7 April 2026
Beranda blog Halaman 37989

Rupiah Terus Merosot, Pelayaran Indonesia Terancam Bangkrut

Surabaya, Aktual.co — Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang bertengger di atas Rp13.000 membuat industri pelayaran nasional terancam gulung tikar. Pasalnya, di saat rupiah terus melemah, kebijakan-kebijakan baru pemerintah yang justru merugikan pelayaran.

“Kalau nilai tukar Rupiah terus melemah di atas level Rp13.000 dampak paling terasa adalah harga sparepart kapal dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, sparepart kapal berasal dari impor bahkan mengalami kenaikan 30 persen,” ujar Ketua Masyarakat Maritim Jawa Timur, Lukman Ladjoni, kepada Aktual di Jakarta, Senin (16/3).

Sementara soal BBM, lanjutnya, para perusahaan pelayaran sebagian besar menggunakan BBM impor. Pasalnya, ketika melakukan pelayaran ke luar negeri, perusahaan membutuhkan stok besar. Apalagi, satu kali kapal beroperasi, 60 persen pengeluarannya justru dari BBM. Dengan dua faktor tersebut, kondisi pelayaran sudah tidak menentu.

“Saat ini, kondisi pelayaran itu seperti hidup segan, mati tak mau,” tambahnya.

Terlepas dua faktor tersebut, ada kebijkan baru dari pemerintah per Maret 2015. Bahwa pemilik kapal diwajibkan mengikuti asuransi bangkai kapal yang disediakan dirjen perhubungan laut. Perusahaan setiap tahun harus membayar asuransi minimal 15.000 dolar untuk ukuran kapal paling kecil. Jika tidak mengikuti asuransi yang disediakan pemerintah, maka kapal tersebut tidak akan mendapat pelayanan pelayaran dan dilarang beroperasi.

“Padahal kita sudah ikut asuransi selain yang disediakan pemerintah. Dan rata-rata pengusaha kapal sudah ikut asuransi, dan asuransinya itu juga sesuai prosedur hukum pelayaran internasional, dan menyangkut semua aspek,” lanjutnya.

Ketika tidak ada kebijakan asuransi yang ditunjuk pemerintah, lanjutnya, biasanya pengusaha kapal akan menyerahkan bangkai kapal yang karam kepada pengusaha besi tua. Oleh pengepul besi tua, kapal akan disingkirkan dan pemilik kapal diberi ganti rugi.

“Sebelumnya juga bisa diserahkan ke pemerintah. Pemerintah akan menyingkirkan bangkai kapal yang karam dan biayanya dari pemilik kapal. Kalau pemilik kapal tidak punya dana, maka bangkai akan dijual, dan hasilnya diberikan ke pemerintah,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, Lukman Ladjoni berharap agar pemerintah termasuk menteri perhubungan, Ignatius Jonan, harus berpikir ulang sebelum memberikan keputusan atau kebijakan baru. Sebab, kewajiban asuransi pilihan pemerintah dan turunnya rupiah sangat mematikan industri pelayaran termasuk galangan kapal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Eksepsi Ditolak, Hakim Minta Sidang Bonaran Dilanjutkan

Jakarta, Aktual.co — Nota keberatan (Eksepsi) yang diajukan terdakwa kasus suap sengketa Pilkada Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  ditolak oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor).
Keputusan itu dikemukakan saat Ketua Majelis hakim Muchammad Muchlis membacakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/3). Majelis menilai, surat dakwaan telah memenuhi ketentuan formal dan materiil yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
“Keberatan tidak dapat diterima. Surat dakwan Penuntut Umum sah,” ujar Ketua Majelis hakim Muchammad Muchlis.
Dengan keputusan tersebut, sidang terdakwa penyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian. Hal itu juga disampaikan saat sidang putusan sela.
“Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan persidangan perkara. Selanjutnya adalah pemeriksaan saksi,” ujar Hakim Ketua.
Merespon perintah tersebut, tim JPU KPK langsung menyanggupi. Dan Majelis Hakim juga menjadwalkan agenda sidang selanjutnya yang digelar dua kali dalam seminggu.
“Kita jadwalkan seminggu dua kali, Senin dan Kamis. jamnya siang ya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Bonaran sebelumnya didakwa telah memberikan uang sebesar Rp1,8 miliar kepada Akil Mochtar melalui Subur Effendi dan Hetbin Pasaribu. Uang tersebut diberikan agar keputusan MK soal sengketa Pilkada Tapteng berpihak kepada Bonaran.
Raja Bonaran diancam pidana sesuai Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) subsider Pasal 13 Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

SKPPLH Nilai RTB Tidak Merusak Terumbu Karang dan Ekosistem Teluk Benoa

Jakarta, Aktual.co —  Masyarakat seharusnya tidak apriori dengan kehadiran investor di Bali termasuk rencana Revitalisasi Teluk Benoa (RTB). RTB selayaknya mendapat dukungan masyarakat Bali sepanjang memenuhi berbagai aspek kelayakan.

“Rencana RTB merupakan pilihan tepat untuk memanfaatkan kawasan tak produktif tersebut sehingga bernilai ekonomis bagi masyarakat Bali,” ujar Ketua Sekretariat Kerja dan Pelestarian Lingkungan Hidup (SKPPLH), I Made Mangku, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (16/3).

Ia menepis tudingan pihak yang menolak proyek tersebut yang menyebut revitalisasi Teluk Benoa akan merusak terumbu karang dan ekosistem lain di Teluk Benua.

“Di Teluk Benua tidak ada terumbu karang yang diselamatkan. Tunjukan kepada saya jika di sana ada terumbu karang,” tegasnya.

Dirinya membantah adanya pulau Karang Tengah di Teluk Benoa yang terancam tenggelam jika terjadi revitalisasi. Pulau Karang tengah hanya istilah untuk tempat pertemuan arus laut di Teluk Benoa.

“Sama dengan monumen Dewa Ruci tempat pertemuan jalan. Itu di daratnya. Pulau Karang Tengah itu tempat pertemuan arus dari Tanjung Benoa, Sanur. Tidak ada wujud pulau yang dilestarikan. Jangan mengada-ada membuat argumentasi penolakan,” ujarnya.

Mangku juga menepis tudingan Pulau Pudut yang terancam hilang karena adanya abrasi. Ia menegaskan revitalisasi Teluk Benoa tidak berpotensi memicu abrasi yang akan menenggelamkan pulau Pudut.

“Pulau Pudut hilang karena kegiatan pengerukan jalur kapal pesiar oleh Syahbandar. Lumpur dibawa ke sebelah utara pelabuhan,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan masyarakat Bali untuk tidak seenaknya membuat penolakan. Menurut dia, krama Bali harus belajar dari masyarakat Betawi yang tersingkir dari Jakarta karena bersikap apriori terhadap investasi dan pembangunan di Jakarta. Masyarakat Betawi tidak memiliki ‘bergaining position’ dalam pembangunan Jakarta hari ini.

“Kalau asal menolak nanti kita seperti Betawi Kedua. Hati-hatilah menolak termasuk membuat pernyataan (penolakan) tertulis itu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Fahri Yakinkan Tak Bahas Perppu Plt KPK

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan bahwa pertemuan dengan seluruh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membahas ikhwal Perppu pengangkatan Plt KPK.
Menurut dia, pertemuan kali ini dalam rangka memperbaiki komunikasi antarlembaga negara dengan institusi anti rasuah tersebut.
“Sama-sama berkomitmen memberantas korupsi. Tidak ada masalah-masalah yang bersifat pribadi, baik pencegahan atau penindakan, tidak ada DPR untuk melemahkan KPK,” ucap Fahri, usai menggelar pertemuannya dengan KPK, di gedung DPR, Jakarta, Senin (16/3).
DPR ingin menjadikan KPK sebagai lembaga netral yang tidak melampaui kewenangannya. Perppu akan segera dibahas ketika pembukaan masa sidang ke III.
Untuk kedepannya, tambah Fahri, akan ada sistem penataan pemberantasan korupsi yang baik. Pihaknya menyampaikan apa yang menjadi concern pada masa lalu termasuk soal SOP.
“Kita akan terus membangun komunikasi yang baik. Kami yakin akan mengokohkan sistem pemberantasan korupsi dengan cara-cara yang lebih bermartabat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

DPRD DKI Pertanyakan Soal Bantuan CSR

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPRD dari fraksi PKS Selamat Nurdin mengatakan bahwa seluruh CSR yang masuk ke Pemprov DKI harus tercatat di neraca daerah. 
“CSR itu kan harusnya tercatat di neraca daerah,” ujarnya kepada wartawan di Gedung DPRD DKI, Senin (16/3).
Dikatakan Nurdin bahwa selama ini bantuan CSR yang telah diterima oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dilaporkan secara detail.
Untuk itu kata Nurdin pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap aliran CSR tersebut.
“Masuk neraca daerah atau tidak. Ada laporannya atau tidak,”  tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Seperti Ini Pujian Netizen kepada Cucu Aa Gym-Teh Ninih

Jakarta, Aktual.co —Wajah imut nan cantik cucu Abdullah Gymnastiar (AA Gym) dan Teh Ninih, Gherisa Hanifa mendapat pujian dari Netizen di Twitter dan Facebook.

Saat tidak memakai hijab, Gherisa berpose super lucu ala model cilik.

“Semoga nifa jd anak solehah..cantik lahir batin sperti ibunya,” tulis salah satu Netizen, demikian dikutip Aktual.co di Twitter-nya.

“Nifa makin cantik,” kata fans-nya yang lain.

Untuk diketahui, Gherisa merupakan putri dari Ghaida Tsurayya, yang berprofesi sebagai Desainer busana muslim. Usut punya usut, bakat di bidang fesyen itu menurun pada sang putrinya, Gherisa Hanifa.

Disamping itu, Ghaida juga memiliki anak kembar yang tak kalah lucu dan kerap bermain dengan kakeknya, Aa Gym.

Beberapa waktu lalu, putra kembar Ghaida, Ghaziran Hanafi dan Ghazirin Hanafi merayakan ulang tahunnya.
Ghaida berharap anak-anaknya bisa tumbuh sehat dan menjadi Hafiz Quran.

“Semoga menjadi anak soleh, pinter, sehat lahir dan batin, bersih hatinya, diluaskan dan diberkahkan rezekinya,” doa Ghaida kepada anaknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain