6 April 2026
Beranda blog Halaman 37997

Ahok ‘Kambinghitamkan’ SKPD Soal UPS, Pengamat: Kerjanya Dia Apa?

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung menuding ada anak buahnya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ‘bermain’ dengan DPRD DKI. Yakni saat dikonfirmasi mengenai temuan adanya pengajuan UPS (uninterruptible power supply) di draf APBD DKI 2015 versi dia yang sudah lewat ‘saringan’ e-budgeting.
Sikap ini pun menuai komentar pedas dari Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. Dia mengatakan Ahok harusnya jangan hanya menyalahkan saja.
“Itu kan tanggung jawab dia untuk lakukan pengawasan (anggaran), masa salahkan bawahan terus? Lah selama ini dia (Ahok) ke mana memangnya saat anggaran-anggaran itu masuk? kok sekarang malah mengkambing hitamkan orang lain terus. Memang dia kerjanya apa?” ujar Uchok, saat dihubungi Aktual.co, Senin (16/3).
Kata dia, kalau memang benar masih ada UPS lolos di APBD yang sudah ‘disaring’ e-budgeting, ini menunjukkan Ahok lemah dalam pengawasan anggaran.
Diberitakan sebelumnya, Ahok langsung menuding ada anak buahnya yang ‘bermain’ dengan DPRD, sebagai alasan masih lolosnya proyek pengadaan UPS di APBD 2015 versi dia yang kerap disebut-sebutnya bersih. “Makanya itu ada main SKPD sama oknum DPRD,” ucap dia, di Balai Kota, Senin (16/3).
Ancaman ‘standar’ pun dilontarkannya untuk selesaikan temuan itu. Ahok mengaku akan ‘staf-kan’ pejabatnya yang kedapatan kongkalingkong dengan dewan. Dengan sistem e-budgeting, mantan Bupati Belitung Timur ini sesumbar tahu siapa saja oknum SKPD yang bermain. “kelihatan, kita sudah tahu, makanya aku stafin semua,” ucap dia.
Namun saat ditanya siapa oknum SKPD yang sudah ketahuan ‘bermain’ dengan dewan terkait pengadaan UPS 2015, Ahok tak menyebut nama. Dia hanya mengatakan ada dari kalangan tingkat eselon 4, eselon 3. “Eselon 2 juga mungkin terlibat,” ujar dia.
Sikap Ahok yang gemar menyalahkan anak buah dan enggan akui kesalahannya, mendapat komentar dari peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor.
Kata dia, gaya kepemimpinan Ahok yang suka melempar kesalahan ke anak buah tidak mencerminkan etika seorang pemimpin. “Dalam konteks kepemimpinan demokrasi, gaya Ahok ini agak jarang,” kata Firman, di Jakarta, Minggu (15/3) kemarin.

Artikel ini ditulis oleh:

Temui Pimpinan DPR, KPK Bantah Bahas Perppu Plt

Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan (KPK) Taufiequrachman Ruki  tiba di gedung DPR menemui pimpinan DPR, Senin (16/3).
Ruki yang datang dengan menggunakan batik berpadu warna coklat kuning itu, langsung menuju ruang pertemuan pimpinan dewan di lantai Nusantara III lantai 3 komplek parlemen, Senayan.
Dengan langkah terburu-buru, Ruki mengungkapkan kedatanganya bertemu dengan pimpinan legislatif ini dalam agenda silaturahmi antar hubungan kelembagaan.
“Ini agenda ‘courtesy call’, lima-limanya datang. Hubungan kelembagaan. Saya ingin bicara dengan lima pimpinan untuk hubugan kordinasi, itu saja dulu,” kata Ruki, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (16/3).
Pasca kedatangan Ruki yang lebih awal, berselang lima menit empat pimpinan institusi anti rasuah itu pun terlihat telah hadir.
Ketika ditanya apakah pertemuan ini juga akan membahas ketentuan Perppu pimpinan Plt KPK, Wakil Ketua KPK, Johan Budi mengaku pertemuan ini tidak membicarakan konteks tersebut.
“Ngga, ngga ada kaitannya dengan itu (Perppu Plt), kita silaturahmi lah istilahnya,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam pertemuan ini, kelima pimpinan DPR RI terlihat hadir seluruhnya, yakni Setya Novanto, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Fadli Zon, dan Taufik Kurniawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kader PPP versi Jakarta Tuntut Menkumham Mundur

Ratusan Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Jakarta melakukan aksi di depan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2015). Dalam aksinya menuntut agar Menteri Hukum Dan HAM untuk segara turun dari jabatannya karena telah memecah belahkan umat Islam. AKTUAL/MUNZIR

Gelar Pilkades Serentak 2015, Pemkab Sampang Gelontorkan Anggaran 4,7 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran untuk pelaksanan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 2015 untuk 108 desa di 14 kecamatan sebesar Rp4,7 miliar.

“Anggaran pelaksanaan pilkades ini telah tertuang dalam APBD Pemkab Sampang 2015 dan telah mendapatkan persetujuan dari DPRD Sampang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sampang Puthut Budi Santoso, di Sampang, Senin (16/3).

Waktu pelaksanaan pilkades itu akan ditentukan kemudian, karena saat ini masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat, serta rampungnya pembahasan Perda Pilkades di DPRD Sampang.

Pilkades serentak ini juga bertujuan untuk menekan biaya, selain untuk menekan terjadinya konflik kepentingan di desa. “Pelaksanaan pilkades serentak ini juga merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” katanya menjelaskan.

Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adhima mengakui, pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Sampang memang masih menunggu pengesahan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Desa.

Saat ini, katanya, rancangan Perda tentang Pilkades masih dalam uji publik dan belum ditetapkan menjadi Perda. “Dalam Perda itu memang salah satunya mengatur tentang biaya pelaksanaan pilkades, yakni akan dibiayai APBD, sehingga para calon kepala desa tidak dibebani biaya,” katanya.

Hanya saja, ketentuan persyaratan lainnya tetap, seperti jumlah calon minimal dua orang. Ia memperkirakan, Raperda tentang Pikades serentak itu apabila tidak ada kendala yang berarti, akan rampung pada pertengahan tahun ini, sehingga diharapkan maksimal Agustus 2015, pilkades serentak di Kabupaten Sampang bisa digelar.

Artikel ini ditulis oleh:

Tubuh Sehat, Ini Cara Mudah Detoksifikasi yang Bisa Anda Lakukan

Malang, Aktual.co — Banyak pihak mengatakan, bahwa detofksifikasi tubuh perlu dilakukan setiap dua hari sekali atau tiga kali dalam seminggu. Namun ternyata, hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang disarankan oleh para ahli medis. Kebanyakan dokter menyarankan, agar proses detoksifikasi dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga kondisi tubuh kita.

Bahkan, para dokter dan ahli medis menerangkan, perlu beberapa hal untuk medetoksifikasi setiap harinya untuk menghindari racun dalam tubuh manusia.

Berikut, Aktual.co sajikan tujuh tips yang bisa dilakukan untuk melakukan detoksifikasi harian pada tubuh, sebagaimana dilansir dari MagForWoman.

1. Beralih ke Makanan Organik
Salah satu cara penting untuk usaha detoksifikasi keseharian yakni, dengan mengonsumsi makanan berbahan organik. Sebab, makanan tersebut diketahui tidak mengandung bahan kimia dan pengawet seperti yang dikonsumsi masyarakat sekitar puluhan tahun lalu. Memilih makanan berbahan dasar organik ternyata bagus untuk menghindari racun dalam tubuh Anda.

2. Banyak Minum Air Putih
Banyak orang yang menganggap remeh akan khasiat air putih bagi tubuh kita. Padahal dengan meminum air putih setiap hari, mampu mengurangi hingga menghilangkan racun di dalam tubuh secara teratur, disamping menghindari dehidrasi.
Mereka yang kurang minum air putih tidak hanya saja dihadapkan dengan masalah dehidrasi, namun juga menyebabkan penumpukan racun berbahaya dalam tubuh.

3. Tidur Cukup
Tubuh manusia sebenarnya membutuhkan tidur yang cukup setiap malamnya. Pola tidur malam yang baik, ternyata mampu membersihkan berbagai macam racun dari dalam tubuh, sebab, jika seseorang mampu tidur nyenyak setiap malam, maka akan membantu dalam hal buang air kecil hingga besar di pagi harinya.
Bila Anda bekerja hingga larut malam atau bepergian hingga tidur malam Anda kurang, maka setidaknya hal tersebut akan mengacaukan siklus tidur. Oleh karena itu, cukup istirahat utamanya pada malam hari sangat berguna bagi detoksifikasi dalam tubuh.

4. Kurangi Penggunaan Kosmetik
Percaya atau tidak,  ternyata dalam kosmetik yang digunakan, mengandung sejumlah bahan kimia yang mampu merembes melalui pori-pori kulit hingga merasuk dalam tubuh. Meski tidak terlalu berbahaya, namun, sangat dianjurkan untuk mengurangi penggunaan kosmetik berlebih, sehingga zat-zat kimia ke dalam tubuh bisa dikurangi.

5. Banyak Aktivitas
Berjalan ke kantor atau menggunakan tangga serta berolahraga secara teratur juga merupakan sarana detoksifikasi racun pada tubuh kita. Tubuh yang selalu aktif ternyata mampu mengeluarkan keringat yang dapat mereduksi racun dalam tubuh dan bahkan bisa membersihkannya secara menyeluruh. Fakta menunjukkan, mereka yang rajin olahraga, ternyata dapat merasakan tubuh yang segar beberapa jam setelahnya.

6. Hidrotherapi
Kiat ini dilakukan dengan membawa tubuh pada dua kondisi suhu berbeda yakni panas dan dingin secara bergantian. Caranya yaitu, setelah 3-4 menit mandi dengan air panas, lalu berganti dengan air dingin selama dua menit dan kembali ke air panas, lalu diakhiri dengan mandi air dingin.
Cara ini dipercaya mampu melebarkan pembuluh, sehingga membantu dalam memompa racun keluar dengan mudah dari dalam tubuh, disamping juga berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

7. Rajin Bersihkan Tubuh
Rajin membersihkan tubuh dengan menghilangkan sel-sel kulit mati baik menggunakan scrub atau sabun mandi sangat bagus bagi tubuh. Hal ini menyebabkan sirkulasi darah lebih baik dan membantu memompa racun keluar tubuh dengan baik pula.

Tujuh hal di atas adalah beberapa langkah sederhana untuk melakukan detoksifikasi pada tubuh yang bisa dilakukan setiap hari. Tak hanya menghilangkan racun dalam tubuh, cara tersebut juga bisa menurunkan berat badan serta menghindarkan diri dari penyakit, di samping Anda lebih aktif dan sehat.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Wisma Atlet, KPK Periksa Manager Nindya Karya dan WK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterlibatan tersangka Rizal Abdullah (RA), terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet Sea Games dan gedung serbaguna di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk merampungkan berkas penyidikan RA, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.
Adapun ketiga saksi yang diperiksa yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Sunarto. Manager Pemasaran PT Nindya Karya Bambang Kristianto, serta Manager Bussiness Development PT Wijaya Karya Mulyono.
“Iya benar, ketiganya diperiksa untuk tersangka RA,” jelas Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (16/3).
Seperti diketahui, RA yang sebelumnya menjabat Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet itu merupakan pengembangan kasus korupsi proyek Wisma Atlet yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin.
RA yang tengah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pemerintah Provinsi Sumsel itu, diduga tengah melakukan penggelembungan dana yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
Atas perbuatannya, RA dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat ke-1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain