4 April 2026
Beranda blog Halaman 38016

Sulut Tingkatkan Pengawasan Kebutuhan Pokok

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Hanny Wajong mengaku, pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di daerah tersebut.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan kebutuhan pokok di Sulut, baik di tingkat distributor, pedagang pengumpul maupun di tingkat pengecer, sehingga distribusi tetap lancar,” kata Hanny, di Manado, Sabtu (14/3).
Hanny mengatakan, tahap pertama pengawasan akan difokuskan di tingkat distributor, karena merekalah yang menjadi kunci bahan kebutuhan pokok masyarakat tersedia cukup atau tidak.
“Pengalaman tahun sebelumnya, bila stok bahan pokok tersedia pada distributor, biasanya akan terjamin kecukupannya hingga tingkat pengecer.”
Dia mengatakan, pengawasan kepada distributor juga dimaksudkan agar praktek penimbunan bermotif spekulasi tidak terjadi.
“Praktek menimbun bahan kebutuhan pokok oleh distributor akan sangat menggangu ketahanan stok, karena itu pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif dengan menurunkan tim pengawasan,” kata dia.
Karena itu, katanya, tim akan melakukan pemeriksaan terhadap stok yang ada pada pedagang distributor.
Pemerintah provinsi Sulut melalui Disperindag Sulut dan kabupaten/kota yang ada, selama ini mampu menekan gejolak dengan optimalisasi pengawasan, karena itu bahan kebutuhan pokok masyarakat selalu tersedia cukup sesuai kebutuhan.
“Saat ini anggota sudah bergerak terus melakukan pemantauan harga di tiap Kecamatan terutama di pusat-pusat perbelanjaana seperti pasar, yang kita pantau diantaranya harga sembako dan elpiji,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pengrajin Kulit di Semarang Siap Hadapi MEA

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah pengrajin kulit siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) seiring dengan dukungan yang diberikan oleh pemerintah kota Semarang maupun Jateng.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada para pengrajin kulit khususnya yang sedang merintis seperti saya,” kata salah satu pengrajin produk kulit Aminnudin di Semarang, Sabtu (14/3).
Dia mengaku tidak khawatir untuk menghadapi MEA selama pelaksanaan tersebut tidak merugikan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aminnudin mengaku sudah banyak menerima pesanan baik dari dalam kota maupun luar kota. “Kami bisa memperluas pasar karena pernah mengikuti program promosi yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag).”
Selain jaket, Aminnudin juga membuat produk tas, dompet, ikat pinggang, topi, sarung tangan, dan gantungan kunci yang juga berbahan baku kulit.
Mengenai bahan baku, sejauh ini Aminnudin mengaku tidak menghadapi kendala mengingat pasokan dari Tasikmalaya dan Garut berjalan lancar. Bahkan, hingga saat ini dirinya mengaku belum pernah kesulitan memperoleh bahan baku.
“Meski demikian, kami berharap agar Pemerintah setempat tetap memperhatikan ketersediaan bahan baku, dengan demikian kami lebih siap menghadapi MEA mendatang,” kata dia.
Sebelumnya, Ketua Klaster Tas Kota Semarang Claudyna S Ningrum mengatakan jumlah pengrajin produk kulit khususnya tas di Kota Semarang masih minim. Oleh karena itu, pihaknya yang dibantu Pemkot Semarang ingin meningkatkan jumlah tersebut.
“Pangsa pasar produk kulit sangat luas, selain itu kami juga harus bersaing dengan produk kulit dari luar negeri dalam menghadapi MEA mendatang.”
Salah satu upaya untuk meningkatkan jumlah pengrajin produk kulit, pada bulan ini pihaknya akan mengadakan pelatihan secara gratis kepada masyarakat umum khususnya yang tertarik pada industri tas.
“Sampai saat ini jumlah sumber daya manusia (SDM) untuk tas memang masih minim, untuk menambah SDM berkualitas tentu pelatihan-pelatihan harus terus dilakukan. Dalam waktu dekat ini pelatihan yang dilakukan khusus untuk produksi tas kulit,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Frans Lebu Raya Kembali Pimpin PDIP NTT

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur periode 2010-2015 Frans Lebu Raya yang juga Gubernur NTT, kembali terpilih secara aklamasi periode 2015-2020 dalam konfrensi daerah (Konferda).
“Konferda yang dilakukan selama tiga hari dilakukan di tiga DPC berbeda seperti di DPC Ngada untuk wilayah Flores, DPC Sumba Barat Daya untuk DPC di wilayah Pulau Sumba dan DPC Kota Kupang untuk DPC-DPC di Pulau Timor,” kata Sekretaris DPD PDIP NTT Nelson Obet Matara di Kupang, Sabtu (14/3).
Dalam kegiatan itu, akhirnya disepakati untuk menempatkan dua kader partai yang diusulkan mendampingi Frans Lebu Raya saat pencalonan yaitu Nelson Matara dan Lily Adoe.
Dari tiga calon ketua yang mencuat yakni, Lebu Raya, Nelson Matara dan Lili Adoe akhirnya menyepakati agar Lebu Raya yang saat ini menjabat kembali sebagai ketua hingga lima tahun ke depan.
“Karena calonnya tiga orang maka, disepakati Lebu Raya sebagai ketua, Nelson kembali menjadi sekretaris dan Lili Adoe menjadi bendaharanya.”
Wakil Ketua DPRD NTT itu mengatakan, tahun 2015 merupakan tahun konsolidasi bagi PDIP yang mengedepankan musyawarah mufakat dan bersifat bottom-up yang dimulai dari anak ranting, PAC sampai ke DPD.
“Jadi proses musyawarah di PAC sudah selesai, dilanjutkan dengan konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP NTT,” katanya.
Ketua DPD PDIP NTT terpilih Frans Lebu Raya mengatakan, proses rekrutmen calon ketua jauh sebelumnya. Dia menyebut, DPP memutuskan tiga nama, kemudian ketiganya musyawarah. Tidak ada voting dan tidak membangun konflik dalam kader.
Masih menurut dia, sebelum Konferda, pihaknya telah menggelar Konfercab yang dilaksanakan di tiga wilayah. Ketiga untuk Alor, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Timor bertempat di Kota Kupang.
Bahkan Konfercab di Kota Kupang dihadiri lebih dari 500 kader. “Banyak yang tanya saya, kenapa tidak dibuat di masing-masing daerah tapi dibagi per wilayah. Saya bilang, ini untuk membangun kebersamaan pengurus dan kader partai. Dan semua berjalan dengan lancar,” kata dia.
Namun dari semua pengurus DPC yang dilakukan pemilihan, hanya DPC Kabupaten Lembata yang mengalami deadlock sehingga harus diserahkan kepada DPP untuk diputuskan. “Lembata satu-satunya yang deadlock sehingga diserahkan ke DPP dan ditunggu keputusan DPP,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pasokan Terbatas, Harga Bawang Merah di Babel Meroket

Jakarta, Aktual.co — Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengalami penaikan karena pasokan terbatas.
“Saat ini, harga bawang merah naik menjadi Rp 30.000 dari harga sebelumnya Rp 16.000 perkilogram,” kata salah seorang pedagang sayur mayur, Hendra di Pangkalpinang, Sabtu (14/3).
Dia mengatakan, penaikan harga bawang ini berdampak langsung terhadap permintaan ibu rumah tangga yang menurun cukup drastis.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk menurunkan harga bawang ini, karena kami hanya mengikuti harga yang ditetapkan distributor sayuran yang sudah mencapai Rp28.000 per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, kata dia, harga sayur mayur lainnya, seperti cabai merah, bawang putih, tomat, kentang, wortel dan lainnya masih relatif stabil, karena pasokan sayuran tersebut normal.
Harga cabai merah masih bertahan Rp 20 ribu perkilogram, bawang putih bertahan Rp 15 ribu, kentang bertahan stabil Rp 12.000, tomat bertahan Rp 10.000 perkilogram.
“Kami tidak mengetahui secara pasti kenaikan bawang merah ini, namun biasanya harga naik karena pasokan dari petani di Pulau Jawa dan Sumatera terbatas.”
Demikian juga, Deni pedagang sayuran lainnya mengatakan, harga bawang merah naik dan permintaan menurun dratis.
“Biasanya, ibu-ibu rumah tangga membeli bawang setengah hingga sekilo bawang, namun sekarang mereka rata-rata menbeli satu hingga dua ons saja,” kata dia.
Pada saat daya beli masyarakat menurun ini, dia berharap, harga bawang merah ini kembali turun, sehingga permintaan kembali meningkat.
“Kami sulit menjual bawang merah ini dan kenaikan harga sayuran ini dapat merugikan pedagang karena sayuran dagangan tidak terjual pada akhirnya membusuk,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pasang Air Laut di Belitung Hampir Tiga Meter

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), memprakirakan tinggi pasang air laut di Membalong Kabupaten Belitung mencapai 2,40 meter, mulai berlaku Minggu (15/7) pukul 01.00 WIB.
“Kami mengimbau kepada nelayan dan warga di pesisir pantai Membalong dan sekitarnya agar mewaspadai ketinggian air pasang yang mencapai 2,40 meter karena bisa membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Staf Koordinator Unit Analisa pada Kantor BMKG Pangkalpinang, Akhmad Fadholi di Pangkalpinang, Sabtu (14/3).
Dia menjelaskan, tinggi pasang air laut di Sungailiat, Kabupaten Bangka berkisar 2,31 meter, di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan 2,16 meter, di Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur berkisar 1,95 meter.
Kemudian, tinggi pasang air laut di Muntok, Kabupaten Bangka Barat 1,65 meter, di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung 1,62 meter dan di Belinyu, Kabupaten Bangka 1,56 meter.
Sementara itu, kata dia, tinggi maksmimum gelombang jalur penyeberangan di perairan Utara Bangka berkisar 1,3-2,0 meter dengan kecepatan angin 17-40 kilometer per jam, di perairan Selat Karimata berkisar 1,0-2,0 meter dengan kecepatan angin 16-38 kilometer perjam.
Selanjutnya, di perairan Selat Gelasa berkisar 0,8-1,8 meter dengan kecepatan angin 16-37 kilometer per jam, di Selatan Bangka 0,8-1,5 meter dengan kecepatan angin 14-36 kilometer per jam dan di Selat Bangka berkisar 0,6-1,3 meter dengan kecepatan angin 13-34 kilometer per jam.
“Rata-rata arah angin diseluruh jalur penyeberangan dari Barat Laut ke Timur Laut kecuali Selat Bangka arah mata anginnya dari Barat ke Utara,” katanya.
Dia mengatakan, seluruh kota/kabupaten yang ada di Babel berpotensi hujan dengan intensitas ringan. “Seluruh daratan di provinsi itu masih berpotensi hujan ringan belum ada tanda-tanda hujan turun dengan deras,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Warga Pekanbaru Dikejutkan Penemuan Bayi di Kardus

Jakarta, Aktual.co — Warga Cipta Karya, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki laki yang ditempatkan di dalam kardus, Kamis (12/3) dinihari.
Sang pemilik rumah, Roby mengaku telah menemukan bayi tersebut dalam keadaan yang memprihatinkan. “Bayi tersebut ditemukan di dalam kardus bersamaan dengan pakaian kotornya,” kata Roby di Pekanbaru, Sabtu (14/3). 
Dia pun sempat merawat bayi tersebut selama dua hari, hingga akhirnya melaporkan ke ketua rukun tetangga (RT) setempat. “Kebetulan ketua RT ditempat tinggal saya adalah seorang Polisi, sehingga beliau meminta agar bayi tersebut dibawa ke klinik terlebih dahulu guna mengetahui kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Setelah bayi dibawa ke klinik, warga sekitar dibuat heboh dengan adanya kabar bayi terlantar tersebut. Pihak klinik dalam keterangannya menyatakan bahwa bayi yang diperkirakan berumur tujuh hari tersebut dalam keadaan sehat.
Bahkan sejumlah dari mereka menawarkan diri untuk menjadi orang tua asuh sang bayi, namun pihak klinik tidak mengizinkannya hingga mendapat persetujuan dari Polisi.
Sementara itu, Kanit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tampan Pekanbaru, AKP Herman Pelani mengatakan, kepolisian sedang menyelidiki terkait temuan bayi tersebut.
Dia mengaku jajarannya telah melakukan penyelidikan di sekitar perumahan yang tidak jauh dari ditemukannya bayi tersebut.
Namun, dia belum dapat memastikan apakah bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tuanya, atau korban penculikan. “Kita masih lakukan pengembangan terhadap temuan ini,” kata AKP Herman.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain