13 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38050

Aktivis Pijar Dukung Ahok Bongkar Mafia Anggaran

Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) saat menerima 600 petisi dukungannya dari seorang Aktivis Pijar Indonesia di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/3/2015). Puluhan Aktivis Pijar Indonesia melakukan aksi dukungannya terhadap Gubenur DKI Jakarta di gedung Balai kota. AKTUAL/MUNZIR

Keluarga Terpidana Mati Asal Prancis Kompak Bungkam

Jakarta, Aktual.co —  Keluarga terpidana mati Serge Areski Atlaoui dan Rodrigo Gularte tidak mau diwawancarai saat keluar dari Dermaga Wijayapura usai berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (3/3).
Saat ditemui wartawan, salah seorang anggota keluarga Serge Areski Atloui (warga negara Prancis), Mohamed Areski hanya mengatakan “no” sambil mencari mobil jemputan.
Setelah menemukan mobil itu, dia kembali menghampiri istri Serge, Sabine Atloui yang sedang menggendong anak bungsunya.
Dia mengajak Sabine dan anaknya bersama tiga anggota keluarga Serge lainnya untuk menuju mobil yang menjemput mereka.
Sama seperti Mohamed Areski, Sabine juga tidak mau diwawancarai.
“Permisi,” kata Sabine sambil berjalan menuju mobil.
Sementara, salah seorang sepupu terpidana mati Rodrigo Gularte, Angelita Muxfeldt Gularte tampak keluar dari Pos Penjagaan Dermaga Wijayapura dengan didampingi seorang pria yang diduga berasal dari Kedutaan Besar Brasil.
Mereka langsung menuju sebuah mobil yang parkir di depan pintu gerbang Dermaga Wijayapura.
Rodrigo Gularte dan Serge Areski Atlaoui merupakan terpidana mati kasus narkoba yang akan segera dieksekusi.
Rodrigo Gularte terlibat kasus penyelundupan 19 kilogram kokain dalam papan seluncurnya pada 2004, sedangkan Serge Areski Atlaoui terlibat dalam operasi pabrik ekstasi dan sabu-sabu di Cikande, Tangerang, dengan barang bukti yang disita berupa 138,6 kg sabu-sabu, 290 kg Ketamine, dan 316 drum Prekusor pada 11 November 2005.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Plt Kapolri: Kasus BW-AS Lanjut, AP dan ZUL ‘Digantung’

Jakarta, Aktual.co — Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengisyaratkan akan menghentikan sementara perkara yang mendera pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, sinyal untuk menghentikan pengusutan perkara itu hanya diberikan kepada kasus-kasus yang masih berada di tahap penyelidikan.
“Kasus yang dalam proses penyelidikan itu diupayakan untuk tidak diteruskan. Oleh karena itu ada pelapor yang harus memenuhi langkah-langkah terhadap pelaporan,” ujar Badrodin di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).
Menurut Badrodin, penanganan perkara yang sudah masuk tahap penyidikan akan tetap dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim, termasuk kasus yang menjerat Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.”Kalau yang sudah masuk penyidikan adalah lanjut.” ungkap Plt Kapolri itu.
Menurut Badrodin, kasus yang akan dipending atau hentikan sementara itu yakni kasus yang menjerat pimpinan KPK Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain yang sampai saat ini masih ada di tahap penyelidikan. “Jadi kasus mereka (APP dan Zulkarnain) kan masih penyelidikan,” tuturnya.
Sementara itu saat disinggung pengusutan kasus yang masih dalam tahap penyelidikan termasuk laporan masyarakat terkait adanya pemberitaan yang merugikan Komjen Budi Gunawan di Majalah Tempo, Badrodin pun mengiyakan. “Termasuk itu,” imbuh calon tunggal kapolri tersebut.
Namun, Badrodin juga memberikan sinyal bila ada kemungkinan dibukanya kembali kasus-kasus yang akan dihentikan sementara itu. Pihaknya akan selalu berkoordinasi untuk menentukan apakah kasus-kasus itu akan dilanjutkan atau tidak. “Tergantung, makanya kita akan terus koordinasi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Inilah Wilayah Yang Masuk Kategori Paling Rawan Begal

Jakarta, Aktual.co — Maraknya aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan atau begal yang terjadi di beberapa wilayah Ibukota Jakarta, membuat masyarakat resah. Jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya mengidentifikasi beberapa wilayah di Jakarta yang masuk dalam kategori paling rawan tindak pembegalan. 
“Wilayah yang paling rawan kasus pencurian dengan kekerasan yang pertama adalah Tangerang kabupaten,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono kepada wartawan, Selasa (3/3). 
Dikatakan Unggung untuk wilayah yang kedua yang masuk daerah paling rawan pembegalan yakni wilayah Jakarta Timur.  Sementara untuk wilayah lain yang masuk dalam kategori wilayah paling rawan yakni Bekasi dan kota Depok.
“Diikuti wilayah Bekasi dan Kota Depok di posisi keempat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

IHSG Ditutup Melemah 3,21 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 3,21 poin (0,06 persen) menjadi 5.474,61 menyusul sebagian pelaku pasar saham mengambil posisi ambil untung. Sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) melemah 0,57 poin (0,06 persen) ke level 953,10.

Menjelang akhir sesi perdagangan saham di BEI, IHSG bergerak melemah seiring dengan sebagian pelaku pasar yang mengambil kesempatan untuk melakukan ambil untung terhadap saham-saham yang dinilai sudah tinggi harganya.

“Sinyal pelemahan mulai muncul seiring dengan aksi-aksi ‘profit taking’ terutama dari investor lokal,” ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (3/3).

Kendati demikian, lanjut dia, masih mengalirnya dana asing ke pasar saham domestik menahan tekanan IHSG BEI lebih dalam. Tercatat, pada perdagangan Selasa ini, pelaku pasar asing masih membukukan beli bersih sebesar Rp289,316 miliar.

Dalam data BEI, saham-saham yang mengalami penguatan diantaranya Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik Rp50 menjadi Rp1.115, Astra International (ASII) naik Rp125 menjadi Rp8.000, dan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik Rp50 menjadi Rp5.350.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 251.987 kali dengan volume mencapai 4,29 miliar lembar saham senilai Rp5,80 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 143 saham, yang melemah 169 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 100 saham.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Ditutup Melemah Dua Poin, Dekati Rp13.000

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah tipis sebesar dua poin menjadi Rp12.962 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.960 per dolar AS.

Indeks dolar AS masih bergerak di area positif terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah didukung oleh sentimen potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed fund rate) pada pertengahan tahun ini.

“Dolar AS masih tetap menguat meski data ekonomi AS bervariasi, ekspektasi investor juga tetap kuat tentang kenaikan suku bunga AS pada tahun ini,” ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (3/3).

Di sisi lain, lanjut dia, situasi perekonomian di Eropa yang masih dalam perlambatan menyusul arus kredit yang relatif stagnan dan minimnya pebisnis memulai usaha baru memicu meningkatnya jumlah pengangguran di kawasan itu.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan, setelah sempat positif pada tadi pagi, rupiah kembali berada dalam area negatif menyusul aksi beberapa spekulan di pasar valas domestik menyusul masih cukup kuatnya sentimen kenaikan suku bunga the Fed.

Selain itu, respon pelaku pasar terhadap deflasi Indonesia pada Februari 2015 sebesar 0,36 persen memicu ekspektasi akan adanya potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI rate).

BI rate yang kembali turun akan mendorong investor jangka pendek kembali melakukan perhitungan ulang terhadap asetnya dan mencari tempat yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Kendati demikian, menurut dia, membaiknya data neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2015 yang mencatatkan surplus menahan tekanan rupiah lebih dalam. Membaiknya neraca perdagangan itu mengindikasi perbaikan ekonomi masih dalam jalur yang diharapkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2015 surplus dengan total ekspor mencapai 13,3 miliar dolar AS dan impor 12,6 miliar dolar AS sehingga terjadi surplus sebesar 709,4 juta dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (3/3) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp12.962 dibandingkan hari sebelumnya, Senin (2/3) di posisi Rp12.993 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain