13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38048

Faisal Basri Rekomendasikan ‘Privilege’ Pertamina di RUU Migas

Jakarta, Aktual.co — Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) merekomendasikan kepada Pemerintah dalam menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas agar menjadikan SKK Migas sebagai BUMN khusus dan memberikan PT Pertamina (Persero) keistimewaan (privilege) khusus agar dapat menjadi perusahaan nasioanal kelas dunia. Keistimewaan ini nantinya akan dituangkan dalam UU Migas No 22 tahun 2001, yang saat ini dalam proses revisi.

Menurut Kepala Tim RTKM Faisal Basri, hal ini dilakukan dalam rangka menjadikan Pertamina murni sebagai operator pengelolaan minyak, tanpa dibebankan dengan peleburan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas.

“Pertamina kita dorong ‘go global’, murni sebagai operator. Tapi diberi special treatment,” kata Faisal di kantornya, di Jalan Plaju, Jakarta, Selasa (3/3).

Ia menambahkan, selain special treatment yang akan didapatkan Pertamina, keistimewaan lain yang direkomendasikan adalah dengan memberikan hak kepada Pertamina untuk mengelola blok migas yang kontraknya hampir habis.

“Sudah otomatis (Pertamina dapat privilege di UU Migas). Siapa lagi yang ingin memajukan Pertamina, kalau bukan kita,” imbuh dia.

Faisal menuturkan, keberpihakan terhadap Pertamina tersebut juga harus didasarkan pada penekanan agar perseroan transparan dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya.

“Syaratnya harus transparan. Keistimewaan Pertamina, yang penting semangat keberpihakan kepada National Oil Company (NOC),” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Taufik dan Lulung Kompak Bantah Pemberitaan Percakapan Whatsapp

Jakarta, Aktual.co —Percakapan yang diduga milik mereka di aplikasi ‘whatsapp’ ramai diberitakan, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik dan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana kompak membantah. 
Taufik menegaskan pemberitaan mengenai percakapan itu tidak benar. “Itu cara-cara jahat yang tidak perlu kita lakukan. Sampai hari ini saya belum tahu Pak Haji Lulung punya whatsap atau engga,” kata dia, di DPRD DKI, Jakarta, Selasa (3/3).
Politisi Gerindra itu menegaskan akan tempuh jalur hukum guna buktikan ketidakbenaran berita tersebut.
Senada dengan Taufik, Lulung yang juga hadir dalam konfrensi pers sempat geleng-geleng kepala. Setengah bercanda, dia bahkan mengaku jika dirinya tidak paham dengan teknologi.
“Saya ini jadul, pegang BB (Blackberry) aja baru dua tahun. Itu juga abis diledekin anak jadul,” seloroh dia. 
Soal aplikasi whatsapp, politisi PPP ini mengaku memang ada di handphone-nya. Tapi itu juga dia mengaku baru kenal beberapa minggu saja, dan tidak ada kontak dengan Taufik. “Saya punya whatsapp juga isinya perempuan semua,” celetuk Lulung, yang disambut tawa para wartawan.
Namun Lulung buru-buru mengklarifikasi. Perempuan yang dimaksudnya adalah ibu-ibu pengajian. “Langsung aja luh,” ucap dia.
Selain tempuh jalur hukum, Lulung dan Taufik juga berencana menemui dewan pers. Untuk mengetahui prosedur mana di Undang-Undang Pers yang dilanggar pemberitaan itu.
Senin (2/3) kemarin, memang ada tiga media online yang menuliskan pemberitaan tentang foto yang diduga merupakan percakapan antara Taufik dan Lulung. Sorenya, Lulung melaporkan ketiga media itu ke Polda Metro Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kedapatan Curi Kamera, Warga Negara Rusia Terancam 5 Tahun Bui

Jakarta, Aktual.co — Seorang wanita warga negara Rusia, Maria Savateeva (31) terancam hukuman lima tahun kurungan penjara karena mencuri di Toko Travelogue Beachwalk, Kuta, Bali.
“Terdakwa dengan melawan hukum mengambil barang kepunyaan orang lain berupa tas kamera dengan maksud memilikinya,” kata Jaksa Penuntut Umum, Happy Maulia, dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Daniel Pratu, di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (3/3).
Dalam dakwaan, perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian, sehingga harus wanita cantik yang berasal dari Saint Petersburg, Rusia itu menjalani persidangan dan duduk di kursi pesakitan itu.
Sebelumnya terungkap bahwa terdakwa saat melintasi areal Beachwalk, Kuta, Bali, pada 30 Desember 2014, Pukul 13.30 Wita mengambil tanpa izin barang berupa satu buah tas kamera seharga Rp3,9 juta di Toko Travelogue untuk dijualnya kembali karena membutuhkan uang.
Terdakwa saat itu masuk ke toko tersebut dan langsung mengambil sebuah tas dan langsung melarikan diri. Kemudian, penjaga toko, Gede Suarjaya langsung mengejar terdakwa dan meneriakkan maling.
Pemilik toko yang saat itu sedang mengejar terdakwa dibantu oleh satpam Beachwalk, Moh Harits mengejar terdakwa hingga pintu depan toko Pull and Bear di lantai dua itu.
Sebelum ditangkap terdakwa sempat membuang barangbukti hasil pencurian. Namun, penjaga toko berhasil menangkap terdakwa dan membawanya ke Polsek Kuta.
Akibat perbuatannya terdakwa yang terbukti mencuri itu harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Foto Kadal Bergitar Karya Fotografer Indonesia Gemparkan Dunia Maya

Malang, Aktual.co — Nama Aditya Permana, Fotografer asal Yogyakarta, saat ini menjadi bahan perbincangan di dunia Internasional berkat karyanya yang sukses mengabadikan momen seekor kadal hutan yang terlihat seperti sedang memainkan gitar.

Laman Dailymail melaporkan, karya Aditya ini hal yang orisinil tanpa adanya manipulasi pose kadal yang terlihat memainkan gitar dari daun dengan pose bersandar ini.

Dalam situs tersebut, Aditya mengaku, tidak mengarahkan kadal, melainkan menunggu sampai kadal merasa tenang dan nyaman.

Foto ini tergolong unik, sebab, posisi kadal yang terlihat sangat natural dipadu dengan komposisi warna yang indah membuat foto jepretan. Kemudian, Aditya mendapat banyak pujian.

Karena memang pose kadal seperti itu terbilang cukup mustahil dan langka, berbagai kritikan justru timbul. Pada situs Bored Panda, beberapa Netizen mengomentari dan menuduh Aditya melakukan pemaksaan terhadap kadal.

Sampai ada yang berkomentar kadal tersebut telah mati, salah satunya adalah akun Facebook milik David Bouecarle yang menulis “Seekor kadal mati dan Fotografer bodoh,”

Namun melalui situs Dailymail, Aditya menegaskan, tidak ada rekayasa dalam hasil jepretannya tersebut.
“Saya melihatnya seperti sedang bermain gitar, dan kadal itu tidak bergerak,” jelas Aditya.

Artikel ini ditulis oleh:

Terpidana Mati ‘Bali Nine’ Diangkut Melalui Ngurah Rai

Denpasar, Aktual.co — Dua terpidana mati asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akan dipindah Rabu besok, 4 Maret 2015 ke LP Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan Denpasar, Sudjonggo, pemindahan berkisar antara pukul 10.00 WITA hingga 14.00 WITA.
“Kemungkinannya besok siang, ya antara pukul 10.00 WITA sampai pukul 14.00 WITA,” jelas Sudjonggo, di LP Kerobokan Denpasar, Selasa 3 Maret 2015.
Menurut dia, segala kelengkapan administrasi duo gembong ‘Bali Nine’ itu telah rampung.
“Administrasinya harus diselesaikan. Dan, kita sudah menyelesaikannya. Kan tidak lucu kalau administrasinya salah. Sudah sampai di sana ternyata salah, kan tidak mungkin mereka kembali ke sini hanya untuk mengisi administarasi seperti tanda tangan dan lain sebagainya,” papar Sudjonggo.
Ia memastikan jika pemindahan keduanya tak mungkin dilakukan pada malam hari. Pasalnya, selain keterbatasan transportasi, kendala lain adalah masalah lampu runway di Bandara Ngurah Rai. 
“Ya, kita mengikuti jadwal kendaraan. Mereka diangkut pakai pesawat. Kalau dibawa malam hari terkendala dengan lampu runway,” demikian Sudjonggo.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Empat Pelaku Pembiusan Ditembak Polisi

Jakarta, Aktual.co — Empat pelaku pembius terhadap para tenaga kerja Indonesia yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta berhasil dibekuk oleh Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Tiga dari empat tersangka dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melawan petugas. 
“Para pelaku ini diringkus di sejumlah tempat berbeda yakni di Dadap, Tangerang, Subang, Bekasi dan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol Azhari Kurniawan kepada wartawan, Selasa (3/3).
Dikatakan Azhari keempat tersangka yang berhasil ditangkap oleh pihaknya yakni RS (40), JA (36), IY (39) dan BD (45), merupakan sindikat pelaku yang kerap beraksi di kawasan bandaran Soekarno Hatta. “Komplotan ini sudah lebih dari 10 kali melakukan aksinya kepada TKI,” tambahnya.
Azhari menambahkan kalau komplotan ini dalam menjalankan aksinya tidak hanya di Bandara Soetta saja, melainkan juga disejumlah bandara lain seperti di Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung. “Sudah banyak beraksi di berbagai daerah,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain