11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38063

Puluhan Pegawai KPK Unjuk Rasa di Kuningan

Jakarta, Aktual.co — Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan unjuk rasa di depan gedung sendiri, Selasa (3/3). 
Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap putusan pimpinan KPK yang melimpahkan kasus Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).
Dalam aksinya tersebut, para karyawan yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK juga membubuhkan tanda tangan di sehelai kain besar. Tanda tangan itulah sebagai simbol penolakan terhadap keputusan yang diambil para komisionernya.
Bukan hanya pelimpahan kasus BG, para pegawai juga menuntut pimpinan untuk kembali mengajukan upaya hukum lainnya terhadap kasus tersebut. Mereka ingin para pimpinan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan praperadilan BG ke Mahkamah Agung.
Beberapa poin penolakan tersebut nantinya akan dituliskan dalam sepucuk surat dan diberikan langsung ke Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki. Dan pembuktian jika surat tersebut merupakan resmi sikap puluhan pegawai KPK, akan diberikan juga kain besar yang sudah ditanda tangani tadi.
Berikut surat pernyataan sikap pegawai KPK: 
Yth. Pimpinan KPK,
Pimpinan KPK yang amat kami hormati, mencermati kondisi akhir-akhir ini, kami, Wadah Pegawai:
1. Menolak putusan Pimpinan KPK yang melimpahkan kasus BG ke kejaksaan.2. Meminta Pimpinan KPK mengajukan upaya hukum PK atas putusan praperadilan kasus BG.3. Meminta Pimpinan menjelaskan secara terbuka strategi pemberantasan korupsi KPK kepada pegawai KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kenaikan Harga Beras Sumbang Inflasi Manado 0,26 Persen

Jakarta, Aktual.co — Kenaikan harga beras berkisar Rp1500 hingga Rp2000 per kilogram terjadi beberapa pekan terakhir ini, memberi pengaruh terhadap ekonomi masyarakat ditandai angka sumbangan inflasi sebesar 0,26 persen.

“Adanya kenaikan harga beras berpengaruh terhadap inflasi Kota Manado dan untuk bulan Februari 2015 sebesar 0,26 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Faizal Anwar, di Manado, Selasa (3/3).

Dia mengatakan harga beras di Kota Manado mengalami peningkatan dari Rp9.000 per kilogram menjadi Rp11.500 per kg sejak awal Februari hingga saat ini. “Peningkatan harga beras meskipun menyumbang inflasi sebesar 0,26 persen, tetapi karena harga cabai turun lebih tinggi, sehingga Manado terjadi deflasi 0,20 persen.

Penurunan cabai rawit di Kota Manado memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,28 persen yakni lebih tinggi ketimbang peningkatan harga beras. “Lagi-lagi, cabai rawit yang memicu deflasi di Manado padahal hampir sebagian besar kota di Jawa dipicu oleh harga beras,” kata Faizal.

Kenaikan harga beras di pasaran saat ini yang sudah di atas 20 persen merupakan kenaikan tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan ini dikeluhkan masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertama Kalinya Dalam 15 Tahun, Nasdaq Tembus 5.000

Jakarta, Aktual.co — Nasdaq berakhir di atas 5.000 poin pada Senin (Selasa pagi WIB) untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, menutup pemulihan berkepanjangan di bursa setelah gelembung dot-com meledak secara spektakuler pada 2000.

Indeks Komposit Teknologi Nasdaq melonjak 44,57 poin (0,90 persen) menjadi 5.008,10, penutupan di atas 5.000 untuk ketiga kalinya dalam sejarah Nasdaq. Kedua Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 juga telah mencapai rekor baru, karena pasar AS bergegas ke depan dalam enam perjalanan “bullish” selama enam tahun. Dow naik 155,93 poin (0,86 persen) menjadi ditutup pada 18.288.63, sedangkan indeks berbasis luas S&P maju 12,89 poin (0,61 persen) menjadi berakhir di 2.117,39.

“Ini adalah hari yang menyenangkan untuk Nasdaq,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital.

“Setelah 15 tahun, rekor baru tercapai, tapi kali ini pada dasar yang kokoh.” Nasdaq masih sekitar 40 poin di bawah penutupan tinggi sepanjang waktu di 5.048,62, pada 10 Maret 2000.

Keuntungan pada Senin terjadi di tengah aliran pengumuman merger, termasuk akuisisi Freescale Semiconductor oleh NXP Semiconductor senilai 16,7 miliar dolar AS, dalam kesepakatan yang terkait dua perusahaan Nasdaq. Saham NXP melonjak 17,3 persen, sedangkan saham Freescale naik 11,8 persen. Keuntungan tersebar luas di antara raksasa teknologi Nasdaq lainnya: Intel naik 2,4 persen serta Cisco Systems dan Google masing-masing naik 2,3 persen. Apple, perusahaan AS terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, naik 0,5 persen. Biogen, bagian dari gelombang perusahaan biotek Nasdaq, naik 1,5 persen, sementara Facebook, raksasa jejaring sosial, bertambah 1,0 persen.

Perdagangan Senin bergairah menyusul perdagangan Februari yang menggebu untuk saham-saham AS berkat membaiknya data ekonomi, laba perusahaan yang solid dan berlanjutnya likuiditas dari bank sentral.

Tesla Motors adalah salah satu dari beberapa perusahaan terkemuka Nasdaq yang goyah, kehilangan 3,0 persen karena laporan-laporan negatif para analis. “Berbagai halnya jauh dari cerah,” kata catatan dari Barclays menunjuk pada belanja modal yang lebih tinggi dari perkiraan, di antara isu-isu lainnya. Komponen Dow, Visa, naik 2,6 persen karena Costco Wholesale mengumumkan Visa dan Citigroup akan menjadi penerbit eksklusif kartu kredit bermerek jaringan “big-box” itu menggantikan American Express. Saham stco naik 0,7 persen, sementara Citi bertambah 2,0 persen.

Aruba Networks, yang mengkhususkan diri dalam teknologi informasi untuk jaringan wireless, turun 0,6 persen karena berita akan diakuisisi oleh raksasa teknologi Hewlett-Packard dalam sebuah kesepakatan bernilai tiga miliar dolar AS. HP naik 0,2 persen. Harga obligasi jatuh. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 2,08 persen dari 1,99 persen pada Jumat (27/2), sementara pada obligasi 30-tahun naik ke 2,67 persen dari 2,60 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan arah.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasokan Kian Melimpah, Harga Minyak Dunia Merosot

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia turun pada Senin (Selasa pagi WIB), di tengah kekhawatiran baru tentang kian melimpahnya pasokan global, dengan kontrak acuan Eropa jatuh sangat keras menyusul lonjakan akhir pekan lalu.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, merosot 17 sen menjadi ditutup pada 49,59 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April turun tajam 3,04 dolar AS menjadi 59,54 dolar AS per barel di London.

Tim Evans, analis energi pada Citi Futures, mengutip sebuah “pemulihan sebagian” dalam produksi minyak mentah Libya sebagai penyeret penurunan harga energi. Evans mengatakan pasar AS melihat beberapa kenaikan permintaan dari beroperasinya kembali pelayanan kilang-kilang yang berada di bawah pemeliharaan. “Namun demikian, secara neto, karena sebagian besar sektor minyak bumi menunjukkan kerugian, nada keseluruhan defensif,” kata Evans.

Penurunan Brent terjadi setelah kontrak Eropa naik kuat kuat 2,53 dolar AS per barel pada Jumat (27/2). Beberapa analis melihat kemunduran pada Senin sebagai bukti aksi ambil untung. “Persediaan minyak mentah terus tetap pada tingkat yang cukup tinggi menyusul penumpukan berkelanjutan stok minyak mentah pekan lalu,” kata Myrto Sokou, seorang analis di pialang minyak Sucden.

Para analis juga mencatat bahwa WTI telah lebih prima untuk memulihkan beberapa kerugiannya dibandingkan dengan Brent, setelah kesenjangan antara Brent dan WTI pekan lalu melebar menjadi lebih dari 12 dolar AS, lebih dari dua kali lipat tingkat sebelumnya pada Februari.

Pasokan minyak dari Amerika Serikat dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus meningkat. Untuk pekan yang berakhir 20 Februari, produksi minyak mentah AS mencapai 9,285 juta barel per hari, tingkat tertinggi sejak 1983, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), unit statistik Departemen Energi AS.

Stok minyak mentah AS meningkat 8,4 juta barel menjadi 434,1 juta barel, 71,7 juta barel lebih dari setahun sebelumnya dalam minggu itu. OPEC memutuskan untuk mempertahankan kuota produksi kolektif pada 30 juta barel per hari pada pertemuan 27 November tahun lalu di Wina. Tidak ada tanda-tanda bahwa para produsen akan menurunkan produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga. OPEC meningkatkan produksi menjadi 30,6 juta barel per hari pada Februari, menurut survei Bloomberg. Produksi minyak mentah Arab Saudi bertambah 130.000 barel menjadi 9,85 juta barel per hari.

Harga minyak mentah juga turun karena dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada Senin. Sebuah penguatan greenback membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dolar Kian Menguat Meski Data Ekonomi AS Masih Suram

Jakarta, Aktual.co — Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), karena ekspektasi Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga tahun ini tetap bertahan meskipun data ekonomi dari negara itu secara keseluruhan suram.

Indeks manufaktur, juga dikenal sebagai indeks pembelian manajer (PMI), tercatat 52,9 persen pada Februari, penurunan 0,6 persentase poin dari bulan lalu, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan, Senin. Perkiraan terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS melambat pada bulan lalu ke laju terlemah dalam lebih dari satu tahun.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Senin (Selasa pagi WIB) bahwa pendapatan pribadi naik 0,3 persen pada Januari, gagal memenuhi konsensus pasar 0,4 persen, sementara belanja pribadi, yang menyumbang hampir 70 persen dari aktivitas ekonomi AS, turun 0,2 persen pada Januari.

Sebuah laporan terpisah dari departemen menunjukkan belanja konstruksi AS turun 1,1 persen pada Januari, lebih rendah dari konsensus pasar naik 0,3 persen. Para analis mengatakan data yang lemah menunjukkan kecepatan yang lebih lambat dari pemulihan ekonomi AS, tetapi investor tetap positif tentang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun ke 1,1188 dolar dari 1,1193 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5365 dolar dari 1,5434 dolar. Dolar Australia merosot ke 0,7769 dolar dari 0,7811 dolar. Dolar AS dibeli 120,15 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,68 yen dari sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9596 franc Swiss dari 0,9542 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2540 dolar Kanada dari 1,2518 dolar Kanada.

Artikel ini ditulis oleh:

BI Isyararatkan Jaga Pergerakan Nilai Rupiah

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia memberikan isyarat akan selalu menjaga pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS agar sesuai fundamentalnya, meskipun saat ini rupiah sedang mengalami tekanan eksternal.

“Kita selalu ada di pasar dan menjaga fluktuasinya ada diambang batas yang bisa diterima serta tetap menyakinkan kepercayaan masyarakat dan pasar pada nilai tukar rupiah,” kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Jakarta, Senin (2/3) malam.

Agus menjelaskan tekanan eksternal berupa penguatan dolar AS karena membaiknya perekonomian Amerika Serikat, telah mempengaruhi mata uang di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, namun pelemahan rupiah masih dirasakan lebih baik.

“Di antara negara-negara berkembang yang setara dengan Indonesia, nilai perlemahan rupiah dibandingkan Brazil, Turki dan Afrika Selatan, kita masih lebih baik. Kita yakinkan ini masih mencerminkan fundamentalnya,” ujarnya.

Ia memperkirakan volatilitas nilai tukar rupiah untuk tahun ini akan bergerak pada kisaran plus minus tiga hingga lima persen ke atas maupun ke bawah dari asumsi nilai tukar dalam APBN-P 2015 sebesar Rp12.500 per dolar AS.

“Tentu ini sejalan dengan perkembangan (ekonomi) di dunia, normalisasi kebijakan The Fed dan besarnya permintaan valuta asing yang terjadi setiap akhir tahun,” kata Agus, yang masih bisa menerima perlemahan rupiah hingga mendekati Rp13.000 ini.

Sementara, terkait kebijakan BI selanjutnya terkait kemungkinan adanya penurunan suku bunga acuan (BI Rate) karena indikator inflasi mulai menunjukkan adanya perbaikan, Agus mengatakan hal itu tergantung dari rilis data ekonomi terbaru.

“Itu semua betul-betul tergantung pada data, kita tidak bisa menyampaikan pada saat sekarang. Kalau kedepan kita tentu masih menyimak tentang pengendalian inflasi oleh pemerintah dan perkembangan neraca transaksi berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Senin sore, bergerak melemah sebesar 13 poin menjadi Rp12.943 per dolar AS dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.930 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah itu salah satunya dipicu oleh rencana bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, selain karena dampak penurunan suku bunga Tiongkok untuk kedua kalinya dalam tiga bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain