16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38016

Jelang Musim Kemarau, Warga DKI Diminta Waspada Kebakaran

Jakarta, Aktual.co —Jelang musim kemarau tahun ini yang diperkirakan terjadi di bulan Maret hingga Juni, warga Jakarta diingatkan berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran. Mengingat banyaknya titik pemukiman padat di Jakarta.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, mengatakan diperkirakan musim kemarau di Jakarta datang di bulan April.
Curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, ujar dia, mulai menurun akhir Maret. Seperti di Jawa dan sebagian Papua. Pergantian musim ditandai dengan menurunnya curah hujan dengan skala kurang dari 150 mm.
Kata dia, sebanyak 29,8 persen wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan atau kemarau pada April 2015, 28,9 persen (Mei), dan 24,6 persen (Juni).
“Sifat hujan musim kemarau 2015 ini sebagian besar daerahnya atau sebanyak 63,9 persennya diperkirakan normal,” ucap dia, di Jakarta, Rabu (4/3).

Artikel ini ditulis oleh:

BMKG: Musim Kemarau Berpotensi Timbulkan Kebakaran Hutan Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya mengatakan, terdapat potensi tinggi kebakaran hutan seperti di Riau dan Jambi pada musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi bervariasi di rentang Maret hingga Juni 2015.

“Secara berangsur-angsur di sebagian besar Pulau Sumatera, kemarau akan mulai terjadi awal Juni 2015. Kalau kering tentu masyarakat harus berhati-hati agar kebakaran hutan tidak terjadi,” kata Andi di Jakarta, Rabu (4/3).

Dia mengingatkan warga di perkotaan seperti Jakarta perlu mewaspadai kebakaran, seiring datangnya musim kemarau. Ibu kota memiliki banyak titik permukiman yang sangat padat.

Kemarau di Jakarta sendiri diperkirakan akan datang pada awal April 2015.

Sementara itu, curah hujan di sebagian wilayah Indonesia akan mulai menurun pada akhir Maret seperti di Pulau Jawa dan sebagian Papua. Pergantian musim menuju kemarau ini ditandai dengan menurunnya curah hujan dengan skala kurang dari 150 mm.

Ia mengatakan sebanyak 29,8 persen wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan atau kemarau pada April 2015, 28,9 persen (Mei), dan 24,6 persen (Juni).

“Sifat hujan musim kemarau 2015 ini sebagian besar daerahnya atau sebanyak 63,9 persennya diperkirakan normal,” kata dia.

Andi juga mengingatkan tentang potensi bencana terkait perubahan iklim dari penghujan menuju kemarau.

“Saat transisi musim ini sering terjadi angin kencang, angin puting beliung dan hujan es di beberapa tempat,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kalahkan Tuan Rumah, Hendra/Ahsan Melangkah ke Babak Kedua All England

Jakarta, Aktual.co — Pasangan ganda putra nomor satu Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, berhasil melangkah ke babak dua All England Open 2015, Rabu (4/3). Hendra/Ahsan mengalahkan ganda tuan rumah, Andrew Ellis/Peter Mills, dua game langsung, 21-9 dan 21-17.

Menang telak di game pertama, Hendra/Ahsan rupanya baru mendapat perlawanan di game kedua. Andrew/Peter sempat beberapa kali menyamakan angka, sebelum akhirnya kalah.

“Di game pertama sepertinya mereka belum panas dan baru di game kedua mereka lebih siap menghadapi kami,” kata Ahsan, dikutip dari situs resmi PBSI.

Selanjutnya di babak dua, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan pasangan China, Zhang Nan/Fu Haifeng. Kedua pasangan ini sebelumnya telah tiga kali bertemu, dengan keunggulan 2-1 untuk Hendra/Ahsan.

Di pertemuan terakhir, Hendra/Ahsan berhasil menaklukkan Zhang/Fu, 21-19, 6-21 dan 21-17, di Yonex Sunrise Hong Kong Open 2015.

“Bicara mengenai peluang pertandingan besok tentu ada. Mereka pernah mengalahkan kami, kami juga pernah menang dari mereka. Jadi lebih siap aja untuk besok,” tambah Ahsan.

Hendra/Ahsan merupakan juara bertahan ganda putra di All England. Tahun lalu Hendra/Ahsan mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, Jepang, di babak final dengan skor 21-19 dan 21-19.

“Peluang untuk kembali juara masih ada. Tapi kami mau fokus untuk pertandingan besok dulu. Diselesaikan satu per satu,” kata Hendra.

Artikel ini ditulis oleh:

PM Australia Diimbau Tak Berlebihan Pasca Eksekusi Mati

Jakarta, Aktual.co — Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengimbau Perdana Menteri Australia Tony Abbott tidak bereaksi berlebihan apabila hukuman mati sudah dilaksanakan terhadap warga negaranya yang terjerat kasus narkoba.
“Pemerintah Australia diharapkan tidak melakukan lebih dari pemanggilan duta besar untuk berkonsultasi, mengingat kepentingan dan ketergantungan kedua negara sangat besar,” kata Hikmahanto di Jakarta, Rabu (4/3).
Kepentingan kedua negara (Indonesia-Australia) yang saling menguntungkan bila dirusak akan tidak sebanding dengan pelaksanaan hukuman mati atas dua WN Australia yang melakukan kejahatan serius menurut hukum di Indonesia.
“Bahkan tindakan berlebihan dari pemerintah Australia dikecam sendiri oleh publiknya. Ini tentu membahayakan posisi PM Tony Abbott yang sedang berada di ujung tanduk dalam kedudukannya sebagai Perdana Menteri,” ujar dia.
Dirinya meyakini ketidaksukaan pemerintah asing, termasuk Australia, terhadap pelaksanaan hukuman mati, ditunjukkan paling maksimal dengan pemanggilan duta besarnya di Indonesia untuk berkonsultasi.
Pemanggilan diperkirakan tidak akan berlangsung lama karena Dubes tersebut akan dikembalikan untuk bertugas di Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Langgar Kode Etik, Hakim PTUN Sidang PPP Dilaporkan ke KY

Jakarta, Aktual.co — Hakim PTUN Jakarta Teguh Satya Bhakti dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) terkait dugaan pelanggaran kode etik karena menangis saat membacakan putusan gugatan Suryadharma Ali (SDA) terhadap SK Menkumham yang mengesahkan PPP versi Muktamar Surabaya.
Laporan tersebut diajukan Koalisi Pemuda Pemantau Peradilan (K-PPP) di Jakarta, Rabu (4/3).
“Kami perhatikan tangisan hakim Teguh seolah-olah ada hubungan emosional dengan kasus yang ditangani. Padahal, hakim tidak boleh memihak, tidak boleh ada rasa suka atau tidak suka terhadap kasus yang ditangani,” kata Presedium K-PPP, M Nurdin Syahreza.
Majelis Hakim PTUN Jakarta mengabulkan gugatan SDA dan membatalkan surat keputusan Menkumham yang mengesahkan kepengurusan PPP versi Muktamar Surabaya.
K-PPP yang terdiri dari Forum Pemuda Peduli Pendidikan (F-PPP), Forum Studi Pembangunan (FosPem), dan LSM Bina Bangun Generasi (BBG) meminta KY memeriksa Teguh Satya Bhakti bersama dua koleganya Nur Akti dan Febru Wartati.
Untuk memperkuat laporan, K-PPP menyertakan bukti-bukti fisik berupa foto, video, dan kliping pemberitaan. Nurdin mengungkapkan, hampir semua media menyoroti tangisan hakim Teguh.
“Kami menyertakan dokumentasi berupa foto dan rekaman video. Kliping pemberitaan media kami sertakan untuk memperkuat bahwa kejadian tangisan itu ada, karena nggak mungkin media berbohong,” katanya.
K-PPP menilai perilaku Teguh bertentangan dengan Keputusan Bersama Ketua MA dengan Ketua KY bernomor 047/SKB/IV/2009 dan 02/SKB/P.KY/IV/2009 Tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim.

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Bikin Angket Sendiri, Minta Dukungan Lurah dan Camat

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak membantah dirinya dianggap cari dukungan di kisruh APBD DKI 2015 dengan mengundang para lurah dan camat se-DKI di Balai Kota Rabu (4/3) siang tadi. 
Dia juga terang-terangan akui permintaannya kepada para lurah dan camat untuk menyatakan dukungan kepada APBD versi Pemprov DKI, adalah bentuk ‘hak angket’ versi Ahok. “Ini namanya angket versi Ahok,” ujar dia.
Adapun angket yang dimaksudnya yakni saat para lurah dan camat itu disuruhnya menulis surat pernyataan ketegasan dukungan, apakah dukung APBD versi dewan atau pemprov. “Kalau kalian dukung mau DPRD kalian engga usah takut sama saya. Tapi kalau saya yang menang gua pecat lu. Kan sederhana toh,” ucap dia.
Ahok menilai sikapnya memberikan kebebasan para lurah dan camat untuk menetukan dukungan sudah cukup adil. Dia menegaskan, tidak akan membuka ruang kompromi kepada DPRD untuk urusan APBD DKI Jakarta 2015. Nyatakan siap dipecat dan dipidana, Ahok nyatakan tegas tak akan beri toleransi soal anggaran siluman di DKI.
Sebelum meminta dukungan lurah dan camat, Ahok mengaku sudah terlebih dahulu meminta dukungan SKPD dan Sudin di Jakarta. “SKPD dan Sudin semua ikut dan Mendagri juga sudah ikut. Makanya ini tinggal lurah, camat dan walikota.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain