Pengamat: Akumulasi Kegelisahan Masyarakat Picu Gerakan Sosial
Jakarta, Aktual.co — Upaya pemerintah dinilai sangat minimalis dalam mengendalikan penguatan ekonomi dalam hal kenaikan harga gas elpiji dan beras yang memberatkan rakyat.
“Harus segera respon problem ekonomi makro dan penderitaan ekonomi rakyat,” kata Direktur Pusat Studi Sosial dan Politik Indonesia, Ubedilah Badrun, Rabu (4/3).
‘Jokowi efek’ dianggap tak mampu memberikan harapan baru terhadap masyarakat, dilihat dari berbagai sikap pemerintah yang lamban melakukan antisipasi.
“Ketika rupiah melemah sepertinya jokowi santai-santai saja, tak ada respon cepat,” ujar Ubed.
Sebetulnya posisi presiden itu dalam menenangkan pelaku ekonomi harusnya menyampaikan gagasan penting sehingga tak menimbulkan kegelisahan. Kemudian, pemicu lain direspon dengan lamban.
Dia menambahkan, faktor non ekonomi juga menentukan kegelisahan publik dan bila terakumulasi maka menjadi potensi yang luar biasa memicu gerakan sosial.
“Tapi kalau akumulasi semakin besar dan menguat, itu lampu merah buat pemerintahan sekarang.”
Artikel ini ditulis oleh:
















