18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 37996

Di Kasus BW, Kabareskrim Indikasikan Akan Ada Dua Tersangka Baru

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso isyaratkan akan menetapkan dua calon tersangka baru dalam kasus yang menjerat Bambang Widjojanto sebagai pesakitan.
Wakil Ketua KPK nonaktif itu, ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, di Mahkamah Konstitusi (MK) tahun 2010 silam.
“Yang jelas Pak BW sama yang kemarin sudah jadi tersangka. Yang dua lagi masih kami dalami. Nanti tidak menutup kemungkinan jadi tersangka tapi belum tentu,” kata Budi di PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (5/3).
Namun, bekas Kapolda Gorontalo itu belum mendapat informasi dari penyidik sejauh mana perkembangan terhadap calon tersangka tersebut. Dengan sejumlah bukti-bukti yang diperoleh, Budi memastikan bahwa pihaknya sudah membidik dua orang yang potensial berstatus tersangka.
“Nanti lihat lah, kami tidak bisa yang belum saya lakukan pemeriksaan saya katakan menjadi tersangka. Calonnya ada,” ujarnya.
Jenderal bintang tiga itu pun, belum mengetahui kapan pengumuman terhadap kedua orang tersebut untuk menyusul Bambang Widjojanto dan Zul Fahmi Arsyad sebagai tersangka. “Jangan terlalu buru-buru, karena ini menyangkut hak asasi juga,” sambung Budi.
Budi menuturkan, dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka harus ada bukti-bukti yang cukup kuat. Dan tidak serta merta langsung menetapkan menjadi tersangka. “Untuk jadi tersangka tergantung penyidik, nanti kami lihat alat bukti yang ada dengan kesaksiannya,” imbuhnya.
Selain itu, Budi tidak menjelaskan latar belakang tersangkanya seperti apa, karena masih proses pemeriksaan. “Nanti kami lihat. Kalo saya bilang kepala daerah nanti dikejar-kejar kepala daerah,”tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Rupiah Ditutup Menguat Tujuh Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat tipis sebesar tujuh poin menjadi Rp12.968 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.975 per dolar AS.

“Rupiah berbalik arah ke area positif setelah sempat tertekan ke level Rp13.000 per dolar AS di pasar valas domestik menyusul ekspektasi data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2015 masih stabil,” ujar Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut dia, cadangan devisa pada Februari 2015 masih relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya yakni di kisaran 114 miliar dolar AS. Cadangan devisa Indonesia itu masih bisa memenuhi lebih dari enam bulan kebutuhan impor.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa penguatan rupiah masih bersifat sementara karena dibayangi oleh belum adanya kepastian bank sentral AS (Federal Reserve) mengenai waktu penurunan suku bunganya (fed fund rate).

“Sampai pertengahan tahun ini, volatilitas rupiah diperkirakan masih akan tinggi,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, adanya ekspektasi penurunan kembali tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI rate) membuat investor berorientasi jangka pendek akan cenderung menarik dananya, karena turunnya BI rate dapat menurunkan imbal hasil investasi.

“Namun di sisi lain, diturunkannya BI rate dapat mendorong ekspansi perusahaan domestik meningkat sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi ke depannya,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (5/3) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.022 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (4/3) di posisi Rp12.963 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kubu Ical Ingatkan Menkumham Dalam Menyikapi Putusan MPG

Jakarta, Aktual.co — Kubu Aburizal Bakrie tidak mempersoalkan langkah kubu Agung Laksono yang mendaftarkan kepengurusannya ke Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan keputusan Mahkamah Partai Golkar (MPG).
Ketua DPP Partai Golkar versi Munas Bali, Tantowi Yahya, mengingatkan agar Kemenkumham tidak gegabah dalam mengambil keputusan dengan langsung memberikan legilitas kepada kepengurusaan Agung Laksono Cs.
“Ya mereka mau mendaftarkan itu silakan saja untuk legalisir itu. Saya rasa penjelasan pak Muladi terang benderang, kemenkumham untuk tidak buru mencatat, menerima begitu. Harus dilakukan studi dulu mengenai hal itu,” kata Tantowi, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (5/3).
Menurut dia, bila Menkumham, Yasonna Laoly, mengeluarkan surat keputusan (SK) pengakuan kepada kubu Munas Jakarta, maka pihaknya akan mengajukan proses gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
“Artinya, Kemenkumham harus siap juga di PTUN-kan oleh kami. Karena empat hakim MPG, hanya dua munas Ancol sah, dua tidak berpendapat, bukan 2-0, dua menyarankan melalui pengadilan‎. Sehingga proses kita untuk menggugat jika pemerintah mensahkan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Rupiah Melemah Akibat Fundamental Ekonomi Indonesia Dangkal

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Ekonomi Enny Sri Hartati mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai Rp13.000 penyebab utamanya adalah fundamantal ekonomi Indonesia yang dangkal, ditambah kebutuhan impor tinggi bahan modal pembangunan semakin meningkat.

“Penyebab utama rupiah tembus ke level Rp13.000 adalah fundamental ekonomi Indonesia yang lemah. Belum lagi terkait persoalan APBNP 2015 yang telah disetujui mengutamakan dan menggenjot pembangunan infrastuktur tidak memberikan stimulus yang positif,” ujar Enny kepada Aktual, Kamis (5/3).

Disatu sisi, lanjutnya, pemerintah ingin meningkatkan pembangunan yang pada akhirnya berdampak pada impor bahan-bahan modal.

“Dari awal kami sudah peringatkan pemerintah bahwa belanja negara harus direncanakan secara matang, jangan sampai berimplikasi pada defisit neraca perdagangan hingga pelemahan nilai tukar rupiah,” jelasnya.

Salah satu keuntungan melemahnya nilai tukar rupiah dimanfaatkan untuk menggenjot komoditas ekspor. Namun tidak serta merta komoditas ekspor dapat mencapai target 300 persen. Pasalnya, serapan market global masih lemah, komoditas ekspor masih lemah, sedangkan target 300 persen tidak mungkin dalam jangka dekat.

“Melemahnya kurs rupiah juga akibat ketergantungan industri pada bahan baku impor. Karena kurs melemah, maka Industri dalam negeri tidak mampu bersaing. Padahal sekarang ada peningkatan impor luar biasa. Bukan hanya pemerintah, pihak swastapun tiap awal tahun pada siklusnya banyak melakukan impor untuk kebutuhan ekspansi perusahaan seperti mesin dsb,” terangnya.

Menurutnya, kebutuhan impor meningkatkan permintaan dan kebutuhan valas dalam negeri. Kendalanya, harga dan komoditas barang industri akan menjadi tidak kompetetitif. Bayangkan jika BI rate naik bersamaan dengan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga, rupiah bisa terpuruk lebih dalam.

“Sekarang ini yang terpenting adalah melakukan substitusi dan mengendalikan impor sehingga pelemahan rupiah tidak terus berlanjut,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kenang Jasa & Karya Alm Benyamin Sueb, ‘Nyok’ Kirim Al-Fatihah ke Bang Ben

Jakarta, Aktual.co — Celotehan Benyamin Sueb yang khas berlogat Betawi ini menjadi ciri khas masyarakat Jakarta sejak puluhan tahun lalu. Almarhum yang akrab disapa Bang Ben ini menjadi tokoh yang mempopulerkan celetukan-celetukan khas ala Betawi.

Untuk diketahui, Bang Ben merupakan putra Betawi asli yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939. Sepanjang hidupnya, Bang Ben mendedikasikan dirinya sebagai seorang seniman yang membawa misi tidak hanya menampilkan budaya Betawi, namun juga berusaha untuk melestarikannya.

Ia memang tidak hanya membawa budaya Betawi ke ranah populer, sosok almarhum juga berusaha untuk melestarikannya dengan melakukan transfer ilmu kepada seniman-seniman muda Betawi lainnya.

Menelisik ke belakang, darah seni almarhum Bang Ben didapatkan dari sang kakek dan kedua Engkong-nya, Saiti peniup klarinet dan Haji Ung, pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat pada zaman kolonial Belanda.

Sejak kecil bakat seni Bang Ben memang sudah menonjol. Bersama ketujuh kakaknya, Bang Ben membuat kelompok Orkes Kaleng. Sosok Bang Ben kecil adalah sosok anak yang periang, pemberani, pintar, disiplin, dan kocak. Selain itu, suaranya yang bagus dan pembawaannya yang pintar bergaul menjadikan Bang Ben seorang yang banyak teman.

Pada tahun 1959 Bang Ben menikah dengan Nonnie namun mereka bercerai pada 7 Juli 1979 dan rujuk kembali di tahun yang sama. Bang Ben dan teman-teman sekampung di Kemayoran, membentuk Melodyan Boy. Benyamin nyanyi sambil memainkan bongo. Bersama bandnya ini pula, dua lagu Benyamin terkenang sampai sekarang, Si Jampang dan Nonton Bioskop.

Bang Ben sendiri mengaku tidak memiliki cita-cita yang pasti. “Tergantung kondisi,” demikian celetuknya. Beliau sendiri pernah menjalani beberapa profesi, mulai dari kondektur bus PPD, menjalani karier kemiliteran, hingga menjadi Kepala bagian di sebuah perusahaan daerah. Namun, kehidupannya sebagai seorang Seniman-lah yang membuat sosok Bang Ben dikenal masyarakat.

Tak hanya dunia tarik suara yang membesarkan nama Benyamin Sueb, layar perak pun dirambahnya. Tidak kurang dari 53 judul film pernah dibintanginya. Ia pun kerap menjadi Sutradara di beberapa film yang juga dibintanginya. Di dunia film, Bang Ben pernah diganjar dengan penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik pada film ‘Intan Berduri’ (1973).

Di era 90-an pun namanya masih berkibar dengan beradu akting bersama beberapa bintang muda di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron itu sendiri berperan besar dalam mengangkat kehidupan masyarakat Betawi.

Benyamin, yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini, meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung.

Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat memengaruhi hidupnya.

Hingga akhir hayatnya, Bang Ben masih terus aktif di dunia seni lewat radio yang didirikannya, Bens Radio. Selain sedang bermain film Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan, Bang ben juga sedang menggarap album terakhirnya bersama group rock Al Haj.

Untuk menghargai jasanya, nama H. Benyamin Sueb diabadikan sebagai nama jalan menggantikan nama Jalan Landas Pacu Timur di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia pun dianugerahi penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 8 November 2011.

Tepat 5 Maret 2015 Ini, Alm. Benyamin Sueb Berusia 76 Tahun. Memperingati hari kelahiran babeh Benyamin, ‘nyok’ kirimin Al-Fatihah buat babeh.

Artikel ini ditulis oleh:

Jika Tak Dihentikan, Kabareskrim Mungkinkan Zul dan Adnan Sebagai Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso tak mempersalahkan dengan adanya kesepakatan untuk menunda penyelidikan kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkarnain dan Adnan Pandu Praja. 
“Ditunda itu soal waktunya saja,” ujar Budi, di komplek STIK, Jakarta, Kamis (5/3). 
Terpenting, menurut dia, tidak ada intruksi kasus itu untuk dihentikan. “Yang penting kan tidak di-SP3,” kata dia.
Ia sendiri tidak mengetahui sampai kapan kasus itu akan dihentikan. Yang jelas, ia memungkinkan kalau kedua pimpinan KPK berpotensi menjadi tersangka. 
“Tapi, untuk menuju tersangka, memang perlu penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata dia.
Sebelumnya plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti memutuskan untuk menghentikan seluruh perkara yang berhubungan dengan KPK, dengan catatan perkara yang masih ditingkat penyelidikan. Sebaliknya untuk kasus ditingkat penyidikan, seperti kasus Bambang Widjojanto dan Abrham Samad, polri tetap melanjutkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain