4 April 2026
Beranda blog Halaman 38018

Militer Irak Targetkan Tiga Hari Pukul Mundur IS dari Tirkit

Jakarta, Aktual.co — Militer Irak menargetkan tiga hari untuk memukul mundur kelompok radikal Negara Islam (IS) dari kota Tikrit.
Pernyataan sama disampaikan oleh pemimpin tertinggi milisi Badr, yang meyakini pejuang IS yang tersisa akan diusir keluar dari Tikrit tidak lebih dari 72 jam ke depan.
Pasukan milisi dari unit “Popular Mobilisation” dan Badr termasuk dalam operasi pembebasan Tikrit dari IS selama dua minggu, yang melibatkan tentara, polisi, pasukan milisi lain dan suku-suku bersenjata.
Sebelumnya, pada Kamis (12/3), Mayor Jenderal Polisi Bahaa al-Azzawi mengatakan kepada kepada kantor berita AFP di Albu Ajil, bahwa Tikrit telah dikepung dari segala penjuru oleh pasukan pemerintah Irak dan para milisi.
Semua kota dan desa di tepi timur sungai Tigris itu telah dikuasai pasukan anti-IS, Kamis (12/3). Bendera hitam putih IS di dinding-dinding ditulisi slogan-slogan kutukan kepada IS atau puja-puji kepada kelompok-kelompok milisi yang terlibat dalam pertempuran tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Delapan Orang Tewas Setelah Badai Pam Hantam Vanuatu

Jakarta, Aktual.co — Delapan orang dinyatakan telah meninggal dunia di negara kepulauan Vanuatu akibat terjangan badai Pam Samudera Pasifik, Sabtu (14/3). Badai itu juga telah merusak bagunan dan menumbangkan pohon.
Direktur kelompok bantuan “Save The Children” Tom Skirrow mengatakan, jumlah korban meninggal dunia itu bisa saja bertambah. Pasalnya pihaknya masih melakukan evakuasi.
Sementara itu, kelompok kemanusiaan di Papua Nugini mengatakan setidaknya satu orang tewas di negaranya akibat badai sama.
Seperti yang dilansir Reuters badai Pam yang menerjang dengan kecepatan 340 kilometer perjam itu membuat Vanuatu terisolasi, dan memutus jaringan komunikasi.
“Rasanya seperti akhir dari dunia, mirip ledakan bom di tengah kota. Kehancuran di mana-mana dan tidak ada air,” kata juru bicara organisasi PBB untuk anak-anak dan pemuda (UNICEF) Alice Clements.
Citra satelit memperlihatkan badai tersebut melingkupi hampir seluruh wilayah Vanuatu, negara sepanjang 2.000 kilometer dengan 83 pulau berpenduduk 260.000 orang di sebelah timur laut Brisbane, Australia.
Saksi mengatakan tinggi air laut mencapai delapan meter dan banjir melingkupi ibu kota Vanuatu, Port Vila, setelah hantaman badai kategori lima tersebut, Jumat (13/3).
Keadaan di Valuatu, kata organisasi kemanusiaan World Vision, jalanan dipenuhi pepohonan yang tumbang dan lahan pertanian hancur.
“Pepohonan tumbang bergeletakan di jalanan. Kejadian itu memerlukan tanggapan lama dan berkelanjutan sebab lahan pertanian, yang menjadi sumber utama makanan dan pencaharian penduduk, hancur karena badai ini,” kata juru bicara World Vision Chloe Morrison.
Badan bantuan menyebut, badai seperti ini baru pertama kali terjadi di Vanuatu, dan menjadi bencana badai terburuk di kawasan Pasifik.
Badai di Vanuatu itu hampir sama dengan Topan Haiyan yang menghantam Filipina pada 2013 dan menewaskan lebih dari 6.000 orang.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, negaranya akan memberikan bantuan apapun yang diperlukan untuk Vanuatu, begitu juga dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kepala wilayah kantor PBB untuk Kerja Sama Kemanusiaan Sune Gudnitz menyatakan bahwa PBB akan mengirimkan bantuan dengan pesawat militer dari Australia.
Vanuatu sendiri lebih dikenal dengan nama “New Hebrides”. Negara ini merdeka pada tahun 1980 setelah sebelumnya dijajah oleh Prancis dan Inggris.
Negara ini merupakan salah satu negara termiskin di dunia dan wilayahnya sangat berpotensi terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan badai.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kapal Perang Jepang ‘Musashi’ Tenggelam Karena Patah

Jakarta, Aktual.co — Kapal perang milik Jepang yang tenggelam didekat Filipina alami patah sebelum tenggelam ke dasar laut pada tahun 1944. Hal tersebut berdasarkan hasil rekaman video.
“Bangkai kapal tersebut ditemukan oleh kelompok peneliti milik salah satu pendiri Microsoft Paul Allen, Vulcan,” demikian laporan yang disiarkan kantor berita Reuters, Sabtu (14/3).
Gambar tersebut direkam dengan menggunakan kendaraan eksplorasi bawah air untuk meneliti salah satu kapal perang terbesar yang pernah dibuat oleh Jepang.
Kelompok peneliti tersebut berlayar dengan menggunakan kapal M/Y Octopus milik salah satu pendiri Microsoft Paul Allen.
Penelitian bawah air dilakukan pada 2 Maret dengan menggunakan data sejarah, topografi dasar laut terperinci dan teknologi canggih untuk menemukan dan memotret Musashi, sekaligus mengakhiri misteri keberadan kapal tersebut, menurut laman resmi penelitian itu.
Penemuan ini pun menarik perhatian dunia karena Musashi dan “saudaranya”, kapal Yamato, merupakan kapal perang terberat dan memiliki persenjataan yang paling banyak di antara semua jenis kapal selam yang pernah dibuat.
Juru bicara Vulcan Alexa Rudin mengatakan, Musashi dalam kondisi tidak utuh di dasar laut, terpisah menjadi beberapa bagian. Ukuran puing-puing kapal itu menunjukkan bahwa Musashi patah sebelum menyentuh dasar laut.
Rudin melanjutkan bahwa hantaman torpedo menyebabkan kapal tersebut patah. Musashi tenggelam dihantam kapal Amerika Serikat pada 24 Oktober 1944. Pertempuran tersebut menewaskan lebih dari 1.000 tentara Jepang, sekitar setengah dari jumlah awak kapal.
Peristiwa itu terjadi pada awal pertempuran Teluk Leyte, salah satu pertempuran laut terbesar dalam sejarah, dimana saat itu pasukan AS dan Australia bertempur melawan tentara Jepang.
Musashi sendiri diambil dari nama sebuah provinsi di Jepang yang mulai beroperasi pada Agustus 1942. Kapal perang itu memiliki panjang 263 meter dan berat total 73.000 ton, jika dihitung bersama sembilan senjata utama, pesawat militer dan perlengkapan tempur lain.
Sementara itu kapal Yamato tenggelam pada 7 April 1945. Bangkai kapalnya telah beberapa kali difoto selama bertahun-tahun.
Allen dan tim penelitinya menyadari bahwa lokasi penemuan bangkai kapal itu merupakan “kuburan perang” dan mereka telah bekerja sama dengan pemerintah Jepang dan Filipina, untuk memastikan wilayah tersebut dilindungi.
Allen, yang telah mencari kapal tersebut selama delapan tahun, tidak ikut bersama timnya ketika para kru kapal berhasil menemukan Musashi, menurut laman resmi Paul Allen.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Helikopter Militer Serbia Kecelakaan, Tujuh Tewas

Jakarta, Aktual.co — Helikopter milik militer Serbia mengalami kecelakaan didekat bandara ibu kota setempat. Setidaknya dari insiden nahas itu, tujuh orang diduga meninggal dunia.
Kementerian Pertahanan mengatakan, tujuh orang tersebut, meliputi empat orang kru, dua pekerja medis dan seorang bayi yang sedang sakit. Personel militer yang menyaksikan kejadian tersebut juga mengatakan hal yang sama.
Pihak militer juga telah menutup akses ke wilayah kecelakaan di dekat Beograd, pinggiran kota Surcin.
Helikopter tersebut diperkirakan jatuh pada pukul 22.30 waktu setempat (21.30 GMT), Jumat (13/3), setelah kabut tebal menyelimuti wilayah tersebut.
“Menara pengawas kehilangan komunikasi dengan helikopter pada pukul 22.30 (waktu setempat),” kata Kementerian Pertahanan.
Kemhan juga menyatakan helikopter angkut militer jenis Mi-17 buatan Rusia tersebut jatuh di wilayah luar bandara Beograd.
Media Serbia B92 mengatakan, bayi yang bermasalah dengan pernafasannya tersebut dibawa dari Provinsi Raska di selatan Serbia, karena ambulans yang seharusnya membawanya ke rumah sakit, terhalang oleh tanah longsor.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

CIA: ISIS Mulai Melemah

Jakarta, Aktual.co — Kepala badan intelejen Amerika (CIA) John Brennan mengatakan, militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memiliki persenjataan dan pendanaan yang baik, untuk terus melancarkan aksi serangan.
Namun demikian, lanjut John meski ISIS memiliki senjata dan pendaan yang baik bukan berarti tidak dapat ditumpas. 
“Citra ISIS bahwa mereka mampu bertahan dan sukses di Irak dan Suriah mulai goyah karena kami melihat mereka mengalami kemunduran. Kami melihat ada perpecahan diantara pemimpinnya. Kami melihat bahwa orang-orang yang bergabung dengan ISIS tidak memiliki kemampuan untuk menduduki dan memimpin secara administratif daerah-daerah yang dikuasai,” kata dia.
Terlebih, sambung John  serangan-serangan udara oleh koalisi pimpinan Amerika itu telah melemahkan pasukan ISIS dan terdapat indikasi serius bahwa mesin organisasi itu mulai melemah.
Apalagi saat ini di Irak, pasukan pemerintah terus melancarkan serangan untuk merebut kota Tikrit dari ISIS. Sebanyak 30.000 tentara Irak dan milisi Syiah dukungan Iran mengepung kota itu dan telah menguasai beberapa bagiannya.
Tikrit adalah kampung halaman mendiang diktator Saddam Hussein. Kota itu terletak hanya 140 kilometer sebelah baratlaut Bagdad dan memiliki nilai strategis dan simbolis.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ketegangan Ukraina dan Separatis Pro Rusia Kembali Mereda

Jakarta, Aktual.co — Ketegangan antara Ukraina dengan separatis pro Rusia berangsur-angsur mereda. Terlebih kedunya sebelumnya telah menyepakati untuk melakukan gencatan senjata pada bulan lalu.
“Kenyataan bahwa tidak ada tentara kami yang tewas beberapa hari ini adalah indikasi jelas meredanya ketegangan secara bertahap,” kata Presiden Ukraina Petro Poroshenko, Sabtu (14/3). 
Namun demikian, sambung dia, jika pertempuran kembali berkobar lagi, maka Ukraina akan mendapat bantuan senjata dari negara-negara Uni Eropa. Tapi dia tidak merinci negara mana yang berjanji memberikan bantuan itu.
Sebelumnya Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian mengaku belum ada keniatan untuk memberikan bantuan senjata bagi Ukraina. Kanselir Jerman Angela Merkel juga telah menentang pengiriman senjata ke Ukraina.
Ukraina dan pihak separatis bulan lalu menyepakati gencatan senjata di Minsk dan berjanji menarik mundur persenjataan berat mereka. Meski masih terjadi gempuran, pihak pemantau mengatakan gencatan senjata itu masih bertahan.
Sementara Ukraina mengatakan pertempuran telah mereda, organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) hari Jumat mengatakan pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintah sangat menghambat penyaluran bantuan medis ke daerah-daerah konflik yang dikuasai pemberontak.
Hal itu disimpulkan berdasarkan wawancara HRW selama 10 hari dengan banyak pekerja medis dan korban di Ukraina timur. HRW mengatakan pembatasan perjalanan itu terutama menghambat pengobatan bagi penderita HIV, tuberkolosis dan pecandu narkoba.
HRW juga mengatakan peraturan itu telah menyebabkan kelangkaan obat di klinik dan rumah sakit di kawasan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain