5 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38069

Pendeta AS Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Diekstradisi ke Brasil

Semarang, Aktual.co — Penangkapan Victor Arden Barbard (53), seorang pendeta Amerika yang menjadi buron karena dituduh melakukan pelecehan seksual membutuhkan waktu selama lima bulan. Polisi Brasil telah bekerja keras mencari seorang pendeta yang melakukan tindakan kriminal seksualitas dengan beberapa wanita di Negara Bagian Minnesota.

“Barnard ditangkap pada Jumat lalu di sebuah rumah,” ungkap Sekretariat Keamanan Publik Rio Grande do Norte.

Banard ditangkap di sebuah rumahnya dekat lembaga pemasyarakatan (LP) bersama seorang wanita berusia 33 tahun. Keduanya dibawa ke penjara Federal di Lagoa, Natal. Kini, keduanya masih menunggu ekstradisi ke AS.

“Barnard diduga melakukan 59 tuduhan penyerangan seksual di Minnesota. Dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap dua gadis muda yang menjadi anggota Gereja,”  terang US Marshals Service.

CNN melaporkan, hingga sekarang AS terus mencari keberadaan Barnard sejak tahun lalu. Dia menjadi buronan dalam segmen berita CNN “The Hunt Dengan John Walsh” tahun 2014 dan pekan lalu.

Barnard merupakan salah satu sosok dari 15 daftar orang yang dicari oleh pemerintah AS. Bahkan, Kepolisian setempat memberikan sayembara kepada setiap orang yang memberikan informasi keberadaan Benard, akan diberikan hadiah 25.000 USD.

Selain tuduhan kekerasan seksual, Benard juga melanggar hukum untuk menghindari penuntutan.

Pemimpin karismatik
Untuk diketahui, sebagai seorang pendeta, Barnard terinspirasi jemaat dengan karisma dan pengabdian jelas dengan ajaran Yesus Kristus.

“Saya belum pernah bertemu siapa pun, namun yang saya pikir mencintai firman Allah sebanyak Victor Barnard lakukan,” kata Ruth Johnson, mantan anggota Barnard River Road Fellowship.

Barnard mendirikan wadah apa yang disebut “kamp gembala” pada pertengahan 1990-an silam di Pine County. Beberapa jemaat pindah ke kawasan pedesaan tersebut sekitar 100 km sebelah utara dari Minneapolis untuk menjadi bagian dari anggota kamp.

Pada bulan Juni 2000, pendeta  itu diduga meyakinkan beberapa anggota jemaatnya untuk menyerahkan putri sulung mereka untuk tinggal bersamanya di sebuah perkemahan terpencil.

Nama Lindsay Tornambe yang disebut, dan orang tuanya mengizinkan putri mereka 13 tahun untuk bergabung dengan sekelompok gadis-gadis di kamp, yang disebut “The Maidens,” di bawah pengawasan Barnard. Jemaat lain mengatakan, bahwa gadis-gadis itu selalu bangun pagi, menjahit, memasak dan bersih-bersih.

“Segala sesuatu yang seorang istri akan lakukan, mereka lakukan untuk dia,” kata Johnson.

Barnard kembali menyatakan, bahwa dirinya adalah Kristus di Bumi.

“Dia mengajarkan bahwa dalam Alkitab, gereja adalah mempelai Kristus dan karena ia Kristus dalam daging, Gereja seharusnya menikah dengan dia,” kata Tornambe.

“Pada waktu itu, saya tidak benar-benar memahami tentang arti dan makna tersebut.”

Keluhan yang diajukan di Minnesota, kata Tornambe, dirinya mengalami pelecehan seksual oleh Barnard dari usia 13-22 tahun. Sementara itu, dia bersama orang tuanya adalah anggota ‘River Road Fellowship’.

Dia mengatakan, kepada penyidik , bahwa kelompok yang terdiri dari sepuluh gadis-gadis muda dan perempuan cantik yang dikenal sebagai ‘Alamoths’, atau gadis. Kelompok tersebut dikirim ke sebuah kamp musim panas, demikian lapor dokumen rahasia tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakapolri: Seluruh Kasus Personil KPK Ditingkat Penyelidikan Dihentikan

Jakarta, Aktual.co — Wakapolri Komjen Badrodin Haiti lebih memilih untuk menghentikan kasus yang melibatkan personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun demikian kasus yang menjerat Abraham Samad dan Bambang Widjojanto tetap dilanjutkan.
Penghentian kasus ditingkat penyelidikan itu menyusul proses penyidikan Komjen Budi Gunawan di KPK dilimpahkan ke Kejagung.
“Kasus Pak AS dan Pak BW dilanjutkan, kasus-kasus yang masih dalam penyelidikan kita pertimbangkan untuk tidak kita lanjutkan,” kata Badrodin di gedung KPK, Senin (2/3).
Namun demikian, dia mengaku akan terlebih dulu memberi penjelasan pada pelapor. “Karena ini ada pihak pelapor yang punya kepentingan kasus,” kata dia.
Sementara itu, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, akan meneliti kasus yang melibatkan personil KPK itu. “Kasus penyelidikannya oleh Mabes Polri, melibatkan juga beberapa anggota KPK, yang satu per satu akan diteliti ulang,” kata dia.
Sejumlah kasus di tingkat penyelidikan adalah pengusutan kepemilikan senjata api para penyidik KPK. Pimpinan KPK Zulkarnaen dan Adnan Pandu Praja dan Johan Budi juga sudah dilaporkan, namun belum jadi tersangka.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Lasro Mengaku Tak Pernah Instruksikan Pengadaan 49 UPS di Sekolah

Jakarta, Aktual.co —Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun tak mau dikait-kaitkan dengan temuan pembelian (uninterruptible power supply) UPS dengan harga ‘selangit’ di anggaran pendidikan di APBD DKI 2014. 
Lasro yang kini sudah ganti jabatan menjadi Kepala Inspektorat DKI Jakarta mengaku tak pernah keluarkan instruksi untuk membeli 49 alat penyedia listrik cadangan itu. Yakni 25 unit di Jakarta Barat dan 24 unit di Jakarta Pusat. 
Kata dia, ‘lolosnya’ anggaran untuk pengadaan UPS bukan di bawah Dinas Pendidikan saat dirinya menjabat. 
“Kejadiannya pada saat APBD Perubahan. Itu masuk melalui DPA Sudin, jadi bukan pengusulan dari Dinas Pendidikan. Lelangnya melalui ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ujar dia, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (2/3).
Saat menjabat sebagai Kadisdik DKI, Lasro diketahui sempat mengajukan pengunduran diri. Baru menjabat enam bulan, sejak dilantik Februari 2014, saat itu dia mengaku stress dengan tekanan tinggi dalam pekerjaannya. Saat itu Lasro juga temukan adanya anggaran ganda di Disdik DKI untuk pengadaan perlengkapan dan rehab sekolah. 

Artikel ini ditulis oleh:

Nasdem Cabut Hak Angket Ahok, Pengamat: Partai Lain Mengekor

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Victor Silaen memperkirakan langkah Partai Nasdem menginstruksikan kadernya di DPRD mencabut hak angket terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal diikuti partai lain.

“Mungkin juga Nasdem bisa mempengaruhi PDIP untuk ikut langkahnya (mencabut hak angket), dan akhirnya partai-partai lain pun ikut. Mungkin juga ada transaksi politik dengan PDIP, tapi agar tidak malu maka Nasdem dulu yang melontarkan isu ini,” kata Victor di Jakarta, Senin (2/3).

Pada hari ini DPP Partai Nasdem menginstruksikan dewan wilayah untuk mencabut hak angket yang dilayangkan terhadap Ahok.

Victor mengatakan langkah DPP Partai Nasdem menginstruksikan kadernya untuk mencabut hak angket agak mencurigakan. Hal ini seolah kalangan partai politik takut korupsi DPRD terbongkar.

“Ini agak mencurigakan. Takut terbongkar korupsi DPRD kah,” ujar dia.

Dia menekankan, dicabut atau tidaknya hak angket tersebut, sejauh ini Ahok telah melaporkan indikasi “dana siluman” dalam anggaran APBD yang disetujui DPRD ke KPK.

Menurut Victor, KPK harus tetap memeriksa laporan Ahok itu sesuai dengan kewenangannya.

“Isu ini sudah menjadi agenda KPK. Dicabut atau tidak hak angket, KPK harus tetap berjalan,” tegas dia.

Saat ini polemik antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD DKI Jakarta masih berlangsung. Polemik ini bermula dari pengajuan anggaran APBD melalui “e-budgeting” yang dilayangkan Ahok ke Kemendagri, tanpa adanya tanda tangan persetujuan DPRD DKI Jakarta.

DPRD menilai pengajuan anggaran e-budgeting itu bak surat bodong. DPRD DKI Jakarta kemudian menggunakan hak angket terkait keputusan Ahok itu.

Ahok sendiri menekankan e-budgeting bisa diajukan tanpa tanda tangan DPRD DKI Jakarta. Ahok juga menyatakan sengaja tidak meminta persetujuan dana APBD agar “dana siluman” pengadaan alat UPS senilai Rp12,1 triliun yang telah dicoretnya tidak muncul lagi.

Saat ini Ahok telah melaporkan dugaan “dana siluman” tersebut ke KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belum Dapat Slot, Jatim Siap Gelar UN

Surabaya, Aktual.co — Meski belum mendapatkan slot nomor untuk menyelanggarakan Ujian Nasional 2015, namun Provinsi Jawa Timur  siap menyelenggarakan Ujian Nasional.
Lebih dari 40 Kepala Dinas Pendidikan Kota/kab di Jatim serta Kalteng dan kaltim hadir dalam rapat persiapan UN yang diselenggarakan di kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, Senin (2/3).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Harun mengatakan, memang untuk Jawa Timur dalam pelaksanaan UN juga membawahi provinsi Kalteng dan Kaltim.
Nah, persiapan dini ini sengaja dilakukan mengingat waktu pelaksanaan unas tinggal beberapa bulan lagi. Jika tidak dipersiapkan sedini mungkin, dikhawatirkan akan menghadapi banyak kendala mengingat banyak lokasi-lokasi sekolah yang berada di daerah terpencil.
“Jadi kita sudah siap untuk melaksanakan unas. Ingat, unas tinggal beberapa bulan. Jadi otomatis harus dipersiapkan mulai sekarang. Apalagi, banyak tempat-tempat sekolah yang berpindah akibat bencana,” ujar Harun.
Selain itu, untuk mengantisipasi kebocoran soal atau jual beli soal seperti tahun kemarin yang terjadi di Lamongan yang melibatkan guru dan kepala sekolah,  Harun menghimbau secara tegas pada setiap guru dan kepala sekolah untuk bekerja secara profesional.
Sebab, jika kejadian tahun kemarin terulang pada tahun ini, akan sangat mencoreng dunia pendidikan Jawa Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Pelimpahan Kasus BG, Kabareskrim Sambangi Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Komjen Budi Waseso menyambangi Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (2/3). Hal ini dilakukan tak lama setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan bakal melimpahkan kasus korupsi Komjen Budi Gunawan ke Kejaksaan.
Komjen Budi Waseso tiba sekitar pukul 12.15 WIB. Dengan mengenakan kemeja putih, jenderal bintang tiga itu tiba dengan menumpangi mobil Camry hitam bernopol B 1138.
Lantas apa maksud kedatangannya?. Saat ditanyakan apakah kunjungannya tersebut terkait dengan pelimpahan kasus Budi Gunawan ke Kejagung? Komjen Buwas hanya menjawab pendek.
“Nggak tahu saya, ini juga baru mau masuk, bentar ya,” jawab Budi di Kejagung.
Sebelumnya, Komjen Budi Gunawan pernah mengakui sebagai ‘orang dekat’ Komjen Budi Gunawan. Setelah dia menjadi Kabareskrim, dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto jadi tersangka hingga harus nonaktif. Banyak pihak menduga, dia di balik aksi ‘balas dendam’ tersebut.
Namun, Komjen Buwas selalu membantah. Meski dekat dengan BG, dia menegaskan bekerja profesional dan keputusan penetapan tersangka ada di tangan penyidik.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain