulit tetap sehat dan terlihat cerah.

Anti Aging :penuan pada kulit merupakan masalah umum yang disebakan oleh faktor usia serta pemakaian kosmetik dari bahan kimia. Sitoknin yang terkandung dalam air kelapa mempunyai sifat anti aging yang dapat mencegah penuaan dini. Minum air kelapa secara teratur dapat menjaga kulit tetap segar, sehat dan bersinar.

Jerawat dan Noda
Mencuci wajah dengan air kelapa secara teratur dapat menghilangkan jerawat, flek hitam, keriput dan noda. Selain itu, air kelapa juga dapat menghilangkan jerawat yang membandel.

Caranya yakni, dengan mencampur 25 gram pasta kunit dengan segelas air kelapa, biarkan semalam, kemudian tambahkan tiga sendok bubuk cendana dan aduk hingga merata. Simpan campuran ini selama tiga hari. Kemudian saring campuran tersebut dan oleskan pada bagian wajah yang berjerawat.

Jadi, bila ramuan tradisional cukup ampuh bagi diri Anda mengatasi permasalahan kulit. Nggak ada salahnya jika Anda mencobanya di rumah. Selamat mencoba!

Artikel ini ditulis oleh:

Mahyudin: Pimpinan MPR Tak Korelasi Dengan Pergantian Ketum Golkar

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Golkar, Mahyudin, mengatakan bahwa dirinya sebagai pimpinan yang dipilih melalui sistem paket oleh fraksi di MPR RI, sehingga tidak ada korelasi secara langsung dengan perseteruan internal Partai Golkar.
“Kalau di MPR sebenarnya tidak ada korelasi dengan urusan Golkar, kita jadi ketua diatur oleh UU MD3 dan tatib yang dipilih melalui paket,” kata Mahyudin, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3).
Oleh karena itu, tugas dan kewenangan MPR RI tidak ada implikasi langsung meski ketua umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) maupun Agung Laksono.
“Bagi kita siapapun jadi ketua umum, tentu kader yang ditempatkan di posisi itu tetap melaksanakan tugas pimpinan MPR dan tentu ikut taat dalam kebijakan partai,”
“Masa kalau ganti ketua umum ganti ketua MPR, kan ga ada hubungannya,” tandas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain