16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38020

Indonesia -Selandia Baru Targetkan Perdagangan Rp 40 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Menlu Selandia Baru, Murray McCully menargetkan perdagangan bilateral hingga 2024 sebesar Rp40 triliun. Volume perdagangan sebelumnya pada 2013 tercatat sebesar Rp17 triliun dan diharapkan melonjak jadi Rp40 triliun dalam periode kurang dari 10 tahun.

Menlu Retno LP Marsudi dan Menlu Selandia Baru Murray McCully telah mendiskusikan kerja sama bilateral dalam Komisi Bersama Tingkat Menteri ke-7 yang dilaksanakan di Auckland pada Selasa (3/3).

“Saya merasa sekarang waktunya untuk mengevaluasi apa-apa yang telah kita telah sepakati untuk kemudian kita implementasikan sebaik-baiknya bagi kemakmuran kedua bangsa,” kata Retno dalam laporan dari Kasubdit Repatriasi dan Bantuan Sosial Kementerian Luar Negeri Aji Surya yang diterima, Rabu (4/3).

Sementara itu, Menteri McCully meminta pengusaha kedua negara untuk menggali potensi ekonomi yang berpotensi besar dan berkontribusi mencapai target volume perdagangan.

McCully juga mengharapkan Indonesia segera membuka Kantor Dagang di Selandia Baru. Menteri juga mengaku negaranya mendorong Indonesia untuk mempertimbangkan pengembangbiakan sapi asal Selandia Baru. “Kedua belah pihak sepakat menindaklanjutinya dalam kelompok kerja dalam waktu dekat,” demikian laporan tersebut.

Indonesia mengekspor sejumlah produk ke Selandia Baru antara lain buah manggis, batu bara, elektronik, kayu, kertas dan komoditas lain. Saat ini, Indonesia juga berencana ekspor produk seperti kelapa sawit, karet, produk kimia, makanan olahan dan produk elektronik. Indonesia juga merencanakan ekspor buah salak.

Sementara itu Indonesia mengimpor produk seperti susu, daging dan mentega dari Selandia Baru. “Saya kira pertemuan kali ini sangat produktif. Tidak hanya membicarakan soal ekonomi tetapi juga mencakup pertahanan, hubungan masyarakat hingga masalah regional dan internasional. Setelah ini tentu pekerjaan kita adalah implementasi. Tidak boeh berhenti diatas kertas,” kata Menlu Retno.

Kedua menteri juga menyadari pentingnya penerbangan langsung dari Selandia Baru-Indonesia untuk mendukung peningkatan volume perdagangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Jumat, Bareskrim Garap Denny Indrayana

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri akan memanggil Denny Indrayana. Bekas Wakil Menteri Hukum dan HAM itu akan digarap penyidik sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi payment gateway di Direktorat Imigrasi Kemenkum HAM 2014 pada, Jumat (6/3) mendatang.
Dalam kasus tersebut 12 saksi sudah dimintai keterangan termasuk bekas Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, yang diperiksa pada Selasa (3/3) kemarin.
“Sudah 12 orang yang kita periksa, yang terakhir itu pak Amir Syamsuddin. Dan rencananya Jumat akan memeriksa saudara DI sebagai saksi,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (4/3).
Dijelaskan Rikwanto, kasus tersebut bermula adanya laporan masyarakat pada 10 Februari lalu juga menjadi dasar penyelidikan. Setelah itu, penyidik berhasil memperoleh temuan pada 24 Februari lalu, terkait adanya tindak pidana korupsi yang terjadi di Kemenkum HAM dalam pengadaan proyek layanan singkat pembuatan paspor tersebut.
“Dugaan korupsi ini itu dari payment gateway. Selisih antara nilai yang seharusnya dan nilai tambahan dari pengurusan paspor,” ujarnya.
Rikwanto mengatakan saat ini nilai kerugian uang negara dalam kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Akan tetapi, kata Rikwanto, uang negera yang dikeluarkan dalam proyek tersebut sudah mencapai sekitar Rp 32 miliar.
“Ini bukan nilai kerugiannya, tapi akumulasi dari pembuatan paspor itu,” tandasnya.
Sebelumnya, seorang bernama Andi Syamsul Bahri, Selasa (10/1) lalu, melaporkan mantan Wakil Menkumham Denny Indrayana, terkait dugaan korupsi proyek payment gateway di Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM pada Mei 2014.
Laporan itu diterima dan langsung dilakukan penyelidikan berdasarkan laporan bernomor 166/2015/Bareskrim Polri. Namun dari pihak Polri menyatakan belum menjelaskan secara gamblang terkait laporan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

‘Festival of India’ Siap ‘Goyang’ Kota Padang

Jakarta, Aktual.co — Puluhan penari asal negara India akan ‘menggoyang’ Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dengan penampilan mereka dalam “Festival Of India” yang digelar di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Rabu (5/3).

“Penampilan ini digelar dalam pertujukan seni dan kebudayaan dalam rangkaian acara ‘Festival of India’,” kata Ketua Pelaksana kegiatan, Dra Puspawati, MS di Padang, Rabu (4/3).

Kegiatan itu diprakarsai oleh Kedutaan Besar India melalui Konsulat Jenderal India untuk Sumatera di Medan.

Festival untuk memperkenalkan kebudayaan India itu termasuk dalam rangkaian tur di beberapa kota besar lainnya di Indonesia uang berlangsung dari bulan Januari hingga Mei 2015, katanya.

“Selain itu, pertunjukan tari ini sekaligus untuk memberikan hiburan kepada segenap sivitas akademika UBH dan masyarakat Kota Padang secara umumnya,” tambahnya.

Pertunjukan itu diawali dari adanya kerjasama UBH dengan Konsulat Jenderal India untuk Sumatera pada tanggal 14 Maret 2013, dimana Konsulat Jenderal India menyampaikan keinginannya untuk melaksanakan festival seni negara itu di UBH.

Menurut dia, dalam acara Festival of India ini, salah satu acara yang diagendakan adalah pertunjukan seni tari Bhangra yang merupakan bentuk lagu dan tari yang berasal dari daerah Punjab, India.

Puspawati juga menyebut pertunjukan tarian dari Minangkabau juga akan tampil dalam festival untuk mempererat kebudayaan dari dua negara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Berebut Kursi Ketum, Dua Kubu Golkar Sulit Islah

Jakarta, Aktual.co — Mahkamah Partai Golkar (MPG) menilai sulitnya mewujudkan islah dalam mengakhiri konflik dualisme kepengurusan partai lantaran keduanya sama-sama ingin mendapatkan kursi ketua umum.
Demikian dikatakan Ketua Majelis MPG, Muladi, di Jakarta, Rabu (4/3).
Muladi menjelaskan, perundingan untuk mengupayakan islah sudah berjalan sejak lama. Bahkan, upaya damai dilakukan saat persidangan MPG berlangsung. Beberapa kesepakatan telah tercapai, diantaranya mengenai pilkada serentak dan kesepakatan bahwa pihak yang kalah tidak akan membentuk partai baru.
“Tapi yang paling sulit disepakati adalah siapa yang akan menjadi ketua umum, ketua harian, itu wajar. Karena semua mau menjadi ketua umum,” ucap dia.
Muladi optimistis konflik Golkar dapat berakhir dengan mekanisme islah. Keyakinan itu setidaknya masih ada sebelum Mahkamah Partai membacakan putusan atas perselisihan kepengurusan Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pemerintah Aceh Dinilai Abaikan Pendidikan Tinggi

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Aceh dinilai mengabaikan pendidikan tinggi di provinsi itu. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir Pemerintah Aceh tidak membantu pendanaan untuk perguruan tinggi negeri di Aceh. 
Hal itu ditegaskan Ketua Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Aceh, Prof Apridar usai pertemuan dengan kelima pimpinan PTN Aceh di Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Rabu (4/3). 
Hadir dalam pertemuan itu yakni Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Ridwan MT, Wakil Ketua II STAIN Malikussaleh, Darmadi MA, Kepala Biro Umum IAIN Langsa M Suparsil, dan sejumlah pembantu rektor dan kepala biro di Universitas Malikussaleh.
“Dana dari APBN untuk PTN itu jumlahnya sangat terbatas. Selama ini, dana untuk kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dan beasiswa mahasiswa itu kita usulkan ke Pemerintah Aceh. Dua tahun terakhir, lima PTN anggota konsorsium ini tidak mendapatkan dana itu, dan ini merupakan sebuah ironi untuk pengembangan pendidikan di Aceh,” sebut Prof Apridar. 
Kelima anggota konsorsium PTN ini yakni Universitas Malikussaleh, Universitas Samudera Langsa, IAIN Langsa, STAIN Malikussaleh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Selain itu, sambung Prof Apridar, anggaran Aceh yang begitu besar, namun tidak menyentuh pendidikan tinggi. 
Padahal, manyoritas mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi tersebut berasal dari keluarga kurang mampu, korban tsunami dan korban konflik. Sehingga, sangat diperlukan bantuan dari Pemerintah Aceh untuk mendukung proses belajar-mengajar pada lima PTN tersebut.
“Sejatinya, Aceh menirukan kebijakan Kalimantan Timur yang memberikan perhatian serius untuk pengembangan perguruan tinggi negeri. Sehingga, ke depan, generasi muda Aceh memiliki keahlian yang mumpuni dan bisa diterima di pasar kerja,” ujarnya.
Hal senada disebutkan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Ridwan MT. Dikatakan, dana beasiswa dan dana kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa sangat dibutuhkan untuk menambah kemampuan soft skill mahasiswa. 
“Dua tahun terakhir ini banyak mahasiswa yang mempertanyakan tentang beasiswa dari Pemerintah Aceh. Kami sudah melobi ke Pemerintah Aceh, namun tetap tidak terplotkan dan mahasiswa kita harap memahami kondisi ini,” ujarnya.
Dampak dari tidak tersedianya beasiswa, sebagian mahasiswa terpaksa cuti kuliah karena tak mampu membayar biaya pendidikan. Ditambahkan, kemajuan sebuah daerah salah satunya bisa dinilai dari kemajuan perguruan tinggi.  
Sementara itu, Wakil Ketua II STAIN Malikussaleh, Darmadi menyebutkan pihaknya telah berkomunikasi dengan Bappeda Aceh dan Biro Isra Setda Aceh. Kedua lembaga itu menyatakan bantuan untuk pendidikan tinggi merupakan bantuan sunnat bukan bersifat wajib. 
“Itu pernyataan yang aneh. Dalam UU No 12/2012 tentang Perguruan Tinggi jelas disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Darmadi menjelaskan pada tahun 2012, DPRA memanggil semua PTN untuk membahas kebutuhan anggaran untuk PTN. Namun, sejak dua tahun terakhir itu tidak pernah dilakukan.
“Kita sudah menjelaskan berbagai hal dari landasan hukum sesuai UU Perguruan Tinggi pada Bappeda Aceh dan Biro Isra Setda Aceh. Namun, tetap saja tidak mendapatkan bantuan untuk beasiswa dan kegiatan ekskul mahasiswa, termasuk dalam APBA 2015,” ujarnya.
Ke depan, semua pimpinan perguruan tinggi tersebut berharap Pemerintah Aceh membantu pengembangan perguruan tinggi di provinsi itu. Sehingga, proses kegiatan belajar mengajar di lima PTN tersebut berjalan lancar. Terpenting, sambung Prof Apridar tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan anak bangsa bisa tercapai.
Pernyataan ini telah disetujui oleh kelima pimpinan PTN yaitu Universitas Malikussaleh, Universitas Samudera Langsa, IAIN Langsa, STAIN Malikussaleh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Artikel ini ditulis oleh:

Berkas Kasus Korupsi dan TPPU Udar Lengkap

Jakarta, Aktual.co —  Kejaksaan Agung menyatakan berkas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono dan dugaan korupsi pengadaan bus gandeng Transjakarta, sudah lengkap.
“Penyidikan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang atas nama tersangka UP telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum sebagaimana Surat dari Direktur Penuntutan Tindak Pidana Khusus selaku Penuntut Umum Nomor : B 25/F.3/Ft.1/03/2015, tanggal 02 Maret 2015,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Tribagus Spontana di Jakarta, Rabu (4/3).
Sesuai Pasal 8 Ayat (3) b, Pasal 138 Ayat (1), dan Pasal 139 KUHAP, Penyidik melaksanakan tahap II atau penyerahan tanggung jawab Tersangka dan barang Bukti di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Sampai berita ini diturunkan, proses pelaksanaan pelimpahan tahap II masih berlangsung di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Demikian pula perkara Udar Pristono dalam dugaan korupsi kegiatan Pengadaan armada Bus Busway Articulated (bus gandeng) Paket I dan Paket II senilai Rp150 miliar oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta tahun 2012, dinyatakan lengkap juga.
“Kerugian Negara dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut Rp9,5 miliar,” katanya.
Tony Spontana menjelaskan proses pelimpahan tahap II dalam perkara itu ke Kejari Jakpus dilakukan bersamaan dengan kasus TPPU-nya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain